نخستین 200 خط.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa dianjurkan"
"Episode 71"
"Sedang berduka cita"
Dal Ja, kita harus bersiap melayani pengunjung.
Aku terus berpikir Soon Ok akan duduk di sini sambil tersenyum,
tapi dia sudah tidak lagi bersama kita.
Cerialah, Dal Ja.
Kita harus mengelola restoran ini menggantikan dia sekarang.
Dia tidak akan bisa beristirahat dengan tenang
jika tahu kita sangat sedih.
Benar, bukan?
Bisakah aku memesan sup?
Tentu, akan segera dibuatkan.
Biar aku saja.
Bagaimana pemakamannya, Young Sun?
Berjalan sangat baik, terima kasih.
Terima kasih sudah datang.
Aku harus datang. Aku sudah lama mengenal kalian.
Dia wanita yang baik.
Sayang sekali. Dia dalam masa-masa terbaiknya.
Halo, Pak Bang.
Kamu sudah bekerja? Kenapa kamu tidak libur beberapa hari lagi?
Tidak. Tetap di rumah membuatku lebih memikirkan Soon Ok.
Aku lebih baik di sini dan bekerja.
Pak Yoon. - Hentikanlah.
Aku baik-baik saja. Pastinya sulit mengelola toko sendirian.
Maaf. - Jangan meminta maaf.
Ini tidak akan mudah, tapi berusahalah untuk ceria.
Yang masih hidup harus melanjutkan hidup mereka.
Aku akan mengantarkan ini.
Tidak, tunggu, biar aku saja.
Tidak apa-apa, aku saja yang pergi.
Tidak. Aku yang akan mengantar semua selama beberapa waktu.
Kamu bisa menjaga toko. Sampai jumpa.
Hati-hati. - Baiklah.
"Taesan Mengembangkan Mi Bayam"
"Mi Taesan mendapatkan paten mi bayam Korea yang pertama."
Halo, Mi Taesan.
Halo, Pak Jung.
Nyonya Cho, kenapa menelepon?
Aku menelepon karena membaca berita baik di koran.
Begitu rupanya.
Kamu pasti sibuk dengan kegiatan amal dan politik.
Kapan kamu punya waktu untuk mengembangkan produk baru?
Kamu bahkan mengajukan paten. Aku sangat terkesan.
Terima kasih.
Aku cuma bertanya-tanya mi macam apa yang baik bagi kesehatan
sekaligus terasa enak, dan aku pun mendapat hasil memuaskan.
Aku tahu kamu orang yang sangat cakap,
tapi kamu sangat rendah hati dan pekerja keras.
Aku banyak belajar darimu. Selamat.
Terima kasih.
Kalau begitu, aku akan segera mengunjungimu di Seoul.
Tentu. Sampai jumpa.
Masuklah.
Incheon News baru saja menelepon untuk meminta wawancara.
Wawancara? - Ya.
Mereka ingin bicara kepada Ayah mengenai patennya.
Apa besok Ayah punya waktu luang?
Ya.
Aku akan menelepon mereka kembali untuk mengatakannya.
Lakukanlah.
Ibu, aku berangkat ke kelas.
Kenapa kamu membawa rok itu?
Aku harus membawanya untuk diperbaiki.
Jung In cukup mahir.
Benarkah? Kamu sudah membaca artikel mengenai paten ayahmu?
Tentu saja. Ayah sangat menakjubkan.
Kapan Ayah mengembangkan itu?
Ibu tidak tahu. Mungkin itu kenapa ayahmu mudah marah belakangan ini.
Apa menurut Ibu suasana hati Ayah saat ini sedang bagus?
Tentu saja. Artikelnya menyebutkan banyak hal baik
dan orang-orang memberinya ucapan selamat.
Bagus. Aku sebaiknya menanyakannya soal membelikan Jeong Shik pabrik.
Apa? Kenapa fokusmu selalu membantu keluarga Jeong Wook?
Aku menikah dengan anak sulung. Tugasku peduli terhadap keluarga.
Astaga... Baguslah.
Apa kamu sudah lupa kamu anak semata wayang ibu?
Ibu, tentu saja aku tahu itu.
Kalau aku baik kepada keluarganya, Jeong Wook akan baik kepada Ibu.
Ibu tidak percaya mendengar itu. Kamu tidak terhentikan, ya?
Pergilah ke kelas.
Baiklah, sampai nanti.
Astaga...
Jung In.
Se Young.
Bagaimana pemakamannya?
Aku terlalu sibuk untuk bisa datang. Maaf.
Tidak apa-apa.
Apa Soo In datang untuk pemakamannya?
Tidak.
Dia bahkan tidak menghadiri pemakaman ibunya?
Kami tidak bisa menghubungi dia.
Aku tidak mengerti. Bagaimana dia bisa tidak menelepon bertahun-tahun?
Maaf, tapi aku tidak mau membicarakannya.
Bisa ganti topik pembicaraan? - Apa?
Tentu, baiklah.
Tolong perbaiki ini.
Perbaiki kelimnya dan pendekkan 5 cm.
Baiklah.
Young Sun, sudah ada kabar dari penyelidik swasta?
Belum.
Aku mau segera menemukan Soo In demi Soon Ok.
Dia tidak tahu ibunya meninggal.
Dia akan sangat sedih saat mengetahuinya.
Halo, ini Sup Yoon.
Young Sun, ini aku, Tae Soo.
Tae Soo?
Ya. Bagaimana kabarmu?
Bagaimana kabarmu? Apa kamu baik-baik saja?
Ya. Aku agak terlalu sibuk untuk menghubungi.
Bagaimana keadaan semua? Soon Ok dan yang lain baik-baik saja?
Kamu seharusnya menelepon lebih cepat. Kamu terlambat.
Kenapa? Apa ada masalah?
Sebenarnya...
Ada apa, Young Sun? Ada masalah apa?
Soon Ok meninggal.
Apa?
Apa maksudmu bilang ibu Soo In meninggal?
Dia meninggal pekan lalu karena kanker perut.
Andai saja menelepon lebih cepat,
kamu bisa mengucapkan selamat tinggal.
Young Sun, aku sungguh berduka.
Aku akan menghubungimu lagi.
Kenapa kamu di sini?
Apa Nyonya Cho mengirimmu untuk sesuatu?
Tidak. Ada yang ingin kusampaikan kepadamu.
Kamu mau bicara? Mengenai apa?
Mari duduk.
Baiklah.
Soo In.
Jangan kaget.
Ada apa?
Ibumu
meninggal.
Apa?
Apa maksudmu?
Ibumu meninggal pekan lalu
karena kanker perut.
Apa?
Tidak mungkin. Bagaimana...
Kamu salah. Kamu salah, bukan?
Soo In, aku berharap ini salah.
Aku baru saja menelepon restoran ibumu
dan itu yang dikatakan Young Sun kepadaku.
Astaga.
Tidak mungkin.
Bagaimana Ibu bisa...
Ibu!
Ibu...
Ibu, kita mau ke mana?
Ibu. Kenapa Ibu menangis? Jangan menangis.
Ji Hoon.
Ibu.
Maafkan aku.
Maaf aku datang terlambat.
Maafkan aku, Ibu.
Ibu.
Ibu.
Soon Ok.
Aku datang menemuimu.
Apa itu?
Apa tadi ada yang ke sini?
Soo In.
Tae Soo.
Ya?
Apa yang harus kulakukan sekarang?
Aku sudah memperlakukan ibuku dengan sangat tidak adil.
Bagaimana aku bisa hidup?
Aku yakin ibumu akan mengerti.
Dia kini tahu bagaimana perasaanmu.
Jangan berpikiran negatif.
Tujuan hidupku adalah bertemu dia lagi suatu hari nanti.
Kini aku tidak tahu harus bersandar ke mana lagi.
Aku sudah kehilangan semuanya.
Soo In.
Apa ada yang kamu inginkan?
Ibu akan membelikanmu sesuatu untuk merayakannya.
Aku tidak menginginkan apa pun selama memiliki Ibu.
Tahukah kamu,
ibu tidak mengharapkan apa pun lagi
selama kamu dan Jung In sukses dalam hidup.
Apa kamu tahu maksud ibu?
Mari kita semua tetap kuat dan melanjutkan hidup.
Segalanya akan membaik suatu hari nanti.
Ibu...
Apakah Ji Hoon tidur?
Ya. - Dia pasti lelah.
Soo In. Apakah kamu baik-baik saja?
Ya. Terima kasih atas segalanya untuk hari ini.
Maaf. Andai saja kuhubungi mereka sedikit lebih cepat,
kamu pasti bisa mengucapkan selamat tinggal.
Tidak.
Itu salahku.
Kamu nanti bisa sakit.
Tae Soo, jangan bilang apa pun kepada Nyonya Cho.
Kenapa?
Aku tidak mau dia khawatir.
Tidakkah menurutmu kamu sebaiknya memberi tahu dia
No comments yet. Be the first to leave one.