I Live Alone (Home Alone / 나 혼자 산다)

I Live Alone (Home Alone / 나 혼자 산다)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

I Live Alone (2021) EP408 1080p WEB-DL AAC H264-MaNoN
ناشر MarBot
cocok untuk rilisan MaNoN. | Open Donasi https://trakteer.id/botg/tip

برچسب‌ها

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
1080
تاریخ انتشار: 2021-08-14
تعداد دانلود: 12
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

"Liburan Musim Panas Orang Dewasa"

Senang bertemu denganmu.

Halo. Senang bertemu denganmu.

Jae Jung. - Ya.

Aku sangat penasaran

tentang Yi Jung. - Benar.

Bagaimana keadaannya? - Adiknya?

"Yi Jung adalah adik Jae Jung"

"Kabarmu baik?"

"Tidak ada yang berubah"

"Kabarmu baik?"

"Tidak ada yang berubah"

"Jae Jung menanyakan kabar adiknya tiga kali sehari"

Semua orang bilang kalian memiliki ikatan yang erat.

Bahkan ada yang menulis ini di kolom komentar.

Mereka bertanya apakah mereka bisa menjadi adikmu

jika memakai nama Sam Jung.

"Sam Jung"? - Tidak bisa?

Tentu saja aku akan menerimanya dengan cinta

dan melakukan yang terbaik sebagai seorang kakak,

tapi... Entahlah.

Mengurus adikku saja sudah merepotkan.

Dia merespons leluconnya dengan sangat serius.

Dia cenderung serius. - Bukankah pertanyaan itu untukku?

Tentu saja. - Itu sebabnya kujawab dengan tulus.

Kamu pria yang tulus. - Dia bekerja keras.

Dia terus maju.

"Dia bahkan tidak menyadarinya"

Lama tidak bertemu, Hwasa.

Benar. Senang bertemu denganmu.

Kalian berdua sebaya. - Benar, kami sebaya.

Apa kamu tahu? - Kalian berdua sebaya?

Aku tidak tahu. - Ya.

Aku tahu. - Rasanya seperti hal baru.

Hwasa, jujurlah. Kamu berpikir dia lebih tua, bukan?

Ya.

Banyak orang berpikir mereka lebih muda dariku

saat melihatku.

Mereka selalu berpikir aku lebih tua daripada mereka.

Kenapa kalian tidak saling menyapa dengan lebih nyaman?

Kenapa tidak saling menyapa? - Baiklah. Halo.

Tapi mereka memang terlihat sebaya.

Benarkah? - Mereka tampak sebaya.

Baiklah.

Apa maksudmu? - Kupikir...

Dia hanya mengatakan apa pun yang terlintas di benaknya.

Hari ini, kami menyiapkan episode spesial

agar pemirsa bisa lebih menikmati musim panas mereka.

Episode hari ini adalah Episode Spesial Liburan Musim Panas.

Aku menyukainya.

Kita semua melakukan liburan musim panas, tapi...

Aku juga tahu itu apa.

Kenapa? Apa maksudmu?

Bukankah kamu berenang di Sungai Han selama liburan musim panas

di zamanmu?

Tidak, itu benar-benar beku.

Apa saat itu beku? - Tentu saja.

Aku memakai pisau sebagai sepatu seluncurku.

Dia menggunakan pisau?

Kamu memakai karung beras sebagai kereta luncur, bukan?

Aku akan datang dengan persiapan

karena tidak tahu kalian akan menyerangku dengan apa.

Ini segmen acara kita.

Kita akan melewatkannya. - Itu disebut

Era Joseon Ketua Jun.

Kehidupan di Era Joseon.

"Bagaimana liburan musim panas para anggota?"

"Liburan Musim Panas yang Datang Melalui Jendela"

Orang ini menikmati upacara teh?

Astaga, mereka bahkan punya kartu judi.

"Seseorang dengan hobi yang tenang?"

"Tempat ini tampak tidak asing"

"Di satu sisi"

"Ada pemilik rumah, Hwasa"

Dia lahir pada tahun 1995,

tapi suka beristirahat. - Aku sedang beristirahat.

Ada yang datang.

"Aku datang"

"Bergegas"

Astaga, apa kabar?

Rasanya aneh melihatnya di rumahku.

Kamu pasti sangat senang melihatnya, kamu menyapanya tanpa alas kaki.

Tentu saja.

Sama seperti aku dan Hwasa.

Kami tidak bisa berlibur saat musim panas.

Kami hanya saling bertanya lewat aplikasi pesan.

Karena cuacanya panas, aku datang ke rumahnya.

Ini kali pertamaku kedatangan Na Rae di rumahku.

Aku selalu pergi ke rumahnya.

"Dari pesta ulang tahunnya"

"Hingga kelas aerobik"

Apa itu? - Benar.

Kita melakukan banyak hal. - Ini menenangkan.

Jadi, aku ingin menghabiskan waktu seperti liburan musim panas

dengan melakukan sesuatu bersama.

Aku ingin bersenang-senang dengannya.

Astaga, Maria.

Hei, Na Rae. - Apa itu?

Ada apa dengan rambutmu, Maria?

Apa yang terjadi? Astaga.

Kabarmu baik? - Ya. Masuklah.

Astaga. Jadi, ini tempatnya.

Dia membawa banyak barang.

Aku tidak pernah pergi ke rumah orang dengan tangan kosong.

Dia selalu membawa barang.

Na Rae tidak terasa seperti seorang kakak.

Dia terasa seperti ibu Hwasa.

Rasanya seperti pergi ke rumah putriku.

Dia membawa banyak barang.

Dia terasa seperti ibu yang datang menemui putrinya.

"Kamu baik-baik saja menjadi selebritas?"

Rasanya seperti itu.

"Ibu Na Rae membawa banyak barang"

Biar kuambil.

Tentu.

Apa ini? - Ini hanya barang yang kubawa.

Ini kali pertamaku berada di sini, jadi, aku membawa hadiah.

Astaga.

"Aku membelinya dalam perjalanan."

Apa ini?

Tapi aku tidak yakin apakah kamu akan menyukainya.

Apa ini?

Apa itu dendeng? Apa itu?

Kamu menggunakan ini?

Aku punya tempat dupa di sana.

Dupa? - Dia punya dupa.

Tidak mungkin. Ini aroma favoritku.

Benarkah? - Ini gila.

Aku tidak yakin apakah kamu punya tempat dupa.

Biar kucoba nyalakan ini. - Benarkah? Sekarang?

Astaga.

Rasanya menyenangkan memberimu hadiah.

Dia langsung mencobanya.

Ini luar biasa.

Rumahmu rapi sekali.

Aku bersih-bersih karena kamu datang.

Ini... Apa?

Apa pohon itu baik-baik saja?

Sepertinya sudah mati. - Pohonnya...

"Terlihat polos"

Aku membelinya saat pindah ke sini.

Sudah mati, bukan? - Kini itu seperti seni instalasi.

Seni instalasi? Astaga.

Astaga.

"Hwasa menyalakan dupanya"

Ini bagus. Aku suka aromanya.

Ini harum. Rasanya seperti berada di kuil.

Ini harum sekali.

Kamu cocok dengan hal semacam ini. - Kuletakkan di samping kucing itu.

"Setelah menyalakan dupa yang cocok dengan pemilik rumah"

Apa ini kamar tidur utama? - Ya, ini kamar tidurku.

Kamu mengadakan retret di rumah?

Kenapa? - Lihat berapa banyak selimutnya.

Apa yang terjadi? - Apa yang terjadi?

Bukankah ini seperti penginapan di Daeseong-ri?

"Dia punya banyak selimut seolah-olah berada di Daeseong-ri"

Tidak banyak, bukan?

Tidak, ada banyak hal di sini.

Apa yang kamu bawa di tas itu?

Jika kita berada di rumahku, aku bisa memasak untukmu.

Tapi kupikir kamu tidak punya apa pun di kulkasmu.

Jadi, aku membawa bahan-bahan untuk membuat bibimbap kerang.

Benarkah? Bibimbap kerang?

Bibimbap kerang... - Kedengarannya enak sekali.

Aku kelaparan sekarang.

Karena kamu datang, aku tidak makan apa pun sejak semalam.

Setelah kupikir-pikir, aku memasak di tiap pesta rumah baru.

Dia terlihat seperti ibu dengan banyak energi.

Aku memasak di pesta rumah baru Si Eon.

Aku mengadakan kelas memasak di rumah Ketua Jun.

Lihat wajahku. Astaga.

Kamu seharusnya makan sesuatu. - Na Rae.

Aku tidak makan apa pun agar bisa lebih menikmatinya.

Tunggu. - Baiklah.

"Dia juga akan menunjukkan kemampuannya di tempat ini"

Tunggu sebentar.

Karena aku datang ke tempatmu...

Ada apa? Kenapa dia tertawa? - Ada apa?

Omong-omong, aku membawa beberapa barang.

"Dia menyiapkan pakaian serasi"

"Bersemangat"

Bolehkah aku berganti memakai ini?

Bukankah ini untuk orang keren? - Benar.

Pesta piama.

"Benda wajib untuk pesta di rumah, piama keren"

Na Rae, ayo. - Benarkah? Baiklah.

"Mereka berganti pakaian"

"Beberapa saat kemudian"

Kamu lihat? - Kelihatannya bagus.

Itu mirip nasi telur dadar.

Nasi telur dadar?

Ini agak...

Ini tidak seperti yang kubayangkan.

Terlihat berbeda dari yang kulihat di media sosial.

Apa itu? - Itu tidak seperti bayanganku.

Kenapa aku terlihat begitu lusuh?

Tapi bahannya... - Benar, bahannya...

Lembut dan enak. - Ini sangat lembut.

"Mungkin itu hanya pikirannya saja"

Kenapa aku terlihat begitu lusuh?

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left