نخستین 200 خط.
Baiklah, aku gugup. Normalkah?
Berorasi bukan untuk semua orang.
Bukan untuk publik juga. Untuk orangku.
Yah, mengajar orang sendiri kadang lebih sulit dari kerumunan asing.
Karena kita tahu betapa picik dan tega mereka?
Sean Beckett. Kudengar kau pindah kemari.
Aku turut prihatin.
DeeDee, kau memperhatikanku? Aku tersanjung.
DeeDee?
Ya, Kepala Cumming pikir "Diane" terlalu kaku untuk petugas damkar,
jadi dia ganti namanya di akademi.
Siapa tadi panggilanmu?
"Terbelakang?"
Aku tak ingat. Apa kabar anak-anakmu?
Menyetir.
Seram. Terima kasih diingatkan.
Terima kasih izinkan kami di sini.
Ya, kau tahu aku, apa pun demi mengalahkan 23.
Bukan menang atau kalah, Beckett.
Selalu tentang itu, DeeDee.
- DeeDee. - Tidak.
Kudengar kita ke 19 hari ini.
Jika ada hari besar, hari damkar besar, itu sekarang.
Herrera, jangan segan menggosokku dengan cepat
jika sudah selesai, ya?
Ayo, 23.
Berangkat ke 19 untuk pelatihan resolusi konflik.
Apa pun itu.
Itu intervensi krisis.
Terserah, jangan permalukan aku di depan Beckett.
Prick kalahkan aku sepak bola tiap tahun,
dia pemenang sombong.
Maddox, kau menetapkan tujuan tiap pagi
agar bisa lebih menjijikkan dari kemarin?
Dia menyukaiku.
Bagaimana pendaftaran kuliah Joey?
Bagus. Maksudku, kurasa diterima.
Miranda mengoreksi semua.
Tugasku mudah.
- Minta dia tulis esai. - Ben?
DAMKAR SEATTLE
- Hai. - Ingrid, 'kan?
Kau ingat aku!
Kau sangat baik di depan putraku
yang mengira aku tak keren, jadi... Ya.
Ada apa kemari?
Aku membangun kembali tokoku.
Kuharap mata ahlimu bisa membantuku untuk cetak birunya.
Ingin pastikan semua sesuai aturan.
Jadi, tak ada yang terjadi lagi.
Begini...
Kami agak terlambat hari ini...
Tidak, tentu saja, tak apa,
aku tak mau mencegahmu menyelamatkan nyawa.
Mungkin bisa kutinggal ini di sini?
Tentu. Kau punya kartu atau semacamnya?
Bagus. Baiklah. Nanti kulihat.
Terima kasih banyak!
- Baiklah. Hati-hati. - Dah.
- Apa? - Kau dapat seorang penggemar.
- Tidak! - Ya!
Dia wanita polos yang berterima kasih
- yang trauma... - Kebanyakan begitu!
...ingin agar tak terulang.
Ya, aku paham.
Hei. Berkeringat dan lebih berkeringat. Stasiun 23 sedang ke sini.
Ganti pakaian! Terima kasih.
Victoria, hei, hai. Travis di sini.
Kau tahu betapa malunya
baterai alarm asapmu padam, padahal kau petugas damkar?
Karena harusnya kau beli baterai saat belanja.
Oke, tak ingat itu tugasku.
Kukirim SMS saat kau di toko.
- Tidak. - Ya.
- Tidak. - Ya.
Tidak.
Maaf, aku di sana.
Oke, kau harusnya jadi resolusi konflik.
Apa?
Ayahku kirim pesan. "Ke San Diego dengan Kyle minggu depan.
Bisa jenguk ibumu sesekali?
Apa ini Kyle, pacar-rahasia-Kyle?
Kyle, pacar-rahasia-Kyle.
Hei, Semua, 23 hampir sampai. Berbaris. Sekarang.
- Datang. Astaga. - Baiklah.
"Omong-omong, dia pikir ini konferensi."
Tunggu. Jadi ayahmu...
Berlibur dengan pacarnya, ingin aku menutupinya.
Mereka bilang jangan baca pidatomu sendiri.
Tidak. Ini dari pengacara cerai sial.
Aku sudah diseret ke dalamnya.
Aku tak mau masuk lebih dalam.
Bukan aku yang menyeretmu.
Aku tak bilang begitu.
Hei, 23 hampir sampai.
Stasiun 23 datang?
Ya.
Pelatihan Crisis One .
Tak ada yang baca SMS-ku?
Menyenangkan, pernikahan.
Kurasa kita di sisi pengantin pria.
Astaga,
apa itu si Damkar Tampan?
Oke, Semuanya! Diam.
Kita di sini ada pelatihan, seperti biasa.
Selesaikan sebelum makan malam, jadi tak perlu membagi
baksoku dengan 23.
DeeDee, bisa dimulai? Terima kasih.
Hai, Semuanya. Untuk yang belum mengenalku,
- aku Diane Lewis. - Hei, Diane.
Senang jumpa lagi, Pete.
Hari ini, aku datang dengan peran berbeda dari yang kalian tahu.
Selain pekerjaanku sebagai psikoterapi,
aku juga bersertifikasi pelatihan intervensi krisis.
Seperti kalian tahu,
Dean Miller telah memelopori
program Crisis One di Damkar Seattle,
dan kita sangat bangga.
Kalian akan temukan protokolnya di sana.
Kalian pasti sudah tahu banyak,
kita hanya bingkai ulang melalui program ini
dengan tujuan menghapus hak polisi,
dan senjata mereka, dari situasi.
Krisis kesehatan mental bisa bangkitkan rasa takut.
Respons bersenjata menyebabkan trauma tak penting
dan kasus terburuknya, kehilangan nyawa.
Kenapa tak langsung main peran saja?
Beruntungnya, kita punya pasangan menikah di pos ini,
Herrera dan Sullivan. Kemarilah kalian
dan langsung mulai dengan skenario “perselisihan perkawinan”.
Astaga...
Astaga.
Astaga.
- Atau kita bisa minta relawan. - Tidak, aku mau.
Aku mau.
Herrera?
Baiklah. Ya. Ayo lakukan.
Kita akan mainkan skenario
yang mungkin kalian hadapi saat panggilan Crisis One.
Tugas kalian mengamankan TKP,
bangun kepercayaan dan hubungan dengan pasien,
dan cari solusi... jika bisa.
Sekarang, aku akan jadi responden untuk kasus pertama ini.
Kalian pasangan menikahnya.
Istri mengunci suami di luar
dan membuang barang-barangnya di trotoar.
Seseorang hubungi 911
karena suami teriak dan mengancamnya.
Diane, kurasa mungkin jangan...
Kau gila?
Roberto.
Jangan panggil aku gila. Kau...
Kau meniduri sahabatku!
Aku tak melakukan itu!
Kau percaya pikiranmu sendiri!
Hei, Pak, apa yang jadi masalahnya?
Istriku, dia mengunciku di luar
dan membuang barangku.
Membuang setahun pernikahan ke tempat sampah.
Aku tak bisa berpaling.
- Terdengar frustrasi. - Aku tak gunakan kata itu.
Kita sering menyakiti orang tersayang.
Nona, aku tak butuh konseling,
aku perlu istriku berhenti membuang barangku dari jendela.
Jika dia tak berkhianat, aku takkan lakukan ini.
Dia tak mau dengar.
Lihat?
Dia bahkan tak mau bicara.
Seperti bicara dengan dinding.
Kata dinding beton.
Baik, bisa kulihat kalian sangat marah...
Mungkin jika dia tak selalu berpikir memahamiku
melebihi diriku...
Kau bahkan tak paham...
Dia bahkan tak memahami dirinya.
Seperti berdebat dengan remaja.
Seakan kau terjebak di usia 17 tahun.
Kau belum pernah jadi orang tua,
tetapi tahu cara merendahkan seperti itu!
Syukurlah.
Damkar 19 diminta ke Jalan Egre 3667.
Sullivan, ikut aku.
Baiklah...
Beckett, mau menggantikan Sullivan?
Astaga.
Aku tidak...
Akan kulakukan!
Ayo.
Sekarang apa?
Bagaimana kau bisa lakukan itu padaku, Teresa?
- Dia gila! - Siapa Teresa?
Dia lempar koleksi rekamanku ke luar jendela!
Terdengar kau pantas...
- Hughes. - Maaf. Maafkan aku.
Berengsek! Dengan sahabatku?
- Apa? - Oke, Diane,
kurasa skenario ini stereotip berbahaya...
Hughes? Kemarilah dan mainkan responden pertama.
- Ya. - Ayolah.
Ya. Tidak. Aku bisa!
No comments yet. Be the first to leave one.