نخستین 200 خط.
Diterjemahna neng: NDASERUAG
-- Selamat Mendeleng ---
Dahulu kala, di waktu yang sangat lampau,
Para kaisar Kastilia kuno menetapkan sebuah tradisi besar,
agar Kekaisaran tetap damai.
Pada hari Tahun Baru, sang kaisar bangun,
mendapat potongan rambut baru
dan menyambut matahari di pagi hari dengan teriakan lantang.
Sebagai jawabannya, Matahari berjanji akan memberikan
cahaya dan kehangatannya lagi selama setahun penuh untuk kemakmuran Kastilia.
Tapi suatu hari seorang Penyihir Kegelapan muncul dengan tongkat sihirnya
dan mengambil alih kekuatan Matahari untuk dirinya sendiri!
Penyihir itu kejam dan tak kenal ampun.
Selama bertahun-tahun, rakyat Kekaisaran hidup dalam ketakutan dan keputusasaan,
hingga saat tujuh pahlawan pemberani memberontak terhadap sang penyihir.
Mereka melawannya dan menang,
mengirim kekuatan jahat kembali ke kegelapan.
Pemimpin Tujuh Pahlawan, Zhao,
menjadi Kaisar Kastilia dan dihormati hingga kematiannya.
Apa yang terjadi dengan yang lainnya?
Tidak seorangpun tahu.
MENINGGALKAN SARANG
Aku terlambat lagi! Kenapa selalu seperti ini?!
- Halo, Arthur! - Halo!
Terlambat lagi?
Ya! Sampai ketemu, Ibu Wang!
Oke, saatnya mempercepat.
- Hei! Hati-hati! - Maaf!
- Hei! Lihat-lihat kalau jalan?! - Maaf!
- Apa? - Aku bisa!
Arthur! Hati-hati kalo nyepeda!
Maaf, Tuan Tan!
Pengiriman pesanan pertama pada tiga, dua, satu!
Roti jahe, Nyonya.
Terima kasih, Arthur.
- Roti jahe! Delivery! - Hei, Arthur!
- Maukah kamu bermain denganku? - Nanti! Aku harus bergegas! Delivery!
Masih banyak sekali?!
Baiklah. Mari selesaikan!
Nyonya Cho, pesananmu!
Hei! Kamu hampir menabrakku!
Maaf!
Delivery!
Akhirnya.
Pengantaran terakhir dan selesai.
Festival Tahun Baru segera tiba!
Dan apa artinya ini?
Rakyat harus bertanggung jawab atas perannya masing-masing!
Benar! Ini adalah waktu tersibuk dalam setahun bagi kita para penata rambut.
Semua orang ingin tampil terbaik saat liburan.
Pangeran Damien akan menyambut Matahari saat fajar,
agar dapat bersinar di seluruh Kekaisaran selama tahun berikutnya.
Ini adalah upacara yang sangat penting, dan adalah tugas kita
untuk memastikan sang pangeran berdandan rapi, disisir rapi dan tampil memukau.
Bolehkah aku memotong rambutnya?
Tentu saja tidak!
Tuan Kodok akan secara pribadi memilih tukang cukur
diantara guru-guru dan murid senior.
Menunjukkan diri sebagai seorang ahli tata rambut
dihadapan pangeran merupakan kehormatan terbesar.
Oleh karenanya, penting bagi kalian semua untuk terus belajar dengan tekun,
sementara para tetua mempersiapkan upacara.
Jadi, di mana dia?
Dia terlambat!
Aku masih ada banyak kerjaan lain!
Berapa lama lagi kami harus menunggu?
Tolong jangan pergi! Arthur akan segera tiba.
Mungkin rodanya bermasalah lagi.
Ya. Arthur, kenapa kamu selalu saja begini?
- Kamu akan menghancurkan bisnis kita. - Cukup sudah. Aku pergi!
Jangan, jangan pergi.
Tuan Go.
Bagaimana kalau potong rambut gratis untuk saudaramu?
Betapa murah hatinya!
Yang ada hanyalah capek nungguin si Arthur sampe nongol di mari!
Kamu belajar nyukur di Akademi juga, kan?
Kalau begitu, potong rambutku!
- Aku juga! - Aku juga!
Ayo! Kasihani kami. Kami sudah cape berdiri di sini.
- Arthur! - Hei semuanya!
Maaf aku terlambat! Rodanya lagi.
- Bisa kalian bayangkan? - Tidak. Bukan urusan kami!
Aku minta maaf. Terima kasih sudah menunggu.
Aku jamin gaya rambut kalian akan menjadi yang paling modis di seluruh Kastilia.
Kuharap begitu.
Penampilan kalian takkan kalah keren dari seorang pangeran!
- Dan dengan harga terbaik! - Ya!
Baiklah. Semuanya ayo ikut aku.
Kamu tak bisa melakukan itu!
- Jangan sekarang, Shun. - Kamu terlambat!
Aku sendiri yang lagi-lagi harus menenangkan semua orang.
Waktunya bekerja!
Tidak! Waktunya satu jam yang lalu!
Jangan ngomongin masa lalu. Saatnya menciptakan seni!
Jadi, kita akan lakukan tiga sekaligus agar tidak berlarut-larut.
Mari kita lihat apa kamu sebaik yang dikatakan anak itu.
Bahkan lebih baik!
Baiklah, akhirnya...
Seperti ini. Bagus! Apa kalian semua siap?
- Ya. - Ya.
Bagus. Pada hitungan satu, dua, tiga!
Apa yang telah kamu lakukan?!
Aku mirip hamster!
Apa? Kalian tidak menyukainya?
Kalian tidak mengerti seni!
Gaya rambut ini cocok untuk seorang raja!
Arthur?
Ya, aku Arthur. Aku akan segera ke sana.
Arthur!
Oh, Master!
Master sedang ngapain di sini?
Aku yang mustinya nanya. Kamu sedang ngapain di mari?
Berlatih!
- Rambutku yang malang! - Ini adalah mimpi buruk!
Tenang, penata rambutku
akan dengan senang hati memperbaiki rambut kalian.
"Memperbaiki rambut kalian"?! Ini adalah mahakarya!
Keterlaluan! Kamu ikut aku.
Tidak! Mereka akan menghancurkan semuanya. Master, kenapa?
Dan menurutmu apa yang sedang kamu lakukan?
Hanya memutuskan untuk berlatih.
Andai aku harus memotong rambut pangeran.
Kamu? Memotong rambut Pangeran Damien?
Apa kamu pikir aku akan membiarkanmu mendekati kaisar masa depan?
seorang pemula yang gegabah begitu?
Apa?
Orang-orang ini bukan mainanmu.
Ketika kamu memotong rambut mereka, mereka mempercayaimu dengan identitasnya,
itu intinya. Dan kamu mengkhianati kepercayaan ini.
Aku hanya berlatih untuk pangeran Damien!
Apa salahku kalau mereka sama sekali tak punya selera?
Kamu tidak "berlatih" dengan penampilan orang lain.
Pekerjaan tukang cukur adalah memotong semua ketidaksempurnaan,
membuang semua yang tak perlu
dan memperlihatkan klien ke dunia dalam cahaya terbaiknya!
Tidak ada tempat untuk keegoisan, ambisi dan pamer dalam bisnis kita.
"Keegoisan"?
Master, semua orang di sini punya gaya rambut yang sama dan membosankan.
Dan aku menyegarkan gaya mereka!
Di mana keegoisan-nya?
Belajarlah untuk melihat pada orang lain
siapa mereka saat ini dan siapa mereka nantinya.
Dan bukan kesempatan untuk pamer.
Dengarkan keinginan mereka dan kemudian tunggu.
Dan pikirkanlah hal itu. Sebelum memotong.
Lihat ke situ. Siapa yang kamu lihat?
Kambing. Dengan gaya rambut keren.
Dan aku melihat seorang pemuda berbakat,
yang belum memahami dirinya sendiri dan potensinya.
Kalau begitu, siapa aku?
Hanya kamu yang dapat menjawab pertanyaan itu.
Bersihkan tangganya sekarang, mungkin kamu akan mendapatkan pencerahan.
Apa?! Tidak! Tapi itu tidak mungkin!
Dan jangan kembali sebelum kamu menyelesaikan pekerjaannya.
Setelah pengiriman besok.
Baiklah.
- Halo, Arthur! - Halo.
Akhirnya, roti jahe yang murah meriah!
Selamat Hari Penobatan, Arthur!
Sama-sama.
Tahun ini festivalnya akan istimewa!
- Istimewa kenapa? - Kita akan memiliki Kaisar baru!
Terima kasih, Arthur.
Sama-sama, Bu Cho.
Pastikan semua orang berpakaian rapi sebelum upacara.
Seperti kata pepatah, tahun baru - diriku yang baru!
- Ya, Menteri. - Apa semua undangan sudah dikirim?
- Ya, Menteri. - Bagus sekali. Terima kasih.
Hampir menetas, Damien.
Apa menurutmu begitu?
Oh ya. Aku sudah dapat merasakannya...
Halo, sayang.
Ibu dan Ayah sedang menunggumu.
Baiklah, upacara penobatan sudah dekat.
- Apa kalian siap? - Kami benar-benar siap.
Paman Chronus!
Bukankah telur-telur kami adalah yang terindah di dunia?
Tentu saja, tidak diragukan lagi.
- Tapi tahukah kamu orang bilang apa? - Tidak, apa?
Kita tak dapat menghitung ayam sebelum menetas.
Dia benar, sayang. Mari kita minum teh.
Biarkan anak-anak beristirahat.
"Mungkin kamu akan dapatkan pencerahan."
Ya, pencerahannya aku jadi benci ngepel-ngepel begini.
Halo?
Siapa yang ada di situ?
Dengar, aku tidak mengenalmu,
tapi jika kamu seorang pelajar, kamu pasti bisa membayangkan...
dan aku tidak menggerutu pada Master Kodok!
Kamu! Berbaring saja yang tenang!
- A-apa? - Aku perlu menemui Master!
Kuharap itu sesuatu yang serius...
Master, maafkan aku! Aku diminta datang menemuimu.
Kanis?
Apa kamu mengenalnya?
Kanis! Siapa yang melakukan hal ini padamu?
Kodok, mereka butuh ayam.
- Anak-anak Damien. - Apa?
Tapi mereka belum menetas!
Kenapa seseorang membutuhkannya? Kanis, aku tidak mengerti.
No comments yet. Be the first to leave one.