نخستین 200 خط.
KEPADA SITUS NONTON STREAMING, MOHON TIDAK MERUBAH KONTEN APAPUN DI DALAM SUBTITEL INI
TERINSPIRASI DARI KEJADIAN NYATA
9-1-1. Apa kondisi darurat anda?
Sial. Sial.
Pak, tolong bisa tetap tenang?
Apa kondisi darurat anda?
Aku...
Kita mulai dulu dengan menyebutkan nama
dan alamat anda. / Tak usah suruh-suruh aku.
Jangan suruh-suruh aku, ngerti?
Saya mengerti.
Apa yang bisa saya bantu?
Aku tak mau wanita itu membawa anak-anakku.
Dia tak boleh membawa mereka.
Tak boleh. Mereka anak-anakku.
Pak, saya perlu tahu alamat anda
agar saya bisa mengirimkan bantuan.
Independence Square 14.
Akan kutembak dia kalau dia pergi.
Kau harus hentikan dia.
Jika dia mencoba bawa anak-anakku, akan kubunuh dia.
terjemahan broth3rmax
Memang kenapa? Ini ayam.
Jangan menilaiku.
Bukan aku.
Adam selalu saja menanyakan tamunya.
Baik, mau kau apakan ayamnya?
Bukan. Bukan.
Dibakar, digoreng, dipanggang.
Pokoknya jangan dimasukkan taco.
Kau gila apa, ini enak lo.
Ya Tuhan, terserahlah. Kau tahu tidak?
Kau lulus.
Kau lulus karena kau tumbuh
disekitar orang yang kebanyakan kulit putih.
Oh, gitu, maaf aku tak tumbuh
karena makan lengua atau barbacoa.
Dan juga, lihat dirimu.
Kau makan kelinci yang kebungkus.
Eh!
Aku suka daging.
Aku suka daging.
Maria yang menginginkan kami mencicipi makanan vegetarian ini,
lalu apa yang mesti kulakukan?
Aku tak lihat Maria ada disini.
Yeah, tapi aku akan pulang
dan dia bakal menanyaiku tentang makan siangku,
lalu aku harus bagaimana, bohong sama dia tiap hari?
Tiap hari kamu cerita ke Maria soal makan siangmu?
Unit terdekat, kami menerima laporan kekerasan rumah tangga
tengah terjadi di Independence Square 14.
Ulangi, sedang ada kekerasan rumah tangga
di Independence Square 14.
Sial, lokasinya dekat.
Unit 451 menjawab.
Kami berjarak 2 menit.
Pelaku bersenjata dan berbahaya.
Belok kanan.
Pelaku diduga menyandera keluarganya.
Baik, kami akan ke sana. Yeah.
Jumlah sandera, tak diketahui.
Kiri ke Path.
Baik, matikan lampunya.
Disini, disini, disini.
Unit 451. Kami sudah di lokasi.
Unit 451, sapkan perimeter
dan siaga menunggu SWAT.
Tidak.
Tidak, tidak! Ayolah!
Asalnya dari arah belakang.
Disini Unit 451. Ada tindak kekerasan disini.
Kapan kira-kira SWAT sampai?
SWAT 5 menit lagi.
Sial. Bishop.
Kemarilah, sekarang!
Bakalan ada yang mati!
Polisi! Cepat tiarap!
Whoa, whoa, whoa, whoa!
Sial!
Disini Unit 451. Terjadi tembakan.
Terjadi tembakan.
Dimengerti.
Bishop!
Bishop.
Sial, sial, sial.
Bishop.
Jangan bergerak!
Perlihatkan tanganmu!
Tetap perlihatkan tanganmu!
Kau tertembak?
Dia pendarahan. Panggil bantuan.
Kau tertembak?!
Aku tak apa! Panggil bantuan!
Disini Unit 451. Terjadi tembakan.
Pelaku terluka. / Jangan melawan!
Kami butuh ambulans.
Ulangi, ada penembakan. / Sinikan tanganmu.
Balik badan. / Pelaku terluka.
Meminta ambulans segera.
Baik, ayo!
Cepat, periksa setiap lemari! / Periksa di atas.
Pelaku terluka.
Bawa dia pergi dari sana! / Bawa gadis itu.
Tindakanmu bagus.
Senang kau dan Wilkins bisa keluar dengan selamat.
Mungkin kau telah menyelamatkan nyawa gadis itu malam ini.
Menurut pusat pria itu bicara soal mau membakar rumah ini.
Kau tak apa-apa?
Aku tahu ini pertama kalinya kau menghadapi...
Aku baik-baik saja, Sersan.
Tak apa.
Ini memang tak mudah.
Sebagian besar polisi beruntung,
mereka menjalani karirnya tanpa menembakkan senjata.
Ini hal yang sulit dipersiapkan.
Sudah bagian dari tugas.
Aku ada disini bila kau membutuhkanku.
Jangan bahas ini sama orang asing
bila kau tak mau.
Beristirahatlah.
Bagian Personalia besok akan menelpon
dan memberikan semua petunjuk padamu.
Kau tak tak apa-apa? / Ya.
Baiklah.
Kenapa kau tak menelponku? Apa tak dikasih tahu Wilkins?
Harus memberikan pernyataanku pada FID,
lalu Sersan ingin bicara denganku.
Aku tak kepikiran.
Aku takut mungkin bakalan kehilangan dirimu.
Apa kita bisa...
Kau bisa pulang tidak? Kau bisa pulang?
Aku tak bisa.
Wilkins dan aku, ada berkas yang harus kami selesaikan, jadi...
Tak apa. Maksudku, pulanglah.
Jan.
Aku akan nelpon malam ini.
Oke.
Lega kau baik-baik saja.
Aku tak menduga ini.
Yeah, harusnya aku bersamamu.
Harusnya kau menunggu.
Aku bukan mau masuk, cuma mau mendengarkan
yang dia katakan melalui jendela.
Lalu dia dobrak pintunya kebuka,
nyaris saja kebentur kepalaku...
Kau beruntung.
Kau bisa saja kebunuh bila berlagak pahlawan begitu.
Sial.
Sungguh menegangkan.
Kenapa orang itu berbuat begitu sama keluarga sendiri?
Mau minum lagi.
Sudah cukup.
Yeah?
Hey, pahlawan.
Merayakan kemenanganmu, huh?
Baiklah.
Apa?
Andre dulu timku.
Yeah. Kami main bola bareng di Central.
Pria yang baik.
Keluarga yang baik. / Oke, bukan seperti itu.
Itu adalah pembelaan-diri.
Ada wanita kulit hitam yang menjaminmu.
Sikap yang manis. / Oke, siapa kau ini?
Hey, katakan sesuatu, apa kau dapat hadiah
untuk setiap saudara atau apapun yang kau bunuh,
kue mungkin, atau stiker.
Berapa negro yang sudah kau bunuh...
Dasar keparat! / Lepaskan aku!
Keparat kau!
Apa? / Kau keparat!
Apa? Hey, ada apa?
Ada apa? / Kau tak ada di sana!
Kenapa denganmu? / Persetan kau, brengsek!
Kita semua di tim yang sama. / Hey, hey!
Dia memang brengsek, ngerti? Dia tak ada di sana.
Tak di sana, dia tak tahu kejadiannya.
Persetan kau! Kau tak ada di sana!
Kau tak ada di sana! / Hey, dia tak disana, ngerti?
Biarkan saja.
Ayo.
Dengarkan cewekmu, huh? / Tenanglah!
Ayo, tenanglah.
Bishop!
Dah, pahlawan.
Hari yang melelahkan.
Kau sudah disini seminggu, dan kau tak kasih tahu aku.
Tempat yang bagus, ya?
Kau tak bisa terus begini, bro.
Masa bodoh, minta dong satu.
Nanti...
Akan baik-baik saja.
Masalah apa kali ini?
Selalu sama saja.
Kau tahu, Jan tak mengerti.
Ngerti apa?
Kita.
Tugas kita.
Hukum, yang kita kerjakan.
Dia cuma ingin mencari kebaikan dalam diri semua orang.
No comments yet. Be the first to leave one.