BUDDHA 2 手塚治虫のブッダ -終わりなき旅-
نخستین 200 خط.
Semua Makhluk Bernyawa adalah bagian dari Siklus Kehidupan.
Rantai Makanan bagi lain-nya.
Pada akhirnya...
...yang Kuat jadi Pemenang.
Tidak berbeda dengan Dunia Manusia... dimana yang Kuat menguasai yang Lemah.
Orang-orang Kosala...
...dari Kerajaan Magadha,
=============================
menyerang Negeri-ku.
=============================
Di Kaki Pegunungan Himalaya berdiri...
...Istana Kapilavatthu dari Kerajaan Shakya...
...yang tengah menghadapi Gempuran Prajurit Kosala.
Dan karena itu Rakyat-pun...
...menjadi Menderita.
Saat itulah akan lahir seorang Penerus Shakya yang Dinantikan.
Maya, benarkah itu?
Aku telah melahirkan Pangeran Siddhartha.
Dan berharap kelak ia akan jadi Raja Hebat...
...dengan ini Tugas-ku di Dunia telah Selesai.
Maya...! Maya...!
Aku akan mengawasinya dari atas Khayangan...
...tempat 33 Dewa berada.
Siddhartha...
Kau memiliki sebuah Takdir Besar untuk...
...Menghapus Segala Penderita-an Dunia.
Kau akan alami Banyak Coba-an...
...dalam upaya Pencerahan-mu.
Namun, tetaplah kau Tabah Menjalani-nya.
Tolong...
Osamu Tezuka's Buddha Movie 2 Endless Journey
Perampok!
Mereka mudah sekali Takut.
Ketua!
Barang-barang Berharga, pasti Harganya Mahal...
...iya kan Migaila?
Tatta, ayo kita bawa semua Harta ini ke Desa Terdekat.
Ya.
Kudengar Kosala akan Menyerang Shakya lagi.
Mereka sungguh Kejam.
Aku Bersumpah: Membalas Kosala!
Siapa Biksu itu?
Apa kau kenal...Biksu yang bernama Siddharta?
Siddharta?
Sebelumnya ia adalah Pangeran dari Shakya.
Benar kan, Migaila?
Buat apa dia rela melepaskan semua?
Hanya demi: Melatih Diri.
Bukankah itu Sia-sia saja?
Tidak!
Ini adalah Pelatihan...
...untuk dapat melalui Segala Penderitaan Dunia.
Apa dengan begitu Penderitaan Lenyap?
Latihan ini bertujuan...
Jika kau bicara soal Derita, tentu aku sudah jadi Biksu sekarang ini.
Cobalah kau rasakan: Kayu Api Di Mata-mu.
Rasakanlah bagaimana Penderita-an yang aku Alami agar kau Mengerti.
Ayo!
Buktikan pada-ku: Seberapa Iman-mu!
Hey, hentikan!
Apa benar dia punya Nyali?
Lupakan saja.
Biksu Muda!
Kau baik saja?
Lihatlah dirimu, sudah mulai ditumbuhi Janggut...
...sayang sekali aku tak bawa, Pisau Cukur.
Ayo bersihkan di Rumah-ku.
Baiklah.
Selamat datang, wahai Suami-ku.
Kami cuma punya ini.
Tak apa... Makasih banyak.
Cocok sekali!
Tuan...
...bolehkah aku Minta Segelas Air?
Tentu boleh.
Ada 2 Biksu di Rumah-ku.
Namaku: Siddharta.
Siddharta...jangan-jangan kau Pangeran Shakya itu?
Begitu ya, namaku...
...Dhepa.
Dhepa?
Sebenarnya aku mau Minta Tolong...
...Putra Pertama-ku berkata kalau dia ingin jadi Biksu.
Ini dia Anak-nya.
Ayo ucapkan salam: Assaji!
Aku sedang dalam Pelatihan, dan tak bisa Mengambil Murid.
Kumohon Tuan.
Anak itu hanya akan jadi Beban.
Ayo.
Mata-ku?
Eh, itu...
Ini akibat dari: Pembuktian Iman.
Aku Ditantang Membakar Mata.
Bakar Mata?
Ya.
Aku menganggap-nya sebagai Pelatihan...
...untuk dapat lalui Penderitaan Di Dunia.
Seperti Guru-ku Naradatta yang...
...meninggalkan Semua Keduniawian.
Hidup di Alam Liar.
Demi meraih Pencerahan Abadi yang Paling Hakiki.
Semakin kau jalani Hidup Menderita...
...maka kau akan Terlahir Kembali dengan Lebih Baik.
Mau ikut ke Hutan Uruvela?
Hey!
Jika kau ingin membawa-nya...
...maka dia adalah Tanggung Jawab-mu.
Begini saja? Membosankan.
Cuma Biksu.
Ayo kita cari Buruan Lain!
Para Penguasa selalu bertindak Sesuka Hati...
...tanpa Perasa-an.
Dia adalah Pangeran Virudhaka dari Kosala.
Rumornya dia itu anak dari Raja Kosala & Budak Shakya.
Dulu Raja Suddhodana Shakya menghadiahi Raja Kosala...
...seorang Budak yang menyamar jadi Bagsawan.
Ayo lanjutkan perjalanan.
Hey: Tunggu!
Kau Biksu yang waktu itu kan?
Sedang apa disini?
Anak ini Sakit, dia butuh segera Diobati.
=============================
Tak ada Angin ya?
=============================
Iya nih.
=============================
Kami hanya punya Obat ini, coba berikan dia.
Kalau dulu aku bisa Meminjam Tubuh Burung untuk cari Obat...
Meminjam Tubuh?
Tapi percuma saja.
Demam-nya tak akan hilang sebelum Kaki-nya Diobati.
Kau Tatta ya?
Ya.
Guru Naradatta pernah cerita...
...tentang Kekuatan Gaib milik anak bernama Tatta.
Namun...bukankah Tatta tak bisa Tumbuh Dewasa?
Aku mulai Tumbuh saat Kekuatan-ku Menghilang.
Tatta...tolong siapkan: Pedang Membara (Besi Panas).
Mau apa kau?
Aku ingin Menyedot Racun dari Kaki-nya.
Baiklah, aku ambil.
Sudah selesai.
Lakukan.
Dia Tak Bernafas!
Dimana aku?
Apa aku sudah mati?
Assaji...
...kau belum Ditakdirkan Mati.
Kau harus tetap bersama Siddhartha...
...hingga Akhir Hayat-mu nanti.
Tolong bantu dia.
Keringat-nya banyak sekali.
Dia kembali Bernafas!
Syukurlah.
Dia anak yang Beruntung ya?
Tatta...kau sudah pulang?
Ya, aku bersama: Anak Sakit & 2 Biksu.
Anak Sakit & Biksu?
Migaila...
Suara itu...
Siddhartha...
Jadi, ini dia?
Kenapa...
Jadilah kau: Raja Hebat!
Maafkan aku, Migaila...
Hey, Migaila!
Benarkah kau Siddhartha?
Sang Pengeran Shakya.
Aku memang Mencari-mu.
Karena waktu itu...
...Pasukan Kosala Membunuh Ibu-ku...
...Saudara & Teman-teman!
Aku ingin Membalas Orang-orang Kosala!
Namun aku hanya Orang Biasa...
...bukanlah Raja yang Memerintahkan Perang!
Ku-mohon...
...jadilah Raja dan Serang Negeri Kosala!
Bawalah aku!
Aku akan setia Mengabdi Padamu!
Siddhartha...
Ku-mohon... kepada-mu!
Tunggulah: 10 Tahun.
10 Tahun?
Aku harus pergi dulu ke Hutan Uruvala di Magadha.
Jika dalam 10 Tahun aku gagal Menemukan Jawaban.
Aku akan kembali.
Benar, Siddhartha...
...memiliki Takdir Sendiri.
Ya ampun... 10 Tahun...
Puting Beliung...
Puting Beliung!
Puting Beliung segera datang!
Mana angin-nya?
Puting Beliung di Cuaca Cerah?
Semuanya Mengungsi! Ada Puting Beliung!
Ngoceh apa Anak itu?
Semua ayo cepat Lari!
Cepat Lari!
Kenapa bisa...
...Puting Beliung datang tiba-tiba?
No comments yet. Be the first to leave one.