è–闘士星矢 THE LOST CANVAS 冥王神話
نخستین 176 خط.
Ku ingin tau apakah takdir-ku
Menangkan semua pertarungan
Belum pernah ku rasakan
Kebenaran akan terungkap
Tanpa harus ada korban
Tak perlu hidup begini
Cinta kan penuhi dunia
dan berjaya selamanya!
Saint Seiya, kami memanggil-mu
Saint Seiya, bantu kami melewati
Kabut kebingungan
Gugusan ketakutan
Pusaran keraguan
Bawa kami ke dunia Athena
Kenangan lama kehilangan warna
Saat kulihat lukisan usang itu
Teman masa kecil-ku disana,
dengan senyuman yang sama.
Impian kami tenggelam
dalam selembar canvas
Warna yang tak pudar.
Saling berpegangan,
kita lalui hangat masa lalu...
Mengapa ada cinta & benci
Dalam kehidupan kita?
Bahagia & derita saling terjalin,
selamanya arungi masa muda.
dalam ikatan bunga~
nakushita iro wa tooi hi no kioku
furui e no gu no hako sotto akereba
osanai tomo ga itsumo ita yo ne
kawaru koto nai ano egao
futari de yume wo egaita
kokoro no CANVAS
mada iro asenai
kimi no te to boku no
te wo kasaneta hino nukumori
hito wa naze itoshisa to nikushimi wo
awase motte itsumo ikiru no darou
yorokobi to kanashimi wo karama setsumuida
seishun no towa no kizuna
hana no kusari yo
Tak ada ampun...
...Manusia!
Ini Situasi yang Gawat.
Gawat?
Jangan gunakan kata itu dengan santai.
Episode 18 Aku hanya ingin kau hidup
Aku menyerah...
Jangan bercanda!
Ini tidak ada apa-apanya dibanding Medan Perang!
Hey, Manigoldo.
Lepaskan dia.
Hentikan.
Yang Mulia!
Hey, Guru.
Bagaimana?
Aku sudah tambah kuat?
Mereka ini tak berguna.
Tak berguna... Apa maksud-mu?
Mereka tak tau soal Putus Asa.
Tak akan bertahan dalam Peperangan,
lebih baik mereka mati saja-lah...
Setelah ini temui aku.
Aku akan Melatih-mu.
Senang mendengar-nya, Yang Mulia.
Lama sekali.
Paus sudah bersedia untuk Melatih-ku.
Kehormatan besar aku jadi deg-degan.
Hanya bicara-mu saja yang jadi berkembang.
Lalu, latihan macam apa ini?
Apa kita akan ke Tempat Latihan?
Itu tidak perlu.
Disini?
Bagaimana...
Lho?
Apa ini?
Jiwa-mu (Roh) sudah keluar dari dalam tubuh-mu.
Coba jelaskan mengenai "Putus Asa" yang kau maksudkan itu, Manigoldo?
Tempat apa ini?
Apa-apaan sih?
Hey!
Kalian kenapa?
Kenapa menjatuhkan diri?
Hey!
Kematian.
Ada Juta-an Kematian,
bagi setiap Manusia.
Jadi jika terjatuh ke lubang, tidak akan dapat Kedamaian?
Tidak.
Underworld (Dunia Kematian) menanti di bawah sana.
Namanya "Neraka".
Neraka?
Mustahil...
Mereka sudah separah ini.
Namun masih saja Menderita...
akan berlangsung Selamanya?
Bukankah kau tau apa yang menunggu mereka di sana?
Aku harus bagaimana?
Apakah ini untuk Selamanya?
Manigoldo!
Manigoldo!
Lepaskan dia!
Tidak!
Dia sudah mati!
Walaupun kau selamatkan dia dari dasar lubang...
Tapi dia akan jauh lebih menderita kan?
Mati Menderita...
Tidak akan ku-biarkan dia mengalami-nya!
Lepaskan, Manigoldo!
Tidak!
Apa guna-nya aku hidup?
Warga desa-ku juga disini?
Mereka Mati Mengenaskan.
Percuma saja Latihan menjadi seorang Saint!
Ini semua Sia-sia!
Jangan pernah kau katakan hal itu dengan mudah-nya.
Apa kau lupa mengapa aku mengajak-mu ke Sanctuary?
Bukan untuk mengajarkan-mu Keputus Asa-an dalam hidup.
Justru karena aku ingin kau tetap hidup, Manigoldo.
Aku tak mengerti!
Setelah melihat semua ini?
Inilah mengapa kita harus melawan Hades.
Raja Underworld yang ada di dalam sana,
Dewa yang Mempermainkan Kehidupan seorang Manusia...
Rasakanlah, Manigoldo,
Jagat Raya dalam diri-mu.
Rasakan, tetap rasakan...
Maka kita akan Kalahkan Kematian.
Gawat? (Putus Asa)
Jangan gunakan kata itu dengan santai.
Kita harus berjuang!
Itu benar, Guru...
Aku percaya padamu.
Hei Manusia!
Karena Dosa Menentang Dewa...
...bayarlah dengan Nyawa-mu!
Sial...
Kekuatan-nya sungguh luar biasa!
Jika kami sampai Tersedot, maka...
Kenapa, Pak Tua?
Dimana Sesumbar-mu?
Semuanya sudah terlambat!
Manusia tak akan lolos dari Takdir...
...yang Dewa tentukan!
Pertama-tama si Bocah Ingusan.
Thanatos, terkutuk kau...
"PRAESEPE UNDERWORLD WAVES"!
Apa?
Tubuh Asli-mu ada di Elysium.
Jadi yang muncul disini adalah Bayangan Jiwa-mu.
Jika aku berhasil menyedot Jiwa (Roh) dari tubuh-nya,
aku pasti Menang.
Entah apa yang kau rencanakan,
tapi tak ada Manusia yang mampu Menyedot Roh Dewa.
Lancang...
Padahal ini cuma Roh-nya...
...tapi Kuat Sekali!
Jurus itu tak akan Mempan Untuk-ku!
Ternyata aku gagal.
Padahal sedikit lagi!
Ku-musnahkan kalian: Guru & Murid.
Apa?
Sial...
Sewaktu aku kecil, kau adalah Idola-ku.
Yang sangat aku Benci!
Tak disangka aku bisa Menghajar-mu disini.
Hey, Guru.
Aku senang ikut dengan-mu.
"PRAESEPE UNDERWORLD WAVES"! "PRAESEPE UNDERWORLD WAVES"!
Kurang ajar! Percuma saja!
Berapa kali-pun dicoba, aku tetap akan kembali.
Hingga kalian mati Kehabisan Tenaga!
Begitukah?
Kini kau-pun juga Sampah.
Wahai Baju Zirah-ku... kembalilah pada Tuan-mu.
No comments yet. Be the first to leave one.