نخستین 200 خط.
Sub bY VIU
Aku gila.
Ya, tapi
apa kamu percaya diri?
Kamu sungguh bisa mengobatiku?
Kamu tidak gila.
Kamu kesakitan.
Jika kamu mengakui bahwa kamu kesakitan
kamu bisa diobati.
Sepertinya kamu juga sakit.
Penyakit pekerjaan.
Semua orang yang kamu temui pasti tampak seperti pasien bagimu.
Tapi begini, aku tidak kesakitan.
Aku hanya pemarah.
Terima kasih atas tawarannya, tapi aku bisa mengurus diriku sendiri.
Sampai jumpa.
Dokter macam apa yang mengumpulkan pasiennya sendiri?
Mungkin seharusnya aku bilang bahwa aku sudah menemui dokter.
Nona Han menolak untuk diobati.
Kurasa akan butuh waktu.
"Ji Young Won"
Lalu kenapa jika butuh waktu?
Tidak apa-apa selama kamu tidak menyerah.
Dokter yang buruk bukanlah orang yang tidak kompeten
melainkan orang yang menyerah. Kamu tahu itu, bukan?
Dia memerasku atau bagaimana?
"Episode 5"
Halo.
Apa tidurmu nyenyak?
Pergi. Pergilah.
Pergi.
Pergilah. - Semalam
dia tidak tidur sama sekali.
Pergi.
Pergi. Pergilah.
Kamu masih tidak mau makan dan hanya mengudap?
Berikan saja obatku.
Tidak usah bertanya.
Jika terus tidak mau bicara, kamu tidak akan bisa diobati.
Halo.
Apa Dokter Park meneleponmu?
Kamu juga ditelepon?
Tumben sekali dia membutuhkan kita.
Ini mungkin mengenai pasien darurat.
Sung Min Ho. 32 tahun. Pria.
Beberapa hari lalu, dia datang ke UGD karena sakit perut.
Karena gastroskopi dan sinar-X menunjukkan
adanya substansi asing di perutnya, dia dibawa ke ruang operasi.
Ternyata dia mengidap pika.
"Pika. Gangguan makan saat seseorang ingin memakan hal selain makanan"
Pak, zat asing apa yang ditemukan di dalam perutnya?
Kertas.
"Sung Min Ho"
Dia menelan rumah utuh.
Kurasa aku mengenal pasien ini.
Bagaimana bisa?
Sung Min Ho!
Ayah.
Dasar bocah menyedihkan.
Ada apa denganmu?
Kapan kamu akan menjadi manusia yang layak?
Maafkan aku.
Dia tampak sangat gugup.
Aku ingin kamu merawat pasien ini.
Baik, Pak.
Bagaimana keadaan Hwang Bo Young?
Aku sudah meresepkan obat untuknya.
Siproheptadin antihistamin
dikatakan dapat menekan serotonin
untuk mengendalikan perasaan kenyang dan meningkatkan nafsu makan.
Jadi, aku sedang menyelidikinya.
Aku juga menjalani psikoterapi
tapi aku belum bisa berbincang dengannya.
Pokoknya, awasi pasien itu.
Baik.
Selamat bekerja.
Baik, Pak.
Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
Aku juga pergi. - Baiklah.
Kerja bagus. - Kamu juga.
Dia benar-benar makan banyak.
Di mana dia sekarang?
Aku sudah berniat untuk pergi
saat aku disuruh pergi ke Psikiatri.
Aku terkejut.
Kenapa? Kamu merasa tidak nyaman?
Ketimbang merasa tidak nyaman
lebih tepatnya aku tidak memahami alasannya.
Kamu makan kertas?
Itu disebut pika
dan itu adalah gangguan makan.
Itu disebabkan oleh perasaan depresi atau kegelisahan.
Aku ingin mengobrol.
Kamu sering makan kertas?
Itu kali pertama.
Bagaimana rasanya? Aku belum pernah mencobanya.
Ada beragam jenis kertas. Teksturnya berbeda-beda.
Ada yang rasanya agak manis.
Kamu tahu persis bahwa ini percobaan pertamamu.
Apa lidahmu sangat sensitif terhadap rasa?
Kenapa kamu memakannya? - Karena...
Mungkin
aku penasaran dengan rasanya.
Apa terjadi sesuatu sebelumnya?
Bisa ceritakan kepadaku?
Aku bekerja di perusahaan kerajinan kertas.
Kami membuat bangunan miniatur dari kertas
dan menyuplainya ke museum kertas atau rumah contoh.
Kurasa saat itulah aku merasa lapar.
Miniatur itu seharusnya diserahkan pada hari itu.
Siapa yang melakukan ini? - Apa yang terjadi?
Astaga. - Siapa yang melakukan ini?
Ada apa dengan miniaturnya? - Kita bekerja keras untuk ini.
Benar sekali. - Kacau sekali.
Kamu orangnya? Kamu yang melakukannya?
Dasar psikopat. Apa kamu gila?
Apa? - Ada apa?
Aku tidak bisa bernapas dan... - Min Ho!
Aku pingsan.
Seperti apa ayahmu?
Ayahku?
Dia orang yang paling kuhormati di dunia ini.
Dia memulai dari nol dan berhasil.
Orang sepertiku bahkan tidak bisa meraih kakinya.
Kapan aku akan menjadi manusia yang layak?
Aku selalu merasa bersalah kepada ayahku.
Aku melihat di foto bahwa kamu menelan rumah utuh.
Bagaimana bisa begitu?
Bagaimana jika itu tersangkut di tenggorokanmu?
Aku tidak ingin mengunyah rumahnya.
Aku tidak mau rumah itu rusak.
"Tapi suatu pagi, kabut sangat tebal"
"Dan kami diseret"
"Oleh para pria berpedang"
"Kami tidak tahu kenapa atau ke mana kami akan dibawa"
"Tidak ada yang memberi tahu kami"
"Sama seperti negara kita"
Kamu pandai bernyani dan bisa berakting
tapi skandalmu menggangguku.
Coba lagi begitu skandalmu sudah basi.
Omong kosong!
Hei, kudengar kamu akan mengadakan acara.
Kamu butuh aktris?
Aku memenangkan Pendatang Baru Terbaik Wanita.
Apa maksudmu kenapa aku menerimanya?
Kenapa aku harus menolak penghargaan itu? Apa salahku?
Beraninya kamu mengatakan itu kepadaku?
Selamat menikmati. - Terima kasih.
Bisakah kami memesan? - Tunggu sebentar.
Boleh minta air?
Silakan ambil sendiri. Maaf.
Apa makanan kami belum jadi? - Sebentar lagi.
Aku datang.
Aku akan menerima pesanan kalian.
Dua daging tumis pedas. - Dua daging pedas.
Kamu mau minum?
Meja yang mana? - Nomor dua.
Baiklah.
Bisa pesan menu tambahan? - Ini.
Tunggu sebentar.
Pasti terjadi sesuatu hari ini.
Sung Min Ho!
Aku tidak ingin mengunyah rumahnya.
Aku tidak mau rumah itu rusak.
Hei.
Sung Min Ho pernah dirawat karena gangguan kecemasan tiga tahun lalu.
Apa penyebabnya?
Ketakutan pada ayahnya.
Jika itu tiga tahun lalu, bukankah dia sudah sembuh sekarang?
Justru bisa dibilang itu memburuk.
Umumnya, pika dialami oleh
anak-anak usia 1 hingga 4 tahun, bukan orang dewasa.
Tiap kali Sung Min Ho cemas
dia gagap
dan mengunyah kukunya.
Semua itu adalah gejala yang umum ditemukan pada anak-anak.
Menurutku, pika berkaitan dengan kecemasannya.
Terlebih lagi, dia menelan rumah utuh
karena keterikatan pada rumah itu.
Kita harus berasumsi dia trauma saat kecil.
Dalam kasus ini, orang yang membutuhkan perawatan
adalah orang yang menyebabkan trauma, bukan korbannya.
Dokter Lee. Apa maksudmu?
Untuk mengobati Sung Min Ho
kita harus mengobati ayahnya lebih dahulu.
Bagaimana kita bisa mengobati orang yang apatis?
Mencari solusi
adalah tugas kalian, bukan?
Hai, Ji Sun, ini aku.
Halo. - Selamat datang.
Lama tidak bertemu, Dokter Lee.
Sudah lama, ya?
Woo Joo, kamu juga datang? - Ya.
Apa dia aktris musikal yang waktu itu...
Ya, itu aku.
Aku kehilangan pekerjaan karena itu dan kini bekerja di sini.
Maafkan aku.
Silakan bergabung dengan kami jika belum makan.
Pekerja paruh waktu tidak boleh makan dengan pelanggan.
Kamu mau makan apa?
No comments yet. Be the first to leave one.