نخستین 200 خط.
Tolong! Tolong! Tolong!
Tolong!
Aaaa...!
Nama kamu siapa?
Arjanggi.
Umur kamu berapa?
Sembilan tahun.
Kamu ingat kapan pertama kali kamu datang ke sini?
- Kamu ingat...? - Tolong!
Tolong jangan ganggu saya!
Apa itu?
- Itu mereka. - Mereka siapa?
Kamu, kamu tunggu di sini ya! Sebentar ya.
- Jangan, jangan, jangan! - Mbak, kenapa Mbak?
Saya nggak mau mati.
- Saya nggak mau mati. - It's okay. It's okay, shh...
Ini sudah kesekian kalinya mereka menampakan diri.
Saya nggak tau mereka mau apa?
Saya nggak mau mati.
Mereka siapa Mbak?
Anak-anak itu.
Saya cek ya, Mbak.
Halo.
Nak Alex.
Kamu tidak apa-apa?
Maaf, Nak Alex.
Gedung ini memang sudah tua.
Jadi sering sekali mati lampu.
Tapi tidak apa-apa.
Karena jam tujuh, memang sudah tidak ada kegiatan lagi di panti ini.
Kalau begitu, saya akan kembali lagi besok pagi.
Saya rasa lebih baik seperti itu.
Terima kasih sekali lagi atas kesempatan untuk menginterview anak-anak.
- Selamat malam. - Kembali.
Terima kasih anak-anak, sampai ketemu lagi besok.
Anak-anak, hari ini sesi wawancara kalian sudah selesai.
Sekarang kalian kembali ke kamar, ganti baju, kemudian tidur.
Selamat malam Alex.
- Ayo Anak-anak, kita kembali ke kamar. - Malam Bi.
Selamat pagi Bi. Ibu Maria ada?
Masuk.
Selamat pagi Ibu.
Selamat pagi Nak Alex.
Maaf, pagi-pagi saya sudah disibukkan dengan administrasi...
...calon orang tua asuh anak dari panti Sidney.
Maaf, saya mengganggu waktunya Ibu.
Tapi...
...saya rasa, saya akan meminta waktu lebih.
Berapa lama?
Kalau setiap hari saya bisa, mewawancarai tiga anak seperti...
Sebentar ya, Nak Alex.
Masuk!
Bi Arum?
Ada apa?
Bu Maria. Ada kabar buruk, Bu.
Bu Irma sudah meninggalkan panti ini.
Saya sudah berusaha membujuk Bu, tapi...
...dia bilang sudah tidak mau lagi bekerja di sini.
Kenapa bisa seperti itu Bi Arum?
Bukannya Bu Irma itu sudah enam bulan kerja di sini?
Iya Bu. Tapi kali ini, dia benar-benar sudah tidak mau lagi...
- ...bekerja di sini Bu, karena... - Cukup!
Saya masih ada tamu kita bicarakan saja nanti.
Baik Bu.
Maaf Ibu, tapi pekerjaan Ibu Irma itu apa ya?
Ibu Irma itu bertanggung jawab penuh,...
...untuk perkembangan anak-anak di panti ini.
Seperti mengajarkan pelajaran umum dan juga kesenian.
Bagaimana kalau...
...saya saja yang menggantikan Ibu Irma?
- Kamu? - Iya.
Dengan begitukan, saya kan bisa...
...menghabiskan waktu lebih lama bersama anak-anak...
...dan hitung-hitung juga untuk membantu membuat skripsi saya.
Baiklah, Nak Alex.
Tapi kamu harus tau, peraturan di panti ini sangat ketat.
Kamu boleh tinggal di sini,...
...sampai kami mendapatkan penggantinya dari Ibu Irma.
Baik Bu Maria.
Ini ada buku pedoman peraturan.
Ini harus juga kamu pelajari nanti.
Ibu Maria sudah berapa lama menjadi pengurus panti?
Belum lama, lima belas tahun.
Apa alasan Ibu Maria untuk membuka kembali panti ini?
Selamat pagi Ibu Maria.
Selamat pagi.
Diandra, sebentar!
Saya dulu punya seorang putri.
Ester namanya.
Ester suka sekali rambutnya dikepang dua.
Dia begitu putih.
Bersih.
Ester suka sekali dengan bunga mawar.
Suatu hari dia diculik.
Saya mengerahkan seluruh tenaga saya untuk mencari Ester.
Dua minggu setelah pencarian.
Jasad Ester ditemukan dalam keadaan yang menggenaskan di tepi sungai.
Tidak diketahui apa motif pembunuh, sampai tega melakukan hal itu...
...terhadap Ester.
Mereka malah menuduh saya.
Hanya inilah,...
...satu-satunya barang yang berharga, yang masih tertinggal dari Ester.
Makanan yang disajikan untuk anak-anak panti ini...
...benar-benar saya perhatikan gizinya.
Dia lagi.
Bi Arum!
Dia memang berbeda dengan anak-anak yang ada di panti.
Maksud Ibu?
Agak bandel kalau dikasih tau.
Nama saya Adella, umur saya sembilan tahun.
Hobi saya menulis puisi. Senang berkenalan dengan Kakak.
Nama saya Sarah, umur saya 15 tahun.
Sarah itu berusia 13 tahun.
Tapi memang penampilannya lebih dewasa.
Sarah, masa kamu lupa dengan usia kamu sendiri?
Nama saya Sarah, umur saya 13 tahun. Hobi saya memasak.
Senang berkenalan dengan Kakak.
Nah, Anak-anak,...
...Kak Alex sekarang menggantikan Ibu Irma.
Ibu berharap kalian bisa bersahabat dengan Kak Alex.
Halo semuanya.
Nama saya Alexandra, tapi bisa kalian panggil Alex.
Mungkin beberapa dari kalian sudah mengenal saya...
...dari waktu wawancara kemarin.
Saya sedang mengerjakan skripsi dan saya butuh bantuan kalian semua.
Semoga kita bisa menjadi teman yang baik, ya.
Immanuel, kenapa?
Immanuel makan apa tadi pagi?
Biasa saja kok, Bu.
Makanan seperti biasa, Immanuel aja yang terlalu banyak makan.
Tolong diperhatikan porsi makannya!
Oh ya, anak-anak.
Besok, ibu akan pergi keluar kota selama satu minggu.
Ibu berharap kalian bisa bersahabat...
...dan menurut dengan Kak Alex.
Apa ada batasan umur untuk anak yang diasuh di sini?
Anak-anak yang kami asuh di sini...
...biasanya umur tiga sampai tiga belas tahun.
Ketika seseorang sudah mencapai usia 13 tahun...
...kami akan membekali mereka dengan keterampilan tertentu.
Setelah itu akan kami pindahkan ke panti yang lain.
Yang memiliki fasilitas lebih baik daripada di sini.
Ini kamarnya.
Iya?
Halo.
Kenapa?
Halo. Boleh kakak duduk di sini?
Kalo di sini?
Tempat duduk di sini juga sudah terisi.
Mana? Kakak liat kosong tuh.
Kakak Alex nggak bisa lihat, tapi aku bisa.
Memangnya di meja ini ada berapa orang?
Mereka ada...
Ada enam orang, tapi yang suka maen sama aku cuman tiga orang.
Ooh, kalo gitu salam ya, buat temen-temen khayalan kamu.
Nanti kita maen bareng ya.
Untuk kegiatan belajar mengajar anak...
...dilakukan pukul satu sampai pukul tiga.
Pelajaran umum akan dibedakan dengan kategori usia mereka.
Bi Arum.
Makanan anak-anak, tolong diperhatikan.
- Baik Bu. - Saya pergi dulu.
Dadah Bu Irma, dadah!
Anak-anak harus kuat olahraga setiap hari.
Sinar matahari sangat bagus untuk kulit mereka.
Tapi kamu harus pastikan, berapa lama mereka terkena sinar matahari.
Setelah terkena sinar matahari...
...pastikan mereka memakai lotion ini.
Ini bagus untuk menjaga kelembaban kulit mereka.
Baik Bi, terima kasih.
Aaa!
Punya mata nggak sih?
Ma, maaf, Ario nggak sengaja.
Nggak sengaja, nggak sengaja.
Kalo kerja tuh yang bener, pake otak!
- Punya otak kan? - Punya kok!
Sarah ada apa?
Memang susah kalo ngomong sama yang cacat mental.
Alex.
Semua anak-anak sudah masuk ke kamarnya masing-masing?
Sudah Bi?
Dan semua pintu sudah terkunci?
Sudah Bi.
Halo.
Cat?
Kakak menemukan sebuah manekin di depan kamar kakak.
Manekin itu ditarik dengan tali, jadi kelihatan seperti jalan sendiri.
Dan kakak yakin kalo itu adalah ulah kalian.
Tapi itu bukan ulah kami.
- Kalo bukan kalian siapa lagi? - Hantu mungkin?
- Hantu. - Iih takut, hahaha.
Kakak nggak percaya sama hantu.
Itu pasti ulah hantu, Kak.
Kakak tau nggak, dulu itu panti ini tuh, rumah sakit.
- Bukan, dulunya penjara. - Rumah sakit jiwa.
Baiklah.
Kalau kalian nggak ada yang mau ngaku.
Kakak bakal laporin ini ke Ibu Maria.
Mau?
Kalian boleh bubar.
No comments yet. Be the first to leave one.