نخستین 200 خط.
Semoga Tuhan menjagamu, Nak.
Putraku. Jaga dirimu.
Silakan. Aku akan menyusulmu.
Aku hanya ingin,
mengembalikan ini untukmu.
Kau membuat kami cemas. Namun, kau di sini.
Aku ingin mengatakan...
Maaf, mereka menungguku.
Tuanku.
Dengan izinmu...
-Bicaralah. -Nyawamu dalam bahaya.
Kau coba dibunuh saat adu tombak.
-Bagaimana kau tahu? -Sebab aku bunuh pembunuhnya.
Count Flaín dalangnya, tetapi aku tak punya bukti.
Tindakanmu bagus memberi tahu aku.
Pergilah dengan Sancho, bersikap ibarat tak terjadi apa-apa.
Ruy.
Jaga dirimu.
Angkat gerbangnya!
Sancha!
Sancha!
Kau kirim pangeran jalani tugas raja!
Cuma dia yang kupercaya.
Dengan pasukan itu? Akan jadi kematiannya.
Kau bicara sebagai ibu, tetapi aku harus berpikir seperti raja.
Pasukan itu akan mengirim pesan.
Itu akan memaksa kaum Moor membahayakan pasukannya demi membela Zaragoza.
Juga musuh-musuhku
akan tahu pasukanku paling banyak di León.
Paduka. Kita ada masalah.
Pastikan dia tak pernah kembali.
Akan seperti balas dendam atas kejadian di Atapuerca.
Ya, Tuan.
Legenda El Cid
Cudillero hancur, lalu Pravia.
Kita bertahan kuat di Oviedo, tetapi korbannya banyak.
Kaum Viking itu binatang.
Count Oviedo, selamat atas pertahananmu di...
Bahayanya belum hilang, Paduka!
Kaum Viking masih di pesisir, meratakan desa.
Kami perlu pasukan untuk habisi mereka.
Aku paham.
Paduka,
izinkan aku membawa orangku ke Asturias.
Count Flaín.
Celso Fernández itu budakmu, bukan?
-Ya. -Maka tugasnya untukmu.
Habisi kaum liar itu atas nama rajamu.
-Ayah, bisakah... -Kau tak dengar aku?
Aku merasa terhormat melayani León.
Rodrigo, kau akan memimpin pasukan besarku.
Hancurkan kaum kafir itu.
Pintar sekali, Abang.
Keberanianmu akan dibicarakan tanpa kau harus bertemu penyembah berhala.
Aku mau bertarung.
-Ibu! -Putriku!
Putriku.
Apa kabar?
Baik. Dan kau?
Kelahirannya sudah ditakdirkan.
Aku belum pernah lihat peta bintang seperti ini.
Ruy Muda memiliki banyak baraka.
Kau mengirim pasukan kecil untuk membela negeriku.
-Kaum Viking bukan masalahnya. -Sungguh?
Lalu jelaskan bagaimana kita akan isi peti simpanan tahun ini.
León tak akan bisa kumpulkan emas kita.
Celso, aku bisa andalkan kesetiaanmu?
Apa kau meragukannya?
Anak-anak kita akan menikah.
Singa sudah bangun.
Bicara terus terang, aku tak biasa dengan puisi.
Celso yang baik...
Pemberontakan atas perampas kuasa disiapkan.
-Lalu ratu? -Dia bersama kita.
Itu sebabnya aku perlu tahu jika aku bisa mengandalkanmu dan orangmu.
Aku akan siap. Sesuai perintahmu.
Keruntuhan Fernando
akan bisa membuat kita berjalan di tanah subur para kafir.
Ini agar kau tak melupakan tanah airmu.
Aku tak bisa melupakan tanah air kita, Ibu.
Jimena...
Ibu,
kau ingat.
Bagaimana aku bisa lupa, Sayangku?
Kau biasa luangkan berjam-jam di pantai mencari kerang.
Kau sakit, Ibu?
Tidak. Bukan apa-apa.
Aku jatuh dari tangga. Penglihatanku memburuk tiap hari.
Apa memar ini juga dari tangga?
Aku harus kembali ke ayahmu.
Ibu, ceritakan yang sebenarnya.
Apa Ayah melakukan ini?
Jimena!
Jimena!
Sang raja,
anjing itu harusnya mati pada adu tombak terakhir.
Jadi, apa yang terjadi?
Pengawal kesatria mencegahnya. Dia bunuh orang kita.
Pengawal kesatria?
Ya, bajingan yang melayani Sancho bernama Ruy.
Cucu Rodrigo.
Aku tahu dia tak beri tahu raja.
Dia tak akan khianati kakeknya.
Apa kau percayai Rodrigo?
Dia setia kepada León.
Namun, aku juga tahu kini dia melindungi cucunya.
Aku akan urus Rodrigo setelah Ruy dibunuh.
Kini aku permisi dahulu...
Aku tak sabar ingin memukuli warga Aragon itu.
Tuhan tahu aku menantikan untuk kembali ke León.
Tenang, Lisardo. Kita saling mendukung dalam medan perang.
Aku tahu. Untuk berjaga-jaga, aku tak akan jauh dari Ruy.
Kau sebaiknya dekat pelontar.
Apa kau lihat senjata yang dibawa konsul?
Dia bukan konsul. Dia pejuang.
Pedang itu menakutkan.
Belum lagi belati yang melengkung.
Lalu tombak pendek itu? Bagaimana dia menggunakannya?
Jika aku harus melawannya agar tahu, lebih baik aku tak tahu.
Sial, dingin di Burgos.
Benar sekali, Tuan.
Álvar sialan! Di mendengkur seperti babi.
Aku tak mau kau menyakiti ibuku lagi.
Apa maksudmu?
Jika begitu, raja akan tahu
ayahku terlibat persekongkolan untuk membunuhnya.
Kau bisa cium bau para katak dari jauh.
Aku sama sekali tak suka ini.
Sisa pasukannya?
Yang terlihat mata, Yang Mulia,
hanya itu saja.
Sial.
Pergi ke Zaragoza dan beri tahu Yang Mulia, pasukan mereka tak cukup.
Kakakku tercinta, perhiasan kejayaan dan kehormatan. Akhirnya kita bertemu.
Apa kau kehilangan pasukan dalam perjalanan?
Demi Tuhan, ini yang terbaik dari Kastila.
Ayahku yakin bahwa,
bersama para pejuang terkenal Zaragoza,
kemenangan di tangan kita.
Kulihat kau diperlakukan dengan baik.
Begitu baik hingga kau lupa dapatkan kita pasukan.
Siapa yang pakai turban?
Wazir Yahudi dari raja Moor dari Zaragoza.
Maaf, aku bingung.
Orang yang serupa, berkumpul bersama.
Baca Alkitab, dasar binatang. Yahudi dan Arab itu sepupu.
Tuan-tuan, selamat datang di Zaragoza.
Ruy, ke sini!
Lagi, tetapi lebih keras dari penyembah berhala.
Putramu tak berhak untuk itu. Dia bukan pangeran.
Tidak, Sayangku.
Dia bukan putra pertama Al-Muqtadir.
Putramu lahir dari selir, kau.
Aku senang melihat rumahku harmonis.
Izinkan aku ikut perbincangan ini.
Ada yang mencuri dari kita.
Tidak...
Bukan aku.
Kau pembohong!
Putraku dukungan utama pasukan ini.
-Sementara putramu tak berguna... -Diam.
Pembohong.
Kita akan lanjutkan pembicaraan ini lain kali.
Para katak ada di sini.
Ada apa?
Pasukan dari mereka itu kecil.
Maka, ayo terima mereka selayak upaya mereka.
Ada hal lain.
Katakanlah.
Abu Bakr yakin ada salah satu dari mereka yang diberkati
dengan baraka.
Menurutnya mungkin dialah yang kita nantikan.
Ayah...
Kau harus terima mereka secepatnya.
Kau benar, Putraku.
Kita akan segera menerima mereka.
Jika mereka tak perlakukan kita sebagai sekutu, akan sulit keluar dari sini.
Beri tahu prajurit kita untuk siaga dengan senjata. Diam-diam.
Álvar.
Kawan, kini saatnya mandi.
Aku sudah mandi tahun lalu. Aku akan kena kudis.
Sancho bagaimana?
Di mana Sancho?
Para pangeran pasti mengobrol.
Sádaba akan mengantarmu kepadanya.
Hei.
Kejayaan menunggumu, Pembisik Burung.
Lepaskan semua bajumu.
Kau bicara bahasaku.
Di mana Tuan Sancho?
Kau bisa temui dia setelah mandi.
Katamu?
Maaf, Tuan Putri? Aku tak katakan apa-apa.
Siapa yang mengira aku rindu Ermesinda dan obrolannya?
Mungkin aku harus minta count menukarmu dengannya.
Apa kau suka tinggal di bawah kekuasaan count tua?
Tuan Putri.
Maaf, aku lupa hari ini hari mandi.
Bukan. Aku sedang menebus dosa.
Berikan handuk kepada Jimena dan pergi.
No comments yet. Be the first to leave one.