هماهنگ با نسخه‌های زیر

조선로코녹두전 The Tale Of Nokdu E11-12
ناشر DSS_Indo
NEXT

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2019-10-22
تعداد دانلود: 50
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Naeuri, Anda salah paham.

Keluar.

Anu, ini...

Cepat keluar!

Rasanya enak sekali!

Enteng rasanya habis keramas. Sudah lama sekali!

- Seger! - Hei. Oh, tidak.

Seger, 'kan?

Gwabu-nim.

Iya, anu...

aku siap-siap mau tidur.

- Keluarlah sebentar. - Dia marah?

Kami mau kasih sesuatu.

- Diam. - Ah, kita 'kan serumah.

- Apa dia mati... - Gak usah tanya.

Kita masuk saja.

Iya, ayo masuk saja.

- Gwabu-nim, kami masuk. - Aduh.

Jangan, aku saja yang keluar.

Aku keluar.

= Episode 11 =-

Dong Joo sudah pulang?

Dia keluar seharian.

Sudah pulang. Dia lagi tidur.

Kami sisakan changpu untukmu.

Besok kalian pakai saja...

saling membantu saat keramas.

Iya.

Lelaki mah apa.

Percuma saja, Gwabu-nim.

Maafkan aku.

Kalian pasti lelah. Istirahatlah.

Tidak. Kami baik-baik saja.

Eh, cepat. Sana tidurlah.

- Kami baik-baik saja. - Aigoo.

Dong Joo lagi tidur.

Bentar. Tapi...

Jadi itu alasanmu membantu menyembunyikan kalau dia seorang pria?

Iya.

Dia akan segera pergi, jadi mohon jangan beritahu siapapun.

Saya mohon.

Terus, bagaimana dengan...

- Yang barusan kulihat... - Itu kecelakaan.

Dia terpeleset.

Kau mau aku mempercayai itu?

Aku mempercayaimu, tapi keparat itu...

Itu bukan kecelakaan.

Diam.

Saya bisa mengerti Anda mungkin mengira dia ceroboh, bodoh,

dan tak tahu malu,

- Hei. - Tapi,

dia bukan orang jahat, jadi jangan khawatir.

Sekarang kau mempedulikannya?

Kalau orang tahu dia pria,

saya pun akan dihukum karena membantunya.

Saya mempedulikan diri sendiri.

Jadi mohon berpura-puralah Anda tak melihat apa-apa, pergilah.

Kalau Anda di sini, akan berbahaya.

Aku tidak suka.

Kau tahu aku tak pernah bisa menentang permintaanmu.

- Ikut aku. - Kau mau apa?

Kau mau tidur bersama Dong Joo lagi?

Akan kami selesaikan sendiri.

Tolong hentikan.

Saya akan tidur di gibang.

- Saya mohon. - Ya ampun.

Pakai ini.

Cepatlah.

D

Da

Dam

Damn

Damn!

Damn! S

Damn! Su

Damn! Sup

Damn! Super

Damn! Super

Damn! Super S

Damn! Super Su

Damn! Super Sub

Damn! Super Sub

Damn! Super Sub I

Damn! Super Sub In

Damn! Super Sub Ind

Damn! Super Sub Indo

Damn! Super Sub Indon

Damn! Super Sub Indone

Damn! Super Sub Indones

Damn! Super Sub Indonesi

Damn! Super Sub Indonesia

Diterjemahkan oleh: ~ Ifabee Eonni ~

=Nokdu Jeon=-

Manim yang disukainya...

ternyata tak ada?

Tahu ah!

Matiin lilinnya kalau mau tidur di sini.

Astaga naga.

- Anu... - Kalau membahas ciuman itu

kubunuh kau.

- Itu... - Siapa yang kusuka

jangan kau tanyakan.

- Batuk... - Jangan bicara botak-batuk.

Bicaramu tak masuk akal aku tak ngerti.

Dengerin aku.

Hei, kenapa kau tak tanya aku?

Aku tak punya gebetan.

Aku bohong. Manim yang kutemui di Hanyang...

Lupakan saja.

Aku tak ingin tahu.

Kenapa? Kenapa kau tak ingin tahu?

Tak seperti anggapanmu,

aku tak tertarik padamu.

Jangan...

Jangan bohong.

Aku tak bohong.

Hei.

Kau marah karena aku menciummu tanpa minta...

- izin dulu? - Tidak.

Itu bukan masalah. Satu ciuman tak akan merusak bibirku.

Kok bilang begitu sih?

Aku jelas merasakannya.

- Kau merasakan hal yang sama... - Kau...

belum pernah pacaran ya?

Sama sekali belum pernah.

Apa?

Tidak. Tak benar.

Di kampungku...

beberapa wanita jatuh cinta padaku.

Kau kira aku siapa?

Aku yakin bukan beberapa wanita.

- Sama sekali tidak ada. - Kau ini kenapa sih...

Makanya kau menyelidiki sesuka hati sambil menipu.

Menipu?

- Menyelidiki? - Iya.

Kalau kau mengerti perasaanku, jangan mengangguku.

Aku kesini untuk mengatakan itu.

Menganggu?

Kumohon!

Izinkan aku bertemu eomma mama!

Aku harus menemuinya.

Kalau keluar dari pintu itu

aku tak akan bisa melihatnya lagi.

Kumohon biarkan aku melihatnya.

Eomma mama!

Eomma mama.

- Eomma mama. - Daegun mama.

Daegun mama.

Daegun mama.

Dia menangis?

Beliau tegar setelah meninggalkan gerbang.

Ratapan adikku yang malang begitu keras...

hingga kau bisa mendengarnya melewati dinding istana.

Aku penasaran apa mereka begitu...

saat dulu aku dipermalukan.

Saya begitu, Jeonha.

Iya, hanya kau saja.

Bahkan ayahku menolak mengakuiku.

Itu sebabnya dia...

meninggalkan permintaan terakhir yang mengerikan.

Kalau saja kau tak segera mengeyahkannya,

mungkin aku tak jadi seorang raja.

Makanya...

aku mempercayaimu.

Aku hanya mempercayaimu.

Kau tahu itu 'kan, Yun?

Saya...

sangat berterima kasih, Jeonha.

-= 6 tahun lalu =- Ini titah terakhir mendiang raja?

Rumornya benar.

Kenapa kau tak segera melakukan pergerakan?

Jeonha mendadak jadi raja,

Yeongchang Daegun masih muda.

Aku menunggu saat yang tepat.

Tapi, Anda lebih cepat.

Anda akan dihukum atas konspirasi ini.

-= Perdana Menteri, Yoo Yeon Kyeong =- Aku berjanji suatu saat...

Anda akan menyesal telah mengambil titah kerajaan dariku.

Kau.

Anak itu putranya Jeonha.

Dia tumbuh sehat dan cerdas.

Karena Jeonha jadi raja,

dia harus kembali, benar 'kan?

Aku tak bisa lakukan itu.

Kenapa?

Karena baginda ada di posisi tertinggi,

tak ada yang ditakutinya.

=Lengserkan Putra Mahkota...=-

=dan biarkan Yeongchang Daegun yang naik tahta.=-

Apa ini?

Aku baru saja membunuh orang yang menyembunyikan ini.

Bagaimana menurutmu?

Sungguh kau mengira tak ada yang dikhawatirkannya lagi?

Bagaimana bisa begini?

Kita tak tahu kenapa mendiang raja membuat keputusan ini.

Bagaimana kalau ini tak berakhir...

dengan dia naik tahta?

Aku, kau dan anak itu...

kita semua mungkin akan mati.

Jadi kubur saja harapanmu pulanglah.

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left