نخستین 158 خط.
140 tahun yang lalu...
Di tengah pertarungan pada akhir zaman Edo.
Hiduplah pendekar pedang bernama "Battousai si Pembantai".
Dia membunuh banyak orang dalam pertempuran.
Dan membuka jalan menuju era Meiji baru.
Dia adalah yang terkuat.
Battousai.
Akan tetapi...
Bersamaan dengan berakhirnya pertempuran dia pun menghilang.
Keberadaannya masih belum diketahui.
Dan nama Battousai si Pembantai.
Menjadi sebuah legenda.
Tunggu!
Tunggu Battousai si Pembantai!
Akhirnya aku menemukanmu.
Kamu terlihat jauh lebih lemah dari yang aku duga, Battousai si Pembantai!
Bersiaplah!
Kamu benar-benar si legenda pembunuh itu?
Aku dengar tadi malam kamu membunuh 3 orang dalam sekejap.
Pengembara...
Aku adalah seorang pengembara.
Aku hanya seorang pendekar pedang yang sedang mengembara.
Apa kamu pikir aku bisa membunuh orang dengan ini?
Apa ini?
Bilahnya terbalik.
Itu adalah pedang "Sakabato".
Sakabato?
Artinya aku tidak bisa membunuh orang.
Pedang itu juga tidak ada goresan sedikit pun, kan?
Benar juga, tidak ada goresan sedikit pun.
Ini seperti pedang baru.
Berarti kecurigaanmu sudah hilang, kan?
Kamu ini...
Battousai muncul setiap malam di sekitar sini.
Dan dia membunuh banyak orang di jalanan.
Berkeliaran di waktu seperti ini dengan pedang, siapa pun akan berpikir sama...
Lalu, di zaman Meiji ini membawa pedang itu dilarang.
Apa kali ini yang asli muncul?
Lemah!
Kalian semua terlalu lemah!
Dia kuat!
Kekuatan sebesar ini pasti milik si legenda pembunuh itu.
Sudah cukup, Battousai!
Gawat!
Pengembara?
Kamu terlalu gegabah melawan pedang asli dengan pedang kayu.
Itu Battousai!
Malam ini, jangan biarkan dia lolos!
Aku adalah Battousai.
Aku adalah Battousai dengan ilmu pedang Kamiya Kasshin.
Tunggu!
Jangan gegabah.
Kamiya Kasshin adalah ilmu pedang milik keluargaku.
Dia membunuh banyak orang dengan mengatasnamakan keluarga kami.
Gadis yang pemberani.
Sakit!
Luka yang disebabkan oleh Battousai.
Setelah itu apa yang terjadi?
Wangi sup miso.
Ini juga.
Ini juga.
Oh, jangan dimasukkan terlalu banyak...
Apa yang sedang kamu lakukan?
Kamu sudah bangun, yah?
Adik perempuanmu sangat imut.
Aku sudah berteman baik dengan mereka.
Kami teman baik.
Kami teman baik.
Aku hanya meminjam halamanmu sebentar untuk membuat sarapan pagi.
Bagaimana kalau kamu ikut bergabung?
Makanlah.
Kamu yang membuat ini?
Ini...
A... Apa kamu tidak suka rasanya?
Rasanya lebih enak daripada buatanku.
Lukamu sudah ditangani dengan cepat, sehingga bekas lukanya sudah tertutup.
Ini luar biasa.
Tapi, dilihat dari mana pun dia tetap tidak seperti seorang samurai.
Dia cocok menjadi pengasuh cucuku.
Jadi, kedua anak ini bukan adikmu, Nona Kaoru?
Iya, mereka adalah cucu dari Dr. Gensai.
Aku telah menjadi doktor keluarga Kamiya selama 30 tahun.
Setelah kedua orang tua Kaoru meninggal, aku sudah menjadi ayah bagi mereka.
Baik. sudah selesai.
Tuan pengembara, jika kamu mau silakan di Dojo ini sampai meninggalkan kota.
Lagian...kamu sudah menyelamatkanku.
Dan juga sepertinya kamu tidak memliki tempat untuk menginap.
Sebut saja ini adalah belas kasih untuk samurai.
Kamu sama sekali belum mengenalku,
Apa tidak apa-apa?
Aku yakin kamu memiliki alasan mengapa menjadi seorang pengembara.
Jadinya aku ingin bertanya banyak tentang itu.
Nona Kaoru, kamu adalah asisten pelatih di sini?
Kamiya Kasshin adalah ilmu pedang yang dibuat oleh ayahku.
Motto kami bukan menyakiti orang dengan pedang melainkan melindungi orang dengan pedang.
Menjadikan pedang sebagai pelindung itulah cita-cita kami.
Akan tetapi...
Pembunuh itu mengatasnamakan dojo Kasshin kami.
Battousai telah menodai cita-cita ayahku.
Aku tidak bisa memaafkanya!
Kaoru.
Para murid sudah datang.
Lihatlah!
Kalau sendirian mungkin aku tidak akan menang,
Tapi, aku bisa mengalahkannya bersama dengan anggota Dojo lainnya.
Semuanya, terima kasih sudah datang.
Malam ini kita pasti bisa mengalahkan Battousai...
Maaf...
Sebenarnya...
Hari ini kami berniat untuk berhenti dari sini.
Aku diremehkan oleh teman-temanku,
katanya "Bukannya kamu belajar di dojo Kamiya Kasshin tempat si pembunuh itu?"
Ibuku juga memaksaku untuk berhenti dari dojo yang berhubungan dengan pembunuh.
Meskipun aku berkata itu tidaklah benar, mereka sama sekali tidak mengerti.
Semangatku untuk melanjutkan belatih di sini sudah hilang.
Maafkan kami.
Padahal kami bertiga adalah murid terakhir yang masih tersisa.
Maafkan kami.
Aku akan berusaha melindungi Dojo meski sendirian!
Huh?
Hmm... Kakak sepertinya sedang menangis.
Tidak! Tidak! Aku harus tetap bersemangat!
Oke!
Nona Kaoru!
Apa yang terjadi?
Nona Kaoru?
Jangan-jangan...
Jangan terburu-buru mengambil keputusan!
Jangan melakukan hal semacam bunuh diri...
Pikirkanlah tentang apa yang telah kamu perbuat selama satu malam di sini!
Paham?
Nona Kaoru, ada satu pertanyaan.
Apa?
Apakah kamu kenal salah satu murid di sini?
Yang bertangan kidal dan jempol kanannya lumpuh?
Si pembunuh itu...
Kamu...
Jadi kamu pikir pembunuh itu adalah salah satu dari murid kami?
Kamiya Kasshin adalah aliran yang berusaha melindungi orang-orang dengan pedang!
Murid dari Dojo kami tidak mungkin membunuh orang!
Dia itu adalah Battousai si Pembantai, kan?
Pembunuh yang haus darah!
Aku akan mengalahkannya walau harus mati! Lalu membersihkan nama keluarga kami!
Itulah satu-satunya cara untuk melindungi ilmu pedang milik ayahku!
Aku yakin ayahmu...
tidak ingin kamu mati untuk melindungi ilmu pedang miliknya.
Aku yakin apa yang diharapkan oleh ayahmu adalah...
kebahagiaanmu, Nona Kaoru.
Memangnya apa yang kamu tahu?
Jangan bicara seolah-olah kamu tahu segalanya!
Aku yakin apa yang diharapkan oleh ayahmu adalah...
Kebahagiaanmu, Nona Kaoru.
Ah, sudahlah!
Ucapanku tadi...
Sedikit berlebihan.
Maaf.
Aku sudah minta maaf lho!
Kamu masih bangun,kan?
No comments yet. Be the first to leave one.