نخستین 200 خط.
Omong-omong, - Sungguh?
Sang Min, kamu sudah berubah. - Tiba-tiba sekali.
Belakangan ini kamu terlihat luar biasa.
Belakangan ini aku terlihat luar biasa
karena setiap malam aku makan sangat larut.
Camilan larut malam? - Kalian tahu caraku memesannya?
Tidak. - Aku memesan dua hidangan berbeda.
Lalu kamu memakannya bersama? - Benar.
Begitu rupanya. - Saat pesan mi pedas,
aku pesan pugasan. - Untuk dicampur dengan mi?
Apa kamu bisa menyarankan sesuatu? - Biasanya enak
jika mencampur yang pedas dengan yang hambar.
Belakangan ini aku makan tulang rawan ayam dengan nasi kepal.
Sepertinya enak. - Aku senang mencampurnya.
Mungkin bisa ditambahkan taburan telur ikan di atasnya.
Sepertinya enak. - Tampaknya enak sekali.
Kalian tahu samgyeopsal beku, bukan?
Biasanya kita memakannya dengan rebusan, bukan?
Tapi beberapa hari ini aku melihat mi tiram pedas dengan menu itu.
Tiram dengan mi pedas?
Tiram cocok dengan apa pun. - Ada yang menyarankan
makan mi tiram dengan samgyeopsal goreng, dan rasanya enak.
Rasanya luar biasa. Aku belum pernah makan hidangan seperti itu.
Apa yang cocok dengan ramyeon?
Sebagai camilan larut malam? - Ya, sebagai camilan larut malam.
Ramyeon saat larut malam adalah yang terbaik.
Bisa kamu makan begitu saja. - Bukan seperti itu seharusnya.
Kurasa ide Sang Min memakannya dengan tambahan sapi
Ramyeon dan daging sapi? - adalah ide yang bagus.
Sudah kucoba, dan rasanya enak. - Sungguh.
Aku merasa seperti raja yang makan daging sapi dengan ramyeon.
Apa camilanmu? - Belakangan ini
aku kehilangan banyak berat badan.
Kamu bekerja terlalu keras.
Belakangan ini kamu tampil di terlalu banyak acara, bukan?
Tidak. - Memang kapan kamu di rumah?
Kamu terlalu sering berkemah. - Mungkin saja.
Mungkin karena belakangan ini kamu tidak makan camilan malam?
Biarkan aku bicara.
Kenapa menyela perkataanku?
Yeong Cheol baru katakan satu hal.
Selama ini aku suka makanan manis, jadi, aku terus memakannya.
Coba makanlah es krim dengan kue cokelat di atasnya.
Aku pernah melihat seseorang melakukannya di internet.
Semuanya terasa enak saat berkemah.
Benar. - Ya, tempat makanmu penting.
Kamu lapar karena berkeringat usai membangun tenda,
terasa lebih enak lagi jika makan sambil dengar suara air dan burung.
Semuanya enak di luar ruangan. - Luar ruangan?
"Pintu tergeser"
Apa maksudnya itu? - Sudah lama kita tidak melihatnya.
Siapa kamu?
Hei. - Pasti Won Hee.
Lupakan, bukan dia. - Aku yakin kita tidak perlu
memperkenalkan diri lagi.
Dia"Dachimawa Lee"!
Sebaiknya kamu percaya kalau aku akan
melawan kejahatan dengan tinjuku.
"Aku hebat"
Kamu mau katakan apa? - Lucu sekali.
Kamu datang sendiri? - Memang kamu siapa
sampai bilang kita tidak perlu perkenalan
dan semua omong kosong itu?
Ho Dong! - Apa?
Berhenti bicara. Jangan bicara lagi.
Kenapa? - Tiba-tiba sekali.
Kamu mau mempromosikan film? - Tidak.
Sudah lama sejak film itu dirilis, kenapa baru mempromosikannya?
Tidak, bukan itu alasanku. Masih ada dua siswa baru lainnya.
Aku akan memanggil mereka.
Masuklah, Anak-anak!
Sudah datang? - Masuklah.
Siapa mereka? - Dong Jun!
Bagus.
"Para siswa manis datang"
"Senang bertemu kalian"
Tidak mungkin.
Silakan perkenalkan diri. - Mereka anak-anakmu?
Putra-putraku... - Apa?
Sadarlah!
Im Won Hee, perkenalkan dirimu lebih dahulu.
Halo, kami kepala staf yang menjamin kesenangan di Jumat
dan Sabtu malam bersama Lee Jung Jae dan Shin Min A
dari SMA Kepala Staf.
Dan kami ingin menemukan cinta baru untuk Sang Min dan Jang Hoon.
Aku Won Hee. - Aku Lee Elijah.
Aku Kim Dong Jun.
"Senang bertemu kalian semua"
Itu nama sekolah terpanjang yang pernah ada
Kalian hanya perlu tahu kami dari SMA Kepala Staf.
Tadi kamu bilang
Jung Jae dan Min A juga membintangi drama ini, bukan?
Ya. - Kalian kalahkan mereka?
Mereka sudah berjanji akan berkunjung ke sini,
tapi kami menolak.
Mereka ingin mampir, tapi kami menolaknya.
Kami bilang kami hanya ingin
kalian bertiga.
Tepatnya akulah yang mendorong Elijah datang ke sini.
Benarkah? - Dia sangat berbakat.
Aku tidak tahu apa yang akan dia perlihatkan hari ini, tapi...
Kamu menyuruhnya berbagai hal di acara memasakmu?
"Kamu menyuruhnya berbagai hal di acara memasakmu?"
Aku hanya sedikit melebih-lebihkan.
Kamu membuatnya menari di acara memasakmu?
Aku pintar makan.
Aku makan banyak. - Jadi, kamu hanya suka Elijah?
Dong Jun dan aku sangat akrab. Bukan begitu?
Benar.
Aku masih terpana pada Ho Dong setiap kali melihatnya.
Kenapa? - Kalau dipikir-pikir,
aku tidak pernah memanggilnya dengan sebutan "Kak".
Aku takut hari ini harus memperlakukannya seperti teman.
Kenapa tidak pernah memanggilnya seperti itu?
Kamu melakukannya atau tidak? - Dia lebih tua darimu.
Aku selalu memanggilnya Senior Ho Dong.
Kamu memanggilku senior?
Kurasa kamu terus melakukannya sejak "Star King".
Saat kami tampil di "Star King",
Ho Dong sangat baik padaku.
Pernah ada satu kontestan seorang penari tiang.
Benar.
Penari tiang itu datang ke studio
dan membawakan tarian yang sangat populer saat itu.
Yang bergeser ke samping itu?
Ya. Ho Dong menontonnya dan mengatakan,
"Di sini ada Dong Jun."
Dia lalu tiba-tiba menyuruhku menari.
Lalu aku akhirnya menari di tiang,
tapi aku tidak bisa mengangkat tubuhku
meski seatletik apa pun diriku. - Benar.
Kamu tahu apa yang Ho Dong katakan berikutnya?
Apa katanya? - "Dong Jun,
kalah akan menjadi kebiasaan."
Kalah menjadi kebiasaan? - Aku bukan atlet profesional.
Aku penyanyi.
Karena aku tidak bisa menari tiang, bukan berarti aku kalah.
Seharusnya kamu mengatakannya pada Dong Jun yang lain. Si atlet.
Begitulah cara dia mengajariku bagaimana tampil di acara ragam.
Bagaimana kamu mengenal Won Hee?
Won Hee... - Tidak ada yang memperhatikanku.
Kamu berteman dengannya?
Berapa jarak usia kalian? - Bicaralah padanya dengan santai.
Kamu mengenalnya? - Sepertinya kami sebaya.
Aku lahir tahun 1970.
Benarkah? - Kalian berdua sebaya.
Kita bisa berteman.
Dia canggung sekali dengan orang-orang yang sebaya.
Aku selalu takut pada Ho Dong.
Kenapa? - Aku pernah
melihatnya minum-minum di sebuah bar.
Untuk ke kamar kecil, aku harus berjalan melewati Ho Dong.
Aku takut sekali hingga semalaman tidak bisa ke kamar kecil.
Karena itu... - Tapi kalian sebaya.
Cobalah berjabat tangan. - Benar.
Berjabat tanganlah. - Katakan "Halo, Teman."
Aku takut. - Tidak perlu, kalian sebaya.
Katakan "Senang bertemu denganmu."
Cepatlah. - Ayo.
Duduklah di sini. - Wajahnya
lebih besar dari yang aku kira. - Duduklah di sini.
Benarkah?
Senang bertemu denganmu.
"Senang bertemu denganmu, Temanku!"
Sekarang kita berteman.
Senang bertemu denganmu. - Dia tersipu.
Lucu sekali.
Senang bertemu denganmu. - Ini berlebihan bagi Won Hee.
Ini.
Cubit pipinya.
Lakukan saja.
Dia terlalu gemuk. - Cubit saja.
Astaga. Senang bertemu denganmu, Temanku.
Dia malu dengan orang sebaya. - Dia canggung.
Ada yang ingin kamu tanyakan pada Ho Dong?
Sekarang kalian sudah berteman.
Aku sudah mengalami andropause.
Kamu juga sudah mencapai tahap itu?
Ada daftar gejalanya
dan aku mengalami 6 dari 10 gejala.
Beberapa di antaranya termasuk
berkurangnya tinggi badan
dan kemarahan yang tiba-tiba.
Apa itu andropause? - Jang Hoon pasti mengalaminya.
Dia sekarang jauh lebih pendek. - Benar.
Tubuhnya menciut? - Aku benar-benar
menjadi lebih pendek. - Tinggiku berkurang 6 cm.
Itu jelas tandanya.
Andropause? - Ho Dong,
pernah lihat bulu hidung putih?
Tentu saja. - Ada banyak.
Maaf.
"Maaf mengajukan pertanyaan sejelas itu"
Sudah berapa lama sejak kamu punya rambut hidung putih?
Sudah cukup lama, mungkin sekitar empat tahun.
Aku juga empat tahun. - Benarkah?
Kalian punya kesamaan. - Kurasa itu tandanya.
Elijah, di antara kami, apa ada yang akrab denganmu?
Aku sudah pernah bertemu Jang Hoon.
Bertemu di mana? - Di mana?
No comments yet. Be the first to leave one.