نخستین 200 خط.
Bagaimana caramu atasi situasi seperti ini,
bisakah kau memberitahuku?
Kau harus lepaskan tanganmu sendiri, lo.
Ya, orang yang tak punya niat jadi ninja sepertimu, takkan mungkin bisa, sih.
Niat?
Apa maksudnya itu?
Niat itu bisa dibilang sebuah tekad.
Entah demi uang, demi pujian, atau demi orang tua.
Apa pun alasannya tak masalah.
Tapi, tanpa alasan yang jelas, kau takkan bisa berubah.
Hal seperti itu, bagiku...
Katamu, kau akan jadi ninja bersama teman- temanmu, nanti juga pasti punya alasan, 'kan?
Apa itu yang kau sebut tekad?
Kalau begitu, karena kau belum temukan alasan jadi ninja, apa yang akan kaulakukan?
Apa jangan-jangan kau ingin jadikan mereka sebagai batu pijakan
agar kau bisa jadi ninja sendirian?
Pasti sulit jawab pertanyaan seperti itu, ya?
Tapi, kadang memang seperti itu, lo.
Setelah kau berhasil jadi ninja dengan bertumpu pada teman-temanmu, maka kau akan punya alasan.
Punya niat, dan punya bakat.
Itu saja takkan cukup, tahu.
Apalagi kalau kau tak punya niat, akan lebih buruk lagi.
Memangnya apa yang kau tahu tentang diriku?
Aku tahu banyak, lo.
Karena aku itu benar- benar memerhatikanmu.
berdiri dengan bangga menuju masa depan
mirai doudou mune hatte
tiada ruang 'tuk ragu, hari inilah batasnya
mayou hima naki kyou ga kyoukaisen
untuk sekarang, untuk saat ini
ima ha ima ha
kita simpan saja air mata ini
mada nakazu ni iyou
di masa depan yang kan datang
jissai no mirai de
dunia yang kita impikan bersama
issho ni negatta sekai ga
sedang menunggu, masih menunggu
aru yo aru yo mada
ku percaya itu
shinjiteru kara
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
ZAINUDDINARI
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
MEMPERSEMBAHKAN
dengan berlaku kasar, kita kan saling menyakiti
tsuyogatte kizutsuke kizutsuita
air mata yang kutunjukkan padamu
kimi to no namida moyou
ku pun merindukannya sekarang
sore mo ima ja sukoshi setsunai
lembaran ini berkilau dengan cerah
kagayaki irodoru ichi PAGE
berikanku kekuatan 'tuk balikkan lembaran selanjutnya
tsugi wo mekuru tsuyosa ni natteta
membentuk pusaran air di akhir drama ini
DRAMA no saki ni uzumaku no ha
ialah kelanjutan impian terbesar kita
saidai no yume no tsudzuki
berdiri dengan bangga menuju masa depan
mirai doudou mune hatte
bisa kita lakukan sekarang
ima yareru sa
hari inilah batasnya
kyou ga kyoukaisen
sampai jumpa, sampai jumpa lagi
mata ne mata ne
biarkan ku tersenyum dan mengatakannya
waratte iwasete
perasaan ini pun jadi rumit
nanmon nan da kanjouron
kita pun tersesat saat berpaling
nanimokamo ni mayou kedo
namun tak jauh dari jangkauan kita
nobasu nobasu te ni
kemajuan itu yang belum dijelajahi
mitou no shin tenkai
Tekad Seorang Ninja
Tekad Seorang Ninja
Tekad Seorang Ninja
Kau...
Aku memang intip data- data tentang kalian, sih.
Dan, murid-murid akademi tahun ini semuanya benar-benar payah, ya.
Apa?
Memang ada satu dua orang yang punya tekad jadi seorang ninja,
tapi mereka semua masih remehkan ninja.
Ini pasti pengaruh darimu, ya.
Kesulitan dalam jadi seorang ninja...
Berbagai ketidakadilan yang dialami seorang ninja.
Kalian bahkan belum lewati tahap itu.
Mana mungkin aku akui anak-anak seperti itu sebagai seorang ninja?
Karena kalau kalian turun ke medan tempur sesungguhnya,
kalian pasti hanya akan buang-buang nyawa kalian.
Aku ingin tanya sekali lagi.
Agar dapatkan alasan untuk jadi seorang ninja, maukah kau hancurkan tanganmu?
Sudah kuduga, tahun ini tak ada satu pun yang lulus, ya.
Kalian tak perlu repot-repot lagi kembali ke akademi.
Carilah pekerjaan lain.
Ya, anggap saja ini kesulitan yang harus dihadapi dalam usaha jadi seorang ninja.
Sial!
雷遁・蛇雷
Raiton:
Raiton:
Raiton:
Hebi
Mikazuchi
Hebi
Hebi
Mikazuchi
Mikazuchi
Kena, deh.
Tapi, mulai dari sini, apa yang akan kaulakukan, Boruto?
Aku tak rasakan kehadiran para guru di dekat sini.
Sepertinya kita berhasil lari sejenak.
Apa kau baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Yang lebih penting, rawatlah Mitsuki.
Tak perlu khawatir!
Karena Wasabi sangat terampil dalam bidang medis.
Meski banyak yang bilang aku tak cocok dalam bidang medis, sih.
Terima kasih ya, Wasabi.
Sial.
Jadi, seperti inikah kesulitan untuk jadi seorang ninja?
Ayo segera kita selesaikan, dan jadi ninja bersama.
Semuanya, maaf.
Mungkin ini semua gara-gara aku.
Apa maksudmu?
Kupikir kita semua bisa jadi ninja bersama,
lalu kupikir aku bisa tahu apa alasanku jadi seorang ninja.
Tapi, sepertinya itu semua tidaklah cukup.
Apa karena itu kau tak bisa berkata apa pun?
Habisnya aku
tak bisa patahkan lenganku.
Tanganmu?
Paman Kakashi bilang,
gara-gara diriku, kelas kita jadi tak berguna.
Kau?
Iwabe!
Ja-Jangan bertengkar!
A-Apa?
Kalau kita saling bertengkar, semuanya jadi berjalan sesuai keinginan para guru.
Berisik!
Kami tak bertengkar!
Kau itu bicara apa, sih?
Gara-gara kau, kami jadi tak berguna?
Jangan rendahkan kami!
Ucapan ini untuk Tn. Hokage Keenam dan kau, Boruto!
Aku ini ya,
kalau tak ada kau, saat ini pasti
aku masih mengucilkan diri di kelas, berpikir aku akan mengulang lagi dan mengeluhkannya.
Karena ada kaulah, aku bisa sampai sejauh ini.
Setelah aku berusaha sekeras ini, kau masih mau rendahkanku?
Sudah kuputuskan.
Apa pun yang terjadi, aku akan jadi ninja.
Aku tak mau direndahkan lagi hanya karena kau sudah selamatkanku.
Aku benar, 'kan?
Ya.
Kalau kau tak ada,
aku takkan berada di sini sekarang.
Aku juga,
kalau Boruto tak ada,
saat ini aku pasti sudah mati.
Dengan mengerahkan seluruh kekuatanku dan nyawaku,
aku ingin balas utang budiku padamu dan semua teman-teman.
Karena itulah, aku akan jadi ninja.
Seluruh teman kelas kita itu sangat baik.
Meskipun kau itu sombong,
kau berusaha sangat keras agar bisa buat kami semua kabur daripada pikirkan dirimu sendiri.
Tak salah lagi, yang jadi inti di kelas ini adalah kau, Boruto.
No comments yet. Be the first to leave one.