نخستین 200 خط.
Wartawan WWN, Katya Nevin, sudah disandera selama 3 bulan.
Walau penculiknya diyakini sebagai anggota badan teroris yang diketahui
motifnya belum jelas karena tak ada kontak atau permintaan uang tebusan
Hal yang ditakuti adalah ini balasan atas laporan mengutuk Nevin
soal kekejaman teroris dalam konfrontasi terakhir di Timur.
Kau cantik sekali.
Jangan melawan.
Diterjemahkan oleh mifae :)
- Masuklah. - Hai.
- Kau baik-baik saja? - Aku baik-baik saja.
Aku baru mau buat kopi. Kau masih punya waktu. Mau?
Tidak, terima kasih. Tidak perlu kafein lagi.
- Kau yakin baik-baik saja? - Hanya gugup.
Katya, tak ada yang menghakimimu meskipun kau tak melakukan ini.
- Kalau kau belum siap... - Kenapa semua bilang begitu? Aku siap.
Dengar.
Aku tahu niatmu baik, tapi bisa tinggalkan aku?
Tentu.
Pergi! Keluar!
- Kita kembali dalam hitungan ketiga. - Baik. Aku mengecoh mereka. Steve.
Bisa periksa kamera tiga, Steve? Gambarnya agak buram.
Untukmu, Lou. Kopi latte dengan sebungkus gula.
Sal, kau utusan Tuhan. Aku sekarat di sini.
Mau kuambilkan yang lain?
Kau tahu ruang editor baru sudah beres atau belum?
Sebenarnya itu bukan bagianmu. Jangan khawatir. Tidak masalah.
- Tidak. Aku akan cari tahu. - Bekerja di luar ekspektasi.
Aku suka itu. Lanjutkan. Itu bagus.
Terima kasih.
Asisten Produksi. Benar, kau.
- Apa itu kopiku? - Kenapa kau tak minta tadi?
Asisten Produksi yang baik tahu kebutuhan atasannya
jika dia menghargai pekerjaannya. Mengerti?
Selalu pastikan bintangnya senang.
Pergilah. Urusan kita sudah beres.
- Aku sangat membencimu. - Kenapa? Aku hanya minta kopi.
Ya?
- Sally, ada apa? - Aku mau tanya soal ruang editor baru.
Christian kirim SMS. Dia menunggu di van. Semuanya terkendali.
- Sally, kau baik-baik saja? - Ya.
- Sally. - Hari yang buruk. Tidak profesional.
- Kau mau membahasnya? - Tidak. Banyak pekerjaan.
Kenapa McDonald berpikir dia boleh mempermalukan orang di depan kru?
Bajingan sombong. Katya membentakku, aku tak bisa tidur...
- Kenapa Katya? - Tidak apa-apa.
Hanya gelisah. Kau tahu dia bagaimana. Selalu menyendiri.
- Alex, sebentar lagi dia... - Tak ada penyendiri, Sally. Minggir.
Alex, sebentar lagi dia siaran langsung. Sial!
Katya, ini aku.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
Kau tak perlu berpura-pura, Katya.
- Tidak padaku. - Alex, tolonglah.
Aku harus melakukan ini.
Kau juga bilang begitu soal Burma. "Aku harus pergi mengikuti berita."
- Aku hampir kehilanganmu. - Itu tidak adil.
Memang tidak, tapi itu terjadi padamu, Katya.
Kurasa kau tak seharusnya...
Alex, jangan sekarang. Sudah diputuskan. Lupakan saja.
Kemarilah. Tenang.
Lihat aku. Fokus pada napasku.
Benar begitu. Bernapas.
Kenapa kau masih bersamaku, Alex? Aku sudah hancur.
Aku akan menyatukannya lagi.
- Tak perlu merasa bertanggung jawab. - Kalau itu keinginanku sendiri?
Kita keluarga, Katya. Kita bertiga.
Sampai akhir.
Mungkin saat kau sudah siap, kotak ini akan berisi cincin.
- Sabar, Jagoan. - Aku tahu.
Tahu tidak? Aku akan menunggu sampai kapan pun.
Telepon dari Chris. Maaf. Aku harus pergi.
Cari aku setelah siaran. Aku akan mengajakmu minum kopi.
Aku mencintaimu.
Ayolah. Kat... Sial!
- Kau menghambat penyelidikan. - Aku bayar 6 paun untuk itu.
Apa pemerintah akan ganti uangku?
Kau agen terlatih. Mulailah bersikap sepantasnya.
Target di tempat terbuka. Kami kehilangan dia.
Dia berjalan kaki ke arah barat menuju Jalan Central.
- Kurasa aku tahu dia ke mana. - Tunggu.
- Bagaimana kau tahu? - Ayo.
- Kubilang jangan merokok di mobil. - Tidak masalah. Jangan ganggu aku.
- Kau sadar kau telat? - Kau tahu lalu lintas di sini?
Aku tahu karena aku melewatinya sebelum pukul 9 setiap pagi.
Pukul 9, bukan 10. Yang benar saja.
- Baiklah. Aku selalu telat. - Aku sudah muak melindungimu.
Kalau begitu, tidak usah. Kau pikir aku peduli pada pekerjaan ini?
Apa?
- Memangnya kau mengenalku? - Aku peduli.
Aku menjaminmu. Setiap kali kau telat, berbuat salah
atau berbuat bodoh begini, itu mencoreng reputasiku.
Aku tak mau merusak reputasi sempurnamu.
Sudahlah. Jalan saja.
Baik. Terima kasih telah menelepon. Sampai jumpa.
- Di mana Katya Nevin? - Kau sudah buat janji?
- Dia mengenalku. Prof. Greg LaBorde. - Semua baik-baik saja, Andrea?
- Tolong! Aku harus bicara pada Nn. Nevin! - Kami punya peraturan, Pak.
Jika kau belum buat janji, aku harus memintamu pergi.
Astaga.
Turunkan pistol, berikan USB-nya. Aku tak peduli soal membunuhmu.
Tunggu. Mungkin dia tidak bawa.
- Suruh Katya Nevin turun sekarang! - Sally, mereka mencari Katya.
Dia menekan alarm. Polisi akan tiba dalam 5 menit.
Kita bisa menangani polisi.
Katya, ada masalah di bawah.
Selanjutnya, berita dan laporan cuaca.
Dengan berita angin kencang memaksa festival musik diakhiri.
Benar. Angin juga mempengaruhi orang-orang di studio saat ini.
Kau akan tampil 7 menit lagi.
Sally, aku wartawan. Aku harus mengikuti berita.
- Kita sedang siaran langsung. - Aku harus bicara pada Lou.
- Orang di studio membaik seperti cuaca. - Kulihat mereka sedikit basah.
- Kenapa kau selalu ambil resiko? - Kalau bukan aku, lalu siapa?
Dengar. Ini beritaku, Sally.
Orang tak pernah menuduhmu sebagai perusak kesenangan?
Dia berusaha mendapatkanku bertahun-tahun, tapi gagal.
Kita berusaha menayangkan siaran berita di sini.
Lou, ada orang gila bawa senjata yang mencari Katya di bawah.
Dia tak boleh turun. Kau harus bilang padanya.
- Siapa dia? - Narasumber lama.
Pertama kali turun ke lapangan, beritanya mendompleng karierku.
Biologi teoretis. Aku ingat.
Berita yang sangat bagus. Unik. Kau mengenalnya dengan baik?
Cukup baik untuk tahu dia tidak seperti ini. Dia pasti dalam bahaya.
Kuberi kau waktu 30 menit. Aku akan putar beberapa arsip.
- Sally, temani dia. - Ini gila. Kau mengizinkannya?
Ini hari yang indah. Jangan ke mana-mana. Masih ada berita lain.
Jangan ke mana-mana. Kami akan segera kembali.
- Kita sudah masuk. Kau terburu-buru. - Kau menikmati ini, kan?
Biasakan dirimu melihatku dan Katya. Dia jodohku.
- Dengarkan ucapanmu itu. - Ya, aku sedang mencari cincin.
Kau baru setahun bersamanya, Alex.
Dengar. Aku hanya minta sedikit dukungan darimu.
- Hanya kau keluargaku. - Kau mau kuantarkan ke altar?
Dukung saja dirimu sendiri. Itu keahlianmu.
Itu tidak adil.
Berani sekali kau bicara keadilan denganku. Aku mau merokok.
- Ya. Pergilah. - Persetan denganmu.
Reggie?
Phillis?
Reggie? Phillis?
Reggie?
Phillis?
Phillis?
Apa ini?
Phillis!
Berengsek! Ada apa ini?
Chris!
Jangan mendekat!
- LaBorde! - Katya, cepat kemari. Ambil ini!
Mundur demi keselamatanmu sendiri!
- Ini berita terbesar di kariermu. Ambil! - Berikan itu padaku sekarang juga.
Sally, naik sekarang juga. Pergi!
Ayo! Cepat!
- Siapa kau? - Hanya pengagum karyamu, Prof.
- Kau kirim USB itu ke mana? - Aku tahu hak-hakku.
Aku tak perlu memberitahumu sebelum kau memperkenalkan diri.
Ke mana?
Proteus, dia warga sipil.
Bukan.
Dia istimewa.
Ke mana rekan kerjamu membawa pergi USB-ku?
Persetan denganmu.
Ayo! Cari sesuatu!
Petugas, situasi ini ada di bawah wewenang pemerintah.
Wewenang pemerintah?
Yang benar saja. Ada pembantaian di luar.
Harap semua tetap tenang. Semuanya terkendali.
- Kau tahu sesuatu? - Lihat mereka! Apa yang terjadi?
Baiklah.
- LaBorde, kenapa memilihku? - Setelah kekuatan dan karakter
kau adalah pilihan yang logis.
- Aku takut. - Kau tak boleh takut.
- Apa yang terjadi di sini? - Harap tenang!
Kumohon. Pergilah!
- Ayo turunkan senjatamu. - Jawab sekarang juga!
Kau bukan agen pemerintah, melainkan orang dalam.
- Kau sadar yang kau lakukan? - Itu tugasku demi kaumku.
Kau pikir kaummu aman dari ini? Tidak ada yang aman!
Keamanan hanya ilusi. Kekuasaan dan loyalti baru nyata.
Kematian itu nyata. Itulah yang akan terjadi pada kita, sponsormu
dan semua orang.
Sial.
Aku terinfeksi!
Ke mana?
Sial!
- Sial. - Mereka datang.
Mereka datang!
Ashcroft, naik.
- Ashcroft, kapaknya. - Ayo. Eskalatornya di sini.
Kau harus punya berita tambahan andai terjadi hal tidak terduga.
Katya, apa yang terjadi?
- Sial. - Astaga.
- Di mana USB itu? - Sally membawany ke teknisi.
- Duduk, gadis malang. - Lepaskan. Aku bisa sendiri.
Jangan khawatir. Semuanya terkendali.
Katya.
Astaga. Apa yang kulakukan?
Lihat aku! Itu pembelaan diri.
Jika mereka menanyaimu, bilang kau tak punya pilihan.
Astaga. Apa yang terjadi di sana?
No comments yet. Be the first to leave one.