نخستین 200 خط.
"Acara ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Lee Young Eun"
"Park Ha Na"
"Choi Jung Won, Kim Dong Jun"
"Park Chan Hwan, Yang Mi Kyeong"
"Im Chae Moo, Lee Jong Nam, Kim Do Yeon"
"Nam Neung Mi, Baek Soo Ryun, Lee Joon Young"
"Bae Seul Ki, Min Ye Ji, Park Ha Joon, Lim Ji Kyu"
"Still Loving You"
Ini meleleh di mulut ibu.
Ibu menyukainya?
Ibu merasa dimanja.
Ada apa?
Tidak apa-apa.
Aku merasa bersalah, tidak bisa sering melakukan ini dengan Ibu.
Jangan khawatir.
Kita bisa melakukan ini lebih sering.
Benar.
Kenapa Ibu tidak makan?
Kurasa berat Ibu turun.
Itu bukan hal yang perlu dikhawatirkan.
Ibu hanya lelah karena menyiapkan acara itu.
Ibu.
Kenapa Ibu tidak berhenti bekerja?
Jangan bodoh. Kita membutuhkan uang.
Kita memerlukannya untuk biaya kuliah Eun Ho,
biaya hidup kita,
dan biaya pernikahan kalian berdua.
Ibu akan memerlukan banyak uang.
Aku akan menyiapkan pernikahanku sendiri.
Eun Ho juga tidak akan memerlukan bantuan Ibu.
Aku yang akan membayar biaya kuliah Eun Ho.
Ada apa denganmu?
Aku hanya tidak ingin Ibu bekerja sangat keras.
Ibu sudah mengalami banyak kesulitan.
Nenek tidak akan mengoceh jika Ibu hidup nyaman.
Ibu tidak pernah merasa ini berat.
Ibu selalu kasihan kepadamu.
Maksudku
Ibu bisa mencari pekerjaan paruh waktu jika bosan.
Aku hanya membencinya.
Aku benci karena Ibu harus menunduk kepada para pelanggan,
dan Ibu harus meminta maaf meski tidak melakukan kesalahan.
Kamu masih kesal soal pelanggan kemarin?
Sebaiknya kamu melupakannya.
Kebanyakan pelanggan tidak begitu. Ada banyak juga yang baik.
Dia masih remaja.
Pelanggan kejam yang membeli gaun itu masih remaja.
Bagaimana kamu tahu?
Usianya pasti setidaknya 21 atau 22 tahun.
Dia muridku.
Aku wali kelasnya.
Benarkah?
Ya.
Apakah itu lucu?
Kamu ingin ibu menangis saja?
Dia sengaja melakukannya kepada Ibu
karena mengetahui bahwa Ibu adalah ibuku.
Menurut ibu memang aneh.
Sekarang semuanya menjadi jelas.
Aku mengetahuinya hari ini.
Kenapa Ibu tidak memberitahuku?
Itu bukan sesuatu yang pantas dibanggakan.
Aku membencinya. Teganya dia melakukan itu?
Aku bahkan tidak bisa membayangkannya.
Dia hanya masih terlalu muda.
Kamu wali kelasnya.
Kamu harus membimbingnya dengan baik.
Itu tugasmu.
Kini ibu akan melihat apakah kamu bekerja dengan baik.
Ibu bisa mengetahuinya dari sikap anak itu.
Benar?
Ibu, tapi...
Jangan khawatir.
Yang sungguh membuat ibu khawatir adalah...
Ada apa?
Tidak ada apa-apa.
Seandainya nenekmu dan Eun Ho ada di sini bersama kita.
Kita bisa datang bersama mereka lain kali.
Aku yakin Eun Ho sering pergi ke banyak restoran bagus lainnya.
Benarkah?
Akan menyenangkan pergi bersama keluarganya.
Ini.
Aku akan menyuapi Ibu.
Bersulang. - Bersulang.
Ini. Minumlah satu lagi.
Kamu harus terus minum.
Bersulang.
Hei, pelan-pelan.
Wanita lebih menarik jika tidak minum terlalu banyak.
Pria paling benci peminum berat sepertimu.
Dengar. Aku juga membencimu.
Kamu bahkan tidak seperti pria.
Aku tidak akan menerimamu.
Jangan pernah mempunyai perasaan romantis terhadapku.
Aku tidak menyukai wanita
yang pemilih, lugas, dan dingin sepertimu.
Tidak ada yang menyukai wanita sepertimu.
Karena itu kamu tidak mempunyai pacar.
Seorang pria harus maskulin,
dan wanita harus feminin.
Astaga, kamu kekanak-kanakan sekali.
Memangnya bagus membeda-bedakan antara pria dan wanita?
Jika kamu begitu maskulin,
kenapa pingsan saat melihat kadaver itu?
Kamu sangat maskulin, bukan?
Aku tidak pingsan karena itu.
Aku hanya sangat lapar.
Karena itu, aku pingsan.
Baiklah. Terserah kamu.
Minumlah, pria tangguh.
Dia sungguh seperti hantu. Hantu peminum.
Apa karena kamu pria? Begitukah?
Kenapa pria berpikir mereka lebih hebat daripada perempuan?
Penciptalah yang salah sejak awal.
Jadi, Dia menciptakan perempuan memakai tulang rusuk Adam?
Apakah ada bukti ilmiahnya?
Tunjukkan buktinya jika ada.
Apa yang pernah pria lakukan untuk membantuku?
Apa yang sudah kalian lakukan untukku?
Apa?
Kamu.
Apa yang kudapatkan?
Dirimu sendiri.
Ayahmu adalah pria, dan dia menciptakanmu.
Itu benar secara ilmiah.
Itu benar.
Ayahku menciptakanku.
Kamu pintar.
Omong-omong, kamu mengenalku?
Apa?
Kemarilah.
Ayo.
Aku menyukaimu karena kamu pintar.
Tolong lepaskan aku.
Ayo pergi. - Ke mana?
Ayo pergi makan sesuatu agar aku tidak mabuk.
Aku tahu restoran yang bagus.
Ayo pergi.
Lepaskan aku. - Ayo kita naik bus.
Ayo pergi.
Anda menikmati hidangannya?
Ya, aku sangat menikmatinya.
Kamu memakai kacang Korea?
Tentu. Kata orang, makanan Korea paling baik untuk orang Korea.
Kacang Korea memang bagus.
Boleh aku minta ini satu?
Tentu saja.
Anda tahu
di pertanian, kami mempunyai... Anda tahu tempayan, bukan?
Kami menyimpan ini di tempayan agar terfermentasi secara alami.
Siapa pun bisa menjadi koki yang hebat dengan ini.
Ini.
Kenapa tidak mempromosikan restoranmu di televisi?
Kamu harus memasak dengan hatimu.
Jika terlalu banyak pembeli, hasilnya tidak akan sama.
Kami bisa kehilangan pembeli
dan makanan kami tidak akan terasa enak.
Tolong tanda tangan di sini.
Baiklah.
Ini bonnya.
Terima kasih. - Terima kasih. Datang kembali.
Terima kasih.
Astaga. Baiklah.
Semuanya, kerja bagus.
Ayo kita tutup.
Aku pulang.
Kamu bau alkohol.
Kamu harus menjaga sikapmu.
Kamu pulang terlambat dan mabuk.
Wanita berhak untuk minum, sama seperti pria, Ayah.
Beraninya kamu...
Tunggu sebentar. Kamu siapa?
Kamu siapa?
Apa?
Halo, aku kuliah di universitas yang sama dengannya.
Itu benar. Aku membawa dia kemari.
Ayah, kami datang ke sini sebagai pembeli.
Kami minta dua porsi dwenjangjjigae yang lezat.
Ayo kita duduk di sini.
Kemari dan duduklah.
Aku akan pergi sekarang.
Baiklah.
Terima kasih sudah mengantar dia pulang.
Sampai jumpa. - Kamu mau ke mana? Duduklah.
Bisakah kami memesan dwenjangjjigae sekarang?
Hentikan. Kamu mabuk.
Ayah tidak membesarkanmu seperti ini.
Kamu harus fokus pada pelajaranmu.
Beraninya kamu mempermalukan keluargamu?
Ayah.
Aku agak mabuk.
Marahi aku besok saja.
Kamu tidak bisa... - Aku akan pulang sekarang.
Berhenti... - Sampai jumpa.
Sampai bertemu besok, Semuanya. Pastikan kalian mengunci pintunya.
Baiklah. - Baiklah.
UTS dimulai 4 Mei. Belajarlah untuk ujiannya.
Jangan tertidur dan tetaplah fokus saat pelajaran.
No comments yet. Be the first to leave one.