نخستین 183 خط.
(Halo, teman-teman penggemar yang terhormat.)
(satu-satunya ratu gosip asli dalam dunia e-sports.)
(Hari ini tetap hari yang penuh dengan kejutan.)
(Tim ZGDX yang terkenal dalam lingkaran ini,)
(hari ini secara resmi memulai perjalanan final kompetisi musim semi.)
(Masih tetap resep yang sama dan rasa yang familiar.)
(sudah mencapai tahap di mana dia tidak bisa)
(mengatasi pertandingan berintensitas tinggi.)
(tetap tidak bermaksud untuk memanggil kembali pemain cadangan Lv.)
(Ini sama dengan membenarkan rumor bahwa,)
(ZDGX akhirnya akan menyambut kedatangan Mid Laner baru.)
(siapakah yang bisa masuk ke dalam matanya?)
Dalam perkembangan dunia e-sports,
tidak pernah ada gosip palsu.
(Mid Laner yang belum diketahui namanya ini)
=Terpesona Senyummu=
=Episode 1=
(Chen Jinyang Status: Penerjemah Lisan Bahasa Inggris Putih, cantik dan kaya)
- Sini, sini, sini. - Cepat, cepat, cepat. Lihatlah.
Hebat sekali.
Permisi sebentar.
Permisi sebentar.
Pantas tidak menjawab teleponku,
ternyata sedang sibuk bermain-main di sini.
Trik ini hebat sekali.
Lihat prediksi yang akurat ini.
Ini terlalu luar biasa, cara operasi ini.
Siapa yang bisa mengalahkan ini? Pamer.
Hebat sekali.
Tunggu sebentar, tunggu sebentar.
Unstoppable, Unstoppable, Unstoppable.
Unstoppable, Unstoppable, Unstoppable.
Tamamo-no-Mae ini benar-benar hebat sekali.
Memang.
Tong Yao itu peringkat pertama pemain Tamamo-no-Mae di server nasional.
Dan dia seorang nona kecil.
Apa katamu? Perempuan?
Perempuan, menurutmu?
(Server Nasional Peringkat Satu Tamamo-no-Mae! Tong Yao Posisi Game: Mid Laner Hua Mulan Dunia e-sport)
Chen Jinyang.
Tunggu sebentar, tunggu sebentar.
Chen Jinyang.
Jangan sombong mentang-mentang kakinya panjang.
Bukankah katamu kau baru akan tiba satu jam lagi?
Kebetulan ada yang mengajakku bertanding online,
jadi aku datang.
Aku sungguh salut padamu.
Seharian hanya tahu main game,
kau setidaknya masih perempuan, bukan?
Coba kau lihat klub tadi,
apakah ada perempuan di dalamnya?
Nona Kecil ini,
ada apa hari ini?
Galak sekali.
Aku dan Ai Jia sudah putus.
Bukankah beberapa waktu lalu,
kalian bilang ingin membicarakan masa depan?
Kenapa tiba-tiba putus?
Tidak sanggup menyanjunginya.
Cukup basa-basinya.
Aku ingin belanja.
Temani aku, ayo.
Aku benaran salut padanya.
Seharian hanya tahu main game,
game lebih penting daripada pacar.
Aku sudah pulang selama beberapa bulan,
akhirnya ketemu satu hari di mana dia tidak latihan.
Aku bilang padanya kalau suasana hatiku sedang jelek.
Coba tebak, apa jawabannya?
"Pertandingan latihannya kalah, suasana hatiku juga jelek."
"Hu hu hu."
Kubilang aku ingin melihatnya,
dia jawab, "Baik, Sayang".
"Malam ini aku ada siaran langsung dan akan menyalakan kamera,"
"kau datang dan lihatlah aku,"
"sekalian belikan aku hadiah."
"Muach."
Kubilang, aku sekolah capek sekali.
"Aku main game juga capek sekali."
Tong Yao.
Kenapa? Kau yang menyuruhku untuk menebak.
Aku benaran salut pada kalian-kalian yang
suka bermain game.
Bahkan kegiatan kencannya juga main game.
Ya sudah kalau hanya main game.
Dia malah mengataiku tidak bisa main.
Tolonglah.
Bukankah bagus bagi perempuan untuk tampil imut saja?
Kalau di dunia ini
terdapat makhluk hidup
yang bisa main game dan juga imut,
apakah masih perlu keberadaan kalian para pemuda e-sports?
Sudah kubilang jangan terima
pemuda pemain e-sports profesional itu.
Sesuai dengan pepatah,
tidak ada asmara dalam e-sports.
Tidak ada asmara dalam e-sports?
Kalau begitu mantan pacarmu, Jian Yang,
bukankah dia pemain e-sports profesional juga?
Waktu itu aku masih muda dan lugu.
Itu sudah menjadi masa lalu.
Masa lalu tidak perlu diungkit lagi.
Yang penting kali ini aku serius.
Aku sudah kembali dari luar negeri
setelah mengambil S2 selama tiga tahun di sana.
Tapi Ai Jia masih tetap seperti
anak muda yang kecanduan internet.
Kalau tahu akan begini,
lebih baik aku tetap tinggal di luar negeri saja.
Tong Yao.
Aku sedang berbicara denganmu, jangan main HP terus.
(Halo, Teman, apakah kau ingin bermain OPL bersama?)
Kenapa, kenapa?
Ketemu hantu.
Ada yang mengajakku untuk bermain sebagai profesional.
Kalau begitu, benar ketemu hantu.
(Halo, teman, apakah kau ingin bermain OPL bersama?)
Apakah dia penipu?
Tapi untuk apa menipuku bermain profesional?
Siapa tahu?
Penipu ini cukup mengikuti perkembangan zaman.
Bisnisnya sampai mencakup dunia e-sports,
khusus menipu gadis e-sports.
Ada pesan masuk lagi.
Ada pesan masuk lagi.
Tadi lupa memperkenalkan diri,
kami adalah tim profesional.
Selamat. Kau baru saja lolos pertandingan ujian kami.
Permainanmu cukup bagus.
Apakah bersedia bergabung?
Gaji tahunan delapan ratus ribu dan kompetisi dihitung terpisah.
Jika tidak cocok, bisa didiskusikan lagi.
Kalau begitu coba tanya dia, dari tim apa.
Oke.
Kami adalah ZGDX.
ZGDX, mereka ZGDX.
Siapa itu ZGDX?
ZGDX milik Lu Sicheng.
Itu tim yang di sebelah Ai Jia,
Lu Sicheng yang hanya membuang sampah dengan piyama saja
sudah cukup membuatku berdebar-debar itu?
Dewa laki-laki tanpa aspek negatif di mata penggemar?
Kau pernah melihat Lu Sicheng dengan piyama?
Pernah atau tidaknya aku melihat Lu Sicheng memakai piyama,
bukan poin utama saat ini.
Poinnya adalah kalau dia penipu, kenapa tidak mengetik mandarin?
Mungkin HP-nya rusak sehingga tidak bisa mengetik mandarin?
(Nona kecil apakah mau menonton pertandingan kami dulu di Shanghai?)
CK, timnya Jian Yang.
Mantan pacarmu ya?
Ayah, Ibu. Aku sudah pulang.
Hiburlah dia.
Ibu, aku sudah pulang.
Cuci tangan dan siap-siap makan.
Hari ini ketika aku sedang main game,
ada yang mengirimiku pesan
untuk mengundangku bermain sebagai profesional
dan mereka adalah tim yang sangat terkenal.
Hari ini aku juga menerima telepon,
katanya aku mendapatkan satu unit Rolls Royce
ketika membeli ikan di supermarket.
(Dalam waktu dekat ini, OPL Liga Profesional Onmyoji Arena,)
Kedua tim yang mengikuti pertandingan
(akan menarik ribuan orang untuk menonton pertandingannya.)
Sebenarnya sebagai pemain profesional,
berdiri di panggung dan menerima tropi
adalah suatu hal yang cukup keren.
Dalam memilih karir,
sepertinya tidak perlu mempertimbangkan masalah keren atau tidaknya.
Sekarang sudah lulus sekolah
dan akan segera bekerja di perusahaan,
masih hanya tahu main game saja.
Ibu.
Kenapa kau mudah sekali ditipu?
Masih bilang ada yang mencarimu untuk bermain profesional.
Kau sudah cuci tangan belum, sudah langsung makan.
Berikan padaku.
Coba lihat kau sekarang seperti apa.
Bagaimanapun kau seorang gadis,
setiap hari selesai menyentuh keyboard, langsung menyentuh makanan.
Meski kau tidak merasa kotor, tapi aku merasa kotor.
Sini bantu.
Waktunya makan, Pak Tong.
No comments yet. Be the first to leave one.