D-Day

D-Day (디 데이)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

[JTBC] D-Day E18 151114 HDTV H264 720p-WITH
ناشر t0t0r0
Do NOT reupload my subtitles to ANY website w/o my consent. IF YOU WANT TO RESYNCH THE SUBTITLE, DO NOT REMOVE NOR REPLACE THE CREDIT/MARKING. Thx.

برچسب‌ها

HDTV
hdtv
720p
720
HD
تاریخ انتشار: 2015-11-15
تعداد دانلود: 61
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Negara tidak akan melupakan pengorbanan kalian.

Kenapa Daejang-nim mau masuk ke Gongdong-gu Yeouido?

Pengalamanku paling banyak. Seorang daejang harus menjadi pelopor.

Bukankah katanya jika salah langkah berarti maut?

Harus tegar seperti halnya Ayah.

Tidak peduli apapun yang terjadi, mengerti?

Kelak begitu Ibu membuka mata,

Ibu harus lihat ya?

Hubunganku dengan Hyeong sangat buruk.

Semoga kelak Ibu bisa mendamaikan kami.

Ayah!

Putriku menderita di tempat asing,

sebagai seorang Ayah, mana mungkin aku tidak datang melihatnya?

Ayah, apa yang terjadi?

Gara-gara aku, Ayah datang ke Seoul dan terluka.

Operasi kali ini dipegang olehku.

Saem, kenapa bisa kau di sini?

Kau tidak akan mengoperasi ayahku?

Jeong Ttol Mi, aku tidak bisa mengoperasi ayahmu.

=Episode 18=-

-=Episode 18=- Dokter Yoo Myeong Hyeon yang akan mengerjakan.

-=Episode 18=- Saem, orang ini hanya aneurisma aorta abdominalis, belum ruptur.

Saem, orang ini hanya aneurisma aorta abdominalis, belum ruptur.

Jika bagian besar itu ruptur,

tinggal kasih dia obat hipertensi saja untuk mengontrol tekanan darahnya,

dia masih akan bisa bertahan beberapa saaat.

Tapi organ dalam abdominal Ayahku ruptur.

Saem juga sudah lihat sendiri.

Aku tahu, tapi pasien ini akan segera mengalami ruptur.

Anu, demi pasien yang belum mengalami ruptur...

Jika neurisma aorta adbominalis ruptur di lapangan,

dia tidak akan bisa bertahan sampai sekarang.

Jika Ayahku tidak segera dioperasi,

dia akan meninggal, Saem.

Aku tidak percaya pada dokter Yoo Myeong Hyeon. Lebih baik Saem saja yang melakukan.

Jeong Ttol Mi...

Mau bilang aku terlalu menggunakan perasaan ataupun sudah gila, aku tidak peduli.

Tapi kau tidak boleh menyerahkan Ayahku

ke tangan seorang dokter yang mengoperasi pasien dengan mulut.

Lebih baik kau saja yang mengerjakannya. Kumohon.

Jika aneurisma dia ruptur, tidak ada orang yang bisa menyelamatkan dia.

Sebelum itu terjadi, dia harus segera dioperasi.

Kan belum ruptur? Lagipula tidak pasti akan ruptur.

Tidak bisa percaya begitu saja pada resiko yang mungkin tidak akan terjadi.

Jeong Ttol Mi, kata-katamu ini tidak ada bedanya dengan menyuruhku menjadi pembunuh. Tidak boleh begitu.

Sekalipun Yoo Myeong Hyeon melakukan operasi dengan mulutnya,

setidaknya dia masih memiliki kompetensi melakukan operasi peritoneal seperti ini.

Seorang dokter harus melalui berbagai pengalaman dan kasus.

Dengan begitu baru bisa berkembang.

Kasus?

Ayahku hanyalah merupakan

sebuah kasus yang membantu Yoo Myeong Hyeon untuk berkembang?

Jeong Ttol Mi!

Kau benar-benar tidak bisa?

S

Su

Sub

Subt

Subti

Subtit

Subtitl

Subtitle

Subtitle

Subtitle o

Subtitle ol

Subtitle ole

Subtitle oleh

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh:

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~

Subtitle oleh: ~ D

Subtitle oleh: ~ Da

Subtitle oleh: ~ Dar

Subtitle oleh: ~ Dark

Subtitle oleh: ~ DarkS

Subtitle oleh: ~ DarkSm

Subtitle oleh: ~ DarkSmu

Subtitle oleh: ~ DarkSmur

Subtitle oleh: ~ DarkSmurf

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfS

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSu

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub I

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub In

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Ind

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indo

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indon

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indone

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indones

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesi

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia

Subtitle oleh: ~ DarkSmurfSub Indonesia ~

Subtitle oleh: ~ Dark Smurf Sub Indonesia ~

Diterjemahkan oleh: ~ to to ro ~

Penasehat Medis: ~ d r . a l i e n ~

Daejang-nim, tolong pertimbangkan lagi.

Kumohon.

Gongdong-gu itu berkelok-kelok bagaikan labirin capung.

Lagipula di sana tidak ada oksigen sama sekali. Harus menggunakan tabung masker sebelum masuk.

Tapi dengan hanya mengandalkan satu tabung oksigen Daejang

tidak akan bisa bertahan lebih dari 30 menit.

Sudah pernah kulakukan sebelumnya. Tidak ada masalah.

Masuk 10 menit, keluar 10 menit, kerja 10 menit.

Setelah turun langsung melakukan pengelasan, habis itu aktifkan saklarnya dan langsung keluar.

Saklar utamanya saja sudah rusak. Apa yang mau diaktifkan?

Kan masih ada ini?

Apa bisa dengan itu saja?

Kapan kau meninju Goo Ja Hyeok?

Kenapa sekarang...

Tempat seperti apa Yeouido itu?

Katanya markas pusat keuangan negara.

Jika Gongdong-gu sudah normal, Seoul baru bisa normal.

Kenapa harus kita?

Bukan juga menolong orang yang sekarat.

Kau tidak lihat rumah sakit karena aliran listrik terputus

banyak pasien yang meninggal?

Aku tetap merasa ini terlalu berbahaya.

Tolong dipertimbangkan lagi, Daejang-nim.

Cukup! Sudah kuputuskan. Kalian jangan ribut-ribut lagi.

Dukung dengan benar dari luar, mengerti?

Jika memang harus kita yang masuk, biar aku saja.

Aku yang turun, aku!

Aku yang Daejang, aku yang turun.

Kalian ingin aku menjadi daejang

yang karena takut bahaya anak buahnya yang disuruh turun?

- Cha In Na, Cha In Na! - Ya?

Baju selamnya bawa ke sini! Aku mau tukar baju dan turun ke bawah.

Iya.

Tidak kelihatan ada pendarahan di bagian lain.

Limpanya ruptur. Dokter Jeong, sebaiknya dijahit saja.

Dokter utamanya adalah kau.

Karena kau adalah keluarga pasien, jadi kutanya padamu.

Jika diangkat, sudah pasti gampang.

Tapi ini adalah organ tubuh karunia Tuhan.

Menurutku dijahit lebih baik daripada diangkat. Ini pendapatku.

Bagaimana aku bisa mengambil keputusan?

Lebih baik Saem saja yang mengambil keputusan.

Oke, kalau begitu dengan sepasang tangan yang dikaruniai Tuhan aku akan membuat jahitan yang rapi.

Dokter Jeong, perhatikan bagaimana cara aku mengerjakannya.

Perawat Park Ji Na, jarum.

Saem! Kau merobek limpanya.

Tidak apa-apa. Limpa itu memang organ yang mudah robek.

Bukan masalah besar. Sudahlah, fokus.

Ganti jarum.

Baik, aku pasti bisa melakukannya dengan baik.

Robek lagi? Lagi?

Aigoo!

Bisa gila aku! Saem, jangan kau bikin robek lagi!

Jangan kau bikin robek lagi!

Kenapa begitu gampang robek?

Sepertinya limpa Aboenim rapuh sekali.

Harus cepat! Tekanan darahnya tidak normal.

Menurun terus.

Klem hemostat.

Intuisi dokter sungguh tepat.

Kau bilang akan ruptur ternyata benar ruptur.

Intuisi itu sangat penting.

Kondisi dinding pembuluh darahnya sangat buruk.

Dinding bagian dalamnya sangat tebal.

Makanannya tidak dijaga.

Kolesterol.

Pisau bedah.

Arteri buatan.

Sebelah sini, sebelah sini.

Harus masuk bersamaan.

Iya.

Arteri buatan berhasil dimasukkan a normal.

Benang jahit vaskular.

Bagus.

Arteri yang berada di bawah klem mengalami ruptur.

Apa?

Tahan baik-baik!

Aku ingin bisa menjahitnya dengan benar, tapi tidak berhasil.

Sepertinya harus diangkat.

Cepat angkat. Mungkin dengan demikian akan bisa menyelamatkan ayahku.

Ya kan? Ji Na juga sependapat, kan?

Berhubung kalian semua sependapat denganku,

akan aku angkat.

Ji Na, pisau bedah.

Aku sangat ahli dalam hal reseksi.

Kenapa begitu? Kenapa tidak patuh? Susah sekali.

Darahnya muncrat!

Mataku! Mata!

Kau tidak apa-apa, dokter Yoo?

Cepat berdiri!

Mataku.

Kau merobek aorta abdominalisnya!

Perawat Park, segera minta dokter Lee ke sini.

Cepat! Cepat!

Cepat bangun kau!

Mataku.

Ayah... ayahku akan mati.

Bukan salahku. Apa yang terjadi sebenarnya?

- Semua ini gara-gara kau! - Aku jadi kaget.

Masih belum sempat dipakai klemnya sudah robek duluan.

Sudah ketemu. Klem!

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left