نخستین 200 خط.
"Jika malam tiba"
"Choi Jung Hoon dari Jannabi"
"Mari kita ukir rahasia kita sendiri"
"Mari tandai malam yang akan kita ingat"
"Dan kembali diam-diam ke malam-malam itu"
"Suaranya indah"
Dia gangster.
Dia bilang aku gangster.
Bisa nyanyikan satu lagi? - Aku akan
menyanyikan lagu yang kusuka. Ini lagu
berjudul "Summer". - Benar.
"Musim panas yang terik sudah berlalu"
"Tidak banyak yang tersisa"
"Dia terhanyut"
"Suara sendu Jung Hoon memenuhi studio"
"Aku akan meninggalkannya untuk seseorang"
Lembut sekali. - Ini seperti rekaman.
Lembut sekali.
Kamu punya bakat khusus. - Terima kasih.
Aku mendengarkan "For Lovers Who Hesitate".
Mendengar musiknya, kupikir dia mirip dengan Kim Chang Wan.
Benar. - Aku penggemar beratnya.
Musiknya liris.
Kim Chang Wan
adalah bapak musikku. - Benar.
Dia musisi yang paling disukai dan dikagumi Jung Hoon.
Begitu rupanya. - Dia artis veteran.
Dahulu dia pencari perhatian besar di sekolah.
"Dia pencari perhatian besar di sekolah?"
Benar. - Begitu rupanya.
Aku pernah bermain gitar bas.
Aku selalu membawa tasnya.
Dan orang-orang... - Kamu ingin terlihat keren.
Itu keren. - Ya.
"Dia pasti bermain gitar." - Benar.
Ada itu, bukan? - Para gadis pasti menyukainya.
Aku cukup serius.
Dibandingkan orang lain,
aku sangat serius.
Bahkan saat mengikuti kelas matematika,
aku menaruh catatan di tas gitar.
Aku menaruh catatan di tas gitar.
Tidak mungkin.
Tidak mungkin. - Aku juga
tidak berjalan dengan biasa saja.
Aku tidak hanya berjalan.
Kamu berjalan dengan sombong. - Aku...
Aku berjalan seperti ini
bahkan saat tidak membawa gitar.
"Dia tidak bisa berhenti terlihat keren bahkan tanpa gitar"
Aku berjalan seperti ini
bahkan saat tidak membawa gitar.
"Gitar udara"
Aku berjalan seperti ini sendirian.
Kamu pencari perhatian besar.
Aku pencari perhatian besar.
Kamu pasti punya banyak bakat.
Aku menyukai hal-hal itu. - Benar.
Sebelum dia pergi karyawisata,
lengannya patah.
Tapi dia tetap pergi
karena dia ingin bernyanyi.
Benar.
Sekitar empat atau lima hari sebelum perjalanan,
lenganku patah saat bermain sepak bola.
Lenganku patah, jadi, aku memakai gips.
Aku sangat ingin bernyanyi dalam perjalanan itu.
Astaga. - Jadi, aku memberi tahu ibuku
bahwa aku sangat ingin bernyanyi
dan aku harus pergi.
Ada gadis yang kamu sukai, bukan?
Ada.
Dia hebat. - Pasti begitu.
Guru memang hebat.
Kamu benar. - Astaga.
Jika hanya ada anak laki-laki, dia tidak akan pergi.
Benar. - Dia tidak akan pergi
jika hanya ada anak laki-laki. - Ada anak perempuan juga.
Itu sekolah campuran. - Kenapa dia mau
bernyanyi di depan anak laki-laki lain?
Guru memang hebat. - Kenapa dia pergi ke sana
dengan lengan yang patah?
Kudengar dia memutuskan untuk datang ke sini
karena para ibu.
Benar. - Ya.
Setiap kali menonton acara ini,
aku senang melihat reaksi para ibu.
Begitu rupanya. - Benar.
Itu sebabnya aku penggemar acara ini.
Kamu bersiap menunjukkan sesuatu.
Kamu bisa menirukan gagak?
Hanya itu keahlianku.
Aku ingin menghiburmu.
"Bersemangat"
"Menjerit seperti gagak"
"Terkejut"
"Menjerit seperti gagak"
Itu gagak yang marah.
Aku akan mencobanya lagi. - Lakukan lagi.
Begitukah? - Omong-omong,
karena dia penyanyi,
suaranya sangat keras dan jernih.
Apa itu gagak? - Suaranya keras dan jernih.
Burung gagak di kotaku tidak menjerit seperti itu.
"Malu"
Bayi gagak bersuara seperti itu.
Burung gagak bersuara seperti ini.
"Menirukan"
Begitulah suaranya. - Suara gagak Pyeongchang berbeda.
Bagaimana?
Burung gagak bersuara seperti ini.
"Suara gagak Pyeongchang"
Aku juga menjerit.
"Dia juga menjerit"
Kita menjerit bersama.
Apa mereka menjerit dengan aksen?
"Para putra berkumpul pekan lalu"
Pekan lalu, mereka pergi piknik musim semi.
"Kita seharusnya berpakaian dengan mode gaya kekasih"
"Mode gaya kekasih nomor satu, pakaian hitam"
Ada apa dengan itu?
"Kamu mau ke toserba?"
"Kekasihnya mungkin pelatih pribadi"
"Tapi kamu penyanyi"
"Mode gaya kekasih nomor dua, pakaian pria bercerai"
"Apa arti nomor dua?"
"Apa itu artinya ini kali keduamu menikah?"
"Para putra saling mengejek setiap kali mereka bertemu"
"Mereka memulai permainan empat orang dan lima kaki"
"Tim Generasi Baru, Tim Generasi Lama"
Satu, dua. - Satu, dua.
"Tim Generasi tidak kenal takut"
"Kaki terbuka lebar"
"Mereka jatuh ke belakang bersama"
"Anak-anak, kami akan menunjukkan caranya"
"Hanya dalam 30 detik, mereka mencapai batas"
Ayo. - Satu, dua.
"Jatuh"
"Buang angin"
"Buang angin"
"Pria yang buang angin"
"Piknik musim semi para putra kacau sekali"
Astaga.
Kita terlalu banyak bicara. Mari makan.
Mari makan. - Mari makan.
Kalian masing-masing membawa bekal makan siang, bukan?
Keluarkan bekal makan siang kalian.
Bekal makan siang adalah inti dari piknik.
Kita seharusnya membawa masing-masing satu.
Tunggu. - Gimbap apa ini?
Astaga. - Gimbap ini...
Tunggu.
Gun Woo juga membawa gimbap.
Gimbap? - Kamu membuatnya sendiri?
Kamu membuatnya sendiri?
Dia berusaha keras untuk itu.
Apa? - Kamu sungguh membuatnya?
Sungguh? - Gimbap ini...
Benarkah? - Aku membelinya.
Kamu membelinya. - Tidak apa-apa.
Itu lebih baik.
Aku membawa burger.
Gun Woo adalah tipeku.
Apa ini? - Apa itu?
Aku menyiapkan hidangan penutup.
"Hidangan penutup?"
Apa itu? - Aku sudah lama ingin mencobanya.
Apa ini? - Mari kita coba.
Aku belum pernah mencobanya.
Apa ini? - Ada sesuatu yang enak di dalamnya.
Di dalam? - Berbentuk seperti buah?
"Dia menyiapkan banyak hal"
Itu bagus.
Dia menyiapkan banyak hal. - Ini bagus.
Ini terlalu cantik untuk dimakan. - Benar.
Dia menyiapkan banyak hal. - Apa itu?
Apa itu? - Apa itu?
Apa itu? - Si Won.
Aku bisa melakukan apa pun untukmu.
Si Won.
Kamu hebat.
Apa ini? - Kamu hebat.
Aku membawa lebih kalau-kalau ada yang lupa membawanya.
Dia hebat.
Dia berbeda.
Astaga, Si Won.
"Si Won mengabulkan permintaannya lagi"
"Dia menyiapkan bekal makan siang gimbap dan buah berkualitas tinggi"
Kita butuh anggota kaya seperti dia.
"Kita butuh anggota kaya seperti dia"
DinDin, apa yang kamu bawa?
"Gimbap segitiga dan susu pisang"
"DinDin membawa makanan toserba"
"Apa itu?"
Kamu ingin tumbuh? - Aku selalu
membawa ini ke sekolah.
"Astaga, DinDin"
Gimbap segitiga dan susu pisang?
Benar.
"Ada orang lain yang membawa makanan toserba"
No comments yet. Be the first to leave one.