نخستین 200 خط.
Diterjemahkan Oleh : Dehar Tan & B l a c k s p i d e r s Feat. Loewi
- Salam, Yang Mulia. - Salam.
Hakim pengadilan tinggi, Chaitanya Raj ...
... dibunuh di siang bolong.
Insiden kekerasan ini terjadi ...
... diuar kuil Vigneshwar, di Nanapuram ...
... di antara khalayak ramai.
Individu yang menyaksikan hal ini ...
... ingin identitasnya tetap dirahasiakan.
Kenapa begitu, Pak?
Nona. Ketika Hakim Pengadilan Tinggi ...
... dibunuh di siang bolong, Siapa yang akan menyelamatkanku?
Aku di sini untuk menyadarkan orang-orang.
Aku sudah meng-upload videonya di YouTube.
Nagapuram menjadi pusat toko-toko anggur ilegal.
Perdagangan senjata ilegal terus berkembang.
Daerah ini juga menjadi tempat Red-Light dan obat-obatan terlarang.
Dan sekarang, pembunuhan di siang bolong.
Ini politik.
Mereka menyewa preman dari luar hanya 10.000-15.000 ...
... dan melakukan pembunuhan setiap hari.
Bagaimana kita bisa mengenali mereka?
Mereka bisa berada di antara kita juga.
Bir, satu.
Diterjemahkan Oleh : Dehar Tan & B l a c k s p i d e r s Feat. Loewi
Keindahan terletak pada mata pemegang bir.
Aku yakin kau belum sadar dari tadi malam.
Dan, kau malah minum lagi.
Apa yang ...
Kau menjual duplikat minuman keras, tapi ada Aku mengeluh?
Kau terus membuka toko anggur ini sepanjang malam, tapi ada Aku mengeluh?
Siapa kau?
Apa kau baru di sini?
Siapa namamu?
Seorang pria dikenal karena perbuatannya, bukan namanya.
Kue beras, dua.
Geser!
Pelayan. Hanya kue.
- Ambilkan dia lentil dan chutney. - Ya.
Tak usah.
Bagaimana kau makan itu?
Aku pernah melihat lentil beras.
Tapi untuk pertama kalinya, Aku melihat bir beras.
Air.
Minuman keras lagi.
Minggir!
Apa orang-orang di kota ini tuli?
Kenapa mainin klakson?
Preman ini merengkel sekali, Toto.
Minggir!
Itulah bagaimana rasanya ketika seseorang diklaksonin.
Bro, Aku mengklakson karena kau tak memberi kami jalan.
- Kau mau jalan. - Ya.
Toto.
Bro! Bro!
Disinilah seharusnya kau jalan, di Trotoar.
Sekarang, jalanlah.
Permisi. Minggir.
Minggir.
Sungguh, daerahmu penuh dengan bajingan.
Butuh beberapa waktu untuk mengatasi mereka.
Oh ya, putrimu Seher lama sekali.
- Govind. Seher sudah siap? - Seher sudah siap.
Ya sudah, panggil dia.
Sungguh, Aku tak tahu apakah ...
... dia mau datang dengan cara ini, atau ...
Lihatlah.
- Pak, kursimu. - Seher.
- Pak, kursimu. - Seher.
Apa ini sebuah introduksi?
Seher. Ngapain kau di luar?
Ketika Aku tahu kau datang, ...
... Aku berada di awan no.9 - Benarkah?
Wow! Senyumanmu.
Kau tersenyum dan menatapku.
Tidak, bukan tersenyum.
- Kau membuatku tertawa. - Terserahlah.
Sejak Aku melihat gambarmu, kau berada di hati dan pikiranku.
Simpan saja Aku di dalam hatimu, jangan di dalam pikiranmu.
- Karena, tak baik tinggal di ruang kosong. - Terserahlah.
Turunkan sarinya!
- Turunkan sarinya. - Bye.
Bye.
Hei. Orang tua.
Cepatlah.
Hei, kau.
Bye.
Bibi. Bibi.
Pria tua itu kawin lari dengan putrimu.
Pria tua itu suamiku.
Suami?
Sungguh, Aku seorang Hindu dan dia seorang Muslim.
Aku ingin Seher menikahi seorang Hindu, ...
... dan dia ingin menikahkannya dengan seorang Muslim.
Jadi, setiap kali pria Muslim datang untuk melihatnya, ...
... Aku membantu Seher lari.
Dan setiap kali pria Hindu datang untuk melihatnya, ...
... dia membantu Seher lari.
Perbedaan masalah pribadimu menghancurkan hati temanku.
Tidak apa-apa, karena Aku jatuh cinta padanya.
Ketika dia menatapku, ...
... rasanya seperti seseorang menusuk hatiku, Toto.
Lupakan saja. Mari kita pergi melihat gadis lain.
Kita sudah bertemu 1200 gadis, mereka semua menolakku.
Bantu Aku keluar sebelum Aku menjadi warga negara senior, Toto.
Baik.
Mulai sekarang, ini motto Toto.
Maksudku kawin lari kayak pencuri.
Ibumu dan Aku punya kepercayaan dan pengertian antara kita.
- Apa? - Maksudku, Aku tak pernah percaya padanya ...
... dan dia tak pernah mengerti Aku.
Permisi.
- Aku rasa ini kunci motormu! - Terima kasih.
- Aku memang mencarinya. - Tidak apa-apa.
- Papa. - Ya.
Papa, apa banyak masalah jika membantuku kawin lari?
Tidak sama sekali.
Aku bersamamu. Aku akan melakukan seperti yang kau katakan.
- Terima kasih. - Sama-sama!
Aku akan selalu berbicara untukmu.
Dia pergi naik motor hitam.
Tapi tadi dia berusaha menyalakan motor merah.
Oh, tidak, Vinay. Kau kehilangan kunci motormu.
Dan ada yang membawa motormu.
Pencuri! Pencuri! Pencuri!
Motorku!
Selamat pagi.
- Kau hanya berdiri memegang itu? - Ya.
Apa itu ada pelurunya?
Ada didalam.
Maksudmu di dalam ini.
Tidak. Maksudku di dalam, dengan inspektur.
Berarti, kau hanya berdiri di sini dengan senjata.
Lagian, pada usia ini Aku takkan mampu berdiri terlalu lama.
Ya, benar.
Tunggu. Pegang erat-erat.
Halo, Pak.
- Pak, Aku mencuri motor. - Ajukan pengaduan tertulis.
Kami akan menghubungimu jika kami menemukannya. Sekarang pergi.
Apa semua orang disini tuli?
- Aku mencuri motor. - Apa?
- Kau mencuri motor? - Ya.
Biasanya Aku memberikan komisi di tempat terakhir.
Harus berlaku di sini juga.
Berapa motor?
Kau pikir kami mengikuti sistem di sini?
Kau mau memberikan kami komisi, dan kami akan mengambilnya.
Mendekatlah.
Ada toko di sebelah kanan, di luar saja.
Dia punya daftar.
Untuk mobil, motor. Sepeda juga.
Tetapkan total harga.
- Kabar buruknya adalah toko ditutup. - Pak.
Dan kabar baiknya adalah ...
... kau bisa mendapatkan printout dari komputer ini.
Konsentrasilah pada pekerjaan.
Beri dia printout rate kita.
Gold. Silver. House-theft.
- Kita lihat bagian transportasi, ini motor. - Semuanya di situ.
- 2010. Rs.4000. - Ya. Itu ketetapannya.
Pak, ini kayak catatan menu perhiasan.
Semuanya sudah ditetapkan.
- Satu, dua, tiga, empat ... - Empat saja.
- Empat? - Ya.
Kami punya kurs tetap.
- Letakkan saja di sini. - Di sini?
Ya, di sini.
- Aku seorang pria korup yang jujur. - Aku tahu itu.
- Jangan datang lagi. - Oke.
Kau tampak baru.
Kau bukan dari daerahku.
- Jangan datang lagi. - Ya.
- Pak. - Apa?
Apa ada komisi untuk pencopetan juga?
Tentu saja.
Tapi itu tergantung pada seberapa penuh dompetnya.
- Berapa banyak? - 2400.
M-2400 menjadi ...
Rs.600. Ayolah.
600.
- Dimana? - Disini.
Sampai jumpa, Pak.
- Jangan datang lagi. - Oke, Pak.
Oke.
Dengar. Jangan khawatir.
Kami bahkan punya tawaran festival.
Kami memberikan diskon 10 % pada tanggal 31 dan "Diwali".
Oke, Pak. Akan ku ingat.
Pak, Rs.50 untuk teh.
Dompetku?
Apa yang terjadi, Pak?
- Di mana dompetku? - Dompet?
- Warna apa, Pak? - Warna coklat.
- Warna coklat? - Dimana itu?
Berapa banyak isi uangnya, Pak?
Seluruh tagihan kemarin.
2400, Pak.
Menakjubkan.
Dia mengambil dompet petugas polisi.
Dia kabar buruk bagi Nagapuram.
No comments yet. Be the first to leave one.