نخستین 200 خط.
Pertarungan manusia dan iblis sudah berlangsung selama ribuan tahun
Manusia dibantu Sang Budha melawan Iblis
Sementara Iblis memperalat Ashura, Perawan Neraka.
Meski Ashura berasal dari neraka,
Tapi dia polos seperti anak kecil
dan pribadinya yang ceria.
Tanpa diduga, petaka muncul lagi.
Berlutut.
Berlutut, cepat..
Duduk.
Duduk.
Sampai jumpa / Sampai jumpa.
Sampai jumpa
Menyenangkan.
Jangan putar berlawanan, nanti bisa menimbulkan bencana.
Matahari, keluarlah.
Matahari, keluarlah.
Matahari, dimana kamu?
Siluman, aku bukan lagi Perawan Neraka.
Berhenti mengikutiku.
Siluman, enyahlah!
Merak, Kujaku.
Baik, aku hadapi kalian.
Siluman, jangan sakiti temanku.
Ashura, jika kau terus perintah mereka
Kau tetap menjadi Perawan Neraka.
Ya, benar.
Biar kami hadapi siluman ini.
Minggir semua.
Ashura,
Kekuatan sihirmu akan berdampak pada manusia.
Kami akan membawamu pada Biksu Ji Ku.
Mentari, Bulan, Bintang / Cukup.
Ikut kami menemui guru.
Guru, Biksuni.
Biksu, Ashura di sini.
Biksu Ji Ku.
Ashura, berlutut.
Apa kau tahu kau sudah membuat Iblis bangkit kembali?
Biksu
Aku bersumpah tidak memerintah siluman.
Aku takkan pergunakan sihirku lagi
Bisakah aku hidup di dunia manusia sepertimu?
Ashura...
Manusia dan Iblis tak bisa berdamai
Tapi mengingat kau sudah bertobat
Sang Budha akan mengampunimu
Budha Tidur di belakangku adalah patung suci umat Budha.
Kami memutuskan agar kau berlatih di dalam sana.
Selama sisa hidupmu
Biksu, bisakah aku lihat matahari di dalam Budha Tidur?
Aku siap jika aku bisa melihat matahari
Ashura, karma itu sangat adil
Bukan terserah kamu.
Biarawati, lakukan tugasmu / Baik
Guru, Biksuni, ampunilah dia
Biksu, Biksuni.
Jangan paksa aku hidup di tempat yang gelap gulita.
Gelap itu menakutkan, Matahari itu indah.
Aku sudah hidup di neraka selama 660 tahun.
Aku sudah bersumpah
Takkan hidup di kegelapan lagi.
Guru, Budha berkata "jatuhkan pisau dan jadilah Budha"
Tapi kenapa kau menghukum Ashura selamanya di dalam kegelapan?
Ashura akan mati jika dia tidak tinggal di dalam Budha Tidur.
Biksu, aku tidak takut mati.
Aku hanya ingin di tempat yang ada sinar matahari
Aku nikmati setiap detiknya
Ashura...
Kenapa kau belum sadar juga?
Kebandelanmu akan membawa petaka bagi manusia.
Keputusan ini sudah mutlak.
Ashura, tolong dipahami
Biksuni, biar Ashura bersama kami dia akan baik-baik saja.
Kujaku dan aku akan menjaganya siang malam.
Satu kesalahan bisa membahayakan seluruh manusia
Apa kalian sanggup memikul beban ini?
Guru, Biksuni
Jika nasib seluruh manusia
Ada di pundak Ashura saja
Bagaimana dia memikulnya?
Guru, Biksuni, Kujaku benar.
Kalian jangan memaksakan keinginan pada orang lain.
Kalian tidak menghormati orang tua.
Guru, Biksuni, ampunilah dia.
Dengan belas kasih pun.
Aku tak bisa menentang kehendak langit
Kalian sudah berguru sekian lama
Tak bisakah kalian bedakan, benar dan salah?
Kenapa kalian iba padanya?
Ashura.
Pengorbanan itu mulia demi kebaikan umat manusia.
Ashura.
Ashura.
Guru, bunuh atau lepaskanlah dia
Lihat dia sekarang
Dia buktikan dengan nyawanya bahwa dia benar-benar bertobat.
Ashura.
Tahukah kamu menentang takdir itu adalah kebodohan?
Biksu, aku tidak ingin menentang takdir
Aku hanya bersumpah pada diriku
Untuk hidup dengan teman dan matahari
Aku tidak ingin menjadi iblis pembunuh
Aku hanya ingin menjadi manusia.
Aku kabulkan, hiduplah selama 7 hari
Setelah 7 hari, kau harus balik kesini.
dan jalankan hukumanmu
Apa kau siap?
Biksu, kau...
Ashura, kau siap bersumpah?
Guru, hanya 7 hari?
Baiklah Biksu, itu sudah cukup.
1 hari, 1 jam, 1 menit, 1 detik, aku sudah sangat bersyukur Biksu.
Ini sudah pagi, manfaatkan waktumu Pergilah
Biksu, aku permisi.
Kau harus bertanggung jawab atas yang terjadi dalam 7 hari.
Jangan khawatir, Biksuni.
Ashura hanya punya waktu 7 hari
Untuk menikmati sinar matahari
Bagaimana jika Ashura kembali ke Neraka dalam 7 hari kedepan?
Merak, Kujaku.
Awasi kemana pun dia pergi jauhkan Ashura dari gangguan.
Baik, Guru, kami permisi
Kalian juga pergilah, bunuh Ashura jika dia kembali ke neraka.
Para siluman.
Ashura sudah meninggalkan neraka
Kita harus memanfaatkan dia
Bawa dia kepadaku
Akan kuserap energinya
Lalu kugantikan posisinya untuk membangkitkan Sang Iblis
Kalian mengerti perintahku?
Jangan khawatir, Puan. Kami akan bawa Perawan Neraka ke sini.
Ashura.
Terima kasih, Biksu. Terima kasih, Merak dan Kujaku.
Terima kasih, sinar matahari.
Aku akan bertemu sahabatku dulu
Sahabatmu ada di belakangmu
Ashura, berbalik dan lihatlah kami.
Bukan kalian, kalian sahabat keduaku.
Sahabatku lebih tampan daripada kalian.
Hiwai.
Jangan sampai dia lari, tangkap.
Jangan lari.
Di sana.
Lempar dia...
Itu dia... Jangan lari.
Hiwai.
Lempar.
Hore.
Dasar binatang, kau curi makananku.
Itu Hiwai. Hiwai.
Rasakan
Berani sekali kau menggertak kami.
Serang
Serang
Hiwai.
Hiwai.
Kau tidak apa-apa?
Sakit ya?
Sakit?
Aku merindukanmu.
Hiwai, senang bertemu kamu lagi
Kenapa anak-anak itu mengejarmu?
Kau mencuri makanan karena kau lapar.
Kau nakal sekali.
Mari lihat apa yang kau curi.
Kau curi banyak sekali,
Pantas saja mereka mengejarmu
Makanlah.
Pelan-pelan, nanti tersedak.
Ashura.
Kurang ajar ada siluman menggangu Ashura.
Biar kutangani.
Para Leluhur..
Siluman itu meracuniku dengan kentutnya
Jangan sakiti dia, dia temanku
Ashura, Guru menyuruh kami melindungimu.
Kami takkan biarkan setan atau siluman mengikutimu.
Dia bukan siluman.
Dia temanku satu-satunya di neraka
Aku bersamanya 660 tahun di neraka
Aku tidak bisa hidup tanpanya
Dia temanku paling kupercaya, dia bukan siluman jahat.
Jadi ini sahabatmu yang lebih tampan dari aku?
Dia memang lebih tampan darimu.
Ashura, apakah siluman ini
akan terus mengikutimu?
Ya dia akan bersamaku selamanya.
Baiklah, tapi kau jangan jauh-jauh dari kami.
Jika terjadi sesuatu padamu, Siluman ini..
Maksudku kawan ini bertanggung jawab.
Baguslah, Hiwai, kini kita punya dua pengawal.
Kau senang?
Baiklah.
Kita mengawal sahabat yang paling tampan?
Hiwai...
Jangan tahan aku
Biar aku selamatkan dia.
Tetaplah bersama Kujaku.
Jangan khawatir, aku akan kembali.
No comments yet. Be the first to leave one.