نخستین 200 خط.
Penerjemah: Ariel Nugie Subscrew IDFL
BERDASARKAN KISAH NYATA
Chance yang menang, Chance yang mau menang.
Apa kabarmu, bung!
Lihat ke sini!
Ya, ampun!
Sulang!
Aku tidak bilang apa-apa, mereka langsung memulainya.
Kenapa berhenti?
Ada apa?
Brad tidak ... Mau tambah teler?
- Mau teler? - Ya.
Mari mulutmu!
Temanmu ahli.
Mau juga?
Mari!
Hebat, bung!
- Mau juga Brad? - Tidak usah, kawan!
Mau campur ini dengan gula-gula?
- Tidak usah, bung! - Baiklah.
Tidak usah cemas!
Astaga!
Ya, ampun!
Leah! Masuk sini! Ada kokaina.
Mau juga? Masuklah!
- Tidak usah! - Mau ikut teler?
Aku mau pergi.
Ada apa?
Kau merasa malu?
Aku tidak merasa malu. Cuma capek.
- Semangatlah sedikit! Karena ini luar biasa! - Aku tahu.
Lihat ini!
Aku tahu. Aku cuma tidak tertarik saja. Aku mau pergi.
Ini tentang Leah?
Bro, sampai kapan kau mau kejar terus dia?
Yang benar saja.
- Ini bukan karena Leah. - Baiklah!
Pesta ini cuma terasa aneh saja.
Salamku sama ayah dan ibu!
- Baiklah, aku menyayangimu. - Maaf!
Tidak perlu minta maaf, aku cuma lelah! Jangan mengemudi sambil teler!
Hei, aku mengenalmu.
Aku?
Ya, aku lihat kau di dalam, boleh aku numpang?
Kau mau ke mana?
Tidak jauh.
Maaf, bung! Sudah larut, aku mau pulang.
Ayolah!
Cuma di depan saja.
Ya.
Baiklah, tentu.
- Itu mobilku. - Tunggu sebentar, biar kupanggil temanku.
- Temanmu? - Ya.
Sebentar saja, bung. Sumpah!
Baiklah!
Yang benar saja.
- Mau berangkat tanpa kami? - Tidak, aku cuma menunggu.
Baiklah!
Baiklah! Terima kasih, bung!
Bagaimana kalian mengenal Colin?
Siapa itu Colin?
Anak yang tinggal di rumah pesta itu.
- Oh, ya. Itu teman dia. Benar, 'kan? - Ya.
Kalian kuliah di Brookman? Saudaraku kuliah di sana.
Brookman?
Tidak, bung! Kami kuliah di tempat lain.
Kemudi saja terus!
Lurus?
Ya, lurus saja! Itu jalannya.
Kukira kau bilang, cuma di depan?
- Sudah dekat? - Ya, belok kiri!
- Di sini? - Ya.
Dengar! Aku mau pulang.
Santai, bung! Sudah mau sampai.
Ini sudah larut, mau turun di sekitar sini?
- Kau mau apa? - Entahlah!
Sebentar lagi, aku mau belok.
Apa masalahmu?
Kau ketakutan seperti anak kecil, berhenti jadi pengecut!
Yang benar saja, bung!
Aku bukannya pengecut. Katamu cuma di depan.
Sudah 20 menit aku mengemudi.
Baiklah, kalau begitu. Menepi!
Dengar, bung! Aku tidak bermaksud ...
Hentikan mobilnya!
- Ada apa? - Tidak ada.
Tanganmu gemetaran.
- Apa mau kalian? - Tenanglah!
Kita sudah sampai.
Hentikan!
Tidak usah sakiti aku, oke?
Apa mau kalian? Akan kuberikan apa pun itu.
Berapa kode ATM-mu?
Apa?
Beritahu kode ATM-mu atau kubunuh kau!
4-1-1-4.
Jangan bohong!
4-1-1-4, sumpah! Aku tidak ...
- Bisa kalian membiarkanku pergi? - Tutup mulutmu!
Aku tidak punya apa-apa.
Diam lu!
Berhenti bicara!
Tetap di situ!
Tetap di situ!
Tetap di situ!
Mau gantikan aku?
Ayo kita pergi dari sini!
- Aku baik-baik saja. - Pelan-pelan!
Tunggu dulu!
- Ya. - Maaf!
Aku keliling membawa pisau berusaha mencari mereka.
Chance mau datang membawa pistol ayahnya. Sumpah, kita pasti membunuh mereka.
Bukan masalah, Brett!
Tentu saja ini masalah.
- Mereka tidak boleh kabur begitu saja, Brad! - Kau tidak bisa menemukan mereka.
- Bagaimana rupa mereka? - Tidak seperti apa pun, oke?
Kamu ini bicara apa?
Brad. Astaga!
Baiklah!
Mereka membawa senjata?
Tidak, seingatku tidak.
Tapi, mereka memaksa masuk ke mobil?
Tidak.
Jadi, kau memberi tumpangan pada orang asing karena kau orang baik ...
- Sudah kubilang ... - Aku berusaha memahaminya.
Sudah kubilang, mereka ada di pesta lalu meminta tumpangan.
- Lalu berusaha mencuri mobilmu. - Ya.
Aku pernah melihat mobilmu.
Aku tidak mengerti mengapa mereka menghajarmu babak belur.
Apa kau berkata sesuatu?
Memanggil mereka? Melawan ...
- Provokasi? - Mana aku tahu?
Mau tahu pendapatku?
Menurutku kau mencari narkoba.
Menurutku, kau mau beli narkoba dari mereka, lalu situasi jadi buruk.
Itu sering terjadi. Aku bisa membantumu.
Aku tidak mencoba membeli narkoba.
Baiklah.
Tidak membeli narkoba.
Aku tidak tahu apa lagi yang bisa kuberitahu.
Pulanglah istirahat! Biar kami yang urus.
Sial!
Kau sedang apa di sini?
Mau minum bir?
Ya.
- Senang bertemu denganmu. - Ya, kau juga.
- Terima kasih, bung! - Sama-sama!
Kau sedang apa saja?
Maaf, aku baru pulang. Aku sangat sibuk.
Apa kabarmu?
Baik.
-Ya? -Ya.
- Kata ibu, kau mau bolos kuliah. - Aku tidak bolos.
Aku tidak yakin bisa siap sebelum musim gugur, kau tahu.
Tapi, kau menerima musim gugur.
Phi Sig menerima anggota baru musim gugur ini.
Entahlah!
Aku tidak memaksamu. Cuma memberitahu.
Ikutlah bersama kami minggu ini! Ada pesta dekat danau.
Leah pasti datang.
Ya, aku tahu.
Tentu saja, kau tahu.
Kau mau bercinta dengannya?
Oh, yang benar saja.
Baiklah.
- Ya? - Aku ikut.
Oh, yes!
Cuma minggu ini, sih.
Ya, kau membutuhkannya.
Datanglah lalu bercinta dengannya!
- Ya, ampun. - Senang bertemu denganmu, bung!
Kau juga, bro!
Lando!
Apa kabar, bung!
Apa kabarmu? Kau baik-baik saja?
Hei, bung! Apa kabarmu?
- Apa kabarmu? - Baik.
- Senang bertemu denganmu - Kau juga, kawan!
- Kau bawa birnya? - Ini dia.
Selamat datang, Lands.
- Terima kasih, bung! - Beri salam, semuanya!
Brett? Brett!
Kemari kau, brensek!
Ini saudaraku.
- Brad. - Ya, senang bertemu.
Kau dari mana saja musim panas ini?
Ada urusan di rumah.
Brad dihajar habis-habisan oleh para bajingan.
Ini benar-benar masalah serius.
Mereka sudah tidak punya apa-apa lagi.
Karena sudah tahu kalau mereka mau dipenjara.
Jadi, mereka berpikir sekalian cari mangsa untuk dikerjai.
Jadi, apa yang terjadi?
Mereka menghajarku lalu mencuri mobilku.
Ketakutan dengan pria seperti itu.
Kau benar-benar pengecut.
Aku anggap saja begini.
Temanku Brad tahu caranya menerima pukulan.
- Tidak seperti beberapa dari kita. - Oh! Apa?
Kenapa kau kaget, Baity?
No comments yet. Be the first to leave one.