Marguerite & Julien

Marguerite & Julien (Marguerite et Julien)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Marguerite & Julien 2015 WEBRip x264
ناشر Ony
Title : Marguerite & Julien Year : 2005 Duration : 1:38:57

برچسب‌ها

webdl
webrip
web
x264
brip
تاریخ انتشار: 2025-07-30
تعداد دانلود: 22
مخصوص ناشنوایان: No
FPS: 25

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Marguerite dan Julien de Ravalet pernah hidup pada masa silam.

Film ini diangkat secara bebas berdasarkan kisah nyata mereka.

Julien, aku akan selalu mencintaimu.

Aku juga.

Juliette bilang, Joséphine melihat mereka.

Bukan! Mathilde yang melihat mereka.

Memakai gaun biru, rambutnya tergerai.

Tidak, Juliette bilang dia memakai celana.

dan rambunya pendek.

- Tidak mungkin! - Aku bersumpah!

Bahkan dia melihat mereka berciuman.

Mereka bercinta dengan ganas.

Seperti ini.

Ya, seperti itu.

Ada apa, para gadis?

Diam!

Kenapa tiba-tiba heboh?

Marguerite dan Julien.

Katanya mereka ada di kota.

Marguerite! Julien!

Kembali!

Marguerite dan Julien itu saudara.

Julien adalah kakaknya.

Lahir di Tourlaville, di sebuah château yang megah.

Di château itu, ada pelayan makanan,

kamar tidur disiapkan pelayan pribadi.

Selamat malam, Sayang.

Tanah milik mereka sangat luas.

Ada rumah kaca,

dengan tanaman langka dari seluruh dunia.

Setiap pagi, sarapan brioche.

Pagi hari, belajar di château.

Sisanya, mereka bebas bermain.

Julien sangat menyayangi adiknya.

Dia bisa menatapnya berjam-jam.

Marguerite lebih berharga dari berlian.

Bisa ambilkan yang merah muda?

Dia senang menggabar Marguerite.

Marguerite adalah model yang sempurna.

Wajahnya yang melankolis begitu menawan.

Angkat dagumu.

Julien,

kau akan mencintaiku saat kita dewasa?

Aku akan selalu mencintaimu.

Aku membaca garis tangan. Adikku mau dibacakan.

Malam harinya,

mereka terjaga dan bermain peran untuk menghibur orang tua.

Dia bandit! Masukkan ke penjara!

Beruntung sekali mereka.

Orang tua yang benar-benar mereka cintai.

Dan juga seorang saudara.

Boleh aku menemuinya?

Boleh.

Kalian bisa bicara lewat jeruji. Lima menit.

Lebih dari cukup untuk berpamitan.

Julien, semuanya bisa saja berbeda untuk kita.

Andai saja kau bisa bebas.

Itu mustahil.

Aku akan selalu mencintaimu.

Marguerite.

Jean...

Kehadiran Marguerite di kelas tidak baik bagi para murid laki-laki.

Kenapa?

Penting untuk...

menetapkan batas-batas tertentu.

Perempuan punya rumah untuk diurus, suami untuk dilayani,

dan anak-anak untuk dibesarkan.

Sekolah itu bukan tempat mereka.

Kita berbeda pendapat, Paman.

Kita membuka gerbang pengetahuan

bagi anak para pelayan dan petani.

Sudahi permainan kata ini, perdebatan tak berujung ini.

Kedermawanan dan berbagi adalah bagian dari diriku.

Kau tahu itu.

Kenapa?

Aku berpikiran terbuka.

Aku memberimu kebebasan penuh

mengelola harta kekayaan keluarga.

Benar.

Bukan itu masalahnya.

Masalah yang sebenarnya...

adalah Marguerite.

Aku khawatir dia membuat Julien tergoda.

Jean...

kau harus pisahkan mereka.

Percayalah padaku.

Tapi anak putramu harus bersekolah.

Julien...

Ayo kita lihat Pegasus. Tak akan ada yang tahu.

Ayo!

Pegasus.

Pegasus!

Julien!

Marguerite!

Tolong!

Julien!

Tuhan, tolong dia.

Pegang tanganku!

Tanganku!

Ayo, anak-anak.

Julien!

Cepat ganti baju. Mereka menunggu di bawah.

Anak-anakku...

saatnya meninggalkan kenyamanan

hidup di rumah.

Dan permainan kekanak-kanakan kalian.

Sekarang kalian harus belajar bersikap serius

di tengah masyarakat.

Kalian akan masuk sekolah asrama.

Perjalanannya jauh.

Ayo.

Marguerite dan Julien dipisahkan selama bertahun-tahun.

Marguerite belajar hidup tanpa Julien,

begitu pula Julien.

Serigala yang lapar mendengar, matanya berlinang air.

Dia bertanya pada anjing tentang bekas luka di lehernya.

"Hanya bekas luka kecil. Tidak sakit.

Itu karena rantai yang mengikatku..."

Jacqueline, kapan aku bertemu Julien lagi?

Tidak lama lagi.

Ya, tapi kapan?

Setelah dia lulus sekolah.

Selamat malam.

Tapi setelah lulus,

Julien dan Philippe belajar seni di Italia,

keuangan di Inggris,

ilmu senjata di Jerman,

lalu belajar tentang kehidupan di Paris.

Sementara itu, Marguerite tumbuh dewasa.

Marguerite menolak semua lamaran pria saat usianya cukup untuk menikah.

membuat orang tuanya putus asa.

Marguerite!

Sakit sekali, ya?

Tidak, sudah jauh lebih baik.

Tak perlu susah payah berdiri.

Tidak. Aku lebih suka begini.

Berbaring itu membosankan.

Kau memang hebat.

- Mau coba? - Ya, kelihatannya seru.

Tunggu, akan kuperlihatkan caranya.

Pelan saja, mendatar.

Ini.

Jangan, yang ini bagus.

Kau simpan saja.

Setelah melintasi samudra,

laut, dan sungai,

melewati dataran, lembah, dan setiap gunung,

mengelilingi dunia 10 kali...

100 kali,

1.000 kali...

Mereka kembali ke château.

Dengan berlari kencang!

- Kakakku sudah datang? - Sudah, nona.

- Ada di mana? - Menara utara.

Julien-ku...

Kau pakai parfum?

Bau tubuhmu berbeda.

Siapa dia?

Janda.

Janda, siapa?

Janda muda yang kami temui di Paris.

- Ke Istana? - Ya.

Kembalikan!

Menemui Raja?

Raja menyukai Paman.

Dan rajanya?

Kembalikan!

- Berikan padaku! - Ambil saja.

Dia tidak cantik.

Jauh lebih cantik dirimu.

Halo, Philippe.

Marguerite!

Kau cuma gadis desa.

Mereka membayangkan hidup penuh cinta...

cukup kuat untuk mengusir sepi,

dipenuhi kebahagiaan, berani hadapi rintangan,

indah dan bermakna,

seperti cahaya bintang.

Dia memperhatikan kulitnya yang lembut dan bening,

jari-jarinya...

bukan sekadar jari.

Seakan punya jiwa sendiri.

Paris itu luas dan memukau.

Tapi juga menakutkan, kotor, berbahaya, dan penuh godaan.

Ayah, kau terlalu berlebihan… atau kelelahan.

Ayah bukan orang asing di Paris, 'kan!

Philippe, jangan lancang.

Semoga kita tidak menjadi asing satu sama lain,

agar Ayah tak perlu berpikir pendidikan kalian sia-sia.

Tak ada yang sia-sia.

Hanya pemahaman yang belum utuh atau belum cukup.

Masalahnya adalah bagaimana kalian memakai ilmu itu.

Jangan lupa, kita belajar bukan untuk pamer,

tapi agar hidup lebih mudah.

Itulah tujuannya.

Ilmu bisa datang dari mana saja.

Manfaatkan.

Coba tersenyum sedikit.

Lihat ke arahku.

Aku lebih suka kau menggambarku.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left