نخستین 134 خط.
Cerita Serial TV
Whaa!
Mare... Oi, Mare! Apa kau baik-baik saja?!
Mare-chan, Onii-chan dan kau...
...pernah berciuman 'kan?
Aku tidak mengatakan padanya!
Aiko-san mengatakannya padaku lewat telepon.
Kenapa kau tidak bilang padaku?
Ah, itu karena...
Kau sungguh jahat?! Menyembunyikan itu dariku!
Minami-chan, itu...
Diamlah!
Maafkan aku. Tapi, itu cuma...
Apa kau menyukai onii-chan?
Dipersembahkan Oleh Animakosia
Diterjemahkan Oleh tinopartahadi
Cerita Serial TV
Mare
Kekacauan Cokelat Cinta
Minggu 11 (Episode 65)
Penulis Cerita: Shinozaki Eriko
Musik: Sawano Hiroyuki
Narator: Toda Keiko
Tsumura Mare: Tsuchiya Tao
Tsumura Toru: Ooizumi Yo
Tsumura Aiko: Tokiwa Takako
Kuramoto Haru: Suzuki Sawa
Kuramoto Koichi: Sasai Eisuke
Teraoka Makoto: Tsukaji Muga
Kado Shin'ichiro: Guts Ishimatsu
Teraoka Kumi: Fuse Eri
Obara Maki: Nakagawa Shoko
Ikehata Wako: Ryo
Ikehata Daisuke: Yagira Yuya
Kontani Keita: Yamazaki Kento
Kuramoto Ichiko: Shimizu Fumika
Teraoka Minori: Kadowaki Mugi
Tsumura Ittetsu: Hayama Shono
Kado Yoichiro: Takahata Yuta
Asai Kazuya: Suzuki Taku
Ikehata Minami: Nakamura Yurika
Yano Toko: Shuko
Ikehata Daigo: Kohinata Fumiyo
Okesaku Ganji: Tanaka Min
Okesaku Fumi: Tanaka Yuko
さあ翔け出そうよ Saa kake dasou yo Ayo kita melambung tinggi.
今すぐに Ima sugu ni Sekarang juga
未来が今は遠くても Mirai ga ima wa toukute mo Walaupun masa depan masih terasa jauh saat ini
ひとりぼっちのままで Hitoribotchi no mama de Tinggal sendiri seperti ini...
泣く夜が続いても Naku yoru ga tsudzuite mo Menangis sepanjang malam
本当のわたしへ Hontou no watashi he Aku masih percaya pada diriku
風が強く冷たいほど Kaze ga tsuyoku tsumetai hodo Angin berhembus kencang dan dingin
教えてくれる Oshiete kureru Memberitahuku
出会うべき人のことを Deau beki hito no koto o Orang-orang yang harus kutemui
どうか希望の地図を Douka kibou no chizu o Tolong, bukalah dengan lembut
そっと開いてみてね Sotto hiraite mite ne Peta harapan yang terlihat
あたたかい未来たちが Atatakai mirai-tachi ga Masa depan yang hangat
僕らを待っているよ Bokura o matte iru yo telah menunggu kita.
Apa kau menyukai... Onii-chan?
Duh, bukan seperti itu...
Saat itu dia mabuk dan tidak mengingat apapun...
Dan yang terpenting, itu adalah pertama kalinya aku bertemu dengan Daisuke...
Jadi...Tidak ada maksud apa-apa 'kan?
Walaupun aku mabuk, aku tidak akan mencium seseorang jika tidak menyukainya...
Tidak, tidak! Tentu itu tidak ada maksudnya!
Baiklah, aku percaya padamu!
Maaf. Karena aku sensitif, jadi aku langsung menghajarmu.
Kau tidak terlukan 'kan?
Um...
Ah, kau disana, Mare-chan. Ini tentang jawabanmu yang tadi...
Ah, Minami.
"Jawaban"?
Kau sekarang pergilah kesana!
Kau mau berkencan atau tidak denganku? Apa jawabanmu?
Huh?
Aku tadi mengajakmu berkencan 'kan?
Tapi kau meninggalkanku tanpa memberikan jawaban.
Kenapa kau datang di waktu seperti ini...
Karena kau lari!
Apa? Apa? Kau menyatakan cintamu pada anakku?
Ayah, jangan sekarang...
Aku minta maaf, ayah.
Aku bukan ayahmu!
Ehh...
Onii-chan menyukai Mare-chan.
Tidak, Ini hanya salah paham. Bukan.
Aku tunggu jawabanmu nanti ya.
Oi, tunggu dulu! Oi, tunggu dulu!
Tunggu, oi!
Um...
Sudah cukup.
Selamat pagi, semuanya!
Selamat pagi.
Selamat pagi.
Ini adalah hari terakhir sebelum valentine.
Kita akan membuat 3 kotakf Opera Fierutes dan Cokelat Eclair.
Minami-san, tolong periksa dan beritahu kebutuhan yang kurang.
Iya.
Ah...Akhirnya aku tidak bertemu siapapun selama valentine.
Apa kau akan memberikan cokelat pada pengirim paket itu?
Bagaimana denganmu?
Huh?
Hubungan cinta seperti yang dikatakan oleh Chef.
Jangan-jangan, sejak hari itu kau belum menemukan seseorang yang mengajakmu pergi?
Aku tidak punya.
Eh? Kau punya kan?
Beneran?!
Mare-chan tidak mengatakannya, tapi sebenarnya dia itu sangat terkenal.
Minami-chan...
Aku tidak tertarik berkencan dengannya.
Jadi maksudmu biar aku bisa menyatakan cinta dengan tenang?
Itukah yang tertulis di catatanmu saat berhadapan dengan situasi seperti ini?
Bukan itu maksudku...
Mare-chan, kau ini benar-benar...
...tidak tahu rasanya jatuh cinta?
Jika saat itu onii-chan tidak datang...
...kau akan menyembunyikannya lagi dariku 'kan?
Aku tahu itu bukan salahmu,
...tapi, aku hanya tidak ingin melihat wajahmu.
Paket!
Terima kasih sudah terus membantu kami.
Ah, aku akan membawanya!
Bawa itu ke belakang!
Iya, permisi...
Ada apa, ayah?
Hentikan itu. Suasana hatiku sedang tidak baik mendengar bercandaamu itu.
Oh, begitu. Apakah kerjaanmu baik-baik saja?
Tidak baik-baik saja. Padahal aku sedang sibuk...
Tolong pesanannya!
Kau tidak mendengarkanku?
Karena ini restauran, jadi aku ingin memesan sesuatu.
Permisi.
Tolong, kopi.
Iya, baik.
No comments yet. Be the first to leave one.