نخستین 200 خط.
SEE YOU IN MY 19TH LIFE
Minggir.
Aku mau membunuhnya.
Kau pikir kakakmu akan senang…
jika kau membunuhnya?
Jangan balas kejahatan…
dengan kejahatan juga.
Kumohon…
sayangilah dirimu.
Aku tak peduli lagi.
Minggir.
Minggir!
Berhenti!
Padahal…
aku hanya ingin menyelamatkan sebuah nyawa.
Aku tidak akan melupakan hari ini.
Aku akan ingat kebencian ini…
untuk selamanya.
Meski 100 atau 1.000 tahun berlalu, aku akan mengingatnya dan terlahir kembali…
lalu aku…
Aku pasti akan membalas dendam padamu.
ORANG YANG MENGIKAT HARUS MELEPASNYA
Rupanya aku.
Aku yang memulai kutukan untuk bisa mengingat kehidupan lampau.
Aku mengikat diriku sendiri.
Karena aku terlalu sedih.
Karena aku terlalu marah.
Aku amat bodoh.
Terima kasih.
Kau selalu mencemaskanku
di masa lalu dan kini.
Kau selalu baik sejak awal.
Maafkan aku.
SERIAL ORISINAL WEBTUN SEE YOU IN MY 19TH LIFE OLEH LEE HEY
Apa aku
melakukan sesuatu di sana?
Pasti sakit sekali.
Apa…
dadaku ditusuk pisau, atau tertancap panah?
Aku mulai hebat.
Jika mau berada di sisi Ji-eum,
setidaknya aku harus bisa berimajinasi seperti ini.
Kau pasti lapar, ya?
Biar kumasakkan mi. Tunggu sebentar.
Apa kau tak penasaran
siapa pelakunya dan kenapa?
Tidak sama sekali.
Ada seseorang yang harus kutemui.
Astaga, yang benar saja!
Aku menyukaimu, Pak Ha.
- Apa? - Apa?
Jika Cho-won benar-benar merelakanmu untuk kali terakhir,
berarti tinggal kau yang tidak bisa merelakannya.
Karena itu, terimalah ini.
Ini perasaanku hari ini.
Mari kita hentikan semua ini.
Aku mohon.
PAK HA, MARI BERHENTI…
PAK HA, TERIMA KASIH…
…UNTUK SEKAMA INI
…UNTUK SELAMA INI
PAK HA, AKU TIDAK BISA BERHENTI MENYUAIMU
…MENYUKAIMU
Kudengar akan hujan malam ini. Kau tak bawa payung, kan?
Pak Ha.
Jangan dibaca!
Aku salah kirim. Tolong jangan dibaca.
Kalau begitu, kau hapus saja.
Ya.
AKU DANGAT MENTU KAIMU, PAK HAA
MENGHAPUS PESAN
Ini.
Pakailah ini.
Hei!
Keadaannya mirip seperti waktu kita pertama bertemu.
Tempat ini akan segera ditutup.
Ini hadiah terakhirku untukmu.
Maaf atas segalanya, dan terima kasih sudah menyukaiku.
Sekarang aku tidak akan memaksa lagi.
Cukup sampai di sini saja.
Aku berharap kau bisa lebih sering tertawa.
Lain kali, mari kita mengobrol sambil tertawa.
Aku datang untuk menemuimu, Nona Yoon.
Aku menunggumu.
Aku pun tak memahaminya.
Aku tahu kita mustahil bersama, dan aku sudah menyakitimu.
Kenapa aku dengan tak tahu malu tetap ingin menahanmu?
Apa kau…
tidak mau membiarkanku pergi?
Orang-orang akan bicara sesukanya.
Aku sudah biasa dengan itu,
tetapi kau tidak.
Kau yakin sanggup?
Suruh saja mereka mengejek kita.
Akan kuumpat mereka lebih parah.
Aku sama sekali tidak peduli pada omongan orang lain.
Aku sungguh tidak perlu menyerah, kan?
Jangan berubah pikiran, ya.
Aku janji.
Aku sangat menyukaimu, Nona Yoon.
Profesor Kang.
Rupanya ini kau yang asli di kehidupan ini.
Seperti yang kau lihat.
Cheon-un.
Kau yang membunuh kakakku dan membuatku terbunuh.
Ternyata kau sudah lihat semuanya.
Aku tahu, saat sudah tahu segalanya,
kau akan mendatangiku dengan mata itu dan membalas dendam padaku.
"Balas dendam"?
Kau menjalani kehidupanmu yang ke-23 dengan pikiran itu?
Memang benar.
Aku benci perasaan tersiksa dan sengsara ini.
Namun, itu tak penting. Semuanya sudah berlalu.
Sekalipun yang jahat adalah Seo-ha, dan bukan kau,
aku tetap tidak akan peduli.
Ingatan itu mungkin menyiksa,
tetapi kejadian 1.000 tahun lalu tak bisa memengaruhiku.
Aku merasa tersiksa setiap teringat kehidupan itu.
Orang-orang harus mati karena kebodohanku.
Kutukanmu juga dimulai saat itu.
Aku ingin meminta ampunanmu.
Aku sangat menyesal dan ingin menebus kesalahanku.
Aku…
tidak akan pernah memaafkanmu.
Itu jika aku Su dari 1.000 tahun lalu.
Sekarang, aku sudah bukan dia.
Kehidupan ini yang penting.
Kita berdua tahu itu.
Kita tak hidup selama ini tanpa arti.
Kau ingat saat kubilang…
kau masih punya kesempatan?
Jadi, aku bisa melupakan kehidupan lampauku, kan?
Pak Kang.
Aku akan bahagia di kehidupan ini bersama orang yang kucintai.
Kehidupan ini ditakdirkan untuk itu.
Jika keanehanku bermasalah, aku akan menjadi orang biasa.
Ini.
Kau menyuruhku mencari orang yang membuatku begini, kan?
Aku orangnya.
Kini, bisakah aku mencabut kutukannya?
Apa yang harus kulakukan?
Kau harus tahu sesuatu…
sebelum kuberi tahu caranya.
Berhenti mengingat kehidupan lampaumu
berarti kau akan kehilangan ingatan tentang orang-orang yang kau kenal.
Apa maksudmu?
Mulai saat itu,
Kim Ae-gyeong,
Yoon Cho-won,
dan Mun Seo-ha…
akan hilang dari ingatanmu.
Saat ini,
Han-na sudah lupa soal kehidupan lampaunya,
dan menjadi orang biasa.
Permisi.
Apa kau mengenalku?
Tidak.
Kenapa terus menatapku?
Karena kau cantik.
Rupanya seleramu tinggi. Terima kasih, ya.
- Ayo. - Ya.
- Ayo pergi. - Siapa dia?
- Aku tak kenal. - Dia memujimu cantik.
- Kau mengenalnya, ya? - Tidak.
Rupanya kau datang.
Paman baik-baik saja.
Tetapi…
bukankah hotel kesulitan karena masalah ini?
Jangan cemaskan aku.
Baiklah.
Paman.
Saat Ibu meninggal…
seharusnya Paman menangis bersama ayahku, bukan bersamaku.
Cara berekspresinya berbeda,
tetapi ayahku pasti juga tersiksa karena itu.
Andai hari itu Paman dan Ayah mengobrol,
kecelakaan itu tidak akan terjadi.
Aku…
tidak menderita.
Aku senang sampai ingin berusaha untuk lebih senang lagi.
Kuharap Paman tahu…
soal itu.
Terima kasih.
Seo-ha…
Maafkan paman.
Aku datang bersama Do-yun juga.
Ya.
KANTOR APARATUR SIPIL NEGARA
Berhenti menatapku.
Tidak ada yang mau kubicarakan denganmu.
Memang aku bilang apa?
Aku hanya menatapmu saja.
Kau baik-baik saja?
Pamanmu terus menangis.
Mulai tahun depan, kita peringati hari kematian ayahmu bersama.
Biar keluarga saja yang melakukannya.
Makanya, aku mengajakmu begitu.
Kita sudah berteman sejak SMA.
Kita bagai pasangan suami istri.
Terima kasih untuk segalanya.
No comments yet. Be the first to leave one.