نخستین 200 خط.
Lepaskan aku!
Jatuhkan!
Sial!
Tolong aku!
Pelan-pelan.
Bunda Maria!
Mari. Aku memegangnya.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Aku tak tahu Ibu di sini.
Kadang, Ibu merindukan kehadiranmu di rumah, Zulmira.
Sudahlah, Bu.
Aku tak bisa tinggal dengan kalian di usiaku ini.
Aku harus mengendalikan takdirku.
Jika Yang Terpilih belum memimpikan suamiku,
mungkin aku tak akan punya.
Ibu.
Jangan begitu.
Terlepas dari semua itu, aku baik-baik saja.
Ibu tahu.
- Aku sudah melupakan pernikahan. - Ibu tahu.
Masalahnya, dr. Lorenzo...
Dia berpikir dia tahu ada apa dengan Ibu.
Maksud Ibu, perdarahan itu?
Penurunan berat badan?
Sayang, ada kanker.
Di rahim Ibu.
Setelah Ibu diberkati memilikimu dan saudara-saudaramu,
sepertinya, Tuhan mau menghukum Ibu.
Itu penghujatan, Bu!
Tuhan hanya memberikan berkat.
Dia memberi kita Yang Terpilih. Dia akan mengangkat kanker Ibu.
Dr. Lorenzo mengirim seseorang.
Ibu tahu akan disembuhkan Yang Terpilih.
Namun, jika di tempat lain,
ajal Ibu pasti sudah tiba.
Ibu tak akan ke mana-mana.
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Ada apa?
Tak apa-apa. Istirahatlah.
Ingat, ini rahasia kita, ya?
Kenapa dirahasiakan?
Kau bilang Yang Terpilih akan senang aku di sini selamanya, 'kan?
Ya, benar.
Sebelum itu, kau harus sembuh. Atau semua akan sia-sia.
Kau berjanji akan merahasiakan ini?
Masih merekam keindahan Aguazul?
Tentu saja. Ini tempat yang indah.
Semua baik-baik saja?
Kenapa tidak, Damião?
Benar sekali. Kenapa tidak?
Kau tak akan percaya pemandangan luar biasa yang kurekam di sini.
Yang Terpilih, kami butuh kau.
Santiago, aku lagi sibuk.
Pesta telah usai.
Aku undur diri.
Damião!
Berikan kepadaku.
Damião.
Damião!
Damião, berikan kepadaku. Itu alat kerjaku.
Kembalikan!
Berikan kepadaku.
Apa yang kau lakukan? Kau menghapusnya?
Bajingan. Kau pikir dirimu siapa?
Kau sendiri?
Kau hanya bisa menceritakan yang terlihat di luar.
Bukan yang di dalam.
Jika aku berjanji tutup mulut,
bisa kau jelaskan kepadaku?
Nyawanya tergantung apa yang kulakukan di dalam sana.
Apa yang kau pikirkan?
Kau tahu apa yang mungkin kau hancurkan?
Apa maksudmu?
Dia menanyakan, kenapa kau berani ke pondok?
Cleuza,
Si Ular mungkin memengaruhimu untuk mencoba menghancurkan pondok.
Kami tak akan menyalahkanmu.
Namun, katakan apa yang terjadi.
Kami harus tahu alasan Si Ular melakukannya.
Apa yang lucu?
Kau takut kepadanya.
Aku tak takut.
Benarkah?
Mereka berdua?
Vicente, Tomás, Lorenzo.
Kau selalu dikelilingi orang.
Dikelilingi oleh seluruh kamp.
Namun dia...
Dia hanya satu orang.
Meski demikian, kau butuh pasukan di sekelilingmu.
Dia bukan orang.
Kau tahu betul itu.
Apa pun dia,
itu cukup untuk membuatmu takut,
Yang Terpilih.
Apa yang dipikirkan Imaculada jika melihatmu kini?
Tahu apa yang kupikirkan saat melihat ketakutanmu?
Bukankah aneh...
Bagaimana jika aku, yang hadir saat kelahiranmu
juga hadir untuk melihat kematianmu?
Astaga, apa yang telah kita lakukan?
Bagaimana nasib wanita ini?
Aku menyeret orang tak berdosa ke situasi mengerikan.
Semua ini kesalahanmu.
Semua salahmu, Enzo.
Aku mungkin sembuh, tapi jadi penjahat. Untuk apa?
Demi ketenaran, kejayaanmu. Pria menyedihkan.
Dasar berengsek!
Cleuza.
Tega sekali kau?
Kau tahu senjatanya adalah kebohongan.
Kalian juga sama.
Kau bukan santo.
Kau tak bisa menyembuhkan.
Apa maksudmu, Iblis?
Tenang, Saudaraku. Dia tak mengerti ucapannya.
Kau mengerti?
Semestinya kau menjaga pondok, tapi tidak.
Karena upacara dimulai lebih awal.
Kau mau pamer ke jurnalis itu.
Kau mau menunjukkan Aguazul ke dunia.
Ini tak akan terjadi jika aku di sini.
Aku menentangnya.
Ternyata kau.
Semestinya kau tetap di kamp.
Si Ular hanya takut kepadamu.
Jangan berani bicara begitu kepada Yang Terpilih.
Aku tak bicara kepada Yang Terpilih, tapi saudaraku!
Yang kebetulan adalah Yang Terpilih.
Dengar,
jika kalian peduli Aguazul yang kita kenal,
bukan yang ditampilkan ke orang luar,
kembali ke kamp sekarang juga.
Biarlah dikatakan.
Di sini, kebohongan juga digunakan.
Santiago...
bawa penyintas itu.
Kenapa ingin melibatkannya?
Bawa Damião kemari.
Sekarang!
Damiao, aku tak mau mengecilkan takdir orang.
Namun, aku punya pekerjaan.
Cepat atau lambat, suka tak suka,
dunia akan tahu apa yang terjadi di Aguazul.
- Kau ingin ketenaran untuk itu. - Kenapa tidak?
Apa lagi yang kau perlukan?
Kau melihat mukjizat, teriakan, kaos.
Dengan materi itu, pers pasti menggila.
Apa lagi yang kau cari?
Kenapa kau ada di sini, Dokter?
Aku bukan dokter di sini.
Bukan itu yang kulihat di gereja.
Kau tak akan mengerti.
Jadi, begitu.
Ya. Itu yang masih perlu kuketahui.
Aku mau memahami kenapa kau masih di sini.
Sudah kukatakan, aku...
Aku sudah tahu kau mau bilang apa,
tapi aku yakin masih ada selain itu.
Sesuatu yang kau tahu atau mau di sini,
dan belum kau beri tahu siapa pun. Kau paham?
Tahu yang tak kupahami?
Seseorang menganggap diri Yang Terpilih mengerjakan mukjizat di sini.
Kenapa berfokus padaku?
Sebab meski kisahnya bagus, kisahmu mungkin lebih bagus.
- Sungguh? Kenapa? - Ya.
Karena dia mungkin palsu, kau tidak.
Lagi pula, dia melakukan hal-hal aneh yang tak masuk akal.
Misalnya?
Damião.
Yang Terpilih memanggilmu.
Kita bicarakan nanti.
Duduk.
Kau bilang mendengar suara yang berbicara dengan Si Ular
saat jadi tawanannya.
Apa itu Cleuza?
Ya.
Mungkin dia sudah lama memberi Si Ular informasi!
Apa monster yang mengancam kita mengacaukan pikiranmu, Cleuza?
Dia bilang aku adalah musuh, 'kan?
Dia melakukan itu dengan memakai wajahku.
Meniru suaraku.
Kau akan diisolasi demi kebaikanmu.
Juga demi kebaikan kami.
Sementara kau, Damião, kenapa tak bilang sebelumnya?
Aku tak yakin sampai sekarang.
Aku tak bisa menuduhnya saat mungkin aku berhalusinasi.
- Aku dibius. Semuanya membingungkan... - Sejujurnya...
kurasa kau tak boleh di Aguazul lagi.
Apa maksudmu? Tenanglah.
Tunggu.
Beri aku satu kesempatan lagi untuk mengingatkanmu aku di pihakmu.
Ada satu hal lagi yang perlu kau tahu.
Kau tersesat, Zulmira?
Tidak, aku hanya mencari Damião.
Kau suka menggangguku, terlebih saat Mateus tidak ada.
Apa maksudmu?
Kau tahu persis maksudku.
Kau yang takut Mateus akan kembali.
Aku tak takut Mateus.
No comments yet. Be the first to leave one.