نخستین 200 خط.
Hai Bu, aku sudah berkemas.
Perubahan rencana!
Dr Wong memasukkanmu ke dalam tim risetnya.
Kau akan mulai bekerja hari Senin.
Tunggu. Apa?
Pekerjaannya sangat bagus, sangat menggebrak.
Tapi aku tak butuh pekerjaan sebelum aku memulai residensi.
Masih ada keuntungan.
Terbanglah ke Toronto.
Jadi kau tak ingin aku ke Taipei?
Ini demi masa depanmu.
Menurutmu mana yang lebih penting?
Rachel?
Hai. Saya Waverly, keponakanmu.
Um, aku baik.
Aku di sini...
Di Holden.
Waverly!
Hai, Bibi.
Astaga!
Astaga. Lihatlah dirimu.
Aku tak bertemu kau selama...
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku tak tahu.
Oh...
Ayo, masuk.
Biar aku bantu.
Kapan kau terakhir bertemu orang tuamu?
Terakhir saat Nenek meninggal.
Itu empat tahun lalu.
Ibumu mungkin tegar.
Percaya padaku, aku tahu.
- Mungkin kau seharusnya. - Maafkan aku.
- Aku seharusnya di Toronto. - Tidak. Aku dulu...
Aku langsung ke rumahmu.
Aku bisa cari hotel.
Hei. Tidak. Aku akan melakukan hal yang sama.
Dan jangan gila. Kau takkan mencari hotel.
Dengar, aku harus bekerja.
Tentu saja, maafkan aku.
Sudahlah, jangan meminta maaf.
Kenapa kau tak tinggal di kamar tamuku saja?
Pintu kedua di kiri...
Dan lihat.
Ini kuncinya.
Baik! Aku akan menemuimu lagi nanti.
Baik. Sampai jumpa.
Acar, acar. Siapa mau acar?
Bagus dan lezat Di dalam perutmu
Saat kau memakannya, perutmu suka
Ya, ya Damai
Makanlah acar.
Waverly!
Waverly!
- Hujan-hujan di musim panas. - Baru mulai turun.
Ada lembu laut di sini?
Tidak.
Tapi ini hewan kesukaanku.
Mereka berkumpul di dekat marina...
Dan berenang di bawah perahu yang menyemburkan air segar.
Aku ingin menggambar lembu laut sedang begitu di bawah keran bir...
Tapi mereka tak mengizinkannya.
Aku tak percaya ini pekerjaanmu.
Ya.
Kau lapar?
Ya.
Jangan, ayo. Kau harus makan di sini.
Didalam sibuk, tapi bilang pada Lena aku yang menyuruhmu.
Baik.
Aku tak tahu seberapa sering kau bicara dengan ibuku...
Tapi aku belum cerita pada mereka aku di sini.
- Aku akan beri tahu mereka. - Hei.
Berjuanglah sendiri.
Bagaimanapun...
Ibumu dan aku tak banyak bicara.
Nikmati makananmu.
Ya.
Dimakan di sini? Dibawa pulang? Mau apa?
Aku keponakan Rachel.
Waverly! Kucarikan tempat duduk, ya.
Jess?
Bisa kau berikan ini pada Waverly?
Ya. Meja sembilan.
- Terima kasih. - Maaf.
Jadi kau pertama kali di sini aku akan sajikan jerk chicken untukmu.
Kau makan daging, kan?
- Ya. - Baik.
Bagaimana kamu...
Jangan khawatir.
Mereka masih menunggu.
Jika kau sibuk, kau tidak...
Tidak. Rachel bilang padaku kau akan datang.
Mau kuambilkan selain air?
- Kau punya bir JPL? - Pilihan keren.
- Jesse! Ambilkan JPL. - Ya.
Ini saudara kembarku yang jahat Jesse.
Jahat? Dengan senang hati.
- Senang bertemu denganmu. - Ia juga baru tiba, kalian mungkin satu pesawat.
Aku di sini selama musim panas, jika kau perlu orang untuk mengantarmu melihat sekitar sini...
- Memandumu, aku siap. - Aku akan ingat-ingat itu.
Ya, ingat-ingat itu.
Silakan.
Datanglah ke dermaga nanti di acara panggang-panggang. Khusus warga setempat.
Ayam untukmu akan siap sebentar lagi.
Hei! Kau bisa datang!
Ini istriku, Van.
- Halo. - Hai.
Aku membawa anggur.
Aku perlu mengisi ulang.
Ya.
Dia perlu menggelontor kehidupan kota di mana dia hidup.
- Toronto menakjubkan. Jangan membencinya. - Toronto?
Beberapa bulan lagi aku bekerja di sana.
- Sungguh? - Ya.
Hei, Blakey! Kau bisa datang.
Hai!
Kau tampak cantik. Terima kasih.
Pujian untukku? Kau juga tampak cantik.
Terima kasih.
- Hai, Blake. Senang bertemu denganmu. - Senang bertemu denganmu.
Hai.
Kau tetangga Rachel.
Ya.
Aku tadi melihatmu lewat jendela di halaman belakang.
Aku suka ayammu.
Terima kasih. Mereka kesayanganku.
Aku Blake.
Waverly, keponakan Rachel.
Senang bertemu denganmu.
Senang bertemu denganmu.
Waverly, anggur ini enak.
- Apa ini? - Terima kasih.
Pinot dari selatan Perancis.
Kesukaanku. Andalanku.
- Mau coba? - Terima kasih.
Aku punya andalan sendiri dari selatan ranselku.
Bagus.
Bersulang. Bersulang.
Kita ke mana setelah ini?
Kita sudah bicarakan minum dan merokok.
Saatnya pergi.
Hei, persetan denganmu.
Aku tinggal di sini.
- Ya, persetan denganmu. - Ethan, pulang.
- Tinggalkan dia. - Aku bersumpah demi Tuhan.
- Ia lelah denganmu. - Ethan.
- Mundur. - Ethan.
Hati-hati. Jangan lakukan ini.
Tindakan yang bagus, bedebah.
Sial.
Kau tak apa-apa.
Tenang.
Baik.
Kau baik-baik saja?
- Aku tak apa-apa. - Kau tak apa-apa?
Aku?
Aku tak apa-apa.
Mari kita coba berdiri. Santai dan pelan.
Ia baik-baik saja?
Aku rasa begitu.
Ambil baju hangatku.
Kami akan bawa kau pulang.
Pulang. Sekarang.
Sampai jumpa.
Waverly, aku meneleponmu berulang kali.
Kau di Toronto?
Kenapa tak menjawab?
Halo. Hai, Bu.
Akhirnya. Berulang kali kutelepon kau.
Baik. Maafkan aku.
Kau tak pernah tak memedulikanku seperti ini.
Ponselku hilang dan aku baru menemukannya.
Maksudmu, kau belum berangkat?
Ya. Aku masih di Chicago.
- Oh, begitu. - Ya.
Tapi aku akan ke sana besok.
- Baik. - Terima kasih telah memasukkanku.
Baik.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa.
- Selamat pagi. - Hai.
Kau bangun awal.
Aku harus kembali bekerja. Aku penjaga pantai.
Aku menjaga nyawa orang-orang di pantai.
Jadi aku berurusan dengan seorang profesional kemarin.
Ya.
Apa yang kau rasakan?
- Aku tak apa-apa. - Bagus.
Jadi kau tak bisa berenang, ya?
Ya. Aku melewatkan kesempatan belajar berenang saat kecil.
Aku bisa mengajarimu, maksudku, kalau kau mau.
Itu bagus.
Aku guru yang galak...
Jadi kau harus serius.
Sayangnya, aku harus pergi besok.
Aku pikir kau baru saja sampai di sini.
Memang.
Ini rumit.
Baik.
Hei, em...
Terima kasih sudah selamatkan hidupku.
No comments yet. Be the first to leave one.