نخستین 199 خط.
Terima kasih untuk makanannya!
Ah, terima kasih.
Hari ini adalah hari libur baru kita!
Hari Orang Tua dan Anak!
Manfaatkanlah hari libur ini dengan sebaik-baiknya!
Maaf ya, Sarada.
Hari ini aku harus bekerja.
Mungkin aku bisa pulang sebelum makan malam.
Keluarga kita tak permasalahkan hal seperti itu, 'kan?
Lagian, papa juga tak ada.
Ditambah lagi,
aku sudah janji sama Boruto untuk mengajarinya teknik shuriken hari ini.
Sekarang, papa ada di mana dan sedang apa, ya?
Papa, sebelah sini!
Paman Sasuke!
Boruto.
Aku lihat banyak orang tua dan anak bersenang-senang.
Apa sudah terjadi sesuatu?
Apa Paman kembali karena hal itu?
Hari ini adalah Hari Orang Tua dan Anak.
Apa itu?
Hari libur baru
untuk mempererat hubungan antara orang tua dan anak.
Kau tak bersenang- senang dengan Naruto?
Oh, sekarang sih ayah sedang bersenang-senang dengan Himawari.
Oh, ya!
Saat ini Sarada pasti sudah ada di lapangan latihan.
Begitu, ya.
Ada banyak hal di festival, banyak acara misalnya lomba makan!
Bukankah sebaiknya Paman juga bersenang-senang dengan Sarada?
Ya.
Sudah dulu, ya!
berkatmu, ku bisa berada di sini
kimi ga iru kara, boku ha koko ni iru yo
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
ku bahkan tak sadar bila diriku ini besar kepala
unuboreteita koto ni sae kizukazu ni
ku merasa telah memiliki segalanya
nanimokamo te ni shita ki de itanda
ah, ku sangat menderita karena tak bisa lindungi apa pun
aa, nani hitotsu mamorenai kurushimi de mogaite
mau jadi kuat tanpa satu kegagalan pun
haiboku shiranai mama tsuyoku narou nante
sungguh manja diriku ini
neboketeita
berkatmu, ku bisa berada di sini
kimi ga iru kara, boku ha koko ni iru yo
bukan berarti tak terjadi apa pun
nanimo nakatta wake janai
masa depan menunggu di dekat sana
mirai ga soko de matteirunda
pengorbanan dan rasa sakitmu telah ciptakan harapan
kimi dake no itami ga hora, kibou wo tsukanda
Lonely, lonely, lonely, Go!
kau sedang hadapi pilihan hidupmu
kimi ha ima bunkiten de
Lonely, lonely, lonely, Go!
anggaplah semua jadi cinta
subete wo ai ni shite
Taktik Mengakrabkan Diri dengan Putrimu
Taktik Mengakrabkan Diri dengan Putrimu
Taktik Mengakrabkan Diri dengan Putrimu
Hebat sekali!
Sudah kuduga, takkan bisa seperti Itachi, ya.
Ayah.
Aku menguasai sebuah teknik.
Karena itulah, aku ingin Ayah melihatnya.
Orang tua dan anak, ya.
Papa?
Papa sudah pulang?
Sejak kapan?
Baru saja.
Tapi sedang apa Papa di sini?
Boruto bilang, kau ada di sini.
Boruto yang bilang?
Apa kau mau latihan?
Ah, eh, itu...
Mau pergi lihat festival?
Boleh?
Aku tak sangka Papa akan pulang hari ini.
Hari ini?
Habisnya, hari ini...
Kebetulan aku sedang ada pekerjaan di dekat desa.
Jadi, aku singgah sebentar.
Oh, begitu, ya.
Papa, eh...
Belikan ini, dong!
Eh, belikan, dong!
Apa boleh buat.
Kubeli satu.
Oke.
Hore, terima kasih, Papa!
Enak, ya.
Mau kubelikan?
Kau juga ingin makan itu, 'kan?
Tak juga, sih.
Tak harus sekarang.
Jangan sungkan-sungkan.
Permennya merah, lo.
Memangnya kenapa dengan warnanya?
Warnanya sama dengan kacamata dan bajumu.
Kau suka warna merah, 'kan?
Aku tak membencinya, sih.
Bagaimana kalau tomat?
Di sana ada kedai yang jual tomat pedas...
Sudah kubilang, tak usah saja!
Begitu, ya.
Tapi ya, mencari Kuraa-ma ini susah banget, ya.
Eh, Papa, kedai apa ini?
Kalau tak salah, tempat ini...
Begitu, ya.
Apa?
Naiklah.
Ya ampun, bikin malu saja!
Kau kesusahan?
Ada perlu apa?
Ya, aku hanya tak sengaja lihat
seorang papa menyedihkan yang tawarkan putrinya untuk digendong, tapi ditolak.
Hoi, tunggu dulu.
Kurasa kau ini...
Gara-gara berkelana sendirian sepanjang waktu,
kemampuan bergaulmu sepertinya memang perlu diasah lagi.
Tapi Teknik Matamu juga perlu ikut diasah lagi.
Apa maksudmu?
Meskipun kau punya Mangekyo Sharingan,
tapi sepertinya kau sama sekali tak bisa lihat dengan jelas perasaan putrimu, ya.
Apa itu?
Icha-icha Tactics!
Hingga sekarang, buku ini sudah seperti panduan hidup bagiku.
Bagaimana?
Apa kau ingin tahu cara untuk lebih dekat dengan putrimu?
Akhirnya memasuki babak final!
Dalam pertarungan terakhir ini
akan dihidangkan Sup Kacang Manis Ankorodo dengan pangsit!
Menyenangkan!
Menyenangkan!
Sasuke Uchiha.
Shino Aburame, ya.
Omong-omong...
Selama di akademi, sepertinya kaulah yang mendidik putriku, ya.
Sarada itu anaknya bagaimana?
Dia anak yang berbakat.
Tapi masa depan yang ingin dia tempuh bukanlah jalan yang mudah.
Pastinya dia akan hadapi banyak cobaan,
tapi sebagai ayahnya, kuharap kau selalu ada untuk membantunya.
Sebagai ayahnya, ya?
Apa dia pernah berhadapan dengan hal buruk?
Apa maksudmu?
Maksudku, adakah serangga jahat yang perlu kuurus?
Serangga jahat, katamu?
Serangga itu
tak ada yang jahat!
Mama, ada orang aneh.
Oi!
Papa!
Mengenai yang tadi...
Maaf, aku terlalu berlebihan.
Untuk mendekatkan diri
yang paling utama itu adalah caramu memanggilnya.
Gunakan intonasi yang lembut dan penuh kasih sayang.
Saat kau memanggil Naruto,
kau memanggilnya dengan sebutan pecundang, 'kan?
Julukan itu sangatlah akrab dan itu sangat bagus!
Cobalah berikan julukan pada putrimu!
Kacang...
Kau itu kacang mungilku yang manis!
Aku bukan orang aneh, lo!
No comments yet. Be the first to leave one.