نخستین 200 خط.
Dan dengan akal yang sehat.
Dan kemampuan penuh yang kumiliki.
Dan saksi yang bertanda tangan di bawah ini.
Kutulis permintaan dan pernyataan terakhirku.
Kuberikan rumah dan semua hartaku untuk...
...istriku tercinta, Emily.
Dengan syarat bahwa dia akan merawat dengan kasih sayang...
...putraku, Fella.
Fella!
Fella!
Fella!/Ya!
Fella! Kau sudah bangun?
Sudah, Bu.
Apa?
Maksudku, Ibu tiri.
Begitu lebih baik. Sekarang, kerja sana.
Bawakan sarapanku. Telur goreng.
Mata sapi.
Roti gandum hitam, renyah.
Jus jeruk, yang banyak.
Dan semir mobilku.
Aku makan siang di kota hari ini.
Fella!
Fella!
Ya ampun.
Rupert, sayang.
Maximilian, sayang.
Anak-anak, bangun.
Ayo.
Bangun.
Selamat pagi, Bu.
Selamat pagi, sayang.
Selamat pagi, Rupert.
Selamat pagi, Ibu.
Ayo, nak, waktunya sarapan.
Ibu dengar suara-suara aneh.
Kalian dengar sesuatu?
Tidak, Bu. Tidak satupun.
Aku tidur awal, nyenyak sekali.
Anak-anak baik Ibu.
Ayo kalau begitu.
Pasti si bodoh itu yang di dapur.
Jika memecahkan piring lagi...
...akan Ibu larang naik sepedanya.
Koran.
Koran!
Baiklah.
Fella.
Baiklah!
Pusing.
Fella!
Fella!
Fella!
Fella!/Ya?
Fella!
Fella!
Ya, Ibu tiri.
Mana mobilku?
Akan ku..
Akan kubawa ke pintu depan.
Hati-hati jangan kotori jokku...
...dengan baju kotormu.
Tidak, aku akan hati-hati tidak...
...mengotori jok indahmu dengan baju kotorku.
Ibu tiri.
Bukannya kusuruh kemari jam 12.30?
Maaf, Bu. Aku..
Ibu tiri, kukira jam 12.30.
Apa kau tidak bisa melakukan perintahku?
Sudah kucoba, Ibu tiri. Sungguh.
Tampaknya kau tidak sadar tidak punya sepeserpun.
Ayahmu berikan semuanya untukku.
Tapi kau masih kuberi rumah, kamar, dan makan.
Semua kebaikan hatiku.
Ya, aku tahu, Ibu tiri..
Lebih bertanggung jawablah, anak muda.
Tapi aku tak bisa berharap apapun...
...dari orang keturunan biasa.
Aku sadar tak berkelas seperti...
...Maximilian dan...
...Rupert. Tapi..
Kuhargai semua yang kau lakukan untukku.
Kalau begitu coba tunjukkan apresiasimu...
...dengan menyelesaikan pekerjaan di sini.
Ya, Ibu tiri.
Kita akan kedatangan tamu penting...
...dan aku mau semuanya sempurna.
Kau paham?
Sempurna/Ya, sempurna.
Semua akan sempurna. Ya..
Siapa tamunya, Ibu tiri?
Kau akan baca tentangnya di koran.
Di koran.
Kalau begitu pasti orang penting. Siapa?
Dan bersihkan kolamnya!
Bersihkan kolamnya.
Ya, dengan gombal.
Nikmati perjalanmu, Ibu tiri.
Sudah kuperbaiki mobilnya dengan sempurna, mekanis, indah.
Agar perjalananmu menyenangkan. Sempurna..
Sempurna secara mekanis.
Sempurna. Itu..
Setidaknya cukup bagus untuk bisa mengantarmu ke kota.
Halo, Fella.
Halo.
Darimana kau tahu..
Halo.
Darimana kau tahu namaku Fella?
Pasti Fella.
Kau temannya Ibu?
Ibu tirimu, maksudmu?
Tidak. Kami bukan teman.
Atau takkan pernah berteman.
Dia mengundangmu berenang.
Itukan baik.
Tidak. Sayangnya aku datang sendiri.
Tapi aku akan pergi jika kau terganggu.
Kau tak menggangguku.
Sebaliknya.
Aku suka melihat orang bersantai.
Terima kasih.
Aku suka kau, Fella.
Kita akan berteman.
Terima kasih. Aku suka berteman.
Aku suka orang-orang terpandang dan biasa.
Orang-orang terpandang dan biasa.
Ada bedanya?
Tentu ada perbedaan besar.
Orang terpandang..
Mereka adalah orang biasa yang sukses.
Yang kaya dan terkenal.
Oleh karenanya mereka jadi terpandang...
...dan bukan biasa lagi.
Oh begitu ya.
Tapi aku..
Aku suka orang terpandang...
...karena aku kasihan pada mereka.
Fella, kau membuatku khawatir.
Suatu hari nanti kau mungkin jadi orang terpandang.
Aku?
Ya?
Biar aku jadi orang biasa.
Aku tak minta banyak.
Hanya tempat.
Tempat bahagia.
Yang pada umumnya.
Aku sadar.
Takkan pernah jadi hebat.
Kepala Negara? Raja? Tidak.
Aku tak peduli soal pakaian bagus.
Demi kebaikan. Hidupku cerah.
Biar aku jadi orang biasa.
Aku bukan VIP.
Meski kau tak pernah mengungkit soal silsilah keluarga.
Aku tak mau jadi...
...orang lain selain diriku sendiri.
Pai apel.
Dan Hari Kemerdekaan.
Bisa membuatmu senang.
Hal simpel seperti nyanyian masyarakat.
Bisa membuatmu menangis.
Rock & Roll.
Atau jalan-jalan sore.
Senda gurau yang kau butuhkan.
Minuman jeruk.
Dan pawai sirkus.
Dan kau akan melaju kencang.
Ya ampun.
Tetap kutegaskan.
Tak kudebatkan.
Aku keturunan bahagia.
Oleh sebab itu.
Biar aku jadi orang biasa.
Tulus kukatakan.
Kau orang yang tak...
...peduli kebangsawanan?
Aku tak mau jadi.
Orang lain selain.
Diri.
Ku.
Sendiri.
Biasa saja. Aku tak..
Seperti kataku, Fella.
Suatu hari nanti kau mungkin jadi orang terpandang.
Kenapa kau terus bilang begitu?
Aku hanya bisa bilang jika kita akan punya bola.
Bola hebat, besar, dan indah.
Kau berhasil, Bu.
Itu akan jadi hal besar.
Terima kasih, Rupert.
Senang hati Ibu bila putra-putra Ibu bangga akan Ibu.
Itu ada harganya.
Tapi Ibu selalu marah soal pengeluaranku.
Mahal harganya.
Soal kemarahan Ibu..
Ibu tak pernah marah kecuali pada si gila yang kita rawat.
Si gila?
Minum lagi, Bu?
Sudah selesai semua pekerjaan hari ini?
Ya, sudah. Bu..
No comments yet. Be the first to leave one.