نخستین 200 خط.
Semoga bukan kau.
Kebetulan sekali. Kita bertemu di setiap kasus.
Aku tak percaya kebetulan.
Semua terjadi karena suatu alasan.
Mungkin itu takdir.
Aku tak percaya takdir.
Aku memercayai logika.
Seperti kiasanmu soal lukisan.
Terkadang cinta tak butuh alasan.
Bukankah kau bilang ingin lebih mengenalku?
Ya.
Aku juga ingin lebih mengenalmu.
Baiklah.
Lama menunggu?
Terima kasih sudah mengundangku.
Silakan masuk.
Apa yang harus kulakukan
jika kau sungguh adikku?
DIVISI CATATAN KRIMINAL
Menurut temuan Athit,
pemilik ketiga KTP ini
pernah terlibat penyerangan
dan penelantaran anak.
Ketiganya juga dilaporkan hilang.
Jasad ketiga orang ini dibuang ke laut oleh Sanae.
Kalau begitu,
itu artinya si pembunuh mengincar korban dengan perilaku yang sama.
Sebagian besar karyanya dipasarkan di luar negeri,
jadi, tak populer di Thailand.
PAMERAN TUNGGAL DI GEORGIA
Itu sungguh kau?
Apa yang menarik dari kasus ini?
Keluarganya kasihan.
TANWA
ATHIT MEMANGGIL…
Kenapa meneleponku selarut ini?
Ada alamat Paytai dari pemeriksaan latar belakang?
Ya, benar.
Kirimkan padaku.
AIYADA MEMANGGIL…
Ya?
Tolong cari tahu di mana orang tua Ton sekarang.
Apa?
Hei.
Ada apa dengannya?
Anan.
Ada apa?
Bisa carikan nomor telepon orang tua Ton?
Baiklah.
Apa kau…
Meena?
Bagaimana kau tahu?
Aku datang untukmu.
Maaf aku terlambat.
Ya.
Sudah terlambat.
Sedang apa kau?
Kau memeriksa noda darah?
Tidak.
Aku ingin lihat apa kau terluka.
Tanyakan saja apa yang ingin kau ketahui.
Kau tak membunuh, 'kan?
Katakan kau tak melakukan apa pun kepada mereka.
Kenapa?
Kenapa jika aku membunuh?
Orang-orang itu tak berarti.
Kau tak perlu…
menghancurkan hidupmu karena orang-orang itu.
Hidupku hancur begitu kau mengabaikanku.
Aku tak mengabaikanmu.
Aku ditinggalkan.
- Kau salah. - Kau bahkan tak mencariku.
Aku bisa jelaskan.
Kau bahkan tak mengenaliku.
- Kukira kau… - Kau berharap aku mati?
Kau salah, Meena.
Kau bahkan tak mengenaliku.
Kau benar.
Kau juga…
Kau memberi tahu Pathomkarn tentangku. Kau tak ingat?
Sudah kubilang
itu rahasia kita.
Namun, kau ingkar janji.
Kau mengkhianatiku.
Kau menyerahkanku kepadanya.
Ada rahasia yang ingin kukatakan.
Mari kita bertukar rahasia.
Kita harus saling berjanji
tidak akan memberi tahu siapa pun.
Apa rahasiamu?
Ayah menganggapku monster.
Namun…
Namun, apa?
Monster yang sebenarnya…
adalah adikku, Meena.
Adikku monster.
- Aku… - Kau sungguh memberi tahu dia?
Angkatlah.
Mungkin itu hal yang ingin kau tahu.
Sudah kuperiksa.
Orang tua Ton baru saja pulang.
Baiklah.
Ada apa?
Petugas patroli kukirim untuk menjaga rumah mereka.
Bukan apa-apa. Terima kasih.
Aku lelah hari ini.
Selama ini,
kau membunuh mereka
sebagai pelampiasan karena aku meninggalkanmu, 'kan?
Untuk korban berikutnya dan terakhirmu…
Biar aku saja.
Bukankah aku…
yang ingin kau bunuh?
Ya.
Hei, kau belum tidur?
Ya.
Aku baru selesai bekerja, jadi, pulang terlambat.
Aku baru ingat.
Kau menelepon dan memintaku memeriksa keadaan orang tua Ton.
Kenapa?
Bukan apa-apa. Tidurlah.
Apa ada masalah?
Akan kuberi tahu nanti.
Kau janji akan memberitahuku?
Baiklah. Kalau begitu, aku akan tidur.
Meena.
Meena.
Tidak.
Tidak.
Jangan.
Tidak!
Hei.
Kau bermimpi buruk lagi?
Tidak apa-apa.
Jangan takut.
Aku di sini.
Hei.
Kau sudah tidur?
Adikku pembunuh.
Apa yang harus kulakukan?
Harus kuhentikan, 'kan?
INGATAN SEORANG PEMBUNUH DOKTOR TANWA SAKSIRI
Orang tua anak itu belum dibereskan, 'kan?
Belum kubereskan.
Aku ingin bertanya.
Apa kakakku benar-benar mengabaikanku saat itu?
Kenapa menyerahkanku kepadamu?
Itu solusi terbaik bagi semua orang.
Bukankah keadaan saat ini
sangat bagus?
Aku mendengarmu.
Yang kau katakan semalam.
Apa yang kukatakan?
Kau menemukan adikmu, 'kan?
Namun, adikmu…
Apa aku mengigau?
Jangan mengalihkan pembicaraan.
Aku tahu kau berkata jujur.
Aku masih menunggumu
untuk memberitahuku kerisauanmu.
Aku tahu ini sangat penting bagimu.
Aku ingin sekali mendengarnya.
Bisa beri tahu aku?
Aku sungguh ingin membantumu.
Apa yang ingin kau tahu?
Jika kuberi tahu, bagaimana kau bisa membantuku?
Entahlah.
Aku hanya merasa kau tak perlu menghadapi ini sendirian.
Apa kau bicara
sebagai polisi?
Tidak.
Aku bicara sebagai orang
yang peduli padamu.
Namun, pada akhirnya,
aku harus bertindak sebagai polisi.
Itu tak bisa dihindari.
Jadi, sebaiknya beri tahu aku sekarang.
Adikmu yang hilang
sudah kembali, 'kan?
Ya.
Pathomkarn menculik adikmu?
Ya.
Itu artinya…
adikmu mungkin
pembunuh?
Mungkin.
BIRO INVESTIGASI KHUSUS
Ini rekaman kamera pengawas dari sudut lain.
Aku berusaha keras meningkatkan kualitasnya.
Hentikan rekamannya.
Itu ibu Ton.
- Kau benar. - Lihat.
Dia ada di TKP.
Tampilkan rekaman yang menunjukkan Ton diserang.
Baik.
Apa?
Kenapa ibu Ton hanya berdiri di sana dan menonton anaknya diserang?
Ibu!
Ibunya juga tak memberi tahu kita
dia melihat anaknya sebelum dipukuli sampai mati.
No comments yet. Be the first to leave one.