نخستین 157 خط.
Subtitle oleh DramaFever Diterjemahkan oleh IndraupiK
The Return of Superman episode 99.
"Kau harus diuji 1000 kali sebelum kau bisa menjadi seorang ayah."
Ayah, ayo kita rapikan ini?
Merapikan?
Bagus.
Dia merapikannya sendiri.
Tanpa disuruh dia merapikannya sendiri.
Aku sangat bangga dengan Sarang!
Tolong mejanya.
Ayo kita ambil.
Sarang yang akan melakukannya?
Sarang mau ikut bantu?
Ditarik lalu ditekan ke bawah.
Yang ini juga.
Bagus.
Tolong, bawakan ini.
Ini berat. Tidak apa-apa?
Oke.
[Sepagi ini, apa yang akan mereka lakukan dengan kompor gas?]
Ibu yang membuatnya.
Hidangan hari ini adalah...
perut babi, untuk ayah Choo yang pecinta daging.
Tangannya yang sibuk, seperti seorang pakar.
Kenapa ibu Shiho kepikiran perut babi di pagi hari?
Keluarga di Korea duduk di lantai saat makan, iyakan?
Aku benar-benar ingin mencobanya.
Itulah sebabnya aku menyiapkan ini./ Iya, terima kasih.
Wow!
Ibu Shiho jatuh cinta kepada perut babi dimulai saat di pulau Jeju.
[Bawang putih panggang dan sepotong daging babi hitam]
Dia melahapnya sekaligus!
Aku ingin tahu bagaimana dia bisa tetap fit dengan semua makanan lezat itu!
Ini enak sekali!
Ini enak sekali.
Ini pertama kalinya ayah sarapan perut babi.
Aku juga.
Ini juga pertama kalinya untukmu 'kan?
Ini yang pertama bagi ayah.
Ibu juga.
[dia tak berhenti memasukkan makanan ke dalam mulutnya]
[Sekarang dia sudah kenyang, dia mengingat kembali apa yang sudah dia pelajari]
Apa kau masih ingat dengan guru desa?
Kau ingat dia?/Iya.
Aku dulu tidur bersama
Dae Han, Min Gook, Man Se, dan Yuto.
Oh, benarkah?
Kau juga ingat itu?
Bagaimana kalau kita mengundang guru desa kemari?
Bagaimana kalau kita mengundangnya sekali saja?/Jangan.
Ibu, bagaimana Korea?
Seperti apa?
Ibu belajar banyak hal.
Ibu mengingat banyak
huruf-huruf Korea.
Sarang!
Ibu, akhir-akhir ini belajar dengan giat.
Ayah tak tahu siapa yang lebih pandai, Sarang
ataukah ibu yang lebih pandai./Ibu!
Sarang!/Ibu!
Ibu!/Sarang!
Game kuis Korea antara ibu Shiho dan Sarang!
Siapakah yang akan jadi pemenangnya?
Untuk melihat siapa yang lebih pandai.
Ayah akan...
Ayah, Sarang menang.
Kalian harus meneriakkan nama jika tahu jawabannya.
Sarang!/Kau harus meneriakkan namamu.
Iya, iya!
Kita akan mulai.
Yang ini!/Sarang!
Sarang, ini apa?/Kupu-kupu!
Bagus!
Berikutnya./Sarang!
Sarang!/Kau harus melihatnya dulu.
Sarang!
Sarang!
Sarang.
Tupai!/Bagus!
Berikutnya!
Yang ini!/Ibu!
Kali ini gilirannya ibu.
Babi./Iya, bagus sekali ibu!
Sarang!
Kau tak ingin kalah?
Kenapa kamu menangis?
Berikutnya, berikutnya!
Yang ini!/Ibu!
Gajah!
[Tak ada belas kasihan jika kemenangan yang dipertaruhkan]
Kamu tidak boleh nangis.
Berikutnya! Tak ada waktu untuk menangis!
Bagaimana kalau ini?/Ibu!
Itu apa? Itu apa yah?
Jerapah./Apa?
Benar, jerapah./Jadi sama?
Jadi sama?/Iya.
Seharusnya aku mengatakannya!
Kamu tak boleh menangis, Sarang.
Sarang dapat 4.
Ibu dapat 3.
Siapa yang menang?/Sarang.
Sarang, lihatlah ini.
Kau harus meneriakkan namamu, oke?
Siap, mulai!/Sarang!
Sepatu!/Bagus!
[Sebuah pertandingan menegangkan, tak boleh ada kesalahan sedikitpun]
Yang ini/Ibu!
Gambar!
Apa kau bilang?/Gambar?
Salah!
Sarang, ini apa?
Jam!
Yeah!
Sarang!/Sarang, ini apa?
Gunting!/Bagus!
Kura-kura!
Ibu dalam masalah besar!
Sarang! Anak anjing!
Sikatan gigi.
Bukan.
Bukan, itu bukan sikatan gigi. Itu sikat gigi.
Ayo kita hitung kamu dapat berapa dan ibu dapat berapa.
Oke, ibu dapat
satu, dua
tiga
sepuluh, dan?
sebelas, dua belas!
Ibu dapat 12.
Berapakah yang didapat Sarang?
Kau hitung sendiri.
Satu
dua
sebelas./Yang keras.
12/12
13/13
16!/Wow, bagus sekali!
Siapa yang menang?/Sarang!
Yay!
Sarang, ayo kita yel-yel.
Satu, dua, tiga, yo!
Wow, bagus sekali!
Sarang tahu banyak kata.
Ibu, belajarlah lagi.
Iya!
Benar sekali!
Ibu mengerti.
Sarang tahu aku tak begitu fasih bicara Korea
jadi dia jarang bicara dengan aku dalam bahasa Korea.
Tujuanku adalah dia mulai bicara dengan aku dalam bahasa Korea.
Aku belajar
bahasa Korea dengan giat!
Sarang sudah selesai bertanding dengan ibunya.
Untuk pertandingan yang sesungguhnya, mereka datang ke tempat ini!
Sebuah olahraga yang membentuk tekad dan rasa persainganmu, tinju!
Mampukah Sarang melakukannya dengan baik?
Halo.
No comments yet. Be the first to leave one.