نخستین 200 خط.
Takkan kubiarkan!
Apa?
Bukan shoot? Itu...
Eh, kau baru sampai?
Lambat sekali kau.
Kami terkecoh. Tapi...
Kami sudah menduganya.
Kalau mereka bermain sekuat tenaga, berarti sesuai dugaan.
Serangan Nomor 2!
Kuda-kuda itu...
Ignite Pass?
Tidak.
Ini sedikit berbeda.
Ignite Pass
Kai!
apabila hatimu telah siap
shoudou ga atte
hadapilah segala kebohongan yang ada
usopacchi ni idonde
karena kita berdua adalah tokoh utama dalam lagu cinta ini
boku to kimi to ga shujinko no Love Song
By GRANRODEO
mari melangkah dengan perlahan namun pasti
dondon ikimashou
walau terus menerus disalahkan oleh orang lain
ssuyoki de semeraretanda
dan menjadi bahan tertawaan di antara teman-teman
nakama uchi no warai banashi de wa
selalu merasa khawatir tanpa henti
monmon toshiten daze
itulah yang selalu kulakukan seorang diri di kamarku
jibun no heya itsudatte
sesungguhnya hal itu merupakan pemikiran seorang pesimis
hontou wa yowaki na Peach Mind
sesungguhnya hal itu merupakan pemikiran seorang pesimis
hontou wa yowaki na Peach Mind
apa semua sikapmu karena kau memendam perasaan padaku
ki no aru soburi ka
ataukah semua itu hanya pemikiranku belaka
tada no omoi komi ka
ataukah semua itu hanya pemikiranku belaka
tada no omoi komi ka
namun bagi sang gadis manis itu
baretenda ano ko ni wa
aku hanyalah seorang pemuda yang selalu berusaha
ganbare otoko no ko
kalau terus begini, maka akan jadi kegagalan untuk ke-35 kalinya
kono mama jya sanjuu go renpai
kalau terus begini, maka akan jadi kegagalan untuk ke-35 kalinya
kono mama jya sanjuu go renpai
aku akan menjadi pria sejati bila itu demi dirimu
kimi dake no boku wa Go to Guy
wahai bintang idolaku, yang selalu berubah-ubah
hengenjizai no Magical Star
akankah kau keberatan bila kau tak berubah untuk sekali ini saja
idai naru manneri datte iin jyanai
apabila kesedihan yang kau rasakan saat ini
itomero aosa wo
adalah karena cinta yang masih belum terbalaskan
mada michinu koi naraba
mada michinu koi naraba
maka akan kuberikan
zenbu ageruze
seluruh sumpahku padamu
kimi ni chikau
ZainuddinAri
mempersembahkan
Ignite Pass
Kai!
Usaha yang Sia-Sia
Quarter 39
Dia tak mencoba untuk mengecohku dengan misdirection-nya,
tapi malah bermaksud untuk melakukan pass tepat di hadapanku?
Kau meremehkanku ya, Tetsu?
Baiklah! Maju, Kiyoshi!
Takkan kubiarkan!
Wakamatsu cepat sekali!
Dia sudah sampai di situ?
Dia... sejak kapan ada di sini?
Pass?
Padahal jelas-jelas dia tengah bersiap untuk melakukan dunk tadi!
Inikah "Hak untuk Menunda" milik Kiyoshi?
Bagus! Alley-oop!
Yang benar saja? Hebat!
Selain itu, yang barusan juga!
Pass apa-apaan itu tadi?
Ignite Pass Kai.
Baru kali ini aku melihat versi yang diperkuatnya.
Ditambah lagi, yang mengejutkan bukan hanya kecepatannya saja.
Kekuatan pass-nya bahkan sampai mementalkan tangan Minechin.
Pass macam apa itu?
Kemungkinan besar, rahasianya terletak pada rotasi spiralnya.
Peluru dalam sebuah pistol, dirancang untuk melakukan rotasi secara spiral,
sehingga peluru dapat melaju dengan lurus dan memperkuat daya tembusnya.
Dengan teori yang sama, Kuroko menggunakan rotasi tubuhnya saat akan menghantam bola,
sehingga daya hantam pass-nya meningkat secara drastis.
Jadi begitu, ya?
Rupanya kau sudah jadi lebih menarik sekarang,
Tetsu.
Kalau kau masih mengira aku sama sekali tak berubah, aku kecewa.
Bagus, kita bisa menang!
Dengan begini peluang kita menang cukup besar!
Jangan terlalu cepat senang begitu, dong.
Habisnya kami baru saja mau mulai.
Mereka memanfaatkan perbedaan tinggi badan mereka terhadap Kuroko, ya?
Ditambah lagi, mereka melakukan pass tinggi agar Kuroko tak dapat mencurinya.
Si nomor punggung 4 itu ternyata bisa juga, ya?
Rebound!
Sial, sini!
Dapat!
Dia ini, dari kekuatan fisiknya mungkin menyamai Kagami.
Ditambah lagi, dia berisik.
Berhasil! Masuk lagi!
Ayo, ayo, Sakurai!
Ayo, ayo, Sakurai!
Sial.
Padahal mereka sama sekali tak melakukan hal yang istimewa.
Akan lebih baik bagi Seirin kalau mereka memiliki teknik rahasia lain.
Pass baru milik Kuroko bahkan tak membuat mereka merasa goyah sedikit pun.
Yang para pemain Touou lakukan hanyalah terus bermain seperti biasanya.
Dan karena alasan yang sama, tak ada celah dalam permainan mereka.
Dengan kata lain, yang terlihat saat ini hanyalah murni kekuatan mereka.
Yaitu perbedaan level mereka.
Seperti apa katanya, kalau tak melakukan apa-apa, nantinya Seirin akan tertinggal jauh.
Hei, hei, yakin, nih?
Kalau berhasil dibuka memang menggiurkan, tapi aku tak menyarankannya, loh.
Soalnya itu adalah Gerbang Iblis.
Jangan-jangan dia mau melakukan one-on-one dengan Aomine?
Ini benar-benar taruhan yang sangat berisiko.
Kalau sampai kalah, kendali alur pertandingan akan direbut sepenuhnya.
Bukan hanya itu, kalau sampai kalah maka tamatlah pertandingan ini.
Mereka sama sekali tak bergerak.
Mereka berdua terus diam hampir selama 5 detik, loh.
Tak bisa.
Memang kesal mengakuinya, tapi aku belum bisa menang.
Untuk sekarang ini.
SMA Seirin, time out!
Yang benar saja?
Kukira kita bakal melihat para ace saling berhadapan.
Ternyata Kagami malah kabur tanpa melakukan apa pun!
Membosankan.
Wah, dia malah dihina seperti itu.
Sepertinya kau juga mengerti, ya?
Ya, sedikit saja, sih.
Di mata seorang amatir, Kagami terlihat seperti sedang melarikan diri dari medan tempur.
Tapi dalam waktu yang singkat itu,
sebenarnya sedang terjadi pertandingan tingkat tinggi di antara mereka.
Semuanya, diawali dari fake yang sederhana itu,
mereka membaca permainan satu sama lain dengan simulasi yang realistis.
Hal itu hanya dapat dilakukan,
kalau mereka mampu mengukur kekuatan lawan yang mereka hadapi.
Selain itu, hasil dari one-on-one tak hanya ditentukan oleh kekuatan semata,
situasi juga sangat berpengaruh dalam penentuan hasilnya.
Setelah membaca semua itu, Kagami merasa yakin kalau dia akan kalah.
Karena itulah sebelum alur pertandingan direbut,
dia memilih untuk menghindari terjadinya kemungkinan terburuk, ya?
Sanggup mengambil keputusan terbaik dengan kepala dingin,
terkadang memegang peranan yang lebih besar dibandingkan kemenangan itu sendiri.
Kalau dia yang dulu pasti akan terus maju secara membabi buta, ya.
Ya, mungkin inilah tandanya kalau dia juga sudah berkembang, ya?
Ya, syukurlah kau mengoper bolanya, Kagami.
Kalau tadi kau sampai kalah, bisa gawat pertandingan ini.
Jadi, sekarang bagaimana?
Kenyataan bahwa kita berada di posisi sulit tak berubah.
Pass baru Kuroko sangat membebani tubuhnya,
sehingga tak bisa digunakan secara terus-menerus.
Terlebih lagi, akan berbahaya kalau digunakan berulang kali melawan Aomine.
Baiklah.
Kalau begitu, biar aku yang mencetak angka dari luar terlebih dahulu.
Izuki, oper bolanya padaku.
Apa?
Pertahanan Touou kuat di bagian dalam,
jadinya aku akan sedikit mengalihkan perhatian mereka.
Pokoknya, kita bangun permainan dari situ.
Oke. Kami mengandalkanmu, Hyuga.
Ya.
Apa Kapten tak apa-apa?
Kelihatannya dia sedang lesu.
Kau ini bicara apa, sih?
Bukankah malah kebalikannya?
Hah?
Karena percaya diri, makanya dia bilang begitu, 'kan?
Three point darinya patut diwaspadai!
Tapi kecepatannya tak seberapa.
Asalkan dia kujaga...
Apa kau yakin?
Berdiri sejauh itu dariku.
Apa?
Ja-Jauh sekali?
Apa?
Dia barusan...
Mundur ke belakang dan melakukan jump shoot?
Tapi jedanya terlalu cepat!
Yang berkembang bukan hanya anak-anak kelas satu.
Dasar jamur peminta maaf.
Shot yang tak bisa dihalangi.
Barrier Jumper!
Selain itu, kebiasaannya juga mulai muncul, ya?
Kebiasaan?
Dia membunyikan lehernya, 'kan?
No comments yet. Be the first to leave one.