نخستین 200 خط.
Alih bahasa: Risqi Adittya Yogyakarta, 28-02-2026
Selamat Menonton-
- Halo. - Kita pindah nih.
- Ada api? - Masih pagi banget.
Oke.
Keluar dari situ. Ayo.
Sini, sini.
Aku carikan kau kerjaan...
di tempat pamamu.
Kerja dulu, sampai kau balik kuliah.
Kalau mukamu makin cemberut di sini, kau bisa kehilangan keseimbangan.
Atau aku bunuh diri.
Ah, Bilquis?
Bagus.
Tania dan cewek-cewek lain bagaimana?
Aku bilang...
tidak bisa kau beri Omar kerjaan...
di garasimu beberapa minggu?
Ayolah. Dia kan keponakanmu juga.
Dia sedang mendapat tunjangan...
seperti orang Inggris lain.
Dia menyapu debu...
dari satu tempat ke tempat lain...
dia mengepres kemeja, dan memanaskan sup.
Maksudku, itu tidak terlalu melelahkan dia.
Tapi makanannya bikin aku kenyang.
Ayolah.
Aku akan kirim dia kuliah musim gugur nanti.
Satu hal lagi:
Coba carikan dia cewek yang baik.
Aku tidak yakin penisnya masih berfungsi normal.
Ya, kita punya satu tempat parkir.
Dua puluh lima pound seminggu.
Mulai sore ini...
kita tawarkan layanan cuci mobil di tempat...
baru, lho.
Hal baru.
Hei!
Itu mobilmu?
Kenapa kau usilin?
Sini. Aku bilang sini!
Dan bajingan ini yang hampir memukulmu namanya Salim.
Kau akan sering melihatnya.
Aku dengar banyak hal bagus tentang ayahmu.
Aku harus bertemu dia, tapi kapan ya?
Kau terlalu sibuk menjaga negara ini tetap untung.
Tapi ya ada yang harus mengurusnya.
Jadi ayahmu dipecat dari kerjaan pegawai yang aku carikan itu?
Marah, ya?
Kau bisa cuci mobil?
Pernah cuci mobil sebelumnya?
Pamamu tidak bisa membayar banyak...
tapi kau bisa beli kemeja bagus...
dan kau bersama orang-orangmu sendiri, bukan ngantri tunjangan.
Dan Bu Thatcher akan senang dengan aku.
Cuci mobil itu mudah.
Cukup basahi kain dan gosok.
Kau tahu cara gosok, kan?
Mulai dari mobil ini dulu.
Pelan-pelan...
seperti sedang merestorasi lukisan Renaissance.
Ini mobilku. Hah?
- Hai, sayang. - Cintaku.
Ini.
Kau kira aku apa, trampolinmu?
Oh ya, ya, ya. Je t'aime, trampolinku.
Bicara pakai bahasaku, sialan!
Aku tak akan lakukan yang lain, Nasser.
- Kau kira kita akan berpisah? - Tidak saat ini!
Aku serius.
Terus bergerak saja.
Ah, pas di situ!
Oh, aku mencintaimu! Sayangku!
Sial, kau bergerak seperti kapal pesiar!
Aku juga mencintaimu. Bisakah kita pergi ke suatu tempat?
- Ya, aku akan membawamu. - Ke mana?
- Kempton Park, Sabtu. - Bagus!
Bagus! Boleh bawa anaknya?
Aku punya rencana besar untuk anak itu.
Kau tidak akan buat dia kerja?
- Omong-omong, Rachel teman lamaku. - Halo.
- Tante Bilquis bagaimana? - Di rumah dengan anak-anak.
Papa menyampaikan salam. Kalau aku menjemput Papa—
Pernahkah kau ke tempat mewah seperti ini sebelumnya?
Kurasa kau habiskan sebagian besar waktu di flatmu yang gelap.
Kalau aku menjemput Papa...
- Dia salah satu yang kurang beruntung. - dan menekannya...
menekan Papa seperti itu, Aku sering membayangkan aku akan mendapat...
- Dua tamparan keras. - dua botol vodka murni...
dan selembar kulit, seperti kondom Prancis.
Apa yang kau omongkan, gila? Aku cinta saudara laki-lakiku.
- Seperti aku mencintaimu. - Aku tak mengerti bagaimana kau bisa mencintaiku.
- Karena kau benar-benar brengsek! - Kau tak bisa yakin begitu.
Nasser.
Dia benar.
Jangan sengaja bikin aku menertawakanmu...
padahal aku bawa kau kemari untuk memberitahumu satu hal penting. Mendekatlah.
Bangkitlah.
Di negara sialan ini, yang kita benci dan cintai...
kau bisa dapat apa saja yang kau mau.
Semuanya tersebar dan tersedia.
Makanya aku percaya pada Inggris.
Hanya saja, kau harus tahu cara memeras sistem ini.
Dia bilang dia ingin membantumu.
- Apa yang kau ingin lakukan padaku? - Apa yang akan aku lakukan padamu?
Mengubahmu menjadi sesuatu yang hebat.
Ayahmu tak bisa melakukannya, kan?
Ini, sialan bodoh.
Ambil ini.
Kau seperti anak bagiku.
Untuk kita berdua.
Kau suka kerjanya?
Ayolah, demi Tuhan.
Bantu aku urus keuangan.
Cium Rachel.
Katakan padanya ciuman, bukan siraman.
Aku selesaikan urusanmu malam ini, Paman.
Pekerja yang baik sekali. Aku akan promosikan dia.
- Promosi apa? - Datang ke rumahku minggu depan, nanti aku kasih tahu.
- Bagaimana dia sampai ke sana? - Aku akan kasih dia mobil. Yang itu di sana.
Kuncinya ada di kantor. Apa pun yang dia mau.
Aku sudah siapkan tantangan yang nyata untuknya.
Kau pasti akan menikah.
Kenapa lagi kau berdandan seperti tukang pemakaman liburan?
Aku mau ke rumah Paman, Papa. Dia sudah kasih aku mobil.
Remnya pasti bermasalah.
Dengar, bilang satu hal padaku...
karena ini sesuatu yang aku tak mengerti.
Pasti ini salahku.
Bagaimana bisa mencuci mobil...
membuat anakku terlihat begitu bahagia?
Ini membuat aku keluar dari rumah.
Dengar, jangan terlalu dekat dengan penjahat itu.
Kau harus kuliah.
Ini keponakanku, Omar.
Tante Fasia.
Tante Farida.
Tante Salma.
Dan ini Cherry, istri Salim.
Tentu kau ingat tiga putri nakal kami.
Dia punya tulang pipi keluarganya, Bilquis.
Aku kenal semua keluargamu yang cantik di Karachi.
- Kau pernah ke sana? - Dasar bodoh!
Betapa bodohnya! Itu rumahku.
Bagaimana mungkin orang waras…
Apa mungkin mereka menyebut pulau kecil konyol ini di Eropa rumah mereka?
Setiap hari di Karachi, pamamu yang lain...
dan sepupu-sepupumu datang ke rumah kami untuk main bridge, minum, dan VCR.
Cherry, keponakanku yang kecil tidak tahu apa-apa tentang kehidupan di sana.
Ya Tuhan!
Aku muak mendengar tentang orang-orang setengah-setengah ini.
Orang seharusnya menentukan di mana mereka berada.
Pamamu ada di sebelah.
Bisa temui aku nanti?
Aku bosan dengan orang-orang ini.
Ruang permainan, oke?
Kurasa saudaraku, ayah si anak...
lagi tidur sama pelayan bar di suatu tempat.
Jadi saat suara-suara itu terdengar...
Aku keluar dari tempat tidur, ke balkon, dan membuka pintu.
Dan di sana saudaraku.
Dia berdiri di luar bersama seorang wanita...
dan mereka benar-benar tanpa busana!
Biru karena dingin, seperti dua batang sabun.
Ini aku sebut periode biru saudaraku.
Bagaimana dengan wanita itu?
Dia dinikahinya!
Ayo, ayo.
Ayo.
Ayahmu orang baik.
Jadi ini anak Hussein yang terkenal.
Persis bajingan itu.
Saudaraku yang biru juga...
jurnalis terkenal di Bombay, dan peminum hebat.
Dia dekat dengan botol...
seperti Louis Armstrong dengan trompet.
Tapi kau dengan bandar taruhan seperti Bunda Teresa dengan anak-anak.
Saudaramu memang cerdik.
- Dulu kau bawa mesin tiknya. - Dia tidak datang malam ini?
- Apa yang terjadi padanya? - Papa sedang berbaring.
- Maksudku kariernya. - Itu juga berbaring.
Kesempatan apa yang akan diberikan orang Inggris pada seorang...
komunis Pakistan yang kiri di surat kabar?
Sosialis!
Sosialis.
Kesempatan apa yang diberikan orang Inggris...
seorang kiri, komunis, sosialis?
Kesempatan apa yang diberikan orang Inggris rasis pada kita...
yang tidak kita rebut dengan tangan kita sendiri?
Mari akui saja, yaar.
Zaki!
Kau butuh minuman keras untuk membuat poin itu.
Nasser! Tolong, Tuhan.
Aku sudah di ambang batas.
Bolehkah aku buatkan minuman untukmu?
Buat dia jadi pria dulu.
Kasih minum dia, Zaki. Aku suka dia.
Dia masa depan kita.
Cheers.
Sudah bertahun-tahun.
No comments yet. Be the first to leave one.