نخستین 200 خط.
Aku terlambat!
"1997, Tokyo"
"Penerbit Bun Eido Co., Ltd."
Nakagawa!
Di sini!
Maaf.
Ini ilustrator kami, Nakagawa.
Selamat sore.
Dia selalu terlambat satu jam,
jadi aku menyuruhnya datang jam dua.
Ayo kita mulai rapatnya!
Majalah baru kita, "Inc,"
ingin menemukan budaya baru yang tak terbatas
melalui desain atau karya seni.
Aku yakin Nakagawa adalah orang
yang dapat mengilustrasikan gagasan kami.
-Bagaimana? -Kurasa ini ide bagus.
Bagus.
Kelihatannya kau sibuk.
Apakah ini lebih baik dari
pekerjaanmu sebelumnya?
Kita akan tahu nanti.
Tetapi aku mencoba menikmatinya.
Bagaimana kabar ibumu?
Seperti biasa.
Dia masih kelebihan energi.
Baik ibu mau pun kehidupanku di Tokyo...
Ma!
Lancar dan stabil.
Ma!
-Selamat pagi! -Selamat pagi.
Semuanya berjalan damai.
Ayo makan.
-Ayo makan. -Semuanya tampak normal.
Bagaimana menurutmu?
Bagus.
Banyak hal...
"Godzilla"
Berjalan dengan lancar.
Aku hebat, bukan?
Tentu saja!
Sampai satu hari...
Aku pulang!
Bu!
Apa yang terjadi, Bu?
Apa kau bisa bernapas?
Apa kau butuh air?
Ibu?
Jangan khawatir.
Aku baik-baik saja.
Kupikir aku akan mati.
Bu!
Kau baik-baik saja?
Sakit ibu
terasa semakin sering.
Tuan Nakagawa.
Ya.
Maaf membuatmu datang kemari.
Tak apa-apa.
Apa ada orang lain dalam keluargamu?
Baiklah...
Tidak, hanya aku.
Baiklah.
Ayo mulai.
Ini adalah hasil pemeriksaan fisik ibumu.
Ini adalah pemindaian CT.
Kau bisa melihatnya?
Ada benjolan yang menutup jalan napasnya.
Itu masalahnya.
Area dari pita suara ke tenggorokannya
menunjukkan tanda-tanda kalau kankernya kambuh.
Kambuh?
Ya.
Bagaimana dengan perawatan sebelumnya?
Maaf.
Sepertinya tak membantu.
Tuan Nakagawa, jika kita tak berbuat apa-apa,
hidupnya akan dalam bahaya.
Dia harus dioperasi,
dan mungkin dia kehilangan suaranya setelah operasi.
Kau harus bicara kepadanya.
Selamat datang.
Aku membuat sup kue ikan! Ayo makan!
Lobaknya sudah siap!
Bagaimana hasilnya?
Apakah kanker?
Aku tahu karena sudah melakukan pemeriksaan fisik sebelumnya.
Ya.
Mungkin itu kanker.
Benarkah?
Ya.
Oleh karena itu, Bu...
Kau harus
dioperasi.
Tak ada cara lain.
Aku tak mau.
Aku sudah cukup mengalami penderitaan itu.
Ada dokter yang sangat bagus untuk kita.
Dia dari Tokyo.
Lakukan operasinya dan pulihlah!
Aku bisa kehilangan suaraku, bukan?
Itu...
-Apa mungkin... -Aku tak mau dioperasi.
Kita bisa belajar bahasa isyarat.
Kita bisa belajar bersama.
Bukan hanya kau yang sakit.
Manusia selalu menderita setiap saat.
Mengerti, Bu?
Bukan hanya kau yang menderita.
Benar, tetapi
kau tetap harus dioperasi.
Harus.
Kau tak bisa menolaknya!
Mengerti, Bu? Lakukan operasinya.
Mengerti?
Aku
tak mau.
Lapar sekali!
Kenapa kau masih tak mengerti?
Jika kau tak mau, aku tak mau bicara lagi kepadamu.
Mau ke mana kau, Ma?
Minggir!
Masaya!
Bu Nakagawa?
Sup kue ikan sudah siap! Ayo makan!
Halo?
Ma? Apa yang terjadi?
Ibu tak mau mendengarkanku!
Dia bertingkah kekanak-kanakan.
Apa kata-katanya kekanak-kanakan lagi?
Apa kau tak bisa bicara kepadanya?
Aku akan segera meneleponnya.
Baiklah, kututup teleponnya.
Ma!
Apa kau memberi tahu ayahmu?
Tidak.
Ini serius!
Ayahmu tinggal bersama wanita lain.
Dia sudah bukan keluarga lagi.
Apa maksudmu?
Bagaimanapun, aku akan membujuk saudariku semampu mungkin.
Kau harus membuat ayahmu berbicara kepadanya.
Mengerti?
Tetapi...
-Sasaki! -Ya?
Ibumu ada di saluran empat. Dia menelepon dari Hokkaido.
Terima kasih.
Halo, Bu?
Apa kau melihatnya?
Apa?
Baiklah.
Baiklah. Aku mengerti.
Ya. Baiklah.
-Ya. -Baiklah.
Halo? Ya.
-Chouji, ini untukmu. -Baiklah.
Siapa ini?
Ayah?
Nak? Ini suaramu!
Bagaimana kabarmu?
Aku baik-baik saja.
Benarkah?
Aku sulit beradaptasi di Kokura.
Ayah.
Apa?
Kanker ibu kambuh.
Benarkah?
Dia menolak untuk dioperasi.
Itu masalahmu sekarang.
-Ayah! -Selamat tinggal.
Tak berguna.
Hubungan orang tua-anak itu sederhana.
Sekali kau punya anak,
statusnya tak bisa dihapus.
Akan tetapi, keluarga itu
berbeda.
Kau harus meluangkan waktu
untuk mempertahankannya.
Saat Mei, ada yang bilang
kalau membangun keluarga bahagia
sebenarnya adalah hal yang paling sulit di dunia.
"Tokyo Tower: Episode 8"
Ibumu?
Ya.
Apa yang akan kau lakukan?
Aku tahu ini sulit baginya.
Satu lagi!
-Tentu saja! -Dia senang berbicara,
bernyanyi, tertawa...
-Silakan makan lagi. -Dia orang yang seperti itu.
Tetapi kali ini,
aku harus memastikan dia dioperasi.
Dalam operasi sebelumnya,
aku terlambat,
dan tak bisa berbuat banyak untuknya.
Kali ini aku akan menebusnya.
Apa itu?
Ma...
Bukan apa-apa.
Cobalah untuk bicara kepadanya lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.