نخستین 200 خط.
Apa?
Bram?
Kau yakin pria itu mengikutimu?
Apa kau bicara padanya?
Tentu saja tidak. Kau mengenalku.
Pemberani hanya ada dalam karyaku.
Tidak ada wiski?
Aku hanya punya scotch
dan takkan menawarkan scotch pada orang Irlandia.
Aku akan meneguknya.
Kau yakin pria itu berniat menyakitimu?
Aku yakin.
- Seperti supir taksi minggu lalu? - Orang bodoh yang ceroboh.
- Lalu si tukang ikan? - Dia aneh.
Aku tahu kau sangat gelisah belakangan ini.
Untuk alasan yang bagus. Kapan bukumu akan dirilis?
Hari Senin.
Permintaan mengajar dan undangan pesta makan malam berdatangan.
Semua orang ingin dengar suara penulis "Dracula".
Bram Stoker yang sangat suka tampil di muka umum.
- Aku paham kegugupanmu. - Kau tidak paham.
Kau sangat tenang bicara di muka umum.
Kau juga akan tenang setelah meneguk wiski lebih banyak.
Lalu aku akan mengantarmu pulang dan semua akan baik-baik saja besok.
Aku tidak pernah bosan dengan basa-basimu.
- Pelan-pelan. - Aku baik-baik saja.
- Terlalu banyak minum scotch. - Terima kasih, Arthur.
Terima kasih.
Astaga!
- S01E08 - Diterjemahkan oleh mifae :)
Bram Stoker, Harry Houdini.
Ini sebuah kehormatan, Tuan. Aku suka sekali cerita "Dracula".
Aku sudah baca semua karyamu
termasuk resensi teatermu sejak masih ada di Dublin.
Aku tidak tahu kalian berteman.
Sangat dekat sejak kecil.
Ibuku bilang kami sepupu jauh, tapi aku tidak temukan silsilahnya.
Tn. Stoker, kapan terakhir kali kau melihat pelayanmu masih hidup?
Kemarin pagi.
Glynnis sangat bersemangat.
- Aku pergi sepanjang hari. - Ke mana?
Menemui penerbit dan beberapa urusan lain.
Urusan apa?
Tn. Stoker, aku harus tahu di mana kau berada sepanjang hari.
Jika kau cari tersangka
kusarankan mulai cari pria yang mengikutiku semalam.
Bram, apa ada yang belum kau katakan padaku soal pria itu?
Semalam bukan pertemuan kami yang pertama.
Bram Stoker.
Bagaimana kau bisa masuk? Siapa kau?
- Pelindung orang tidak berdosa. - Keluar dari rumahku!
Bukumu yang busuk telah memuliakan Iblis.
Menodai yang bersih dengan kekerasan dan kecabulan.
Maaf jika kau merasa bukuku telah menodaimu.
Kau akan hentikan penyebaran wabah ini.
Menghentikan peluncuran buku itu? Mustahil.
Kau akan menghentikannya.
Atau akan ada pembalasan. Aku bersumpah padamu.
- Selalu kunci pintu belakangmu. - Kukira aku sudah menguncinya.
Didatangi penggemar berat adalah hal yang biasa.
Orang yang mengaku vampir dan cari tanda tangan
atau pemburu vampir yang menuduhku
menghancurkan moral bangsa kita.
Bukumu mengguncang banyak orang. Aku suka itu.
Aku meremehkan daya tariknya
bagi orang buangan dan orang yang ingin membuang mereka
tapi belum pernah ada penggemarku yang masuk ke rumah dan mengancam.
Tapi kau tidak telepon polisi.
Jika orang semacam ini dilawan, mereka akan semakin berani.
Kini, Glynnis mati karena kesalahanku.
Akan kuserahkan deskripsi pria itu ke Scotland Yard.
Penyelidikannya sulit tanpa nama.
Tolong selidiki kasus ini dengan kerahasiaan tinggi.
Bram tidak suka masuk koran bahkan jika beritanya baik.
Temanmu menarik. Tidak mau menjabat tanganku.
Tidak ada masalah pribadi. Hanya tidak suka bersentuhan.
- Bisa dibilang kebiasaan khusus. - Suka pakai riasan wajah?
- Aku bisa lihat dari dekat. - Ya, aku juga melihatnya.
Itu bukan urusanmu.
- Kau percaya pada ceritanya? - Tentu saja.
Walau tidak suka sependapat dengan Doyle, aku juga percaya.
Aku tahu bagaimana rasanya diburu oleh penggemar.
Aku sering kembali ke hotel
- dan temukan wanita di kamarku. - Mereka disebut pelayan.
Pasti lebih berat bagi Stoker
sebagai pencipta tokoh fiksi yang paling terkenal.
Aku anggap semua sebagai tersangka, termasuk Tn. Stoker.
Bram tidak mampu melakukan kejahatan semacam itu.
Dia memang tidak pandai bergaul, tapi dia teman yang setia
yang memberikan semangat
saat aku putuskan berhenti praktik medis dan jadi penulis.
Itu bagus. Semoga berhasil.
Apa kita harus minta penerbit Bram menunda peluncuran buku
- sampai kasus ini beres? - Menuruti kemauan si pembunuh?
- Itu solusi darimu? - Tentu saja bukan
tapi bukankah tanggung jawab utama kita keselamatan Bram?
Pasti ada cara lain untuk melakukannya.
Bram, ikutlah denganku.
Sudah beres, Tn. "Hollister"?
Aku tidak tenang.
Kamarku di ujung lorong jika kau membutuhkanku.
Baiklah.
Ruang makan di sini bagus sekali. Kau akan menyukainya.
Aku akan makan di kamar. Terima kasih.
Jangan cemas. Kau aman di sini selama tidak memicu kecurigaan.
Akan kuserahkan pada pria besar yang duduk mencolok di lorong.
Aku memintanya melindungimu.
Dia diperintahkan untuk tidak mengajakmu bicara.
Juga hanya masuk jika diundang.
Hal itu takkan terjadi.
Kau benar. Dia aneh.
Pria yang baru masuk ke kamar di ujung lorong Bram Stoker, kan?
Semoga hanya Ibu yang menyadarinya.
Kenapa dia ada di sini?
Dia sedang berlibur sebentar. Berharap bisa istirahat.
- Kenapa? Ada masalah? - Tidak ada. Ibu hanya...
Saat baca "Dracula", Ibu teringat kenangan masa kecil di Hungaria.
Warga desa gelisah. Strigoi. Semacam mayat hidup.
Katanya bisa berubah jadi serigala, kelelawar, bahkan kabut.
Takhayul zaman dulu. Konyol sekali.
Aku bisa belikan bawang putih saat aku keluar kalau Ibu mau.
Pergilah.
Aku harus kembali ke rumah Stoker.
Di atas sini. Kamar pelayan.
Ada apa?
Kami mau tanyakan hal serupa padamu.
Kau tampak agak tegang tadi.
Ada hal yang mengusikmu?
HENTIKAN ATAU MATI
Kau pasti percaya ini dari grup anarkis
yang terlibat dengan suamimu?
Keterlibatannya baru dugaan. Benar, aku berpikir begitu.
Untuk grup anarkis, ternyata mereka sangat terorganisir.
- Kau tidak boleh sendirian. - Aku tidak butuh pengawal.
Tidak ditemukan sidik jari pada pancang kayu itu.
Aku bicara pada tetangga Tn. Stoker. Mereka tidak lihat orang keluar masuk
tapi pernah dengar pertengkaran yang hebat. Aku menemukan ini.
Si pelayan menulis surat pada temannya. "Bram berubah."
"Dia semakin susah didekati. Hubungan kami sangat sulit."
Bram? Memanggil nama depan.
Kurasa dia melanggar aturan "tidak bersentuhan" itu.
Kemungkinannya besar.
"Dia galak padaku sekarang. Dasar aneh. Selalu mengomel."
Terdengar seperti motif pembunuhan.
Lalu dia jadikan temannya sebagai alibi, Tn. Doyle.
Kebetulan muncul di rumahmu
agar kalian bisa temukan mayat itu bersama-sama.
Itu konyol. Aku tidak mau dengar lagi.
- Kau mau ke mana? - Bram kenalkan aku pada profesor
yang ahli soal pemujaan vampir.
Jika Bram memang diancam oleh pemburu vampir
maka pakar ini bisa bantu cari cara menemukannya.
Pakar vampir? Sama sekali tidak konyol!
Legendanya sudah ada paling tidak 4.000 tahun
sejak zaman bangsa Asyur dan Babilonia.
Sebagian besar muncul dari ketakutan akan penurunan kualitas moral.
Bram bilang takhayul ini sudah mati
bersama Revolusi Industri.
Benar. Sampai dia menggalinya lagi dengan cerita "Dracula".
Sayangnya, dia harus menanggung akibat yang menyedihkan.
Aku sudah coba peringatkan dia saat meninjau ceritanya.
Apa dia baik-baik saja sekarang? Kuharap dia ada di tempat aman.
Ya. Sangat aman.
Soal pria yang mengancamnya.
- Dia tidak sebutkan nama? - Tidak.
Dia hanya menyebut dirinya "pelindung orang tidak berdosa".
Aku pernah dengar gelar itu.
Vanatori sering menyebut dirinya seperti itu. Pemburu vampir.
Ini kelompok oposisi.
Orang yang terganggu dan seringkali sakit jiwa mengaku sebagai vampir
dan kaum fanatik yang merasa dirinya benar memburu mereka.
Penggemarku pakai topi khusus dan cerutu. Penggemar Bram minum darah.
Aku pernah bertemu kedua grup itu
yang menggangguku mengajar.
Katanya mereka juga membunuh ternak untuk diminum darahnya
- dan merusak pemakaman. - Pemakaman mana?
Cobalah ke Southwood. Ada orang yang tidur di peti
dan membuang tulang-belulang dari mayat di dalam peti itu.
Kelompok pemujaan ini tidak ramah
terhadap dunia luar yang mencampuri perang mereka.
Aku takut mereka tidak sungkan membunuh lagi.
Apa itu?
Kertas skor kriket. Jumlahnya ratusan.
Hanya pertandingan yang Doyle ikuti.
Stoker menonton semuanya.
Menulis banyak catatan dari awal sampai akhir.
Bukankah pertandingan itu berlangsung berhari-hari?
- Sungguh teman yang setia. - Lihat ini.
Iklan jas bulu domba.
Itu Italia.
Kenangan bahagia?
Suamiku mengajakku ke sana sebelum kami menikah.
Tanpa pengawas?
Kami bilang padanya kami sakit dan akan tinggal di kamar saja.
Kami pergi diam-diam dan naik perahu ke Danau Como.
Dia mau mengajariku memancing.
Mengikat kailnya dan berjanji kami akan dapat ikan satu perahu.
- Biar kutebak. Tidak seekor pun? - Tidak sama sekali.
Pasti ceritanya tidak berakhir di situ.
Cuaca berubah. Terjebak di danau selama satu jam. Basah kuyup.
No comments yet. Be the first to leave one.