نخستین 200 خط.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
"Episode 116"
Ke mana perginya dia?
Siapa kamu? - Mari cari di sebelah sana.
Kamu mengenal Soo In? Yoon Soo In?
Ya.
Aku di sini untuk menyelamatkanmu.
Aku mendengar tentangmu dari Soo In dan Pak Kim.
Tunggu di sini sebentar.
Ke mana perginya dia?
Ayo pergi.
Bagaimana? Dia sudah tewas?
Begini, anak itu kabur.
Apa maksudmu dia kabur?
Kurasa Tae Soo datang menyelamatkannya.
Itu konyol.
Suruh orang yang dilihat Tae Soo bersembunyi sekarang.
Singkirkan semua bukti dan bakar gudangnya.
Lakukan sekarang. - Baik, Ayah.
Soo In, mari menunggu sebentar lagi.
Soo In.
Min Jae, apa ingatanmu pulih?
Ya. Aku ingat semuanya.
Sekarang aku ingat kamu, Ibu, dan Ayah.
Benarkah?
Kamu tidak apa-apa? Kamu terluka?
Tidak, aku baik-baik saja.
Ayahku pasti sangat mengkhawatirkanku.
Kami tidak bisa memberitahukan kejadiannya.
Itu sangat sulit dipercaya, kami tidak tahu memulai dari mana.
Kalau begitu,
kurasa sebaiknya kita tidak memberitahunya bahwa aku diculik.
Dia begitu mengkhawatirkanku sejak aku kecil.
Mendengar ini akan membuatnya sangat marah.
Aku tidak mau membuatnya marah.
Baiklah.
Min Jae. - Soo In.
Min Jae. - Soo In.
Min Jae.
Min Jae.
Kamu tidak sempat makan malam hari ini?
Ya.
Aku membersihkan gudang.
Omong-omong, apa kakakku mengatakan sesuatu hari ini?
Apa dia menyulitkanmu?
Tidak.
Kurasa dia tidak mengganggumu saat suasana hatinya bagus.
Kenapa suasana harinya bagus? Dia mendapat kabar bagus?
Jae Man mendapatkan dokumen
atas rumah dan pabrik yang dihipotekkan.
Benarkah? - Ya.
Kurasa semuanya sudah teratasi.
Omong-omong,
kamu sudah berbaikan dengan istri Dae Bong?
Ya, sudah.
Aku sudah 20 tahun lebih mengenal Dal Ja
dan belum pernah kulihat dia sangat marah.
Dae Bong dan istrinya sangat akur.
Kalau mereka punya satu anak saja, akan menjadi keluarga yang sempurna.
Aku turut prihatin terhadap mereka.
Ya, aku juga.
Bagaimana kalau kita tidak bisa punya anak?
Kita sudah cukup lama menikah,
namun belum ada kabar soal itu.
Aku mulai khawatir.
Apa maksudmu?
Kakak.
Seol Hee, maksudnya kamu tidak hamil?
Bagaimana kamu bisa mengatakan kebohongan seperti itu kepadaku?
Kamu juga berbohong kepadaku.
Apa? Apa maksudmu?
Kamu bilang pergelanganmu terkilir, padahal tidak.
Maksudmu itu hal yang sama?
Maafkan aku.
Aku menyesal membohongimu begitu melakukannya.
Sook Hee.
Apa kamu bisa berhenti membenciku?
Menurutmu kenapa aku memilih berbohong?
Aku sungguh mau akur denganmu.
Kamu pikir aku tidak mau?
Aku juga mau akur denganmu.
Aku tahu banyak hal yang tidak kamu senangi dariku,
namun kita sekarang keluarga.
Apa menurutmu kamu bisa berusaha menerimaku?
Kalau kamu sungguh tidak suka mengerjakan tugas rumah,
aku akan mengerjakan semuanya.
Bisakah kita berusaha akur mulai sekarang?
Min Jae?
Jadi, itu nama aslimu.
Ya. Yoon Min Jae.
Baiklah.
Ayah akan memanggilmu itu mulai sekarang.
Itu nama aslimu.
Tidak, Ayah. Ayah bisa memanggilku sesukanya.
Entah Min Jae atau Seung Joon, aku masih anak Ayah.
Baiklah.
Pak Kim dan Nona Yoon adalah kakak tirimu.
Ayah masih tidak bisa memercayainya.
Aku tahu. Itu sangat aneh.
Kamu akan menemui orang tuamu besok?
Ya. - Semoga kamu bersenang-senang.
Ayah akan menemui mereka suatu hari nanti.
Baiklah, Ayah.
Astaga.
Mereka seharusnya sudah sampai.
Apa aku sebaiknya ke terminal?
Aku tidak bisa menunggu lagi.
Bagaimana kalau kalian berselisih jalan?
Mereka akan segera tiba. Mari menunggu saja di sini.
Aku tidak percaya Min Jae masih hidup.
Itu sulit dipercaya.
Aku juga tidak bisa memercayainya. Seung Joon adalah Min Jae.
Aku tidak pernah memimpikannya.
Sepertinya aku merasakan adanya hubungan
karena peduli terhadap anak itu sejak awal.
Ayah. Ibu.
Min Jae. Kamu sungguh putraku Min Jae?
Ya, Ayah. Aku Min Jae.
Anakmu, Min Jae.
Min Jae.
Biarkan ayah melihat wajahmu.
Kenapa butuh waktu lama bagimu untuk pulang?
Ayah sangat merindukanmu.
Ayah.
Selamat datang kembali.
Min Jae.
Aku ayahmu, Min Jae.
Aku ayahmu.
Min Jae.
Dia ibumu.
Ibu.
Min Jae. - Ibu.
Astaga, Min Jae.
Min Jae. Anakku tersayang.
Anakku.
Ayah tidak percaya kamu memberi hormat kepada ayah.
Ayah masih tidak memercayainya.
Maaf butuh waktu lama bagiku untuk pulang.
Jangan bilang begitu.
Kamu tidak tahu
betapa bersyukurnya ayah kamu kembali bersama kami.
Benar. Terima kasih banyak sudah kembali kepada kami.
Min Jae.
Kami semua mengira kamu sudah meninggal.
Ya, begitulah yang kudengar.
Di hari kamu tenggelam,
seluruh desa mencari dengan menyusuri pantai.
Kami tidak pernah menemukanmu.
Seseorang mengeluarkanku dari air.
Aku sudah kehilangan ingatan saat ditemukan,
jadi, aku dikirim ke panti asuhan, bukannya ke rumah.
Itu pasti sangat sulit bagimu.
Kamu pasti sangat kesepian
karena kehilangan keluarga dan ingatanmu secara bersamaan.
Itu salah ayah. Semuanya salah ayah, Nak.
Jangan bilang begitu.
Aku akhirnya bertemu dengan kalian dan bisa pulang.
Itu melegakan.
Ya, benar.
Ayah sangat bersyukur kita bisa bertemu lagi.
Min Jae.
Min Jae, terima kasih sudah tetap hidup.
Terima kasih sudah tumbuh dengan sangat baik.
Min Jae. - Ayah.
Pak Hwang baru saja menelepon.
Dia bilang utang Pak Jung sudah dihapus.
Apa yang terjadi?
Masalahnya...
Aku tadinya tidak akan memberi tahu karena kamu mungkin akan khawatir.
Pak Jung mengancam kami, karenanya kami tidak punya pilihan.
Apa maksudnya dia mengancam kalian?
Soal itu...
Pak Jung mengetahui kalau Seung Joon adalah Min Jae,
dan menculiknya untuk mengancam kami.
Apa?
Dia meminta kuhapuskan utangnya sebagai ganti pembebasan Seung Joon,
jadi, aku menurutinya.
Maksudmu Seung Joon tidak bepergian,
melainkan diculik oleh Pak Jung?
Ya.
Kenapa kamu tidak memberitahuku?
Karena Pak Jung mengancam kami dengan nyawa Seung Joon,
aku tidak bisa mengatakannya.
Maafkan aku.
Aku tidak akan membiarkannya kali ini.
Aku tidak akan membiarkan Pak Jung.
Aku tidak bisa memaafkannya.
Bagaimana?
Kami sudah membakar gudangnya
dan kusuruh orang-orang bersembunyi untuk sementara waktu.
Bagus.
Pimpinan Kang sekarang pasti sudah mengetahui sesuatu.
Kurasa dia tidak akan membiarkannya.
Aku khawatir dia mungkin melakukan sesuatu kepada kita.
Jangan khawatir. Dia hanya punya keterangan dari anak itu.
Dia tidak bisa identifikasi pelaku, dan kita sudah hapus semua bukti.
Pimpinan Kang sekalipun tidak bisa apa-apa.
Aku akan baik-baik saja.
Kamu Pak Jung Jae Man?
No comments yet. Be the first to leave one.