نخستین 195 خط.
SUARA-SUARA AAKASH
Halo, Teman-teman. Aku Aakash Gupta dari Raipur.
Kalian sedang menyaksikan Suara-suara Aakash.
Di mana aku, Aakash, akan meniru suara-suara.
Aakash,
cepat ke sini. Ibu harus lekas ke pasar.
Aku ayahmu.
Namaku
Shehenshah!
Mengerti?
Mengerti, tidak?
Tahu?
Tahu?
Tepat sekali! Amitabh Bachchan!
Maaf, Tn. Amit. Aku mengagumimu.
Hei, Nona. Jangan cemas. Ini sangat wajar di kota-kota besar.
Kau pasti akan terkenal, Kawan.
- Kau akan berlangganan? - Tentu, sekarang juga.
Kau akan buat video tiap hari?
Ya, apa lagi yang bisa kulakukan?
Kalian sudah masuk kuliah.
Kenapa kau cemas?
Namamu pasti akan muncul di daftar ketiga.
Kadang ada hal tertunda, ini India, kau harus mengerti.
Ayahmu sudah tidak keranjingan soal IIT?
Sepertinya begitu.
Apa trikmu?
Ditolak di mana-mana, apa lagi?
Kau genius.
Ayahku menelepon.
- Aku pulang dulu. - Baik.
Dah.
- Sampai jumpa besok. - Ya.
- Dah! - Dan jangan lupa berlangganan.
- Ya, tentu. - Baik, dah!
- Dah! - Dah!
Kau akan berlangganan?
Tentu saja.
- Kita lakukan sekarang? - Ya.
Maaf, Ayah.
Kau akan terus berdiri di situ? Cepat masuk! Semua sudah menunggu.
Dewa, jauhkan rintangan Dari usaha yang akan kutempuh, selamanya
- Sri Ganesha dengan badan yang perkasa - Duduklah.
- Dari mana saja? - Yang berkilau bak jutaan matahari
Dewa, jauhkan rintangan Dari usaha yang akan kutempuh, selamanya
Sri Ganesha dengan badan yang perkasa
Yang berkilau bak jutaan matahari
- Bu, ada apa? - Dewa, jauhkan rintangan
Dari usaha yang akan kutempuh, selamanya
Sri Ganesha dengan badan yang perkasa
- Yang berkilau bak jutaan matahari - Kenapa kita melakukan ritual?
Dewa, jauhkan rintangan Dari usaha yang akan kutempuh, selamanya
Ada apa, Bu?
Kau telah didaftarkan ke institut pelatihan IIT.
Berdoalah.
Soal kuliahku.
Apa?
Ada banyak kampus di Raipur.
Lalu?
Aku ingin kuliah di sini, Ayah.
Kau sudah mendaftar, bukan?
Lalu apa? Apa kau sudah dapat jawaban?
Belum.
- Bagaimana dengan temanmu, Hansai? - Dia lolos.
Bagaimana dengan Kauwa?
Dia juga lolos.
Kau juga akan lolos?
Ya, Ayah, jika kita tunggu beberapa hari lagi.
Dengar, Nak,
kau tak akan punya masa depan di Raipur.
Tempat yang kau tuju saat ini, di situlah masa depanmu.
Dan juga masa depan kami.
Mengerti?
- Ya, Ayah. - Baik.
Lekas bersiap-siap atau kita akan ketinggalan bus.
Baik.
Permisi.
Di mana kelasnya?
Pak.
Pak.
Di mana kelasnya?
Maaf, Pak.
Pak!
Ada dua tipe kerangka acuan,
yaitu kerangka acuan inersia dan kerangka acuan non-inersia.
Dalam kerangka acuan inersia,
objek tidak berotasi atau berada dalam kecepatan konstan.
Dalam kerangka acuan inersia, objek mengalami akselerasi.
Jadi, guna menerapkan hukum gerak Newton,
kita perlu menerapkan kekuatan semu dalam kerangka acuan non-inersia.
Bagus sekali, Chandrakant. Bagus.
Pegang kapur ini dan jelaskan ke seluruh kelas.
- Baik, Pak. - Maaf, Pak.
Tunggu, Chandrakant. Ya?
Siapa namamu?
Pak, asrama dikunci. Jadi, aku bawa barang-barang.
Namaku Aakash dari Raipur.
Aku baru diterima di sini.
Aku tidak diberi tahu akan ada murid baru.
Kau di kelas mana?
- Kelas? - Ya.
Sebentar, Pak.
Berapa nilai ujianmu di kelas sepuluh?
55 persen.
Hei!
Diam! Kau pasti di kelas D.
Keluar, belok kanan, kelas D di sisi kananmu, mengerti?
Terima kasih, Pak. Terima kasih.
- Pak, aku akan lanjut menjelaskan. - Aku saja.
- Berikan kapurnya. Duduklah. - Baik.
Ada dua tipe kerangka acuan,
yaitu kerangka acuan...
Pak!
Wanita hamil di desa kami,
kesulitan mengambil air dari sumur.
Bisakah
kita gunakan katrol untuk meringankannya?
Bagus, Anak Desa.
Pertanyaan yang bagus. Duduklah.
Pak!
Namaku Aakash.
Dari Raipur, Pak.
Murid baru.
Boleh aku masuk?
Jika kau ingin masuk, masuk saja.
Jika tidak ingin masuk,
jangan masuk.
Hei, kenapa kau bawa semua barangmu ke kelas?
Kau mau pindah ke kelas atau apa?
Maaf, Pak.
Asrama dikunci.
Hei, ini India Selatan. Di sini tak ada pencurian, perampokan,
atau maling berkeliaran.
Taruh barangmu di luar, lalu masuk.
Maaf.
Dia mengajar apa?
Hei, dia mengajar apa?
- Halo? - Hei, Kauwa.
- Apa kabar? - Kau di mana, Kawan?
- Tidak, sebenarnya... - Pak, anak ini memakai ponsel.
Tunggu sebentar.
Memangnya kenapa?
Halo?
Halo!
Halo!
Apa kau tahu kacaunya tempat yang kau datangi itu?
Warga India Selatan akan membuatmu kacau.
Hai, Aakash.
- Hai. - Aku Krishna.
- Hari pertama, ya? - Ya.
Baik. Ayo, kutunjukkan asramanya.
Hei, mau ke mana kau?
Kembalikan handukku.
Mau ke mana kau?
Dengar Aakash, jangan risaukan apa yang Chandrakant katakan.
Dia murid genius,
tetapi dia tak tahu apa-apa soal dunia.
Dia bahkan tak kenal Chiranjeevi.
Benarkah?
Dia tak tahu Chiranjeevi?
Chiranjeevi sangat terkenal!
Dia sangat jago boling.
Pukulannya juga cukup bagus.
Besok ada kelas tambahan setelah makan malam.
Asramamu bagus.
- Semua harus hadir. - Ya.
- Jika tidak, kalian akan diskors. - Jadi, kau dan Chandrakant
teman dekat?
Ya, kami kursus persiapan bersama.
Kursus persiapan?
Kau tidak tahu kursus persiapan?
Jadi, itu semacam pelatihan, tetapi hanya untuk kelas 8, 9, dan 10.
Hanya itu.
- Seberapa jauh kamarnya? - Sebentar lagi sampai.
Semua harus hadir.
Baik, Aakash, ini kamar D-4.
Aku di A-2. Mengerti?
Ya, ini.
Kawan, sampai ketemu, dan, ya, selamat datang.
- Terima kasih. - Dah.
Halo, namaku Aakash,
- dari Raipur. - Hai.
Namaku Dilip dari Bokaro.
Dan ini Bakri.
Celana dalam siapa ini?
Itu punya Chudail.
Di mana Chudail?
Dia penyihir.
Dia hanya terlihat di malam hari.
Kau siapa?
Dari mana asalmu?
Namaku Aakash, dari Raipur.
Kenapa kau sentuh celana dalamku?
Tadi celana dalammu ada di kasurku.
Kasurmu?
No comments yet. Be the first to leave one.