Ode to Joy

Ode to Joy (欢乐颂)

دانلود زیرنویس Indonesian

هماهنگ با نسخه‌های زیر

Ode to Joy E18 Webrip
ناشر indri danti22
credit to Viki

برچسب‌ها

webrip
web
BRip
تاریخ انتشار: 2016-06-24
تعداد دانلود: 27
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Alih bahasa dipersembahkan oleh The Splash Of Joy Team @ Viki

Ode to Joy

Episode 18-

Dua teguk besar! Minum satu lagi.

Dokter Zhao, apa kau tahu

bahwa wine merah tidak hanya menghangatkan sirkulasi, tapi juga bisa memperbaiki suasana hati?

Bagaimana jika mencobanya lagi? Minum dua teguk lagi. Aku jamin kau akan merasa lebih baik daripada sekarang.

Bisakah kau diam dan membiarkan aku makan?

Peng! Peng! Peng! Dua teguk lagi.

Ayolah.

Bersulang!

Apa kau bersenang-senang?

Kau bilang apa?

Aku tanya apa kau merasa senang bersamaku?

Xiao Qu... - Hah?

Kau... benar-benar bukan siluman yang dikirim Langit untuk menyelamatkan aku?

Dokter Zhao, kau berubah pikiran terlalu cepat. - Hah?

Kau bilang aku adalah bidadari saat kita makan. Kenapa sekarang aku menjadi siluman?

Benar. Kau adalah iblis. Aku tidak salah.

Orang yang diinginkan siluman itu adalah Biksu Tang. (Karakter dari "Perjalanan ke Barat")

Apa mungkin namamu adalah Biksu Tang?

Nama asli Biksu Tang adalah Sanzang.

Oh... jadi kau bernama Tang Sanzang!

Jadi boleh aku bertanya pada Biksu Tang, haruskah aku memakanmu direbus atau digoreng?

Harusnya...

Siapa yang memberimu izin memakanku?

Tang Sanzang, siluman biasanya memakannya

setelah mereka puas bermain dengannya.

Apa kau kau takut padaku? Aku adalah Siluman Tengkorak Putih.

Aku takut sekali. Takut sekali.

Kau takut atau tidak?

Sudah cukup bercandanya. Sejujurnya,

aku sangat berterima kasih padamu.

Kau sungguh ingin berterima kasih padaku?

Kapan kau akan mentraktirku makan?

Kapan saja. - Janji ya.

Kalau begitu besok saja. Aku akan menunggu teleponmu besok. Pak, hentikan mobilnya!

Xiao Qu, Xiao Qu, kau mau ke mana?

Aku pergi! Aku takkan memberimu kesempatan untuk berubah pikiran.

Jangan lupa meneleponku.

Kembali! Xiao Qu! Xiao Qu!

Anda ingin pergi ke mana? - Pergi ke Taman Jia Lin.

Halo, Mama. Aku sedang sibuk. Jika ada sesuatu, bicarakan nanti saja.

Jangan ditutup! Tebak di mana papamu dan aku sekarang.

Kalian di mana?

Kami di Shanghai!

Kenapa kalian di Shanghai?

Putriku kelelahan hingga tertidur di kamar kecil. Ibu macam apa yang takkan datang?

Ma, aku baik-baik saja. Aku hanya kelelahan beberapa hari lalu karena sedang mengedit proposal rencana.

Aku sudah menyerahkannya dan klien sangat menyukainya.

Dia sudah menyerahkannya. Baguslah kau sudah menyerahkannya. Kami sekarang tenang.

Guan Guan, jam berapa kau pulang kerja nanti?

Aku masih belum tahu.

Bagaimana kalau begini?

Aku akan sms alamatnya. Kau pergi ke alamat itu nanti.

Papamu dan aku sudah kangen denganmu. Cepat datang, ya?

Oke. Oke. Aku tahu.

Oke. Baik. Baik. Hati-hati di jalan ya.

Baiklah, Ma. Aku takkan bicara lagi. Aku masih bekerja. Bye-bye. Sampai nanti.

Kau tidak meminta persetujuannya. Apa tak apa-apa melakukan ini?

Tidak meminta persetujuan siapa? Dia putriku. Aku mempunyai kata terakhir.

Oke. Oke. Oke.

Kau ingin minta izin untuk pulang?

Ya. Orangtua saya datang ke Shanghai untuk menemui saya dan mengajak makan bersama.

Saya hanya ingin bertanya apa saya bisa membawa pulang perkerjaan saya

karena masih ada dua lembar yang belum selesai diterjemahkan. Tapi pasti akan selesai malam ini.

Kenapa kau ketakutan sekali? Apa aku akan memakanmu?

Bukan, bukan itu maksud saya.

Baiklah. Pergilah makan. Kau sudah bekerja keras beberapa hari ini. Istirahatlah.

Teruskan pekerjaanmu besok. Berikan saja padaku sebelum makan siang.

Baiklah. Terima kasih, Manajer.

Aiya!

Guan Guan, kau akhirnya datang. Apa yang terjadi? - Aku ke sini segera setelah aku pulang kerja tapi masih terlambat.

Guan Guan-ku terlalu serius bekerja.

Pa. - Bahkan saat bosnya menyuruh pulang, dia masih tak mau pergi.

Tak apa-apa. Dia masih mudah. Bekerja itu penting, bukan?

Sini, duduk di sini. - Ini bagus sekali.

Hotel yang kita persan adalah hotel perusahaan kita. Semuanya standar yang tertinggi.

Ibumu mengatakan semua biaya akan ditanggung olehnya.

Pabrik dan toko sudah dikabari juga.

Setelah persediaan pabrik tiba, kita bisa langsung pergi ke pabrik untuk memeriksanya.

Baguslah mamaku menyayangiku. Itu membuktikan aku putri kandungnya.

Apakah kita dapat melewati tahap pertama, kita akan tahu dalam beberapa hari ke depan.

Pada saat itu, kita harus mendorong proyek GI dan pemeriksaan harus diurus. Mulai saat itu akan lebih sulit lagi.

Beritahu para karyawan selama kita bisa mendapatkan proyek ini, aku akan memberikan bonus.

Setiap orang mendapat... hadiah setengah bulan gaji.

Baiklah. Aku akan turun dan memberitahu semua orang.

Oke.

Tak mungkin. Apa aku sesial itu? Apa dia sedang operasi lagi?

Apakah hasilnya sama seperti kemarin?

Tutup mulut besarmu.

Telepon aku. Telepon aku sekarang.

Cepat.

Telepon aku sekarang. Cepat telepon. Kau harus telepon. Cepat telepon. Telepon. Telepon. Telepon.

Payah.

Baru saja dibicarakan!

Dokter Zhao, kupikir kau akan meninggalkan aku.

Maaf, ya. Aku harus bekerja lebih lama. Apa kau sudah makan?

Tentu saja... belum.

Baguslah kalau begitu. SMS alamatnya. Aku akan pergi ke sana sekarang.

Kau harus setuju dulu aku yang bayar kali ini. Kau tidak boleh berdebat tentang ini.

Baiklah. Aku akan mengirimkan alamatnya. Sampai ketemu.

Oke.

Dokter Zhao akhirnya meneleponku!

Lihat Guan Guan kami. Dia seperti ini.

Sangat jujur dan tidak suka banyak bicara. Selalu membiarkan orangtuanya mengurus hal-hal.

Tapi karakternya bagus. Semua tetangga kami menyukainya. Dia manis, berbudi dan perhatian.

Hao Hao kami juga sangat bijaksana. Aku tak pernah harus mencemaskannya.

Benar. Dia bagus di sekolah. Dia melanjutkan ke perguruan tinggi Proyek 211.

Saat ini, dia bekerja di perusahaan asing. Kurasa kedua anak ini pasti mempunyai kesamaan untuk dibicarakan.

Benar! Murid luar biasa dari perguruan tinggi Proyek 211.

Kalian berdua harus saling mengakrabkan diri. Perkenalkan diri kalian.

Kau duluan. - Hao Hao, sapa Guan Guan.

Ma... - Cepat perkenalkan dirimu.

Halo, aku Zhang Wen Hao.

Aku Guan Ju Er.

Oh...

Bukankah ini bagus?

Maaf, apa kau bicara bahasa Inggris? (dalam bahasa Inggris)

Maaf, aku tahu tidak sopan mengatakannya, tapi aku tidak suka dengan kencan buta.

Aku juga. Malah, aku juga tidak terlalu yakin tentang semua ini!

Saat mereka mengajakku makan, kupikir hanya aku dan orangtuaku saja.

Lihatlah! Mereka sangat banyak kesamaan!

Mereka baru saja bertemu dan sudah mulai menggunakan bahasa Inggris untuk bicara rahasia.

Begitu ya?

Jadi kau tidak menginginkan pacar? (dalam bahasa Inggris)

Aku juga. Kita harus melakukan sesuatu untuk menghentikan situasi ini.

Kau benar. Tapi... bagaimana?

Anak-anak yang hebat.

Menurutku kita bisa bicara dengan orangtua kita setelah pulang bahwa ktia tidak ingin pacaran sekarang.

Mereka akan mengerti dan tidak mendorong kita untuk jadian.

Oke. - Oke? - Mari kita lakukan.

Mereka sudah bilang oke?

Hao Hao, kau sudah lapar, bukan?

Aku benar-benar harus berterima kasih untuk kemarin. Meskipun melelahkan sekali, setidaknya

aku merasa lebih baik sekarang, dan lebih santai. Tidak merasa tertekan lagi.

Katakan padaku, bagaimana rencanamu berterima kasih padaku?

Apa mengajak makan tidak cukup?

Tidak. Ini untuk membalas makanan kemarin. Tidak cukup tulus.

Baiklah. Katakan apa yang kau inginkan.

Aku ingin... mendengarkan cerita.

Cerita?

Boleh kutanya, sebelum kau menjadi Dr. Zhao yang terkenal,

apa kau kau punya kisah memalukan yang bisa diceritakan untuk menghibur kita?

Beritahu! Beritahu!

Kisah memalukan, ya?

Biar kupikirkan.

Memang ada satu insiden memalukan.

Apa itu?

Saat aku sedang melakukan residensiku, aku bertemu pasien yang sangat sulit.

Dia memanfaatkan kekayaan dan kekuasaan keluarganya, menolak meninggalkan rumah sakit.

Tak hanya menghambur-hamburkan kekayaan negara, tapi juga terus menghina kami para residen.

Ada orang yang seburuk itu? - Ya. - Lalu apa yang kau lakukan?

Yah, dia suka berpura-pura lemah. Padahal kesehatannya baik-baik saja,

tapi dia bersikeras menghabiskan uang untuk berbaring di rumah sakit, bertingkah seakan sakit keras.

Jasi kami berencana untuk mengalahkannya pada permainannya sendiri.

Karena dia suka pura-pura lemah, kami terus memberinya cairan infus,

dan dia terus bolak-balik ke toilet. Pada akhinya dia kelelahan hingga hampir pingsan.

Setelah itu dia tak punya tenaga lagi untuk mengganggu kami.

Kau benar-benar melakukan hal semacam itu?

Apa salahnya? Dokter juga manusia.

Dia boleh menindas kami, dan kami tidak boleh membalasnya? Itu tak masuk akal.

Benar! Aku setuju. Jika orang lain menampar pipi kiriku, dan menawarkan pipi kananku

itu hanya dilakukan oleh orang bodoh.

Lalu apa yang terjadi? Apa pasien itu menyadari kalau dia dikerjai?

Dia tidak menyadari. Tapi,

kami ketahuan oleh dokter yang menanganinya, dan kami harus minta maaf secara formal.

Hah? Begitu saja?

Iya. Apa lagi yang kau harapkan?

Kalian menghukum yang jahat dan melakukan hal yang benar, bukankah seharusnya dipuji?

Jika itu aku, akan kuberikan orang itu piagam,

bagian atasnya tertulis, "berpura-pura sakit ketika kau sehat,"

di bagian bawah... "kau pantas menerimanya,"

dengan gulungan horizontal berbunyi "cepat pergi."

Kalian berdua di kota yang sama, dan bekerja di perusahaan asing.

Ingat untuk sering menghubungi di masa mendatang.

Benar! Saling menelepon dan menjadi teman.

Teman lain, koneksi lain. Apakah kau mendengar itu? Ini akan memperluas wawasanmu.

Baiklah kalau begitu. Hati-hati di jalan.

Kami akan pergi duluan.

Kami pergi dulu. - Semoga selamat di jalan.

Oke oke, selamat tinggal.

Selamat tinggal.

Hati-hati di jalan. - Selamat tinggal.

Selamat tinggal.

Kami akan meneleponmu.

Oke, oke.

Alih bahasa dipersembahkan oleh The Splash Of Joy Team @ Viki

Guan Guan, bagaimana menurutmu Hao Hao?

Ma, bagaimana bisa kau mengatur kencan buta tanpa izinku?

Memang benar mama tidak meminta izinmu,

tapi aku harus melakukan sesuatu tentang situasi mendesak ini.

Kencan buta. Apa salahnya dengan kencan buta? Bukankah cukup bagus?

Bagus apanya? Kalau Mama berusaha mencarikanku pacar, harusnya minta izin dulu padaku.

Apa gunanya mengatur tanpa persetujuanku?

Lagipula, dia tidak menyukaiku.

Tak mungkin, dia tidak menyukaimu?

Kalian berdua mengobrol banyak!

Kurasa dia menyukaimu.

Itu karena kalian. Aku terpaksa menggunakan bahasa Inggris.

More Indonesian subtitles for Ode to Joy

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left