نخستین 198 خط.
Oh, selamat malam.
Aku baru saja menciptakan alat ke ruang keluargaku.
Mereka bilang buatan asing jadi kurang populer akhir-akhir ini.
Aku menyukainya, akan tetapi.
Aku hanya orang kolot, aku rasa.
Tapi begitu berlebihan terhadap seni yang baik.
Malam ini kami ada film seri kami berikutnya...
dibuat utamanya buat para insomniak.
Sebenarnya, cerita-cerita kami tak mengobati insomnia kalian.
Tapi itu bisa menghentikan memikirkan masalah kalian...
dengan menstimulasi imajinasi kalian...
lalu memberikan kalian sesuatu untuk dipikirkan...
setelah kalian berbaring di sana dalam kondisi gelap.
Cerita malam ini bakal menyusul...
setelah kami memberikan tes tak dapat tidur ini.
Chyrus Collection
Selamat pagi, Mrs. Schultz.
- Selamat pagi, Mrs. Santine. - Selamat pagi.
Bagaimana kabarmu pagi ini? Ini 29 sen.
Kau suka panasnya, Mrs. Santine?
Kupikir mungkin panasnya mencairkanku sedikit.
Terima kasih banyak, Mrs. Santine. Datang lagi.
Sampai jumpa. Aku akan.
Oh, Mr. Verber, bayinya sudah sembuh dari sakit perut?
Oh, ya. Bayinya baik sekarang.
Tangisannya mengganggumu?
Tidak, tidak. Bayi haruslah menangis.
- Oh, Mrs. Glovetsky, bagaimana kabarmu pagi ini? - Selamat pagi. Baik.
- Bagaimana putrinya? - Mengagumkan. Sungguh gadis menyenangkan.
Mr. Krane, kau ada lagi salami yang nikmat itu?
Aku rasa begitu.
Sip.
Harold, bisa kau ambilkan Mrs. Glovetsky sejumlah salami itu?
Dan, Harold, ambilkan aku sebotol acar asam lezat itu.
Hari yang amat panas lagi, Mrs. Verber?
Ya.
Apa yang bisa kubantu untukmu?
Aku butuh satu rol plester.
Baiklah.
Itu luka memar parah yang mengerikan.
Ini bukan apa-apa.
Aku kesandung salah satu mainan anak-anak.
Mereka selalu meninggalkannya berserakan di sekitar.
- Ini 19 dari 25. - Baiklah.
Aku baru saja bicara dengan suamimu.
Dia bilang bayimu kondisinya sehat sekali sekarang.
Ya, baik. Terima kasih.
- Selamat pagi, Mrs. Verber. - Mrs. Krane.
Hai, sayang. Kupikir kau tadi bilang padaku kau hendak...
Bukankah aku sudah bilang padamu?
Kau lihat luka memar di wajahnya?
Aku tahu mereka mengalami pertengkaran lagi semalam.
Dia bilang dia tersandung lalu terjatuh.
Kau bisa percayai itu bila kau mau. Tapi kupikir dia memukulnya.
Aku lihat Verber jalan kaki di jalan. Dia kelihatannya agak gelisah.
Oke.
Mrs. Glovetsky, kau sudah dapat salamimu, aku lihat.
Baiklah. Ini 84 sen, tolong.
- Terima kasih banyak, Mrs. Glovetsky. Datang lagi, tolong. - Baiklah.
- Stanley? - Ya.
Menurutmu dia selingkuh?
Verber? Semua orang bilang dia begitu.
Aku tak tahu kenapa dia tak segera pergi dan mengakhirinya.
Apa yang kita punya buat makan malam?
Terlalu panas untuk memasak. Scrapple itu tak masalah?
Scrapple, tentu.
Mungkin dia mengurungkannya demi kebaikan anak-anak.
Itu sebuah pendidikan yang harus dipikirkan.
Kasih aku alasan lain.
Sayang, mana aku tahu?
Mungkin mereka suka bertengkar. Kau tahu, ada sejumlah orang yang begitu.
- Lagian, itu sama sekali bukan urusan kita. - Kau tunggulah.
Dia bakal memasukkannya ke rumah sakit suatu hari nanti.
Tentu.
Jangan terlambat buat makan malam.
Benda sialan ini lagi.
Halo?
Ya, sebentar. Aku akan lihat apa dianya ada.
Mr. Verber, telepon.
- Mr. Verber. - Ada apa?
Telepon buat suamimu.
Terima kasih.
Sebentar.
Mrs. Verber, aku harap kau berbuat sesuatu terhadap kereta bayi itu.
Aku selalu terus menabraknya.
Aku tak ada tempat lain menaruhnya.
Aku tak mungkin menyeretnya ke atas terus-terusan, bukan?
Tidak, aku rasa tidak.
Mungkin kau bisa gantungkan lentera merah di keretanya.
- Hai, manis. - Hai, sayang.
- Makan malam siap? - Sebentar lagi.
Kau yang angkat teleponnya?
Ya. Itu buat Verber.
Aku rasa dia belum pulang.
Dia pulang sudah setengah jam lalu.
Mrs. Verber yang terima teleponnya.
Siapa yang meneleponnya?
Presiden, aku rasa.
Jangan bercanda. Itu pria atau wanita?
Sebenarnya, itu wanita. Kenapa?
Diam!
Itulah kenapa.
Mengingatkanku jangan pernah mendapati teman-teman wanitaku meneleponku di sini.
- Sekarang, kau... - Diam dan uruslah anak-anak.
Sekarang kau pikir kau itu jawaban atas setiap doa para wanita.
Aku bisa beritahukan satu, dua fakta sesungguhnya.
Kau beritahukanlah ke seluruh daerah sini sekarang juga.
Mereka harusnya coba hidup denganmu. Satu minggu, itu saja.
Aku beritahu untuk terakhir kalinya, Amelia, berhentilah menyindirku, atau aku akan...
Stanley, itu semakin parah.
Dan makan malammu semakin dingin.
Dia mengancamnya. Aku beritahu ini serius.
Apa yang harusnya aku lakukan akan hal ini, manis?
Entahlah. Ikutlah dan dengarkan.
Aku bisa dengar semua yang aku mau tepat di sini.
Kau dengar itu? Dia memukulinya.
Aku sudah bilang, sejumlah orang suka bertengkar. Kemudian mereka bakal berciuman dan berdamai.
Stanley, dia bakal membunuhnya.
Dia akan berhasil selamat sebentar lagi.
Kau dengar sesuatu?
Tidak.
20, 25, 50, $3.
- Terima kasih. Datang lagi, Mrs. Santine. - Aku akan. Sampai jumpa.
Mr. Krane, aku mau sejumlah permen, tolong.
Ya, tentu saja, Mrs. Verber.
Seperti apa?
Terserah. Aku hanya mendambakan sesuatu yang manis.
Bagaimana kalau coklat berlapis ceri yang...
Mr. Verber selalu belikan untukmu?
Ya, itu boleh.
Ada lagi yang lain, Mrs. Verber?
Ya, aku butuh sesuatu untuk masukkan mainan anak-anak ke sana.
Bila kau tak butuh karton itu, aku mau membawanya pulang.
Silakan saja.
Ini sedikit tak pantas. Mungkin sebaiknya aku bawakan ke sana untukmu.
- Aku bisa usahakan, aku yakin. - Tak merepotkan sama sekali.
Aku mau pulang makan siang sebentar. Aku dengan senang hati akan antarkan ke atas.
Baik sekali dirimu, terima kasih.
Siapa?
Ini Stanley Krane, Mrs. Verber. Aku bawakan kartonmu.
Tinggalkan dekat pintu, tolong. Aku lagi mandi.
Mrs. Verber, telepon.
Aku tak bisa keluar sekarang.
Bilangkan mereka harus telepon lagi nanti.
Baiklah, Mrs. Verber.
Mrs. Verber bilang untuk meminta mereka telepon lagi nanti.
Mrs. Verber bilang bisa kau telepon lagi nanti, tolong?
- Stanley? - Ya, manis?
Stanley.
Siapa menurutmu tadi itu? Itu bosnya Verber.
- Makan siang siap? - Verber tak berangkat kerja hari ini.
Dan dia tak di rumah. Tak ada tanda dirinya sepanjang pagi tadi.
Serius, Dorothy, kau harusnya berusaha berhenti memikirkan hal itu.
Stanley, demi Tuhan!
Aku beritahu sesuatu telah terjadi.
Tak ada kemunculan dirinya sejak pertengkaran itu semalam.
Oh, ya. Itulah saat dia membunuh istrinya.
Aku tak tahu siapa yang membunuh siapa.
Cuaca panas ini membuatmu pusing.
- Terus dia ke mana? - Dia pergi ke Coney Island.
Atau mungkin dia pergi ke pertandingan bola.
Atau dia mungkin dapat pekerjaan baru atau pergi menemui ibunya.
Ada 100 penjelasan biasa setiap hari untuk itu.
Aku harap begitu. Makan siangmu siap.
Jadi, apa yang kau lakukan di atas sana?
Mrs. Verber butuh karton besar, makanya aku bawakan ke sana untuknya...
Karton? Seberapa besar?
Salah satu yang amat besar. Dia bilang dia butuh untuk masukkan sejumlah mainan anak-anak.
Karton yang besar bisa menyimpan banyak mainan.
Bisa kau buka pintunya?
Stanley.
Bisa kau buka pintunya?
Tentu, sayang. Sekarang juga, cantik.
- Oh. - Ya?
Dewan Kesehatan. Aku harus periksa apartemen.
Oke. Masuk.
Kalian jelas bekerja di waktu yang tak biasa.
Ya, hari melelahkan. Tapi ini apartemen terakhir.
Aku tak memeriksanya sekarang, aku harus kembali jauh-jauh kemari besok.
- Oke, silakan. - Sip.
Maaf mengganggumu, nyonya.
Kami usahakan tempat ini terawat. Setidaknya istriku yang begitu.
Ya, lebih banyak pembersih dibandingkan tempat di atas.
- Aku sependapat untuk itu. - Keluarga Verber?
Ya. Aku tak melihatnya di sana.
Kupikir dia sudah pergi.
Tak apa bila aku cek kamar mandinya?
Tentu. Sebelah sini.
- Kau iya. - Aku tidak.
Ya, kau iya.
Ibu! Ibu!
Apa yang kau harapkan untuk ditemukan di luar sana?
Kau tak pernah tahu sampai kau memeriksanya.
Apa maksudmu soal Verber lagi pergi?
- Hanya tak terlihat di sana, itu saja. - Sudah berapa lama?
Boleh aku lihat surat izin pemeriksamu?
Aku tak mau menganggu istrimu.
Sersan Halloran, Pembunuhan.
No comments yet. Be the first to leave one.