نخستین 200 خط.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
Dia punya tanda lahir berbentuk semanggi daun empat di pinggangnya.
Aku mengingatnya dengan baik
karena itu seperti pertanda baik untuk awalku sebagai dokter.
Benar. Itu Bom.
Itu bayiku.
Bom, sungguh?
Kamu mau mengunjungi Korea?
Baiklah. Akan kutanyakan Ayah dan Ibu.
Aku berjanji.
Selamat ulang tahun. - Selamat ulang tahun.
Terima kasih. - Selamat ulang tahun.
Terima kasih.
Siapa itu?
Itu Kak Moo Yul dan Hae Joo!
Apa? Moo Yul kemari?
Bersembunyilah.
Kamu kesal dia tidak datang dan sekarang kesal dia datang.
Ada apa denganmu?
Putraku itu mudah marah seperti landak.
Jika kamu tidak mau dipukulinya,
diamlah dan masuk kamar.
Punggungku. - Cepat.
Sepatunya. Sepatu.
Cepat.
Kak Moo Yul. Hae Joo juga kemari.
Hai.
Kamu di rumah sendirian? Di mana Ibu?
Dia di kamar mandi.
Ada apa? Kalian kemari karena ini hari ulang tahun Ibu?
Kalian seharusnya menghubungi dahulu.
Panas sekali. Kakak mau berganti.
Jangan.
Kakak mau berganti di kamarku?
Aku menyukai selimut yang dikirimkan Hae Joo.
Ayo ke kamarku dan lihat.
Kamu kedatangan tamu?
Hae Joo, tidak! Berhenti!
Apa yang Ibu lakukan,
bersembunyi di kamar putra Ibu
bersama seorang pria?
Tunggu.
Tunggu. Hae Joo, masalahnya...
Ibu.
Bukankah kamu pemilik bar jazz?
Kenapa kamu di sini bersama ibuku?
Tidak. Aku... - Benar.
Aku juga pernah melihatnya.
Tunggu.
Kamu apa? Gigolo?
Hentikan. Moo Yul. Lepaskan dia.
Ini kesalahpahaman.
Entah bagaimana ini terjadi. Ini tidak direncanakan.
Aku tidak bermaksud seperti ini dan bukan ini yang kuinginkan...
Kak, hentikan. Jangan melakukan ini kepadanya.
Ini alasanku tidak mau kemari.
Aku tidak mau memberikan uang kepada mereka.
Tidak tahu malu.
Bagaimana bisa Ibu membawa seorang pria ke apartemenku?
Tidak tahu malu? Apartemenmu?
Hei!
Kamu. Keluar.
Apa yang Ibu lakukan? - Keluar!
Aku tidak memercayai ini.
Aku sungguh tidak memercayai
Bom masih hidup.
Ini terasa seperti mimpi.
Ayah tahu. Ini terasa seperti mimpi.
Jika memang mimpi, kita sebaiknya tidak bangun.
Mungkin Bom terus muncul
dalam mimpimu belakangan
karena dia mau memberi tahu ibunya
bahwa dia masih hidup.
Kalian berdua, sadarlah.
Kita tidak sempat terhanyut emosi.
Kita harus mencari tahu
kenapa seseorang yang masih hidup sudah mati secara sah
dan di samping itu, kita harus menemukan Bom.
Ya, tentu saja.
Kita harus menemukan Bom.
Catatan medisnya menyatakan bahwa dia sudah tewas,
tapi dokternya bilang dia tidak pernah dinyatakan tewas.
Itu artinya
seseorang memanipulasi catatannya.
Dokter pergi menerima telepon,
jadi, kita bisa menanyakannya saat dia kembali.
Kita akan menanyakan siapa yang memanipulasi catatan medisnya.
Aku tidak bisa menanti.
Aku harus bertanya kepada Oliver.
Dia seorang dokter,
jadi, dia tahu siapa yang bisa mengakses catatan medis.
Hai, Sul.
Hai. Lama tidak berbincang.
Aku harus menanyakan sesuatu.
Apakah hanya dokter pasien yang bisa menyunting catatan medis pasien itu?
Ya. Bagan pasien disimpan secara rahasia,
jadi, dokter memasang kata sandi pada failnya
agar tidak ada yang bisa melihatnya.
Maaf,
tapi aku tidak bisa bertelepon sekarang.
Aku akan menghubungimu kembali.
Baik.
Apartemenmu? Kenapa ini apartemenmu?
Kami membelinya dengan uang orang tuaku.
Jadi, ini apartemenku.
Murahan sekali, tinggal dengan seorang pria.
Hae Joo! - Murahan...
Murahan?
Ibu.
Jika Ibu mau diperlakukan secara terhormat,
berlakulah seperti orang dewasa.
Berhenti mencoreng citra putra dan menantu Ibu!
Kamu amat lancang.
Ada kesalahpahaman.
Aku pemilik restoran tempat Yul Mae bekerja.
Punggungku sakit selagi berada di sini,
jadi, aku harus menginap selama beberapa hari.
Punggungmu sakit?
Kenapa punggungmu sakit di sini?
Hina sekali.
Astaga. - Biar kujelaskan yang terjadi.
Jangan ikut campur. Ini urusan keluarga.
Tidak. Tolong pergi.
Ya.
Ibu mau menghasilkan uang,
jadi, ibu menyeretnya kemari.
Ibu mau meminta uang sewa dari kamar kosong Moo Yul
untuk membantu membayar tagihan.
Salah siapa itu? Itu karena kamu memutus
biaya hidup kami dan membekukan kartu kredit
tanpa memberi tahu ibu, Hae Joo.
Benarkah itu?
Ibumu pantas mendapatkannya.
Kamu setidaknya bisa membahasnya dengan ibu. Atau setidaknya
memberi tahu ibu lebih dahulu.
Aku melakukannya agar Ibu tersadar.
Seseorang harus tahu posisinya.
Apa?
Mengetahui posisi ibu?
Kamu mau menceraikan putra ibu? Itukah alasanmu melakukan ini?
Kamu mau memutus hubungan dengannya?
Itukah alasanmu bersikap amat lancang kepada ibunya?
Kenapa aku mau bercerai?
Lebih baik
dia yang memutus hubungan dengan Ibu yang sudah mencoreng citra kami
dan membawa pria asing ke rumah kami.
Hae Joo!
Baiklah.
Selagi kita membahas ini, pilihlah, Moo Yul.
Aku atau ibumu?
Aku tidak bisa menerima keluargamu lagi.
Aku lebih baik bercerai.
Halo.
Dokter.
Ada seseorang
selain kamu yang bisa menyunting catatan medis Bom?
Jika kamu tidak melakukannya, artinya
orang lain memanipulasi catatan medis Bom.
Menurutku juga mencurigakan,
tapi itu dilindungi kata sandi,
jadi, tidak ada lagi orang yang bisa mengaksesnya.
Lantas, bagaimana itu bisa dimanipulasi?
Mungkin perawat yang melakukannya.
Aku terkadang meminta perawatku membukakan bagan untukku.
Siapa perawatmu saat itu?
Kemungkinan besar dia yang memanipulasi catatannya.
Aku tidak bisa mengingat dengan jelas siapa dia,
tapi aku akan mencaritahunya.
Terima kasih. Terima kasih banyak.
Tolong cari. Kumohon.
Ga Ya!
Lagi!
Berhentilah bersikap lancang kepadanya!
Kenapa kamu berteriak? Nanti dia pusing!
Kamu bahkan tidak bisa berjalan. Kamu harus tetap di kamarmu.
Nenek, temanku yang kutemui di Inggris
akan datang ke Korea untuk menemuiku.
Ga Ya, temanku mau berkunjung.
Siapa temanmu?
Teman yang kamu temui di Inggris?
Nenek akan lihat saat dia datang. Dia amat cantik dan baik.
Dia seperti malaikat.
Pilih! Aku atau ibumu?
Ya. Kamu harus memilih. Perjelas.
Ibu tidak peduli dengan uang. Tidak bisa ibu biarkan anak berharga
diperlakukan dengan salah oleh mertuanya lagi.
Bercerai saja!
Ibu.
Ya, itu benar.
Bagaimana bisa kamu memutus hubungan dengan keluarga?
Aku memilih
Hae Joo.
Sejak aku menikahinya,
dia menjadi keluargaku, bukan kalian.
Dia
yang akan bersamaku sampai aku meninggal.
Kakak!
Jaga Ibu baik-baik.
Bu. - Astaga.
No comments yet. Be the first to leave one.