نخستین 200 خط.
Sebelumnya di This Is Us...
- Dad! - Aku akan ke bawah untuk Kevin.
Tidak, Jack. Kevin tidak di sini. Dia bersama Sophie tadi malam.
Bawalah.
- Louie, keluarlah, nak! - Kurasa kau bisa mengambilnya.
Dia kembali ke dalam untuk anjing.
Kau menghirup asap dalam jumlah yang sangat banyak.
Pasti sangat sayang anjing itu.
Sangat sayang cewek yang sayang anjing itu.
Suamimu kena serangan jantung.
Ny Pearson, suamimu telah meninggal.
Aku di pohonnya Ayah. Kemari untuk bicara padanya.
Ibu tahu, Bu. Ibu sangat kuat bagi kami saat itu terjadi.
Tidak bisa bayangkan bagaimana rasanya bagi ibu.
Hey, semua?
- Pelan-pelan. Awas... - Aku mau mobil warna pink!
- Maaf. Maas soal itu. - Tidak, kita hrus beli Porsche!
- Itu akan sama dengan... - Shh.
- Semuanya. - Hey. Shh. Kemari.
Boleh ayah ingatkan kalian bahwa kita tamu di toko mobil?
Ya. Jadi kita akan gunakan suara dalam ruangan kita.
Okay lihat, duduk di sana dan nikmati AC gratisnya.
Ibu dan ayah harus berunding.
- Aku harusnya sewa pengasuh - Tidak. Tida, bukan hari ini.
Lihat, mereka jalan menggambarkan
kenapa kita kekurangan uang tunai, Bec.
Maksudmu kau bilang padaku kau akan gunakan anak kita
untuk dapatkan kesepakatan yang bagus?
Yeah. Itu yang akan kulakukan.
Kau sungguh jahat.
- Benarkah? - Kau sungguh jahat.
Aku menyukainya!
Kalian berdua tipe pasangan yang cerah dan berkilau.
Aku mau masukan kalian ke dalam Jeep Wagoneer yang cerah dan berkilau.
- Hai. Mel Buchanan. - Hey.
Jack Pearson. Ini istriku Rebecca.
- Hai. - Hai.
Tidak, kurasa Wagoneer sedikit mahal untuk kami.
Well, kau beruntung, Suasana hatiku sedang bagus.
Nyatanya, Suasana hatiku sedang benar-benar bodoh.
- Secara praktek aku akan... - Mel. Aku akan hentikan kau
di sini. Kau lihat anak-anak di sana?
- Mereka anak-anak kami. - Semuanya.
- Mereka mahal. - Semuanya.
Kami sungguh tak butuh apapun yang cerah dan berkilau.
Kami hanya mau sesuatu yang handal dan terjangkau.
- Yeah. - Dan aman.
Well, kami punya beberapa mobil bekas, di sini.
- Ini dia. - Baiklah.
Maksudku tidak menyolok, tapi jarak tempuhnya rendah
Bagasi luas. Um...
Usia bagusnya akan tersisa beberapa tahun lagi.
Semuanya akan otomatis di dalam...
- Oh, astaga! - Maksudku, kurasa itu...
...perlu dilihat lebih dekat. Bagaimana menurutmu, say?
Kurasa Mel, kau dan aku harus ke kantormu
dan bicara, lihat jika kita tak bisa temukan sesuatu.
Tapi Jack, kita setidaknya harus lihat mobilnya dulu,
sebelum kau ke dalam dan bicara padanya.
Kita bahkan belum lihat mobilnya.
Kakimu bagaimana rasanya?
Baik seperti baru.
Kalian.
Bisakah kalian cepat, ibu mohon? Ayolah.
- Kebaktianya tidak dimulai sampai jam2. - Yeah.
Tapi ibu mau ke sana sekarang, jadi ayo berangkat.
Bagaimana jadinya?
- Cukup bagus. - Yeah?
Yeah.
Aku dapat Wagoneer.
Apa?
Jack. Tidak, tidak, tidak.
- Kita tidak bisa bayar. - Kita bisa.
Dia beri kita kesepakatan yang cukup bagus.
Kita hanya akan bayar sedikit lebih banyak,
tapi tidak apa-apa.
Well, apa yang kau katakan padanya?
Ah...
Bilang pada anak-anak. Aku akan selesaikan dengan dia.
- Okay. - Baiklah.
Uh, kalian?
Ayah kalian beli Wagoneer.
synced and corrected by susinz Alih Bahasa oleh Riikean
**Jangan lupa tisunya lagi, BroSis**
Apakah kita harus terburu-buru seperti itu?
Ibu tahu, aku bahkan belum selesai berpakaian.
Ya. Kita harus ada di makam sebelum pot abunya sampai di sana.
Kenapa kita harus ke sana sebelum pot abunya sampai di sana?
Karena kita lakukan saja.
Aku lupa taruh Louie dalam kotaknya sebelum kita jalan.
Dia akan pipis di karpet.
Okay, maka dia pipis di seluruh karpet, Kate.
Aku tak mau dia lagi, ya.
Aku akan berkeliling tanya jika ada yang mau ambil dia.
Okay.
Baiklah. Lakukanlah itu.
Sial.
Kau harus buat bagian tebalnya lebih panjang.
Aku bisa bantu jika kau mau.
Tidak, persetan. Aku takkan pakai dasi.
Kau takkan pakai dasi untuk pemakaman Ayah?
Ayah takkan peduli.
Ah, kelihatanya sudah mulai turun salju.
Hati-hati, babe. Itu ahh...
Itu bisa licin.
Terima kasih.
Yeah.
Hey.
Doktornya, mereka hanya waspada saja.
Dalam beberapa jam, mereka akan telpon kita untuk hasil
MRI, dan mereka akan bilang kau baik-baik saja.
Say, aku sudah sangat pusing seminggu.
- Aku tak pernah rasakan ini sebelumnya. - Aku tahu. Aku tahu.
Dan itu mungkin hanya soal telinga dalam.
Ya?
Mereka hanya...perlu yakin
bahwa itu bukan sesuatu yang serius.
- Itu saja. - Yeah.
- Seperti tumor otak. - Benar.
Benar, mari...
kembali ke rumah dan tunggu mereka telpon.
Aku bisa gila jika tunggu di rumah.
Mari, um...
Kau tahu apa, mereka tahu nomor pagerku.
Aku mau bawa kau ke tempat spesial.
Jadi, ini dia.
Pohon favoritku.
Aku tak tahu kau punya pohon favorit.
Aku penuh kejutan.
Bagaimana rasanya sekarang? Pusing?
Tidak, aku baik-baik saja.
Seperti datang dan pergi.
Okay.
Baiklah?
Maaf. Aku jadi begitu cengeng soal ini.
Hey, dengar aku.
Rebecca, kau akan hidup selamanya.
- Okay, Jack. - Tidak. Hey, Bec, dengar.
Itu benar.
Lihat, aku tahu dalam tulangku hari ini bukan hari
dunia beri kita kabar buruk.
Okay?
Hari ini...
hari indah, sempurna...
adalah hari istriku yang cantik, sempurna
mengetahui dia baik-baik saja.
Bagaimana kau selalu yakin soal seperti ini?
Bagaimana salju akan tetap turun jika kau tak melihatnya?
Takkan benar saja.
Kenapa ini pohon favoritmu?
Karena ini dimana kau mengetahui kau baik-baik saja.
Ada telpon. Ayo jalan.
Okay.
Hai, ini Rebecca Pearson.
Seseorang baru saja pager suamiku.
Kurasa itu hasil MRIku.
Itu kabar bagus.
Jadi itu hanya soal telinga?
Kau yakin?
Wow. Terima kasih banyak.
Yeah. Okay, terima kasih banyak.
Baiklah, dadaaah.
Bagaimana kau pilih pohon itu?
Pohonya paling dekat dengan telpon umum.
Ohhh.
Hey, Bec.
Aku sungguh-sungguh soal tadi.
Kau akan hidup selamanya.
Okay, Jack.
- Artinya aku akan pergi duluan. - Jack...
Tidak, lihat. Kita tidak harus bicarakan itu
- Tidak harus. - Hanya...
jangan taruh aku di tanah.
Okay?
Biarkan aku ada di luar.
Okay.
Sekarang bisa kita hentikan semua pembicaraan ini?
Hai. Kita sampai.
Tuan.
Hai.
Maaf. Um...
Aku Rebecca Pearson.
- Istrinya Jack. - Oh.
- Aku turut berduka atas kehilanganmu. - Terima kasih.
Kebaktiannya takkan dimulai sampai sejam lagi.
Tidak, aku tahu, aku tahu. Aku hanya mau...
Aku mau di sini sebelum dia datang.
Um, kami akan duduk.
Jack Pearson adalah pria yang baik.
Dia dicintai oleh komunitasnya;
oleh anak-anaknya, Kate, Kevin, Randall;
dan istrinya selama 21tahun, Rebecca.
Saat aku harus bicara pada pemakaman ibuku,
Aku sangat cemas aku.... mungkin akan tersedak.
Dan Jack bilang padaku jika aku merasa emosional,
aku harus berhenti saja dan...
minum sedikit air.
Tapi aku tak yakin ada cukup air di dunia ini
untuk buatku melalui hari ini.
Kuharap...satu hari,
No comments yet. Be the first to leave one.