نخستین 200 خط.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Still Loving You"
Kurasa hubungan mereka belum benar-benar berakhir.
Kita harus bagaimana?
Kamu begitu membencinya?
Kamu menyukainya?
Soo Ho memberitahuku
bahwa huruf Mandarin untuk "orang" melambangkan
dua orang yang saling bersandar.
Itu berarti orang-orang harus saling menolong dan mendukung dalam hidup.
Masalah di antara kita sudah beres, tapi mereka berbesan.
Jika mereka akhirnya menikah,
kita akan menjadi saudara tiri.
Di dunia ini, banyak pria dan wanita lain.
Kenapa mereka harus bersama?
Lalu kenapa kamu harus memilih Soo Hyun?
Di dunia ini memang banyak wanita dan pria lain,
tapi kamu hanya ingin bersandar kepada satu orang
dan sebaliknya.
Bagimu, orang itu Soo Hyun. Bagiku, orang itu Soo Ho.
Tetap saja, yang salah tetap salah.
Astaga, baiklah. Tunggu. Tunggu sebentar.
Astaga, Soo Ho. Tolonglah. - Lepaskan!
Aku sungguh akan membunuh pria itu!
Bisakah kamu tenang?
Apa yang kamu ketahui?
Bukan Hyung Sik.
Apa? Lalu siapa?
Aku bertanya siapa!
Orang yang tidak kamu kenal. - Terserah.
Kakak berharap aku percaya Kakak berpacaran dengan orang lain?
Aku mengenal Kakak dengan baik!
Apa yang akan Kakak lakukan?
Jika Ayah dan Ibu tahu... - Jangan beri tahu siapa pun.
Kakak akan membereskannya.
Bagaimana Kakak akan membereskannya?
Dia bahkan tampaknya tidak tahu.
Bagaimana Kakak akan memikirkan jalan keluarnya sendirian?
Apakah mungkin
Kakak berpikir untuk membesarkan bayinya sendirian? Benar?
Kakak sudah benar-benar gila?
Bagaimana Kakak akan membereskan hal ini?
Sudah kakak bilang hentikan!
Bukan hidup orang lain yang kita bicarakan, tapi hidup kakak.
Siapa yang akan lebih menghargai hidup kakak daripada kakak?
Jangan khawatir. Ini tidak akan menghancurkan kakak.
Beri saja kakak waktu untuk berpikir.
Kakak berpikir keras untuk mencari jalan terbaik.
Kakak akan memberi tahu keluarga begitu sudah memutuskan,
jadi, tutup mulutmu sampai kakak melakukan itu.
Jika kamu tidak menepati janji ini,
kakak akan tunjukkan kepada Eun Soo kakak bisa sekejam apa. Mengerti?
Yoon Soo Ho!
Soo Ho, kenapa kamu bersikap begini?
Kenapa? Astaga, bedebah ini...
Hei, sudah cukup. - Lepaskan!
Bedebah. Beraninya kamu bertanya begitu?
Kamu harus bertanggung jawab... - Soo Ho!
Kamu sudah gila? Diamlah.
Kenapa? Dia harus... - Kakak bilang, tutup mulutmu!
Astaga. Yang benar saja.
Hyung Sik, masuklah.
Kamu ikut dengan kakak. - Lepaskan aku.
Ayo. - Lepaskan!
Aku harus bertanggung jawab?
Ayah sedang apa?
Ayah? Kamu bangun.
Kamu haus? - Ya.
Minumlah dan kembali tidur.
Bit Na, ayah dengar kamu akan kembali bekerja pekan depan?
Ya, aku sudah jauh lebih baik,
jadi, kupikir aku harus kembali bekerja.
Jangan bekerja terlalu keras. Kesehatanmu selalu yang terpenting.
Ya, Ayah. Aku akan berhati-hati.
Eun Soo, apa nenekmu sudah lebih baik?
Aku dengar dia sudah jauh lebih baik.
Syukurlah.
Aku khawatir. Aku pikir dia terluka parah.
Ibu dan adikmu pasti sibuk. Kamu harus sering mengunjunginya.
Jangan mencemaskan kami.
Ya, Ayah. Terima kasih.
Terima kasih.
Kamu melewatkan makan malam kemarin?
Kenapa kamu sarapan banyak sekali?
Apa?
Benar. Selera makanku meningkat belakangan ini.
Mungkin karena ini musim semi.
Musim semi? Bukankah biasanya orang kehilangan selera di musim semi?
Mungkin dia makan untuk dua orang.
Apa maksudmu?
Dia hanya asal bicara. Bibi tahu kenapa orang bilang
ada pengemis di dalam diri kita saat kita makan banyak.
Mungkin itu bukan pengemis.
Hei, hentikan.
Jika dipikir-pikir, dia sudah bersikap aneh.
Kamu makan begitu banyak sudah cukup lama.
Mungkinkah
ada cacing di perutmu?
Astaga, Soon Jeong.
Bagaimana bisa kamu berkata begitu selagi sarapan?
Maafkan aku.
Aku tidak berpikir dahulu.
Tidak apa-apa. Soo Min, minumlah obat untuk berjaga-jaga.
Tidak. Mari kita semua minum obat.
Sebaiknya minum satu dalam setahun.
Ya, Ayah. - Ya, Ayah.
Ya, itu lokasi yang bagus. Aku juga punya banyak pasien.
Aku juga merenovasi klinikku baru-baru ini.
Perawat yang bekerja kepadaku sangat kompeten. Kamu akan suka.
Baiklah. Mari kita segera bertemu.
Hai, Bit Na. Kamu sibuk?
Jika kamu ada waktu, mau makan siang dengan ayah?
Bagaimana perasaanmu?
Aku baik-baik saja. Mual pagi hariku sudah berkurang.
Tapi...
Karena perutku bertambah besar,
pakaianku tidak muat lagi. Aku khawatir.
Itu alami. Jangan khawatir.
Kamu bisa membeli baju baru.
Bisakah Ayah membelikanku baju baru?
Tentu saja.
Beri tahu ayah jika kamu memerlukan hal lainnya. Akan ayah belikan.
Janji, ya?
Ayah harus membelikan apa pun yang kuperlukan mulai sekarang.
Ayah takut tidak bisa melakukan itu.
Ayah memutuskan pergi ke Afrika untuk program sukarelawan medis.
Program sukarelawan medis?
Itu yang sudah ayah impikan sejak menjadi mahasiswa kedokteran.
Ayah selalu ingin menolong orang yang tidak bisa mendapat pengobatan
sebelum ayah pensiun.
Ayah pikir sekarang saatnya.
Kapan Ayah akan kembali?
Ayah berpikir untuk tinggal di sana selama dua tahun,
tapi ayah mungkin akan tinggal lebih lama dari itu.
Ayah belum memutuskannya.
Ayah, ini karena aku, bukan?
Karena aku menyusahkan Ayah... - Tidak, bukan itu.
Bit Na, ayah...
Memang benar ayah melalui waktu yang sulit,
tapi kamu membawa lebih banyak kebahagiaan daripada kecemasan.
Ayah ingin kamu berhenti berpikir begitu.
Ayah memutuskannya karena masalah tentang kamu sudah beres.
Kamu bisa memahami ayah, bukan?
Kamu kecewa dia mau pergi?
Aku merasa dinding di antara kami
akhirnya mulai runtuh.
Jika dia pergi sekarang, kami tidak akan sempat berhubungan dengan baik.
Jika begitu, minta dia tinggal dan katakan perasaanmu sejujurnya.
Ayah tidak akan berubah pikiran.
Tampaknya Ayah sudah membulatkan tekad.
Cobalah memberitahunya dengan tulus.
Minta dia tinggal bersama kita saat bayi kita lahir,
melihat bayi kita bertumbuh dan mulai masuk TK,
SD, dan SMP.
Jika dia tidak berubah pikiran, kenapa kamu tidak meminta
ibu Eun Soo untuk membantumu?
Kamu tahu itu?
Mungkin dia akan tinggal jika ibu Eun Soo memintanya.
Apa makan siang tadi tidak cukup? Aku masih lapar.
Bagaimana jika kita makan camilan?
Kedengarannya bagus. Kamu yang traktir, bukan?
Itu tidak adil.
Agar adil, bagaimana kalau kita undi dengan permainan?
Itu ide bagus.
Yang kalah akan membayar dan pergi membeli camilan, ya?
Semuanya sudah pilih angka? - Ya.
Aku akan mulai dengan Eun Soo. - Baiklah.
Ayo kita mulai.
Lolos. - Lolos!
Ya! - Dia beruntung.
Sekarang, giliran Nona Park.
Aku. - Tunggu sebentar.
Aku dahulu. Firasatku bagus.
Baiklah, Pak Lee. - Siap. Mulai.
Terus.
Terpilih! - Terpilih!
Ya! - Ya!
Ya! - Ya!
Kamu mencuranginya? Kenapa selalu aku?
Lagi pula, kamu akan mentraktir kami.
Seharusnya kamu mengiyakan saja saat kuminta.
Astaga. - Cepat.
Gimbap, tteokbokki, dan soondae?
Hai, Soo Ho. Aku hendak meneleponmu.
Aku akan mengunjungi Nenek sepulang kerja.
Kamu ada acara? Kamu mau menemui siapa?
Baiklah. Sampai nanti.
Aku pulang.
Aku pulang. - Masuklah.
Ayah menyiapkan camilan untuk kalian.
Taruh tas dan cuci tangan kalian.
Baiklah.
Ayah. - Ya? Ada apa?
Bisakah Ayah meminta Soo Min tidak pergi bekerja sukarela?
Na Ra.
Dia memberitahuku
bahwa dia tidak akan pernah mengambil Ayah dari kami.
Entah dia berpacaran dengan Ayah atau tidak,
Ayah tetaplah ayah kami.
No comments yet. Be the first to leave one.