نخستین 200 خط.
"Tayangan ini mungkin tidak sesuai bagi pemirsa di bawah 15 tahun"
"Pemirsa diharap bijak"
"Still Loving You"
Selamat ulang tahun. - Terima kasih.
"Episode 114"
Bit Na, kamu datang. Ibu juga datang.
Selamat ulang tahun.
Terima kasih. Masuklah.
Dia cucumu sekarang. Bicaralah dengan santai.
Apa Ayah tahu?
Dia adalah ibu mertua Bu Park.
Apa Ayah tahu?
Apa maksudmu? Ibu mertua?
Siapa?
Omong kosong apa ini?
Apa kamu tahu tentang ini, Jae Woo?
Teganya Ayah melakukan ini kepada kami.
Ayah meninggalkan Nenek hidup sendirian.
Tapi kenapa Ayah tinggal bersamanya padahal dia bukan ibunya Bu Park?
Apa Ayah begitu menyukai Bu Park?
Apa Ayah sama sekali tidak peduli kepada Ibu atau Nenek?
Ayo pergi sekarang, Bit Na. Tidak berguna membicarakannya lagi.
Ibu.
Jangan memanggilku "Ibu".
Aku bukan ibu mertuamu lagi.
Bit Na, dengarkan nenek baik-baik.
Ayahmu bukan lagi bagian dari keluarga kita.
Mulai sekarang, hanya ada kita berdua.
Mari kita pergi sekarang.
Ibu. - Jangan memanggilku begitu.
Ibu, tunggu.
Lupakan saja. - Ibu.
Maafkan aku.
Itu semua salah ibu. Semuanya salah ibu.
Ibu.
"Pangan Yoonga"
"Ayah"
Ya?
Kenapa kamu kemari?
Aku mau menjelaskan semuanya.
Tidak perlu. Tolong pergilah.
Nenekku sebetulnya ibu bagi ibuku.
Tidak, dia memang ibunya.
Nenekku juga begitu.
Dia sebetulnya ibu bagi ayahku.
Maka, kamu seharusnya mengerti.
Setelah kedua anak mereka meninggal,
mereka berdua harus mengandalkan menantu mereka.
Benar sekali.
Tapi keluargamu mengambil ayahku dari nenekku.
Kamu pasti sudah lupa.
Nenekmulah yang tidak bisa membuka diri kepada kami.
Jika dia membuka diri kepada kami, ayahmu dan ibuku
bersedia tinggal bersama nenekmu dan juga nenekku.
Itu hanya terdengar seperti alasan.
Maaf tidak memberitahumu lebih awal.
Tapi tidak bisakah kamu lebih pengertian?
Entah kamu suka atau tidak, kita keluarga sekarang.
Jangan tertukar.
Kita bukan keluarga.
Aku tidak pernah menganggap kalian sebagai keluargaku.
Bit Na.
Eun Soo, tolong keluar dari ruanganku.
Berapa lama aku harus mendengarkan omong kosong ini di kantor?
Bit Na.
Betapa pun kamu membencinya, aku kakakmu sekarang.
Kakak? Kata siapa?
Aku tidak pernah mengizinkan itu.
Apa kamu tidak lelah bertengkar?
Apa gunanya bersikap seperti itu?
Jika kamu sungguh menyesal, berhentilah bersikap seperti ini.
Aku ingin meminta bantuanmu. Jangan menyulitkan ibu dan nenekku.
Aku rasa semua orang keluar untuk makan siang.
Astaga, aku lelah sekali.
Aku kelelahan.
Benar, bukan? - Benar sekali.
Pak Lee. - Ya.
Apa rapatnya berjalan lancar?
Ya. Tapi aku lelah sekali.
Omong-omong, bau apa ini?
Bau? Bau apa?
Itu pasti bau kaki Pak Lee.
Apa maksudmu? - Pak Lee.
Tolong tetap pakai sepatu saat sedang di kantor.
Kakiku tidak bau.
Apa masalahnya? Kalian salah orang.
Kakiku tidak pernah bau.
Ada kabar dari Eun Soo? - Belum.
Katanya dia akan mencoba berbicara dengan Bit Na. Lancar tidak, ya?
Ini semua salah ibu.
Ibu seharusnya pindah sejak lama untuk menghindari...
Ibu.
Katamu rumahnya berbatu bata merah, bukan? Rumah wanita itu.
Ibu mau mengunjunginya?
Tidak, untuk apa?
Aku datang, Yeon Mi.
Astaga, sudah lama tidak melihatmu.
Halo, Bu Kim. - Ya, halo.
Aku harus pergi. - Tidak, jangan.
Tinggallah. - Tidak masalah.
Santai saja dan bersenang-senanglah.
Baiklah. - Baiklah.
Hati-hati di jalan. - Terima kasih.
Ada apa? Tampaknya kamu senggang hari ini.
Gantinya, aku tidak perlu mencium bau doenjang jjigae hari ini.
Ini.
Hei!
Ya?
Aku sedang duduk di sini. Apa yang kamu pikirkan?
Kepalaku sakit. Kamu punya obat sakit kepala?
Apa? Tidak ada. Apa sangat sakit?
Tidak, tidak terlalu sakit. Jangan khawatir.
Astaga, kenapa sudah panas sekali padahal sekarang baru musim semi?
Tunggu sebentar. Itu di tanganmu...
Apa? Ada apa dengan tanganku?
Ada sesuatu di tanganmu.
Apa itu tanah? Kamu menggali kentang atau semacamnya?
Apa...
Di mana? Aku tidak melihat apa-apa.
Cincin yang indah. Apa itu berlian?
Ya. Hadiah dari suamiku.
Baguslah.
Ya, aku bahagia.
Ke mana perginya?
Pasti aku meninggalkannya di rumah itu.
Kenapa aku harus meninggalkan foto Ji Eun...
Ini aku.
Aku baru sadar meninggalkan sesuatu di rumahmu.
Tolong kirimkan itu kepadaku.
Baiklah. Tapi buka dahulu pintunya.
Apa?
Kenapa kamu kemari?
Karena menantu laki-lakiku.
Apa? Menantu laki-lakimu? Astaga.
Bisa-bisanya kamu menyebutnya begitu di depanku? Tidak tahu malu.
Dia mencemaskanmu karena masih menganggapmu sebagai ibunya.
Kudengar kamu juga memperlakukannya seperti putramu sendiri.
Katanya kalian saling mendukung seperti ibu dan putra.
Semua itu sebelum keluargamu masuk ke dalam kehidupannya.
Sayang sekali.
Keluargaku tetap bahagia meski kalian masuk ke hidup kami.
Yeon Mi dan aku masih sangat saling menyayangi
dan kini aku bahkan punya menantu laki-laki.
Kamu kemari untuk mengejekku atau bagaimana?
Keluarlah dari rumahku sekarang jika kamu akan terus begitu.
Aku tidak pernah berpikir
bahwa putraku akan meninggal sebelum aku.
Setelah itu terjadi, setiap hari adalah penderitaan.
Tidak peduli betapa manis cucu dan menantuku,
tidak ada gunanya.
Kata orang darah lebih kental daripada air.
Putraku sudah tidak ada lagi di dunia ini.
Pikirmu aku memutuskan memperlakukan
menantuku seperti putriku sendiri karena aku berbesar hati?
Aku melakukannya demi bertahan hidup.
Kurasa hanya itu caraku untuk bertahan hidup.
Karena itu aku mulai menganggap dia sebagai anakku sendiri dan bertahan.
Kamu sudah bersikap baik hati dan bermoral,
tapi sebenarnya sangat egois.
Dahulu aku sangat membencinya.
Aku menganggapnya sebagai musuhku.
Tapi entah kenapa, aku merasa
bahwa kami dipertemukan oleh takdir
dan itu membuatku mulai menyukainya.
Kita sama-sama kehilangan anak kita.
Apa salahnya berbagi menantu?
Jangan mengamuk karena itu.
Apa katamu tadi?
Kamu menjadi kekanak-kanakan karena makin tua.
Tunggu...
Astaga. Sulit dipercaya.
"Ibu"
Nomor yang Anda tuju sedang tidak bisa dihubungi.
Tolong tinggalkan pesan setelah nada ini.
Ya, ini aku.
Kamu punya waktu malam ini?
Kak Soo Hyun juga?
Hanya kita bertiga? Tentu, baiklah.
Kalau begitu, sampai jumpa di sana. Baiklah.
Ada masalah apa?
Aku harus mengabari Eun Soo bahwa aku akan pulang larut.
Tidak.
Benar, aku sudah terlalu lengah.
Aku seharusnya jual mahal.
Lihat apa yang terjadi saat kamu tidak memberi makan tangkapanmu.
Lihat saja nanti.
Ini foto siapa?
Aku pulang.
Hai, Bu.
Kamu sedang melihat apa?
Kurasa ini foto ibunya Bit Na.
Bit Na jelas mirip dengan ibunya.
Ibu bilang mau pulang. Ibu dari mana saja?
Ke sana kemari. Ibu ingin mencari udara segar.
Wanita itu meminta ibu mengirimkan foto itu lewat pos.
Kemarikan. Ibu akan mengirimkannya.
Aku akan memberikannya kepada Jae Woo saja.
Soo Ho tidak menjawab ponselnya.
Jika begitu, lupakan saja. Mari makan saja tanpanya.
Dia belum pernah melakukan ini.
No comments yet. Be the first to leave one.