نخستین 200 خط.
TOHO COMPANY, LTD. Mempersembahkan
THE HlDDEN FORTRESS Benteng Tersembunyi
Executive Producers SANEZUMl FUJlMOTO & AKlRA KUROSAWA
Pemeran Utama
TOSHlRO MlFUNE
Sutradara AKlRA KUROSAWA
Menjauhlah dariku!
Kau bau mayat.
Sudahlah. Kita berdua bau mayat.
Dan ini semua kesalahanmu!
Baumu membuatku ingin muntah.
Meskipun belatung tidak bisa mencium bau kotoran.
Apa?
Kau itu belatung. Kau membuatku sakit.
Dan kau kira kita bisa meraup keuntungan di medan perang.
Apanya yang lucu, dasar idiot!
Semuanya lucu!
Pertama, kita datang terlambat ke medan perang.
Lalu mereka menyangka kita adalah pihak yang kalah
dan memaksa kita untuk menguburkan yang mati.
Kita akhirnya bisa lolos dan sekarang sudah 2 hari dan kita hanya punya air saja.
Tapi yang paling lucu yaitu tampangmu yang cengeng.
Ayo kita pulang.
Apa kau tidak punya harga diri?
Kita sudah dipreteli sampai harus menjual rumah sendiri.
Kita tidak bisa pulang seperti ini.
Kalau begitu preteli orang mati itu.
Walaupun aku putus asa, aku bukan pencuri.
Terserahlah. Aku pulang!
Pergilah. Aku akan pulang setelah mendapat beberapa uang.
Jangan datang sambil merengek padaku nanti.
Kau akan tertangkap dan jadi penggali kubur lagi.
Bodoh! Pergilah!
Sangat senang melihatmu pergi, dasar belatung.
Kita tidak bisa melewati perbatasan melalui jalan ini.
Itu tempat pemeriksaan Yamana.
Bahkan tikus pun tidak bisa menembus barikade mereka.
Jika mereka menemukan kita, kita bisa mati.
Bagaimana sekarang?
Kita tidak bisa kemana-mana, sampai kabut mulai turun.
Apa yang tertulis disana?
Itu pengumuman tentang hadiah 10 keping emas.
Bacakan untukku.
''Dicari. Putri Yuki dari Akizuki.''
''Hadiah 10 Ryo bagi yang bisa menangkapnya.''
''3 Ryo untuk informasi keberadaannya.''
''Atas perintah Kaisar Yamana.''
- Cepat! - Jalan!
Aku bukan bagian dari mereka.
Aku sangat bersyukur dengan turunnya kabut tapi aku tidak bisa melihat apapun.
Yang mana jalan menuju Hayakawa?
Diam, ikuti saja aku!
Siapa itu?
Jangan menggali kubur lagi.
Matashichi!
Dengar!
Ada 200 Kg emas murni tersembunyi di dalam istana ini.
sebelum kalian menemukannya, kalian bukanlah manusia tapi seekor tikus!
Jadi, gali! Gali sampai mati, tikus!
Matashichi, ini neraka.
Inilah akhir kita!
JIka kita akan mati, mari kita mati bersama.
Kesana!
Pencuri! Pencuri beras!
Apa yang harus kita lakukan sekarang?
Temukan sang putri.
Putri?
Pewaris tunggal klan Akizuki yang masih hidup.
Hadiah sebesar 10 Ryo untuk kepalanya.
10 keping emas?
Untuk informasi 3 Ryo.
3 keping emas?
Itu tidak bagus. Itu hanyalah mimpi.
Jika kita terlalu serakah dan tertangkap lagi, tamatlah kita.
Aku rasa sebaiknya kita pulang saja.
Tapi bagaimana cara kita melewati perbatasan?
Ditembak dan mati.
Mari makan.
Aku tidak bisa berpikir dalam keaadan perut yang kosong.
Belum matang.
Kayu ini tidak terbakar sama sekali.
Apa itu?
Ah...ini emas!
Kau benar! Ini emas!
Tapi...kepingan emas... didalam kayu?
Aku pernah dengar ada orang kaya menyembunyikan emasnya didalam pilar rumahnya, tapi...
Apa ini? sebuah lambang!
Kelihatannya seperti bulan sabit.
Bulan sabit Akizuki!
Inilah emas yang mereka cari di dalam istana.
Kau yang membuat api, dimana kau mendapatkan kayunya?
Kita berpencar.
Aku kesebelah sini. Kau kesebelah sana.
Kepingan yang sama!
Apa yang kau lakukan?
Punyaku satu!
Aku yang menemukan keduanya!
Aku yang pertama kali menemukan kayunya.
Aku melemparnya!
Aku ambil emasnya!
Pembohong! Akulah yang pertama kali mengetahui kalau itu emas.
- Ayo kita kembali. - Kembali?
Pasti masih ada banyak.
Jika sampai ada orang yang mengetahuinya, habislah kita.
Dia mengikuti kita.
Waspadalah. Mungkin dia seorang bandit.
Dia bukan bandit. Dia tak punya pedang.
Jangan terlalu yakin. Bisa saja dia bekerja untuk seseorang.
Dia tidak mengikuti kita lagi.
Ayo kita kembali.
Tidak, lebih baik kita berhati-hati.
Lagipula sebentar lagi malam. Tidak akan rugi untuk menunggu satu malam.
Ini pekerjaan besar. Lebih baik cari aman daripada menyesal kemudian.
Pria itu tidak terlihat lagi sejak tadi, jadi tidak perlu khawatir lagi.
Mungkin penebang pohon atau pembuat arang.
Jadi, sekarang kita luruskan masalah ini.
Apa?
Jangan pura-pura bodoh. Bagaimana cara membagi emasnya.
Mari kita bersikap adil dan membaginya dengan rata.
Kau tidak suka?
- Tapi aku... - Beres kalau begitu! oke?
Ayo kita tidur.
Tidur yang nyenyak, dan bermimpi tentang gunung emas.
Hey!
Selamat malam...
Hey!
Dingin, bukan?
Apa yang sedang kau lakukan di gunung ini?
Kalian sedang apa disini?
- Kita? Kami berniat untuk melewati perbatasan. - Perbatasan?
- Kita ingin pergi ke Hayakawa. - Hayakawa?
Tapi disepanjang pegunungan ada pasukan Yamana.
Ya...tapi lihatlah...
untuk pergi ke Hayakawa...
Ini Hayakawa.
Dan ini Akizuki
tempat kita berada sekarang.
Ini...Yamana.
Kita ingin pergi dari Akizuki menuju Hayakawa.
Tapi perbatasannya dijaga ketat oleh pasukan Yamana.
Jadi, pertama kita akan melewati Yamana.
lalu masuk ke Hayakawa.
mengerti...
Mustahil ada orang dari klan Akizuki...
pergi ke daerah Yamana, wilayah musuh.
Jadi perbatasan Akizuki dan Yamana pasti terbuka.
Benar.
Perbatasan Hayakawa-Yamana pasti
lebih mudah dilewati daripada perbatsan Akizuki-Hayakawa.
Lagipula, kami hanyalah petani.
Bahkan jika terjadi sesuatu, kita tetap bisa berhasil.
Baiklah. Aku sudah mengambil keputusan.
Pergi melewati Yamana merupakan ide bagus.
200 keping emas tidak akan berguna disini, tapi dengan adanya 3 orang
dan 3 kuda, kita bisa membawanya
200 keping emas? Apa maksudmu?
Jujur saja.
Aku bisa melihatnya dari sana.
- Jangan tendang batunya. - Berhentilah memegang kakiku.
Sekarang bagaimana?
Apa yang sedang dia lakukan?
Dia tidak ada.
Kemana dia pergi?
Pria itu tidak bisa dipercaya.
Tempat apa itu?
Inilah yang disebut benteng tersembunyi.
Benteng tersembunyi? Milik Akizuki.
Lihat. Kau bisa melihat semua daerah Yamana.
Tapi...
Untuk sebuah benteng, ini terlalu sepi.
Ada seseorang disana!
Apa yang sedang kalian lakukan?
Oh, itu dia.
Hey. Cepat kemarilah.
Bagaimana kau bisa sampai disini?
Siapa nama kalian?
Aku Matashichi.
Aku Tahei.
Matashichi, letakkan berasnya.
Tahei, kau masukkan berasnya kedalam panci.
Cepat!
Dimana airnya? Aku butuh minum sebelum makan.
Aku juga. Aku bahkan tidak bisa meludah lagi.
Hey. Siapa namamu?
Aku? Aku Rokurota Makabe.
Rokurota Makabe? Aku pernah mendengar nama itu sebelumnya.
Makabe...
Rokurota Makabe...
Yang benar saja. Rokurota Makabe
Legenda Akizuki jendral samurai.
Kau sengaja mempermainkan kami.
Kita seharusnya tidak melakukan hal ini.
Hey. Berhenti bermain-main. Kau bukan jendral, kau hanyalah pengganggu.
Ada apa dengan tingkah mu itu?
Jangan mempermaikan kami. Dasar brengsek.
Apa?
Itu tidak baik.
Seharusnya kau memberitahu kami kalau ada jalan rahasia.
Kita sudah menjadi rekan sejak tadi malam.
Selain itu, hanya karena kau yang pertama kali menemukan tempat ini,
No comments yet. Be the first to leave one.