نخستین 200 خط.
Lebih sepi dari kuburan Paiute.
Ada apa?
Orang di sana itu sangat lamban.
Aku kasihan dengannya. Selalu di sana dan tak pernah bisa berbuat apa-apa karenanya.
Aku yakin dia bisa dapat yang lebih baik.
Membual.
- Kalian pesan apa? Wiski? - Apa yang kau punya?
- Wiski. - Kau pernah perhatikan orang ini?
Sepanjang musim dingin ini aku terus berpikir... yang dia punya cuman wiski.
- Tak enak, kan? - Tak enak.
Dua gelas dan satu botol.
Jadi apa yang kalian pikirkan?
Adakah sesuatu yang harus kupikirkan?
Demi kebahagiaan kalian.
Dia orang yang ramah, kan?
Dia kemari cuman ingin tanya apa kekasihnya masih ada di kota.
Kekasihnya? Jika yang kau maksud itu Rose Mapen, tidak.
Dia pergi ke San Faransisco dengan kereta pertama musim semi ini.
Bohong. Dia bilang dia akan menunggu.
Itu benar.
Kota yang menyebalkan.
Kurasa mereka yang sudah menikah telah meninggalkannya.
Oh, tak bermaksud menyinggung dan menghina.
Mereka hanya buat perasaan dia tak nyaman.
Tidak jika dia pernah berbuat sesuatu, tapi...
mereka hanya tak bisa menghilangkan kekhawatirannya.
Lagipula apa yang bisa dilakukan di kota ini.
Kecuali kalian bisa terima kenyataan lalu melamar putri Drew.
Kami tak bisa.
Satu-satunya perawan tua yang aku tahu berusia 82, buta, dan seorang wanita Indian.
Menyisakan kalian lima pilihan.
Makan, tidur, minum, main poker, atau berkelahi.
Atau kalian bisa bermain bilyar. Aku ada meja baru di ruang belakang.
Itu bagus.
- Kulihat Risley masih di sini. - Sherif?
Kupikir dia tak pernah pergi lebih dekat dari Reno kecuali ada panggilan tertentu.
Itu apa tentang pencurian ternak warga yang pernah kami bicarakan kemarin?
Bisa jadi.
Sepertinya mereka mudah tersinggung, huh?
Mereka tak suka membahasnya kecuali dengan wanita yang mereka tiduri.
Takut mereka tahu itu orang yang mereka kenal?
- Mungkin. - Mereka kehilangan ternak lagi di musim semi ini?
- Sepertinya. - Berapa banyak?
- Kira-kira 600 ekor. - Mereka sudah dapat petunjuk?
Mereka menemukan suatu jejak dan berdasar dari jejak kudanya
ada di south draw.
Apa tak ada yang tahu jika ada orang asing di sini?
Tentu. Tak ada seorangpun.
Selain kalian berdua.
- Itu tidak lucu. - Sekarang siapa yang mudah tersinggung?
Kau berbicara tentang urusanku. Kau merusak kesenanganku.
Tak bermaksud menyinggung, Carter. Aku hanya ingin kalian tahu di mana kalian berada.
- Dengar... - Tenangkan dirimu, Gil.
Dia telah minum lima gelas wiski, dan dia marah dengan Rose Mapen.
- Hentikan bicaramu tentang Rose. - Baiklah, Gil.
Aku hanya bercanda. Kau bisa diajak bercanda, kan?
Tentu aku bisa diajak bercanda. Beberapa candaan.
Kalian apa tak tahu jalan?
Tak lebih dari penjelasan musim dingin dan anjing hutan.
Kau tak punya tanggapan sama sekali, Farnley?
Selain tak punya tanggapan.
Perjelas.
Ada banyak hal di sini yang belum jelas.
Kau masih membicarakan tentang pencurian ternak?
Dan orang asing.
Dia terlihat bahagia.
Dia hanya butuh latihan.
Kapanpun dia kehilangan semangat atau pikirannya gelisah,
Dia tak merasa membaik hingga dia terlibat perkelahian.
Tak peduli dia menang atau tidak.
Dia merasa membaik lagi setelah itu.
Apa dia masih di sini?
Astaga! Sekarang aku harus memulainya kembali.
Ada yang sedang terburu-buru.
- Darby menggunakan tinjunya? - Tidak, dengan botol.
Tak masalah kalau begitu.
- Hey, hentikanlah Farnley. - Kenapa aku harus hentikan?
Karena kau pukul dia sangat keras. Kau buat dia terlihat bodoh.
- Sungguh aku telah permalukannya? - Kupikir kau sudah patahkan lehernya.
Jangan bercanda.
- Itu tak baik... - Tertembak tepat di kepalanya.
Di mana kejadiannya?
Di ujung tenggara lembah, 8 mil dari peternakannya.
- Kau melihatnya? - Tidak, pak, tapi Olsen melihatnya.
Dia tergeletak di tempat cucian di siang hari,
tertembak tepat di kepalanya.
Kapan?
Kira-kira pukul dua, tapi dia pasti tertembak lebih awal,
karena mereka membawa kudanya melewati jalan peternakan.
- Ada ternak yang hilang? - Mereka tak bilang.
Ada banyak orang yang sedang bekerja di sana.
- Olsen yang menyuruhmu menemui kami? - Tidak, pak. Dia terburu-buru,
dia berteriak padaku untuk menemui sherif.
Hey, Jeff. Jeff...
- Pencurian ternak? - Sepertinya.
- Siapa yang mereka bunuh? - Kinkaid.
Kinkaid? Teman Farnley?
Ya.
Mereka bekerja sama-sama sejak mereka kecil.
Sejak dari Panhandle hingga ke lembah Jackson's Hole.
Tentu, aku mengenalnya.
Pendek, orang Irlandia gelap. Tak banyak bicara. Suka bernyanyi.
Mereka akan terus mengejarnya hingga bisa menangkap orang yang membunuh Larry Kinkaid.
Hukuman mati tanpa pengadilan?
Begitulah.
Ada banyak pasir, tapi ketika dia marah, dia kalap!
Sebentar, Jeff! Jangan terburu-buru.
Sekalipun mereka pergi lima jam lebih awal.
Butuh jarak 500 mil untuk sampai ke perbatasan pertama.
Lagipula pasti ada kawanan mereka di sana.
Itu tak bisa membantu Kinkaid saat ini, membuat dirimu sendiri terbunuh.
Anak itu, Greene, tak tahu ke arah mana mereka pergi.
- Sebaiknya tunggu hingga kita tahu apa yang bisa kita lakukan. - Kami sependapat denganmu tentang Kinkaid, kau tahu itu, nak.
Hanya kami butuh waktu untuk membentuk pembantu polisi dengan baik.
Agar saat kita berangkat kita yakin apa yang kita kejar.
Baiklah. Bentuklah pembantu polisi kalian.
Sebaiknya ada yang menemui sherif lebih dulu. Dan hakim Tyler.
Yang kami mau adalah Tyler dan persidangannya.
Ya, orang yang bisa selesaikan tugas dengan cepat tanpa dokumen resmi dan yang lainnya.
Ingat, ini bukan hanya pencurian ternak. Ini pembunuhan.
Tunggu sebentar, kalian semua.
Jangan pergi membawa senjata dan berbuat sesuatu yang akan kita sesali.
Kita ingin bertindak dengan alasan yang jelas dan cara yang masuk akal,
bukan seperti warga yang tak taat hukum.
Masalahnya itu dirimu, Davies, kau jadi penjaga toko terlalu lama.
Kau tak melihat adanya keuntungan.
Jika ada di antara kalian ditawari beli tali darinya...
Kalau kami pergi, kau pergi dengan kami, gendut.
Bung, aku takkan lewatkan.
Satu hal yang aku tahu adalah lebih cepat menggantung dirimu.
Siapa yang tahu, mungkin itu kau.
Aku akan mengingatnya dan melihat kau memegang talinya.
Di Texas tempatku berasal, kami pergi menangkap seseorang kemudian menggantungnya.
Benar. Aku bilang kencangkan talinya.
Bukan cuman pencuri ternak yang kita kejar. Seorang pembunuh.
Larry Kinkaid, orang yang baik sekali, orang yang sangat takut dengan Tuhan yang pernah ada
tergeletak di sana saat ini dengan lubang peluru di kepalanya.
Jika kalian biarkan kejadian ini, maka takkan ada tempat yang aman di sini.
Ternak kita, rumah kita. Tidak juga dengan para wanita kita.
Aku ikut denganmu, Farnley.
Aku akan bawa pistol dan tali, aku segera kembali.
Jika tak ada yang bersedia melakukannya, aku dan kau yang akan melakukannya.
Perhitungkan aku juga!
Ayo, anak-anak. Siapkan pistol kalian!
Dengarkan aku, kalian semua! Jangan bertindak sembarangan seperti ini.
Kalian jangan lakukan hal ini. Kalian jangan lakukan!
Diam, nenek. Tak ada yang mengharapkanmu ikut.
Jangan diambil hati, Mr Davies. Kau sudah berusaha semampumu.
- Bisa kau lakukan sesuatu untukku, Carter? - Tergantung.
Aku minta Joyce kemari untuk bertemu sherif dan hakim Tyler.
Aku ingin kau ikut dan bantu menjelaskan.
Kau tahu bagaimana keadaan Art dan aku di sini. Kami datang di waktu yang tak tepat.
Aku harus tetap di sini dan melihat apa aku bisa mencegah mereka
hingga mereka sadar apa yang mereka lakukan.
Jika aku bisa buat ini permintaan yang biasa, itu saja yang aku minta.
- Ayo. Jalan. - Tunggu sebentar.
Kau tahu Mapes?
- Orang yang mereka panggil Butch? - Ya.
Sherif menjadikannya deputi selama dia keluar kota.
Kami tak ingin Mapes.
Mereka bilang aku jadi eksekutornya, makanya sudah kusiapkan.
Berpikir aku tak tahu dengan tugasku, huh?
Kau tak terlihat sehat, Mr Davies.
Mungkin sebaiknya kau tetap di rumah beristirahat untuk pemakamannya.
Mungkin kau bisa siapkan karangan bunganya.
Anak-anak takkan iri dengan beberapa karangan bunga, sekalipun untuk pencuri.
Selama dia orang yang sangat berbahaya.
Ambil topi dan pistolmu.
Aku tak mau ikut, ayah.
Ayah tak ingin bantahan. Lakukan yang ayah bilang.
Mungkin harus dilakukan apa yang ayah gagal melakukannya...
menjadikanmu pria.
Gesekkan sepatumu, pegang topimu, dan rapikan rambut palsumu.
Ada apa?
- Hakim ada di rumah, nyonya? - Ya.
- Bisa kami menemuinya? - Kalian ada urusan?
Tidak, kami hanya mampir untuk minum teh.
Lucu sekali.
Mr Davies yang menyuruh kami, nyonya. Ini penting sekali.
Ini bukan jam kerja biasanya.
Dia istrinya hakim?
Penjaga rumahnya. Istrinya sudah meninggal.
Kalau begitu kau bisa lihat kenapa belakangan ini
hakim tak sanggup membuat keputusannya sendiri.
Masuk! Masuk!
Dia bilang masuk!
Astaga, Carter, apa yang membuatmu keluar dari tempat asalmu?
Baik-baik saja, hakim.
Kau tak terlihat tak bersemangat sejak terakhir kali aku melihatmu.
Apa yang bisa aku bantu untuk kalian?
Kami di sini karena Mr Davies.
Oh. Bagaimana kabar temanku Davies? Baik, aku harap.
Ya, tapi bisa kami bicara secara pribadi denganmu sebentar, hakim?
- Oh, persoalan yang bersifat pribadi, eh? - Ya, pak.
Mr Davies bilang utamanya denganmu dan sherif Risley.
Risley tak ada di sini. Dia diwakili aku.
Ke mana sherif pergi?
Pergi ke peternakan Kinkaid awal pagi ini.
- Kapan dia kembali? - Dia tak bilang. Beberapa hari mungkin.
Tapi apa saja yang bisa kalian sampaikan padanya kaian bisa sampaikan padaku.
No comments yet. Be the first to leave one.