نخستین 189 خط.
Waktu masih sangat kecil,
Ibu Wan memberitahuku,
wanita terhormat di dunia ini adalah permaisuri.
Istana yang ditinggali permaisuri
bernama Istana Ning An.
Lalu aku bertanya pada Ibu Wan...
Seperti apa Istana Ning An?
Aku juga tidak tahu.
Aku duduk di bawah atap yang bocor di desa,
dan berpikir,
jika bisa menjadi angsa yang terbang di langit,
bisa terbang ke ibu kota yang makmur,
terbang ke dalam istana,
melihat Istana Ning An seperti apa,
alangkah bagusnya itu.
Kemudian,
aku benar-benar tiba di ibu kota.
Tapi semua yang terjadi,
berbeda dengan yang aku pikirkan.
Tempat yang makmur.
Medan perang.
Kekonyolan seumur hidup.
Pengorbanan cinta yang sia-sia.
Yang mencintaiku,
satu keluarga dibantai
dan membenciku.
Yang menolongku,
kerabatnya mati mengenaskan karenaku,
nyawanya sendiri dalam bahaya.
Yang aku selamatkan,
justru memberontak dan memaksa Kaisar turun takhta,
membantai kota kekaisaran.
Semua orang
ingin aku mati.
Pendosa, Zhou Yinzhi,
selir jahat, Xue Shu,
telah dieksekusi.
Pengkhianat, Xie Wei!
Beraninya kamu memberontak sewaktu Baginda
sakit parah!
Meskipun kamu mendapatkan negeri ini,
Keluarga Shen turun-temurun juga tidak akan mengampunimu!
Negeri Keluarga Shen.
Kalau begitu, akan kutunggu di sini.
Aku ingin melihat,
apa yang bisa kalian lakukan.
Kaum ningrat,
tidak ada seorang pun yang setia.
Negara tidak seperti negara, raja tidak seperti raja, pejabat tidak seperti pejabat.
Kota kekaisaran yang luar biasa.
Mulai hari ini,
kota kekaisaran dikendalikan oleh Pasukan Keluarga Yan.
Yang melanggar,
penggal!
Negara telah hancur.
Ibu kota telah jatuh.
Kini giliranku, si permaisuri jahat, dihukum mati.
Seumur hidup ini,
aku telah melakukan terlalu banyak kejahatan,
juga menanggung terlalu banyak karma.
Lebih baik,
gunakan satu nyawa yang tersisa ini
untuk melakukan kebaikan terakhir.
Terima kasih Tuan karena masih bersedia menemuiku.
Permaisuri, silakan katakan saja.
Tindakan Tuan kali ini,
setidaknya harus ada alasan yang masuk akal.
Aku bersedia mengakui kejahatan membunuh Kaisar.
Mulai sekarang, Anda yang menyelamatkan negara,
menjalankan pemerintahan
dan memilih kaisar baru.
Aku hanya memohon satu hal pada Anda.
Apa?
Seumur hidupku ini,
aku memanfaatkan terlalu banyak orang.
Tapi jika dihitung dengan teliti,
aku telah mengkhianati kesetiaan Yan Lin.
Yan Lin juga sudah balas dendam padaku.
Baginda masih hidup.
Aku masih seorang permaisuri.
Mana boleh kamu masuk tanpa izin?
Yan Lin, kamu sudah gila?
Saat Keluarga Yan dibantai di upacara kedewasaan,
kamu justru berkata padaku bahwa kamu ingin menjadi permaisuri,
aku sudah gila sejak saat itu!
Kenapa?
Apa kamu sudah lupa?
Kalau begitu, aku akan membuatmu
mengingatnya satu per satu!
Aku menggunakan Xue Dingfei
dan Zhou Yinzhi.
Mereka juga memanfaatkanku untuk naik jabatan.
Aku menjebak Shen Jie
untuk mencapai posisi permaisuri ini.
Tapi sekarang,
aku juga harus menemaninya mati
dan menuju akhirat bersama.
Aku tidak berutang pada mereka.
Namun, hanya satu orang.
Seumur hidup jujur dan adil.
Padahal dia tegas dan disiplin.
Akulah yang mengancamnya, memaksanya,
membuatnya salah jalan,
merusak reputasi setengah hidupnya.
Dia adalah seorang pejabat yang baik.
Harap Tuan Xie mengingat
budi Xuening memberi Anda darah
di perjalanan menuju ibu kota dahulu.
Tukarkan nyawaku
dengan nyawanya.
Biarkan dia hidup.
Menggunakan nyawa sendiri,
hanya untuk menukar nyawa Zhang Zhe?
Mohon Tuan menyetujuinya.
Baiklah.
Xie Wei.
Kamu telah membunuhnya.
[Istana Ning An ini pada akhirnya menjadi kuburan yang menelan tulang dan nyawanya]
Sayang.
Naskahnya sudah selesai ditulis?
Aku tidak ingin menulis lagi.
Ada apa lagi?
Apa kamu tahu
novel "Story of Kunning Palace"-mu ini,
sudah masuk peringkat pertama.
Kamu masih tidak senang?
Alur cerita ini
sama sekali bukan yang aku inginkan.
Lihatlah tokoh utama wanita yang sekarang
sudah menjadi seperti apa.
Ini sama sekali bukan
nilai-nilai yang ingin aku sampaikan.
Tapi keinginan pasar sekarang...
Sebelumnya kalian selalu menggunakan keinginan pasar untuk memaksaku.
Bersikeras harus menambahkan adegan menyedihkan.
Tapi Jiang Xuening adalah hasil jerih payahku,
tidak seharusnya dia berakhir seperti ini.
Aku ingin menulis sesuai pemikiranku.
Jika tidak, lebih baik aku membatalkan kontrak dan mengganti rugi,
daripada lanjut menulis.
Kamu jangan gegabah.
Asalkan kamu tidak berhenti memperbaruinya,
semuanya bisa didiskusikan.
Kalau begitu coba kamu katakan,
bagaimana kamu ingin mengubahnya?
Aku ingin
membuat Jiang Xuening membawa ingatannya di kehidupan ini
kembali ke masa lalu
dan mengalaminya sekali lagi
agar dia tahu apa kesalahannya,
dan apa yang telah dia abaikan.
Menebusnya dan memperbaikinya.
Juga supaya dia menyadari
apa yang sebenarnya dia inginkan,
jangan mengulangi kesalahan yang sama.
Jika tahu akan berakhir seperti ini,
untuk apa mengejar kehormatan
dan mencelakai hidup sendiri?
Lebih baik mengelilingi dunia,
melihat sungai dan gunung,
menjadi burung yang bebas.
Kali ini,
Jiang Xuening
tidak akan memasuki istana lagi.
Kurang ajar!
Apa yang kamu lakukan padanya?
Apa yang bisa kulakukan?
Kita semua laki-laki.
Sebenarnya apa yang terjadi?
Tadi aku masih berada di dalam Istana Ning An,
kenapa bisa tiba-tiba muncul di sini?
Tampaknya,
Shen Jie sepertinya belum naik takhta.
Keluarga Yan juga belum terkena masalah.
Apa sebenarnya yang salah?
Tidak.
Ini jelas-jelas kejadian saat aku berusia 18 tahun.
Tahun ini tahun berapa?
Lalu siapa aku?
Tahun ini adalah tahun ke-20 Wanzhen.
Ada apa denganmu, Ning Ning?
Kenapa mulai bicara yang tidak-tidak?
Yan Lin.
Aku masih ada urusan, aku pergi dulu.
Saudara Shen.
Tadi itu salahku.
Lain hari aku akan mentraktir Anda minum sebagai permintaan maaf.
Ning Ning!
Ning Ning! Saudara Jiang!
No comments yet. Be the first to leave one.