نخستین 156 خط.
Zhu Jiu, silakan lewat sini.
Tempat ini agak luas, kau harus mengenalinya dengan baik.
Jika tidak, bisa tersesat saat malam.
Baik.
Mengapa tempat ini gelap sekai?
Apakah gorden tidak dibuka?
Pagi, Linda.
Pagi.
Ini ruang tamu, kau lihat-lihat dulu.
Oh iya, apakah Leo sudah memberitahumu pekerjaanmu?
Dia sudah bilang padaku.
Oh iya, kau belum menjawabku.
Mengapa rumah ini lebih suka menyalakan lampu
daripada membuka gorden?
Karena Tuan tidak suka cahaya.
Kau jangan membuka gorden kamarnya,
juga jangan menyalakan lampu utama di rumah.
Jika sungguh diperlukan, boleh menyalakan lampu meja.
Ada lagi, Tuan benci suara.
Saat berjalan dan berbicara, suaramu harus pelan.
Saat melakukan sesuatu, juga jangan bersuara sebisa mungkin.
Bagaimana jika kau naik untuk menyapa Tuan, lalu turun lagi?
Baik.
Apakah kau takut anjing?
Anjing besar.
Tidak takut.
Bagaimana dengan yang sifatnya sangat aneh?
Maksudmu orang atau anjing?
Sifat mereka berdua kurang lebih sama.
Aku seorang dokter, tenang saja.
Baguslah kalau begitu, aku akan membawamu naik.
Zhu Jiu.
Permisi, apakah ada orang?
Permisi.
Aku akan masuk.
Aku dokter keluarga yang baru.
Maaf, tadi aku sudah mengetuk pintu.
Keluar.
Mengapa kau...
Mengapa kau bisa...
Keluar.
Yunshen, apa yang terjadi?
Kakimu...
Kakimu...
Keluar.
Keluar!
Keluar!
Keluar!
Aku akan pergi.
Cepat!
Mengapa belum datang juga?
Benar, ini sudah pukul berapa?
- Bukankah dia menunda urusan? - Benar.
Sungguh tidak tahu sampai kapan baru bisa mulai.
Ayah, jangan khawatir, seharusnya sebentar lagi sampai.
Bos.
Bagaimana semuanya?
Semuanya sudah siap, tinggal menunggu pemimpinnya.
Chen Le, mana Pak Fu Yunshen?
Dia akan segera kemari.
Bos.
Maaf, pagi semuanya.
Kemarin aku merevisi proposal sampai cukup larut.
Hari ini aku sengaja kemari dengan mengendarai sepeda,
tidak menghamburkan uang sepeser pun.
Semoga Paman-Paman merasa puas.
Berikutnya, aku akan menjelaskan proposal di tangan kalian.
Mohon Paman-Paman menyimak dengan baik.
Kakak Xizhou, hati-hati di jalan.
Negara M, aku datang.
Dua puluh dua.
Dua puluh tiga.
Dua puluh empat.
Dua puluh lima.
Dua puluh enam.
Dua puluh tujuh.
Dua puluh delapan.
Dua puluh sembilan.
Tiga puluh.
Ibu.
Delapan puluh enam.
Delapan puluh tujuh.
Halo, Paman Hans, lama tidak bertemu.
Zhu Jiu, apakah kabarmu baik?
Lama tidak bertemu, apakah semuanya lancar?
Apakah kau sangat sibuk berpindah laboratorium?
Memang sangat sibuk, tapi menurutku sangat substansial.
Zhu Jiu,
aku ingin minta bantuanmu
untuk sebuah urusan.
Masih ingatkah waktu lalu aku bilang
tentang beberapa desa dan suku di sini
mendadak mengidap penyakit sistem imun yang tidak dikenali?
Ingat, apakah ada perkembangan baru?
Untuk saat ini belum ada.
Aku ingin melakukan penelitian dasar tahap awal.
Namun, sekarang setiap hari ada banyak anak yang dikirim kemari.
Aku ingin ada seseorang yang bisa membantuku.
Setelah dipikir berulang kali, kau yang paling cocok.
Aku...
Zhu Jiu,
aku sudah menyulitkanmu.
Tidak apa-apa, cerita itu sudah lama berlalu.
Aku pernah ragu haruskah mengatakannya padamu.
Mungkin kau ingin kembali dan lihat-lihat.
Mungkin juga selamanya tidak ingin kembali lagi ke tempat ini.
Namun, bagaimanapun, aku tetap ingin mengundangmu kemari.
Bukan sebagai pamanmu atau rekan orang tuamu,
hanya sebagai seorang
dokter biasa.
Aku akan pertimbangkannya.
Baik.
Kakak.
Apakah kau sangat tidak mau masuk laboratorium?
Aku sama sekali tidak tahan dengan aroma di dalam sana.
Ini.
Kakek tahu kau tidak makan tepat waktu, menyuruhku kemari untuk mengawasimu.
Terima kasih.
Kakak, bagaimana kinerjaku hari ini? Bagus, 'kan?
Kinerjamu sangat bagus.
Kau membicarakan molekul kimia dan menakuti semua orang tua itu.
Aku rasa ke depannya mereka
tidak akan mengajakmu ke rapat mingguan lagi.
Ini tidak bisa disalahkan padaku.
Tahukah kau betapa lucunya mereka?
Setiap pekan menyuruhku melaporkan perkembangan proyek.
Apakah mereka kira ini perdagangan saham yang ada pergerakan di setiap menit?
Kakak, ada satu hal
yang masih perlu bantuanmu.
Ada niat buruk apa lagi?
Aku ingin pergi ke Negara M.
Menurutku Kakek tidak akan membiarkanmu pergi.
Ibumu juga.
Bagaimana denganmu? Apakah kau setuju?
Apakah kau tidak bisa mengirim orang lain ke sana?
Kakak, siapa yang bisa dikirim?
Aku sungguh bosan tinggal di Shanghai.
Jika pergi ke sana, tidak akan ada orang yang memaksaku menghadiri rapat.
Kau sedang memikirkan segala cara demi tidak menghadiri rapat?
Kakak, aku bercanda.
Untuk urusan di Shanghai, orang lain juga bisa mengerjakannya.
Paling utamanya, aku ingin pergi ke Negara M
untuk mencari tanaman seperti Perdu.
Tidak bisa.
Situasi di sana kurang stabil.
Aku tidak tenang kau pergi sendirian.
Ada Chen Le.
Jika ada dia, aku semakin tidak tenang.
Kakak,
kau berubah.
Kau menjadi lebih ragu-ragu.
Mana sikapmu yang tidak kenal takut itu dan wibawamu?
Dulu aku sangat mengagumimu,
mengapa sekarang kau bisa menjadi seperti ini?
Sebagai adikmu, aku sungguh kecewa padamu.
Hentikanlah, jangan menggunakan trik ini.
No comments yet. Be the first to leave one.