نخستین 200 خط.
"Drama ini merupakan karya fiksi"
"Semua tempat, organisasi, agama, dan karakter hanyalah fiksi"
Siang ini, grasi khusus Presdir Lee yang ketiga akan dilaksanakan.
Di luar dugaan akan adanya keterlibatan warga dan perantara,
ternyata banyak politikus dan konglomerat terlibat
sehingga memicu kontroversi.
Chun Dong Seop, alias Lintah Darat Gangnam,
juga terlibat, sehingga kontroversi makin memanas.
Anda sudah bekerja keras, Pimpinan Chun.
Tidak sama sekali. Istirahatku nyenyak di sini
berkat kamu.
Senang membantu Anda. Kita harus saling bantu, bukan?
Ini hal yang Anda singgung sebelumnya.
Terimalah, tanganku terasa canggung.
"Rekening Bank Najin"
Opsir, aku kagum akan konsistensimu.
Kamu selalu jeli.
Sangat tegas dan teliti.
Silakan.
Coba kulihat.
Pimpinan Chun, ada tamu untuk Anda di ruang pertemuan.
- Siapa? - Katanya dia jaksa.
Pimpinan Chun, kamu tampak sehat.
Sepertinya makanan penjara menyehatkan untukmu.
Hidupku di sini penuh rutinitas.
Kita belum pernah bertemu, bukan?
Pernahkah kita bertemu? Aku sulit mengingat
orang yang tidak penting.
Tidak penting...
Tidak penting...
Tapi bukankah kamu yang dipenjara
karena tertangkap basah oleh para orang tidak penting?
Kamu pintar bicara.
Walau pakaian kita berbeda,
kamu tetap harus menghormatiku.
Maaf.
Baiklah, akan kutanyakan dengan sopan.
Siapa pencuci uang itu?
Kenapa kamu menanyakan itu?
Siapa lagi yang kutanya? Dia bawahan yang mencucikan uangmu.
Kamu lebih tahu karena tinggal di luar penjara.
Jika kamu penasaran, tanya Jaksa Jang saja.
Dia sedang kebingungan mencari uangku.
Inikah permainanmu?
Baiklah.
Apa itu?
Tampaknya kamu tidak sepenuhnya memahami situasi.
Latihan fisik dan olahraga kalian intens juga.
Ini tidak akan berakhir di antara kita berdua saja.
Organisasimu,
semua anggotanya, telah melakukan penipuan.
Targetku berikutnya si Pencuci Uang itu.
Masa bodoh jika kamu
menjadi lintah darat lagi atau berjualan narkoba.
Orang itu.
Aku hanya perlu menangkapnya.
Jadi, jika kamu ingin memiliki setidaknya dana pensiun...
Hei, Jaksa.
Aku ini Pimpinan Chun, tahu?
Kalian pikir aku hanya mendekam di penjara tanpa berbuat apa-apa.
Jika ada yang bisa menangkapnya, akulah orangnya.
Aku akan menangkapnya.
Kenapa orang-orang senang melipat uang kertas?
Astaga, kenapa uangnya kusut begini?
Siapa itu?
Halo, ini Penukaran Mata Uang Dong Myong yang cinta uang.
Ya, Pimpinan Chun.
Akan ada tamu.
Selesaikan pencucian uangnya dan sembunyikan semuanya.
Apa?
Semuanya?
Ya.
Semuanya.
Ya, kamu siap?
Ya, kami siap.
Baiklah. Mari kita mulai.
"Tanda Pengenal Pejabat Publik"
Cepat.
Ada perintah dari Pimpinan Chun.
Lekas kemari dan bawa brankasnya.
Di mana lagi? Hotel Wonseong.
Rasanya aku ingin menyetrika lidahnya.
Ayo.
Bagaimana dengan Jin Woong?
Dia sedang pemanasan.
- Dapat lokasinya? - Ya, kamar suite lantai 28.
Itu kantor rahasia Pimpinan Chun
dan mereka memiliki lift pribadi.
Apa?
Lift pribadi? Kukira itu rahasia.
Dia memegang uangnya.
Pokoknya hati-hati. Penjagaannya sangat ketat.
Baiklah. Jangan khawatir.
Akan kuperlihatkan wajah mereka.
Ya, aku sudah tiba.
Ya.
Ya.
Ya.
"Daftar Penempatan Penjaga"
"Park Yong Soon, Di depan pintu masuk, Pukul 8.00-14.00"
"Park Yong Soon"
Jangan bergerak. Sedikit lagi.
Dapat.
Berhasil. Aku menemukannya.
"Bayinya akan lahir. Kami tidak sabar bertemu"
"Air ketubanku pecah. Cepat datang ke rumah sakit"
Astaga.
- Aku harus segera pergi. - Apa?
Bagaimana penjagaannya?
Akan kucari penggantinya.
Tunggu.
Kamu penggantinya?
Bukan.
Lalu kamu siapa?
Aku polisi.
- Apa? - Jangan gugup.
Kamu tidak melakukan kesalahan.
Penjahatnya adalah orang-orang di atas sana.
Merawat ibumu berat, bukan?
Bagaimana kamu tahu?
Kami tahu semuanya.
Polisi Korea tahu segalanya.
Ada yang mendekat.
Ya, satu orang.
- Ada satu orang mendekat. - Baiklah.
Tidak perlu. Pergilah ke tempat lain.
Lihat? Ini hari sial.
Polisi sudah mengepung tempat ini.
Aku tidak tahu apa pun.
Aku hanya menuruti perintah orang-orang di atas.
- Aku tahu. - Aku hanya pekerja paruh waktu.
Itu sebabnya aku berada di sini.
- Kamu mau? - Tidak.
Tidak suka?
Suka, tapi siapa yang sanggup makan di situasi seperti ini?
Kamu tidak ingin mencicipinya?
Bagaimana?
Kamu bisa dipenjara sekitar lima tahun
jika ingin setia kepada mereka.
- Jangan. - Kenapa? Kamu tidak mau?
Apa kamu akan tetap di sini?
Bolehkah aku pergi?
- Sekarang? - Ya.
Baiklah.
Aku mengizinkanmu pergi karena ibumu. Paham?
Ya.
- Terima kasih. - Ya.
- Ya. - Hei.
Makanlah ini di perjalanan pulang. Bagus untuk kesehatan otak.
Baik.
Terima kasih.
Jangan ceroboh.
- Jaga ibumu baik-baik. - Ya.
Terima kasih atas kerja kerasnya.
Ada yang ingin kulaporkan.
- Kanit Maeng. - Ya.
Berhenti. Akhiri. Cepat.
- Cepat. - Baik.
Maaf.
- Sudah semua? - Ya.
- Jangan sampai kusut. Paham? - Ya.
Kenapa?
Dari mana dia?
Secu... Itu bahasa Inggris.
Kamu siapa?
Kamu datang juga.
Lihatlah. Uangnya tidak habis-habis.
Ciumlah baunya.
- Kamu memanggil dia? - Aku tidak pernah melihatnya.
Jangan diam saja, cepat bantu aku. Bahuku lelah sekali.
Kamu bicara dengan kami?
Apa?
Tidak. Abaikan. Bukan dengan kalian.
- Jangan ikut campur. - Ada siapa lagi selain kami?
Astaga.
Apa?
Belum pernah melihat uangmu diambil?
Apa-apaan ini? Kamu mengenakan otot palsu?
Hei. Hajar dia.
Kemarilah!
Bisa-bisanya mereka dikalahkan.
Tangkap dia.
Kubilang hajar dia. Sedang apa kalian?
Jangan terlalu kasar.
Astaga.
Astaga, sialan.
Dia mengenakan jaket.
Jangan parkir di sini.
Pintunya terbuka. Cepat.
Siapa yang kamu telepon? Bedebah.
- Opsir Maeng. - Ya.
Serang mereka sebelum berhasil menelepon.
- Baik. - Baik.
- Minggir. - Hentikan mereka.
- Minggir. - Hentikan mereka.
- Tahan mereka. - Minggir.
Masuklah.
Masuk ke lift.
Sedang apa mereka?
- Tolong aku. - Kamu tidak akan mati.
No comments yet. Be the first to leave one.