نخستین 199 خط.
Jangan coba hentikanku.
Aku tetap akan pergi.
Ini perangkap.
Tanpa kauberi tahu pun aku sudah tahu!
Tapi, tak mungkin aku bisa tinggalkan Tatsumi seperti itu.
Kau sedikit berubah, Mine.
Dulu, kaulah yang hentikanku.
Sebaiknya kau tak lakukan sesuatu yang bodoh, Akame.
Bagiku, sekarang dia berbeda.
Aku ikut denganmu.
Tak ada gunanya bahayakan diri sendiri!
Kau ini bodoh, ya?
Kaulah yang bodoh.
Kalau bekerja sama, kemungkinan kita untuk kembali hidup-hidup lebih besar.
Sekarang kau juga semakin lembek, tahu.
Aku tak ingin dengar itu darimu.
Apa—
Hm! Baiklah!
Kalau itu sudah jadi keputusanmu.
Jadi, sudah diputuskan.
Leone?
Aku adalah orang yang telah membina dan merekrutnya.
Kalau aku membiarkannya dieksekusi, itu akan memperburuk reputasiku.
Ha? Kau juga mau pergi?
Pokoknya, Bos. Jangan coba hentikan kami, ya.
Siapa bilang aku akan hentikan kalian?
Bos?
Kalau eksekusi publik ini dimaksudkan untuk turunkan semangat Pasukan Revolusi,
maka, tugas kita adalah menghentikannya.
Dan juga, Incursio milik Tatsumi sangat penting untuk pertempuran terakhir.
Ah! Kau tak bisa jujur ya, Bos.
Eh, bukan apa-apa, kok.
Ini adalah misi darurat Night Raid.
Kita akan selamatkan Tatsumi!
Tatsumi.
bulan terbakar seakan dia membusuk
kuchihateru youni moyuru tsuki
dan tenggelam ditelan dalam fajar
akatsuki hi shizumi yuku
perlahan kutarik mendekat topeng kebohonganku itu
tsukurareru kao de sotto chikadzuite
dan kupilih 'tuk jatuhkan imanku ke dalam gelap
shinjiru mono wo yami ni otosu
kita ini manusia bagai mangsa yang terjerat
hito ni karamaru emono no youni
yang hanya bisa menengadah ke langit
tada hitasura ni sora wo aogu
bencana yang terus saja berulang
kurikaesareru higeki
mengukir senyuman gelisah di balik wajahku
bukimi ni warau ura no kao
agar ku tak kehilangan lagi maka kucabut pedangku di sini
kore ijou nani hitotsu nakusanai youni katana wo nuku
senyum kotorku dalam hampanya kegelapan
yami ni kyomu de yogoreta egao
kulepas amarah yang tiada habisnya ini
yariba no nai ikari hanate
berapa banyak pun darah dan tangisan yang harus kutumpahkan
dore dake no chi to namida wo nagashitara
kuanggap menebas sebagai berdoa
inoru youni kirisaite
hari ini pun semua 'kan kulukis merah
kyou mo akaku someageyou
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
ZAINUDDINARI MEMPERSEMBAHKAN
m 26 0 l 309 -1 l 318 1 l 309 2 l -263 1
BUNUH KEPUTUSASAAN
BUNUH KEPUTUSASAAN
Lama tak bertemu, Tatsumi.
BUNUH KEPUTUSASAAN
BUNUH KEPUTUSASAAN
Jadi, kau anggota Night Raid, ya.
Ada banyak hal yang ingin kukatakan padamu,
tapi, semua itu hilang setelah lihat wajahmu.
Bukankah kau menderita?
Datang dan bergabunglah denganku.
Dengan begitu, aku bisa bebaskanmu dari segala sesuatu yang telah kaulakukan.
Aku tak punya niat bergabung denganmu.
Kalau menolak, kematian adalah satu-satunya pilihanmu.
Aku siap untuk mati!
Aku tak memintamu untuk khianati teman-temanmu.
Berada di dekatku saja sudah cukup.
Kenapa kau begitu tertarik padaku?
Karena kau telah mencuri hatiku.
Tatsumi, ikutlah denganku.
Tidak!
Aku tak ingin bersama seseorang yang menyebar kehancuran!
Begitu, ya. Kalau begitu, aku tak punya pilihan.
Aku sendiri yang akan mengeksekusi dirimu.
Sisanya, terserah kemauanmu untuk terus hidup.
Bukankah ketua mencintai Tatsumi?
Tapi, kenapa?
Ya, mungkin bisa dikatakan itulah cinta.
Kita telah diberi perintah.
Selama eksekusi publik besok, penjagaan istana jadi lemah.
Kita diperintah untuk menjaganya.
Membunuh orang yang dicintai.
Apa maksudnya itu?
Aku tak bisa mengerti.
Aku pun begitu.
Daripada orang lain membunuhnya,
aku lebih suka membunuhnya sendiri.
Seperti aku yang ingin membunuh kakakku.
Karena aku mencintainya.
Tapi sekarang,
aku tak punya cukup waktu.
Aku tak punya cukup waktu lagi.
Kita telah terima kabar bahwa selain Esdeath,
Jenderal Besar Budou juga akan jaga eksekusi publik.
Budou.
Jenderal Besar yang bertanggung jawab atas keamanan kerajaan.
Musuh tangguh dengan Alat Kerajaan Adramelech.
Ya.
Susanoo, kau sudah siapkan teknik andalan kita?
Ya.
Setelah kauberi perintah, aku bisa memanggilnya.
Bagus.
Demi saudara kita yang gugur, kita harus berhasil.
Beristirahatlah dalam damai,
Lubbock.
Rakyatku.
Sampai sekarang, masih ada orang-orang yang tanamkan rasa takut
dengan sebarkan rumor tentang jatuhkan ibu kota.
Tapi, tak perlu dengarkan hal itu!
Di sini, hari ini, kita akan eksekusi anggota Night Raid
yang telah lama meneror kita!
Night Raid adalah kelompok pemberontak, yang bertanggung jawab
atas kekacauan di negeri kita ini.
Menipu warga untuk kepentingan mereka, mereka adalah pembunuh keji.
Tak ada yang boleh merusak kedamaian warga kerajaan.
Kerajaan takkan bisa dijatuhkan!
Aku tak salah 'kan, Perdana Menteri?
Anda luar biasa, Yang Mulia.
Jenderal Esdeath.
Aku tinggalkan kepala orang itu untukmu.
Perdana Menteri, kau mau ke mana?
Sekarang sudah waktunya makan siang.
Aku permisi dulu, Yang Mulia.
Hm? Benarkah?
Kalau begitu, kuserahkan sisanya padamu, Budou.
Baik.
Aku lapar, nih.
Jadi, perdana menteri melarikan diri.
Untuk membunuh atau menyiksa orang, aku tahu persis di mana harus menyerang.
Kaubilang sudah siap untuk mati, Tatsumi.
Kalau kau benar-benar orang yang seperti harapanku,
kau akan tunjukkan keinginan untuk tetap hidup.
Tatsumi bodoh.
Kenapa kau bisa tertangkap, sih?
Mine, kenapa kau ke sini?
Setelah buatku khawatir, beraninya kaukatakan hal seperti itu.
Bodoh, kau menembak ke mana, sih?
Najenda?
Akhirnya kau tunjukkan diri.
Keadaanlah yang telah memaksaku.
Hm. Dasar pengkhianat kerajaan.
Sudah lama kita tak bertemu, bagaimana kalau bicara sebentar saja?
Di ruang penyiksaan.
Tak banyak yang bisa kukatakan padamu.
Jadi, aku menolak.
Lubbock, itu adalah bahan peledak yang kautanam.
Meski tak sesuai rencana, tapi, aku menggunakannya.
Aku tahu kau takkan datang tanpa rencana.
Menarik.
Jadi, kalian datang untuk selamatkan teman ya, Night Raid!
Ayo mulai!
Ya.
Jadi, kau Jenderal Besar Budou, ya.
Aku sih, tak tertarik dengan orang tua sepertinya.
Orang-orang seperti kalian tak boleh berada di tempat suci seperti ini.
Matilah di hadapan Alat Kerajaanku!
Kalau kita harus bertarung,
aku akan mengeksekusi.
Jadi, itu Alat Kerajaanmu, ya?
Ya, namanya...
Susanoo.
Tak perlu memberitahuku namamu.
Sebelum mengingatnya, aku sudah menghancurkanmu.
Rasakan ini!
Lumayan.
Lagi!
Duh, kau kecil banget, jadi sulit ditangkap.
Kalau omong lagi soal badanku, akan kubunuh kau.
Awas.
Aduh.
Jadi, kau hebat dalam pertarungan jarak dekat, ya?
Sekarang! Tembak!
Tembakannya juga akan membunuhmu.
Aku yakin pada kemampuan penyembuhanku.
Aku percaya padamu, lo.
Sial.
Aku lumpuh karena listriknya.
Tak buruk juga.
Tapi, sayang sekali kalian semua akan dieksekusi,
karena kalian telah pilih jalan yang salah.
Itu bukan urusanmu.
Salah atau tidak, aku akan ikuti jalanku sendiri.
Mine.
Ada apa?
No comments yet. Be the first to leave one.