Single’s Inferno

Single’s Inferno (솔로지옥)

دانلود زیرنویس Indonesian

فصل 1

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Single’s Inferno S01E03 NF-WEBDL-WEBRip
ناشر Sh1Ft3R
𝐍𝐅 𝐑𝐞𝐥𝐞𝐚𝐬𝐞

برچسب‌ها

webdl
webrip
web
BRip
WEBDL
تاریخ انتشار: 2022-06-15
تعداد دانلود: 35
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

SERIAL NETFLIX

KIM HYEON-JOONG

MOON SE-HOON

SHIN JI-YEON

KIM JUN-SIK

KANG SO-YEON

CHOI SI-HUN

AN YEA-WON

SONG JI-A

OH JIN-TAEK

Di episode lalu, kita menjodohkan pasangan yang ke Pulau Surga untuk pertama kalinya.

Salah satu mereka berjodoh karena urat yang menonjol,

- Ji-a dan Hyeon-joong. - Benar.

Bukankah kedua pasangan ini sangat serasi?

Keduanya terlihat sangat nyaman.

- Komunikasi juga lancar. - Benar.

Mereka juga terlihat santai dan minum bersama.

Aku rasa mereka sangat keren dan jujur.

Lalu, apa alasanmu memilihku hari ini?

Karena aku menyukaimu.

Alasan seperti itu…

Tidak ada alasan?

Karena kau orang yang paling aku sukai.

Begitu, ya.

Apa kau tidak pernah kebingungan?

Berhubung ini pilihan pertama, kita tidak tahu bagaimana perubahan

- yang terjadi nantinya. - Ya.

- Itu bisa menyebabkan bencana lagi. - Ya.

Pasangan Jin-taek dan So-yeon

seperti pasangan yang baru menikah.

- Aku bisa bersikap seperti pria tua. - Ya?

Aku juga bisa menjadi pria muda,

atau sebaya untukmu.

Lagi pula, kita kemari untuk berkencan.

- Ya. - Ya.

- Omong-omong, Jin-taek itu - Ya?

tipikal orang yang setia ke satu orang.

Dia juga mendadak berbicara dengan santai.

Kesannya seperti "Aku hanya akan menatapmu."

"Aku hanya akan ke sini bersamamu."

- Itu membuatku berdebar. - Ya, membuat berdebar.

Apa kau akan kemari dengan gadis lain?

Aku bilang aku kemari hanya karena dirimu.

Sebenarnya sesi perjodohan pertama yang di luar dugaan

adalah Ji-yeon.

- Ji-yeon? - Benar.

Dia minum es Amerikano bersama Jun-sik dalam zona menikmati hidangan spesial.

- Ya. - Benar.

Namun, dia ke Pulau Surga bersama Si-hun.

Itu agak…

Bagaimana dengan Se-hoon?

Pasti mereka sudah cukup akrab.

Se-hoon juga merangkul Ji-yeon saat berfoto bersama.

Namun, jika dipikirkan kembali, semua itu

hanya perasaan sepihak Se-hoon.

- Benar. - Ji-yeon

- tidak meresponsnya. - Bertepuk sebelah tangan?

Jika Ji-yeon juga memiliki perasaan, dia pasti akan

- mundur ke belakang - Seperti ini.

- dan melakukannya bersama. - Di pinggangnya.

Namun, Ji-yeon diam saja.

Yang mengajak pergi makan hidangan spesial juga Se-hoon.

- Benar. Kita tidak tahu isi hatinya. - Ya.

PULAU NERAKA

Halo.

Halo.

Cobalah memakai topinya.

Aku tidak pernah memakai topi seperti ini.

- Kau menggemaskan. - Sungguh?

- Lihatlah. - Hei.

Hai.

Kalian dari mana?

Kami baru pulang dari berkeliling di sekitar sini.

Sudah larut.

Kita bertiga akan bergadang dan bercengkerama hari ini.

Kau tidur di sini saja.

Hanya orang-orang baik saja yang tersisa.

Mungkin karena aku terlalu cerewet.

Namun, kita harus memilih lagi, 'kan?

Aku ingin bertanya tentang ini lebih dahulu.

Apa ada orang lain yang kau sukai?

- Orang lain yang kau sukai? - Ya.

- Tidak ada. - Kalau begitu…

- Cobalah sekali lagi. - Namun, sebaliknya…

Namun, akan sangat baik jika kita berusaha sekali lagi.

Waktu bertanding lari dan menang tadi,

siapa…

Di sana ada Ji-yeon.

Kalian tahu kenapa aku memilih Ji-a?

- Tidak tahu, 'kan? - Tidak.

Tidak ada alasan tertentu.

- Karena mereka akrab? - Hanya karena mereka tampak akrab.

- Mereka juga berias bersama tadi pagi. - Ya. Benar.

Hal-hal seperti ini tiba-tiba tebersit dalam benakku.

Aku mereka jika kuciptakan suasana nyaman,

- mungkin hatinya akan lebih terbuka. - Ya.

Mari kita saling membantu.

Ya, aku akan membantumu.

Aku juga akrab dengan para wanita lainnya.

Aku akan menyampaikan ini kepada para wanita.

Aku mengandalkanmu.

PULAU SURGA CHOI SI-HUN DAN SHIN JI-YEON

Lihat makanannya.

Astaga, ini pasti enak.

Senangnya.

Ada daging.

Di sana kita tak bisa makan daging.

Enak sekali.

- Aku sudah lama sekali tak makan daging. - Namun, tadi aku memakan sosis.

Sosis? Benar juga.

Bagaimana rasanya saat memakan sosis?

Maksudnya saat kau dipilih.

- Saat kau dipilih. - Saat aku dipilih?

Sebenarnya aku sangat senang. Aku juga bisa meminum es Amerikano.

- Aku bisa meminum yang menyegarkan. - Kau senang karena hidangannya?

Aku juga senang bisa mengenal satu orang lagi.

Senang karena bisa mengenalnya?

Sebenarnya kita tak punya banyak waktu untuk saling mengenal.

- Ya. - Karena itulah…

Omong-omong, aku penasaran dengan usiamu.

Kurasa kau sangat muda.

Ya, usiaku 30 tahun.

- Ya. - Ternyata kau jauh lebih muda

daripada yang kuduga.

Terima kasih.

Dia sebaya dengan Jin-taek.

- Dia sangat awet muda. - Ya.

Aku pikir kau jauh lebih muda.

Usiamu?

Usiaku 25 tahun,

- Usiamu 25 tahun? - Kelahiran 1997. Ya.

Ada lagi yang ingin kau ketahui?

Apa pekerjaanmu?

Mengelola pakaian bermerek.

- Aku memulai bisnis merek pakaian. - Benarkah?

- Ya. - Kau mengelolanya

- secara langsung? - Aku pemiliknya. Benar.

Tegakkan dadamu. Baik.

Ya.

Aku ingin meluncurkan merek pakaianku sendiri,

jadi, sedang mempersiapkannya dengan baik.

Aku juga terlibat dalam segala hal yang terkait dengan pemotretan lookbook .

Aku memulai dari perencanaan produk

dan bertanggung jawab dalam segala tugas direktur.

Astaga. Keren.

CHOI SI-HUN, 30 TAHUN DIRUT MEREK PAKAIAN

Begitu, ya.

Aku juga ingin mengetahui tentang pekerjaanmu.

- Aku? Aku mahasiswi. - Mahasiswi?

Ya. Mahasiswi.

Jurusan pramugari?

- Bukan. - Bukan?

Bukan jurusan pramugari,

tapi lebih tepatnya belajar tentang otak dan saraf.

- Saraf otak? - Ya.

Begitu, ya.

Ilmu Saraf.

Itu nama jurusannya.

Aku seorang mahasiswi.

Aku belajar tentang Ilmu Biologi di Universitas Toronto.

Dia terlihat keren.

Apalagi saat bilang "Toronto" dan "Ilmu Saraf."

- Universitas Toronto itu sangat bagus. - Itu masuk 20 universitas terbaik dunia.

Astaga!

Alasanku memilih jurusan ini karena kakekku

mengidap penyakit Alzheimer.

Sejak itu, aku mulai tertarik dalam bidang ini.

Setelah lulus, kupikir akan melanjutkan S2 di bidang bioteknologi.

SHIN JI-YEON, 25 TAHUN ILMU SARAF UNIVERSITAS TORONTO

- Apa? - Hebat.

- Sungguh? - Dia juga cantik.

Serta pintar.

Itu di luar dugaan.

Sepertinya semua orang terkejut karena aku mempelajari hal ini.

Itu bahkan sulit dibayangkan.

- Begitu, ya. - Karena tak terduga.

- Sungguh? - Ya.

Masa?

Karena sudah tahu usia, kita bisa bicara dengan santai…

Aku akan memanggilmu oppa .

- Ya, panggil saja aku oppa . - Baiklah.

Lalu bagaimana tipe idealmu?

Aku rasa mengetahui pesona seseorang itu penting.

Begitu, ya.

Hanya pesonanya.

Hanya pesonanya?

Jika seandainya wanita yang kau sukai

juga menyukai orang lain, kau tidak akan mendekatinya?

Pertama, aku tidak begitu memedulikan siapa yang disukainya.

Bukankah itu yang paling penting?

- Benar. - Aku tidak peduli

jika yang lain menyukai orang yang kusukai.

Benar.

Aku merasa seperti ini.

Aku mungkin sulit menentukan pada awalnya.

Namun, setelah ditentukan, aku orang yang bersikap tak peduli apa pun.

Kurasa mereka berdua mulai menumbuhkan kesan yang baik.

Kurasa Pulau Surga itu bukan hanya surga biasa.

Itu benar-benar surga.

Selain lingkungannya yang indah bak surga,

More Indonesian subtitles for Single’s Inferno

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left